Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Cegah Pemanasan Global Dengan Energi Alternatif

 Bahan Bakar Alternatif, Mengapa ?

Semakin berkurangnya cadangan minyak di perut Bumi, semakin tingginya harga minyak bumi, dan juga semakin tingginya tingkat polusi gas sisa pembakaran (emisi) yang mengarah kepada pemanasan global, membuat upaya mencari energi alternatif semakin gencar dilakukan. Persoalannya, hingga saat ini, tidak ada bahan bakar yang sepraktis dan semurah bahan bakar minyak (BBM). Itu sebabnya, upaya untuk menyiapkan dan mengembangkan bahan bakar alternatif selalu terkendala.

Bahkan, mengurangi penggunaan BBM belum menjadi prioritas Pemerintah Indonesia, anjuran pengurangan penggunaan BBM masih sebatas slogan belaka. Jika benar-benar berniat mengurangi penggunaan BBM, seharusnya pemerintah memberikan insentif (berupa pengurangan pajak) pada mobil-mobil yang hemat dalam mengonsumsi bahan bakar, termasuk mobil hibrida yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Selain itu, pemerintah pun perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk mendorong pertumbuhan industri bahan bakar alternatif, khususnya energi terbarukan (renewable energy), berikut infrastrukturnya.

Di dunia, ada beberapa bahan bakar alternatif yang tengah diupayakan untuk mengganti, atau minimal mengurangi penggunaan BBM, antara lain etanol untuk menggantikan bensin dan minyak sawit mentah (CPO) atau minyak jarak pagar (Jatropha curcas) untuk menggantikan solar, serta gas alam dan hidrogen. Hidrogen dapat digunakan sebagai bahan bakar menggantikan bensin, atau sebagai bahan baku untuk digabungkan dengan oksigen dan diubah menjadi listrik dalam perangkat fuel cell. Khusus bagi Indonesia, tampaknya BBM masih akan jadi bahan bakar utama. Memang ada upaya untuk memasarkan biosolar (biodiesel), yakni mencampur CPO dengan solar, tetapi jumlahnya masih sangat minim. Bila campuran CPO dalam solar diperbanyak, dikhawatirkan persediaan CPO bagi minyak goreng akan berkurang dan mengakibatkan minyak goreng menjadi barang langka.

Memang ada upaya untuk mengganti CPO dengan minyak jarak pagar, tetapi baru pada tahap penelitian dan masih memerlukan jalan panjang sebelum minyak jarak pagar dapat dikomersialkan. Keadaan yang hampir sama juga berlaku untuk etanol. Etanol diekstrak dari tebu, jagung, singkong, dan ubi-ubian. Dengan demikian, dikhawatirkan ibu-ibu rumah tangga akan kekurangan gula dan jagung jika tebu dan jagung digunakan secara besar-besaran untuk memproduksi etanol. Mengingat dalam keadaan tebu hanya digunakan untuk membuat gula saja, gula sering kali langka, apalagi tebu juga diekstrak untuk membuat etanol.

Untuk gas alam, keadaannya tidak jauh berbeda. Memang gas alam sudah ada sejak lama. Bahkan, pernah diupayakan menjadi bahan bakar utama bagi taksi. Namun, karena infrastrukturnya sangat terbatas, upaya itu tidak pernah sukses. Sejalan dengan lahirnya bus transjakarta, pemerintah daerah pun mewajibkan penggunaan gas alam sebagai bahan bakar untuk bus transjakarta. Namun, berbagai keterbatasan yang ada, baik dalam jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) maupun suplai yang lemah (karena tekanan gas di bawah standar), menjadikan antrean di SPBG panjang dan penanganannya memerlukan waktu yang lama.

Dalam kaitan itulah, apabila pemerintah benar-benar ingin menggembangkan bahan bakar alternatif, maka diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dan menyeluruh. Jika tidak demikian, upaya menyiapkan dan mengembangkan bahan bakar alternatif akan selalu terkendala.

 

Sumber : Koran Kompas

 

~ Penanganan Sisi Negatif Polusi Udara

PENCEMARAN UDARA, DAMPAK DAN SOLUSINYA !!

Pengertian Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.

Pencemaran Udara

Pencemaran Udara

Klasifikasi Pencemar Udara :

1. Pencemar primer : pencemar yang di timbulkan langsung dari sumber pencemaran udara.

2. Pencemar sekunder : pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.
Contoh:  Sulfur dioksida, Sulfur monoksida dan uap air akan menghasilkan asam sulfurik.

Pencemaran Udara

Pencemaran Udara

Jenis-jenis Bahan Pencemar:

- Karbon monoksida (CO)
- Nitrogen dioksida (N02)
- Sulfur Dioksida (S02)
- CFC
- Karbon dioksida (CO2)
- Ozon (03 )
- Benda Partikulat (PM)
- Timah (Pb)
- HydroCarbon (HC)

Penyebab Utama Pencemaran Udara :

Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
Contoh : di Jakarta antara tahun 1993-1997 terjadi peningkatan jumlah kendaraan berupa :
- Sepeda motor 207 %
- Mobil penumpang 177 %
- Mobil barang 176 %
- Bus 138 %

Pencemaran Udara akibat Kendaraan Bermotor

Pencemaran Udara akibat Kendaraan Bermotor

Dampak Pencemaran Udara :

- Penipisan Ozon
- Pemanasan Global ( Global Warming )
- Penyakit pernapasan, misalnya : jantung, paru-paru dan tenggorokan
- Terganggunya fungsi reproduksi
- Stres dan penurunan tingkat produktivitas
- Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak
- Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.

Sampah semakin memperparah Pencemaran Udara

Sampah semakin memperparah Pencemaran Udara

Solusi :

+ Clean Air Act yang dibuat oleh pemerintah dan menambah pajak bagi industri yang melakukan pencemaran udara.
+ Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui diantaranya Fuel Cell dan Solar Cell.
+ Menghemat Energi yang digunakan.
+ Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Januari 7, 2009 - Ditulis oleh Putra | Ilmu dan Pengetahuan, Peduli Sosial | , , , , , , , , , , , , , , ,
 

~ Generasi Kedua Biofuel Berpotensi

Potensi Produksi "Biofuel" Generasi II

Generasi kedua biofuel ini tidak "memakan" tanaman tebu, jagung, kedelai, minyak sawit, ataupun bahan baku yang membutuhkan area lahan seperti biji jarak pagar.

Teknologi generasi kedua biofuel (bahan bakar nabati) bukan hal baru dari segi penerapan teori-teori biologi, kimia, maupun fisika. Rekayasa teknologi ini mampu mengintegrasikan teori-teori yang ada hingga memperoleh temuan baru sebagai alternatif pemenuhan energi masa depan yang betul-betul ramah lingkungan.

Limbah yang dapat digunakan sebagai bahan baku generasi kedua biofuel antara lain limbah cair yang dapat ditemukan di mana pun. Sumbernya bisa berasal dari aktivitas rumah tangga, industri, perdagangan, pertanian, ataupun fasilitas umum seperti rumah sakit dan lain-lain.

Dari sifatnya yang mudah ditemui dan jumlahnya berlimpah, limbah cair tergolong sebagai bahan baku paling berpotensi.

"Masyarakat perkotaan di negara-negara berkembang sering menghadapi persoalan lingkungan yang berat karena limbah cair yang dihasilkan. Masyarakat seperti itu akan sangat membutuhkan aplikasi teknologi generasi kedua biofuel ini," kata Tim Grotenhuis, ilmuwan teknologi lingkungan Universitas Wageningen, Belanda, saat menerima kunjungan Kompas atas undangan Netherlands Education Support Office (NESO) Indonesia, Jumat (21/9) lalu.

Neso sebagai lembaga di bawah Departemen Pendidikan Nasional Belanda memiliki program mengenalkan dunia pendidikan tinggi di Belanda, sekaligus sebagai lembaga yang menyalurkan beasiswa bagi profesional muda di Indonesia. Universitas Wageningen sebagai salah satu universitas riset yang dikenalkan NESO merupakan perguruan tinggi yang memfokuskan perhatian pada bioteknologi (bioenergi).

Beragam

Tim Grotenhuis pada kesempatan itu menyampaikan, Universitas Wageningen memiliki beberapa riset pengembangan bioteknologi yang beragam. Di antaranya adalah pengembangan bioteknologi minyak jarak sebagai pengganti minyak diesel berbahan bakar fosil.

Selain itu, mereka juga mengembangkan blue energy (energi biru) yang dihasilkan melalui proses ionisasi air tawar dan air laut hingga dapat menghasilkan listrik.

Akibat terbatasnya waktu kunjungan saat itu, Tim Grotenhuis menawarkan untuk mengunjungi proyek yang spesifik, yaitu pemanfaatan limbah cair untuk menghasilkan energi. Ini dipilih semata-mata karena sesuai dengan persoalan riil yang ada di negara berkembang seperti Indonesia.

Menurut Tim Grotenhuis, penanganan limbah cair yang ada selama ini masih dipusatkan pada proses daur ulang air limbah jadi air bersih atau air minum.

Teknologi generasi kedua biofuel berperan untuk lebih mengoptimalkan manfaat limbah cair dengan meningkatkan sasaran pemanfaatan, yaitu untuk memproduksi energi dan bahan gizi (nutrient).

Limbah yang dihasilkan teknologi bio-fuel cell berupa air murni sehingga teknologi ini tergolong paling ramah lingkungan dan dapat menunjang ketersediaan air minum.

Di samping energi, bahan gizi yang dimaksudkan di antaranya adalah hasil pengolahan limbah cair yang salah satu produknya adalah bahan gizi berupa fosfor dan nitrogen yang bermanfaat bagi tumbuhan seperti eceng gondok dan ganggang.

Aplikasi teknologi generasi kedua biofuel yang terpenting adalah proses menghasilkan hidrogen sebagai bahan bakar bio-fuel cell. Pembuatan hidrogen diawali dengan proses pembentukan gas metana (CH>subresres<).

Sebagai catatan, pembentukan gas metana secara alamiah terdapat pada proses pembusukan sampah domestik yang secara alamiah mengalami pemisahan lindi dan sampah padat.

Gas metana terbentuk dari sisa sampah atau limbah padat tersebut. Sementara itu, lindi diproses ulang menjadi air murni. Endapan padat sampah kemudian mengalami proses anaerobik (reaksi tanpa oksigen) yang menghasilkan gas metana dan karbon dioksida (CO2).

Gas metana itu lalu dipetik. Dari gas metana yang dihasilkan, kemudian dapat dipetik hidrogen (H) dengan kandungan 90 persen melalui pemanasan 400° Celsius-500° Celsius dan proses separasi melalui membran katalisator dengan meninggalkan sisa berupa karbon dioksida.

Hidrogen tersebut kemudian siap digunakan untuk menghasilkan energi dengan teknologi fuel cell. Teknologi fuel cell dengan bahan bakar hidrogen tak hanya bermanfaat untuk memproduksi listrik, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai bahan bakar alat transportasi. Saat ini beberapa negara sudah mengembangkan air murni yang ramah lingkungan sebagai bahan bakar alat transportasi.

"Konsep teknologi generasi kedua biofuel dengan bahan baku limbah cair ini tergolong baru dan kami masih terus mengembangkan riset untuk menghasilkan teknologi yang mudah diaplikasikan," kata Grotenhuis.

Residu serat tumbuhan

Hal menarik terkait aplikasi teknologi generasi kedua biofuel secara terpisah diungkapkan salah satu warga Indonesia yang bekerja di Belanda, Michael Putrawenas (23). Michael, lulusan Universitas Erasmus, Belanda, saat ini menjadi carbondiokside strategy analyst pada perusahaan Shell Renewables.

"Eropa sangat berminat dengan pengembangan teknologi generasi kedua biofuel," kata Michael.

Michael mencontohkan, perusahaannya sekarang mengembangkan produksi etanol selulosa dari residu serat tumbuhan yang berasal dari sisa tanaman produksi, seperti jerami dan sebagainya. Shell menggandeng Iogen Corporation dari Kanada untuk mengadakan riset pengembangannya.

Riset etanol selulosa yang dipelopori Shell ini dimulai sejak 2002. Pada tahun 2006, Volkswagen kemudian bergabung dengan Shell dan Iogen Corporation untuk melakukan studi kelayakan agar secara ekonomis mampu memproduksi bahan bakar etanol selulosa ini di Jerman.

Upaya yang ditempuh Shell memberikan sekadar gambaran kecil lainnya, betapa banyak peluang yang bisa diraih untuk mengaplikasikan teknologi generasi kedua biofuel.

Tantangan yang menarik bahwa limbah ternyata kemudian tidak harus tetap sebagai limbah yang selama ini kurang memberi manfaat. Hal ini hanya bisa terjadi ketika dilakukan riset untuk pengembangan teknologi generasi kedua biofuel....

Bagi Indonesia, pengembangan teknologi generasi kedua biofuel ini pantas dilirik. Gas metana begitu melimpah mengingat cara pembuangan sampah dengan sistem open dumping.

Akan tetapi, ironisnya, ternyata lembaga teknis seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hingga kini terus mengimpor gas metana untuk produksi bahan bakar hidrogen. Jadi...? (Nawa Tunggal)

Sumber : Kompas,

 

~ Generator Sebagai Alat Produksi Listrik

Generator Listrik 
 
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanikal. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik.
[sunting] Pengembangan
Sebelum hubungan antara magnet dan listrik ditemukan, generator menggunakan prinsip elektrostatik. Mesin Wimshurst menggunakan induksi elektrostatik atau "influence". Generator Van de Graaff menggunakan satu dari dua mekanisme:
Penyaluran muatan dari elektroda voltase-tinggi
Muatan yang dibuat oleh efek triboelectric menggunakan pemisahan dua insulator
Generator elektrostatik tidak efisien dan berguna hanya untuk eksperimen saintifik yang membutuhkan voltase tinggi.

[sunting] Faraday

Generator portabel (pandangan samping)

Generator portabel (pandangan sudut)
Pada 1831-1832 Michael Faraday menemukan bahwa perbedaan potensial dihasilkan antara ujung-ujung konduktor listrik yang bergerak tegak lurus terhadap medan magnet. Dia membuat generator elektromagnetik pertama berdasarkan efek ini, menggunakan cakram tembaga yang berputar antara kutub magnet tapal kuda. Proses ini menghasilkan arus searah yang kecil.

[sunting] Dinamo
Dinamo adalah generator listrik pertama yang mampu mengantarkan tenaga untuk industri, dan masih merupakan generator terpenting yang digunakan pada abad 21. Dinamo menggunakan prinsip elektromagnetisme untuk mengubah putaran mekanik menjadi listrik arus bolak-balik.
Dinamo pertama berdasarkan prinsip Faraday dibuat pada 1832 oleh Hippolyte Pixii, seorang pembuat alat Prancis. Alat ini menggunakan magnet permanen yang diputar oleh sebuah "crank". Magnet yang berputar diletakaan sedemikian rupa sehingga kutub utara dan selatannya melewati sebongkah besi yang dibungkus dengan kawat. Pixii menemukan bahwa magnet yang berputar memproduksi sebuah pulsa arus di kawat setiap kali sebuah kutub melewati "coil". Lebih jauh lagi, kutub utara dan selatan magnet menginduksi arus di arah yang berlawanan. Dengan menambah sebuah komutator, Pixii dapat mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah.

[sunting] Dinamo Gramme
Namun, kedua desain di atas menderita masalah yang sama: mereka menginduksi "spike" arus diikuti tanpa arus sama sekali. Antonio Pacinotti, seorang ilmuwan Italia, memperbaikinya dengan mengganti "coil" berputar dengan yang "toroidal", yang dia ciptakan dengan mebungkus cincin besi. Ini berarti bahwa sebagian dari "coil" terus melewati magnet, membuat arus menjadi lancar. Zénobe Gramme menciptakan kembali desain ini beberapa tahun kemudian ketika mendesain pembangkit listrik komersial untuk pertama kalinya, di Paris pada 1870-an. Desainnya sekarang dikenal dengan nama dinamo Gramme. Beberapa versi dan peningkatan lain telah dibuat, tetapi konsep dasar dari memutar loop kawat yang tak pernah habis tetap berada di hati semua dinamo modern.
 

~ Pertumbuhan Renewable Green Energy Mulai Pesat

Program Studi Energi Terbarukan 

Pertumbuhan lapangan kerja di bidang energi hijau (green energy) dalam satu dekade balakangan sungguh pesat. Diperkirakan pertumbuhan akan makin tinggi di masa depan. Hingga 2030, diperkirakan sekitar 20 juta lapangan kerja baru di bidang energi terbarukan akan tersedia (UNEP, 2008). Silahkan baca tulisan yang lebih detail tentang topik ini di sini.

Peningkatan lapangan kerja seperti diprediksi di atas disambut antusias oleh berbagai perguruan tinggi papan atas dunia. Kini, jumlah perguruan tinggi yang membuka program-program studi di bidang renewable energy bertambah. Antusias ini dipicu oleh trend dunia yang sedang transisi menuju green economy.

Berikut adalah beberapa universitas yang saya ketahui memiliki program studi dan riset di bidang renewable energy. Terdapat juga link ke website program studi jika anda berminat menelusuri lebih jauh.

Murdoch University, Western Australia

—- Energy Studies Program
—- Research Institute of Sustainable Energy

Solar Energy Reserach Institute, Universitas Kebangsaan Malayisa

Florida Solar Energy Centre, University of Central Florida

Energy Technology, School of Engineering Science, University of Southampton, UK.

Strategic Energy Institute, Georgia Institute of Technology, USA.

McMaster Institute for Energy Studies, McMaster University, Canada.

Institute of Energy Technology, Aalborg University, Denmark

Institut fur Solare Energieversorgungstechnik, Kassel University, Jerman.

National Library for Sustainable Energy, Technical University of Denmark

Centre of Renewable Energy System Technology, Loughborough University, UK.

Clean Energy Technology, The University of Texas-Austin, USA.

Renewable and Sustainable Energy Initiative, University of Colorado-Boulder, USA

Solar Energy, Australian National University

School of Photovoltaic and Renewable Energy, University of New South Wales, Australia

Renewable and Appropiate Energy Laboratory, University of California-Berkeley, USA.

The Centre for Energy Efficiency and Renewable Energy, University of Massachusetts, USA.

Centre for Energy, University of Newcastle, Australia

Power Engineering Research Laboratory, Mc Gill University, Canada

Solar Energy Laboratory, University of Wisconsin-Madison, USA

Institute for Energy System, Edinburgh University

Ada yang mau menambahkan daftar ini? Silahkan isi di from komentar di bawah.

Di bawah ini beberapa foto kagiatan perkuliahan dan fasilitas sistem energi terbarukan di universitas tempat saya belajar energi terbarukan, Murdoch University Western Australia.

196

Salah satu fasilitas riset off-grid power system di RISE – Murdoch Unversity (Foto: Anonymous)

1971

Fasilitas riset snergi surya, energi angin, dan beberapa aplikasi seperti solar pump di RISE – Murdoch University (Foto: Anonymous)

198Solar Taxi berkunjung ke Murdoch University (Foto: Anonymous)

199

Fasilitas praktikum pemanas air surya (solar water heater) di RISE – Murdoch University (Foto: Anonymous)

198

Fasilitas riset Hydrogen Fuel-Cell di RISE – Murdoch University (Foto: Anonymous)

199

Bus berbahan bakar Hydrogen Fuel-Cell. Salah satu hasil riset Murdoch University (Foto: Anonymous)

200

Mahasiswa Murdoch University di bawah bimbingan Dr. August Schlapfer memasak menggunakan kompor matahari (Foto: Anonymous)

201

Mahasiswa Murdoch University di bawah bimbingan Dr. August Schlapfer memasak menggunakan kompor matahari (Foto: Anonymous)

solar-cook05

Saya bersama teman-teman melakukan praktikum solar cooking (memasak dengan energi matahari) (Foto: kunaifi)

202

Di fasilitas RISE – Murdoch University ini mahasiswa mengamati karakteristik berbagai jenis solar cell. Di dalam bangunan berbentuk kotak di belakang PV array mahasiswa dapat membuat tiruan intensitas cahaya matahari yang mencapai Bumi (Foto: Anoymous)

191

Dengan fasilitas ini, RISE – Murdoch University melakukan pengujian peralatan energi terbarukan (misalnya inverter) sesuai standar internasional (Foto: RISE)

187

PV Array simulator di RISE – Murdoch University (Foto: RISE)

188

Panel-panel sistem energi terarukan di RISE – Murdoch University (Foto: RISE)

189

Battery storage array di RISE – Murdoch University (Foto: RISE)

190

Sebagian instrumen pengukur cuaca (intensitasradiasi matahari, kecepatan angin, arah angin, kelembaban, tekanan udara, dll) di RISE-Murdoch University (Foto: RISE)

194

Salah satu PV system di RISE-Murdoch University yang tersambung dengan jaringan listrik lokal (Foto: RISE)

 
Halaman 759 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook