Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Penyusutan Air Waduk Gajah Mungkur

 Air Waduk Gajah Mungkur Menyusut Drastis

Volume air di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri Jawa Tengah mengalami penyusutan secara drastis. Pada akhir Juni lalu elevasi air tercatat 136,1 meter. Kini per 1 Agustus 2002 turun menjadi 133,82 meter dari permukaan laut. Jadi selama satu bulan terakhir turun sekitar tiga meter. Kepala Staf Perencanaan Kantor Induk Proyek Bengawan Solo, Ir. Graita Sutadi Msc. kepada Tempo news Room, Jum'at (2/8) mengatakan, debit air di waduk itu diperkirakan akan menyusut sekitar 4 sampai 5 sentimeter setiap hari. Dengan kondisi itu berarti penggunaan dan distribusi air waduk terpaksa dilakukan secara bergilir, baik untuk PLTA maupun untuk irigasi. "Ini kami lakukan untuk mencegah kekurangan air," jelas Graita.
Diperkirakan volume air di Gajah Mungkur masih bertahan hingga Oktober. Secara umum pola operasional penyaluran air waduk Gajah Mungkur masih normal. Tapi karena penyusutannya sangat drastis maka distribusinya dilakukan secara bergilir. "Sampai saat ini kondisinya belum terlalu mengkhawatirkan. Tinggal bagaimana kita mengaturnya," ungkap Graita.

Saat ini debit air yang dikeluarkan dari waduk hanya 29 meter kubik per detik untuk irigasi dan penggerak turbin PLTA. Jika dalam kondisi normal air yang dikeluarkan bisa 34 meter kubik per detik. Konsekwensi dari pembatasan pengeluaran air ini, pengelola PLTA terpaksa hanya memfungsikan satu mesin turbin dari dua turbin yang dimiliki PLTA di Gajah Mungkur. "Sekarang hanya satu turbin yang dihidupkan. Mungkin sampai beberapa bulan ke depan," jelas Graita.

Selama ini PLTA di Gajah Mungkur bisa menghasilkan listrik 12,4 Mega Watt dan menjadi salah satu bagian pensuplai kebutuhan listrik se Jawa-Bali. Distribusi air untuk irigasi juga dilakukan secara bergilir. Selain itu air waduk itu digunakan untuk mengairi sekitar 40 ribu hektar sawah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. "Pola giliran air ini kita lakukan agar tanaman padi dan palawija yang sedang ditanam para petani selamat," tambah Graita. Graita juga mengatakan, penyusutan volume air di musim kemarau ini juga terjadi di beberapa waduk lain yaitu Bendungan Cengklik di Boyolali, Bendungan Delingan di Karanganyar, Waduk Gebyar di Sragen dan dua bendungan lain di Ngawi Jawa Timur yakni Bendungan Pondok dan Bendungan Sangiran.

 Solo

(Anas Syahirul -Tempo News Room)


TEMPO Interaktif,

 

~ Listrik Yang Byarpet Berimbas Pada Pengusaha Kecil

Listrik "Byarpet" Pelanggan Lari.. Duh...

Listrik yang byarpet belakangan ini bukan hanya membuat para penghuni rumah tinggal menjadi geram. Lebih dari itu, para pengusaha kecil mendapatkan imbas kerugian yang tidak sedikit. Mereka pun menjadi mumet.
Salah satu korban listrik byarpet itu adalah para pelaku usaha konfeksi di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. "Mau bagaimana lagi? Jahit pakian nggak bisa dan yang lebih parah, berdagang kalau matilampu juga sepi," ujar Syamsir (40), salah satu pengusaha pakaian.
Dia ditemui Warta Kota di tempat konfeksinya di Jalan Halimah, Cipulir, Kebayoran Lama, kemarin. Menurut Syamsir, dalam sehari is clan para karyawannya biasa memproduksi 300 potong pakaian. "Kalau listrik mati siang hari, ya tidak ada yang dijahit," ujar pria asal Sumatera Barat ini.
Matinya listrik mengakibatkan matinya produksi industri pakaian rumahan ini. Pelanggan juga bisa lari. Bahkan, pria yang sudah bertahun-tahun berdagang di Pasar Cipulir ini juga kebingungan berdagang saat mati lampu.
Jika pasar sedang ramai, ia bisa beromzet penjualan hingga belasan juta rupiah per hari. Namun, lantaran pasar juga gelap gulita, para pembeli enggan masuk ke pasar dan berbelanja. "Kita juga ambil barang dalam bentuk Pakaian jadi dari orang lain. Tapi, kalau di pasar mati lampu, minimal itu rugi Rp 500.000 sehari," jelasnya.
Syamsir dan empat karyawan di tempat konfeksinya harus selalu waswas dan mempercepat pekerjaan jika lampu menyala. Namun belakangan ini, listrik padam minimal tiga kali seminggu, dengan waktu padam berkisar tiga sampai lima jam.
la hanya bisa berharap listrik kembali normal. Sebab, tidak ada solusi alternatif untuk menghidupkan peralatan mesin jahit, mesin potong dan obras, selain menggunakan listrik dari PLN. Penggunaan mesin genset dinilainya juga tidak terlalu mendesak, selain listrik yang dihasilkan tidak memadai, penggunaan bahan bakar juga memangkas ongkos produksi yang tinggi.
Hal serupa dirasakan oleh Budi (32), salah satu karyawan konfeksi celana jins di Cipulir. Dalam sehari, konfeksi celana jins tempatnya bekerja mampu memproduksi 2.000 hingga 2.300 potong celana. Konfeksi tempatnya bekerja memproduksi celana setengah jadi dan kemudian dipasangi merek dan logo.
"Kalau mati lampu tiga sampai empat jam, paling bisa selesai cuma 700 potong, tapi kalau seharian ya tidak bisa produksi," ujarnya. la enggan menjelaskan omzet yang berkurang akibat mati istrik yang acap terjadi ini. Namun jika satu hari saja tidak berproduksi, usaha konfeksi celana jins ini akan rugi jutaan rupiah.
Konfeksi yang menyuplai ke toko di Cipulir ini memiliki 30 karyawan. Jika listrik mati, para karyawan tidak bisa menjahit dan memotong kain. Biasanya mereka hanya melakukan pengepakan plastik dan mengikat tumpukan celana tersebut. Selebihnya beristirahat menunggu listrik menyala kembali.
"Kadang kita sudah tau listrik mau mati, kalau di pasar (Cipulir) kan dikasih tau, jadi kita sudah siap-siap," jelasnya. Budi dan para pekerja lainnya berharap aliran listrik segera normal dan tidak menghambat pekelaan dan mengancam pendapatan.

WARTA KOTA/ Ahmad Sabran
Laporan wartawan Warta Kota Ahmad Sabran

JAKARTA, KOMPAS.com

 

~ Pemadaman Bergilir Kesalahan Kolektif PLN

 Pengamat: Listrik Padam Bukan Cuma Salah PLN
Pri Agung Rakhmanto: "Direksi PLN tidak perlu diganti."

  Pemadaman listrik yang belakangan ini terjadi semata-mata bukan kesalahan direksi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero).
Menurut Pengamat Pertambangan dan Energi dari Lembaga Kajian Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto, defisit listrik yang terjadi dan berujung pada pemadaman bergilir merupakan kesalahan kolektif PLN, Pemerintah, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Direksi PLN tidak perlu diganti. Kalau ada pergantian direksi, terkesan seperti ada yang dikambinghitamkan," ujar dia ketika dihubungi Jakarta, Selasa, 17 November 2009.
Menurut Pri, meskipun direksi PLN diganti namun anggaran subsidi yang diberikan tidak mencukupi kondisinya akan sama saja. "Yang perlu diganti adalah trafo di Gardu-Gardu Induk (GI) milik PLN," ujarnya.antique.putra

news.
 
VIVAnews
 

~ Berbagai Macam Pembangkit Listrik

MACAM2 PEMBANGKIT LISTRIK
1. Energi Matahari
Sel surya atau sel photovoltaic, adalah sebuah alat semikonduktor yang terdiri dari sebuah wilayah-besar dioda p-n junction, di mana, dalam hadirnya cahaya matahari mampu menciptakan energi listrik yang berguna. Pengubahan ini disebut efek photovoltaic. Bidang riset berhubungan dengan sel surya dikenal sebagai photovoltaics.

Sel surya memiliki banyak aplikasi. Mereka terutama cocok untuk digunakan bila tenaga listrik dari grid tidak tersedia, seperti di wilayah terpencil, satelit pengorbit [[bumi], kalkulator genggam, pompa air, dll. Sel surya (dalam bentuk modul atau panel surya) dapat dipasang di atap gedung di mana mereka berhubungan dengan inverter ke grid listrik dalam sebuah pengaturan net metering.Tenaga surya dapat digunakan untuk:

1. menghasilkan listrik menggunakan sel surya
2. menghasilkan listrik menggunakan pembangkit tenaga panas surya
3. menghasilkan listrik menggunakan menara surya
4. memanaskan gedung, secara langsung
5. memanaskan gedung, melalui pompa panas
6. memanaskan makanan, menggunakan oven surya


2. PLTGU
PLTGU merupakan suatu instalasi peralatan yang berfungsi untuk mengubah energi panas (hasil pembakaran bahan bakar dan udara) menjadi energi listrik yang bermanfaat. Pada dasarnya, sistem PLTGU ini merupakan penggabungan antara PLTG dan PLTU. PLTU memanfaatkan energi panas dan uap dari gas buang hasil pembakaran di PLTG untuk memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam Genarator), sehingga menjadi uap jenuh kering. Uap jenuh kering inilah yang akan digunakan untuk memutar sudu (baling-baling)Gas yang dihasilkan dalam ruang bakar pada Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) akan menggerakkan turbin dan kemudian generator, yang akan mengubahnya menjadi energi listrik. Sama halnya dengan PLTU, bahan bakar PLTG bisa berwujud cair (BBM) maupun gas (gas alam).
Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan prosesnya. Prinsip kerja PLTG adalah sebagai berikut, mula-mula udara dimasukkan dalm kompresor dengan melalui air filter / penyaring udara agar partikel debu tidak ikut masuk ke dalam kompresor tersebut. Pada kompresor tekanan udara dinaikkan lalu dialirkan ke ruang bakar untuk dibakar bersama bahan bakar. Disini, penggunaan bahan bakar menentukan apakah bisa langsung dibakar dengan udara atau tidak. turbin uap.

Jika menggunakan BBG, gas bisa langsung dicampur dengan udara untuk dibakar. Tapi jika menggunakan BBM harus dilakukan proses pengabutan dahulu pada burner baru dicampur udara dan dibakar. Pembakaran bahan bakar dan udara ini akan menghasilkan gas bersuhu dan bertekanan tinggi yang berenergi (enthalpy). Gas ini lalu disemprotkan ke turbin, hingga enthalpy gas diubah oleh turbin menjadi energi gerak yang memutar generator untuk menghasilkan listrik.
Setelah melalui turbin sisa gas panas tersebut dibuang melalui cerobong/stack. Karena gas yang disemprotkan ke turbin bersuhu tinggi, maka pada saat yang sama dilakukan pendinginan turbin dengan udara pendingin dari lubang udara pada turbin.Untuk mencegah korosi akibat gas bersuhu tinggi ini, maka bahan bakar yang digunakan tidak boleh mengandung logam Potasium, Vanadium, dan Sodium yang melampaui 1 part per mill (ppm).

3. Pembangkit Listrik Tenaga Air
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan dari ini biasa disebut sebagai hidroelektrik.
Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah motor yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Namun, secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.

Sebagai contoh : Pembangunan Proyek Nasional Serbaguna Jatiluhur yang meliputi Waduk/ Bendungan Utama dan Pembangkit Listri Tenaga Air (PLTA) serta sarana sistem pengairannya dinyatakan selesai pada tahun 1967. Proyek Serbaguna Jatiluhur merupakan Tahap I dari Pengembangan Sumberdaya Air di Wilayah Sungai Citarum dengan tujuan utama meningkatkan produksi bahan pangan nasional yaitu beras. Untuk mengenang jasa salah satu putra terbaik bangsa Indonesia Bendungan dan PLTA Jatiluhur diresmikan dengan nama Ir. H. Djuanda.

PLTA Mocro Hidro alternatip sumber energi Air(foto Ist) pada saat ini proses pembangunan PLTA micro hydro hampir selesai dilaksanakan atau sudah mencapai 95%. Dimana kegiatan pembangunan PLTA micro hydro ini atas inisiasi dari masyarakat melalui wadah Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang dibentuk oleh masyarakat secara demokratis melalui pendampingan PNPM P2KP di Desa Gema Kecamatan Simpang Dua. Dana kegiatan pembangunan PLTA micro hydro ini bersumber dari dana BLM P2KP sebesar Rp.60.200.000 dari data (Sistem Infomasi Manajemen) P2KP yang dikuncurkan kepada masyarakat melalui BKM dan itupun adalah hanya merupakan dana stimulan selebihnya adalah dana masyarakat atau swadaya masyarakat dan ditambah bantuan dari dana APBD Kabupaten Ketapang. Gambar di samping adalah rumah kincir dan di bawah adalah Generat0r.

Dan kapasitas atau debit air yang ada setelah dilakukan analisa dan kajian oleh masyarakat sendiri melalui proses pemetaan swadaya (PS) akan dapat menerangi seluruh rumah warga dan fasilitas umum yang ada di desa Gema Kecamatan Simpang Dua tersebut. Pengelolaan PLTA Micro hydro ini akan dilakukan oleh masyarakat sendiri melalui BKM yang bekerjasama dengan pemerintahan desa serta lembaga-lembaga yang ada di desa Gema. Pada intinya masyarakat sangat terbantu dengan adanya PLTA micro hydro ini walaupun sampai dengan hari ini baru dapat menerangi fasilitas umum dan BKM telah melakukan pendataan kepada warga yang akan mendaptar dan akan dilakukan penambahan generator sehingga daya menjadi tinggi untuk dapat menerangi seluruh rumah desa Gema.
 

~ Pencatat Beban Listrik Akan Dicatat PLN

PLN Akan Pasang Pencatat Beban Listrik

Pemadaman bergilir jadi langkah terakhir bagi Perusahaan Listrik Negara belakangan ini karena krisis listrik. Karena itu PLN segera memasang pencatat beban bagi pelanggan besar. Alat ini akan memutus aliran listrik jika beban melebihi yang ditentukan.

"Untuk menunjukkan bahwa pelanggan-pelanggan besar pelanggan potensial, katakanlah rumah-rumah yang pemakaian listriknya besar ikut berpartisipasi dalam suasana kekurangan daya ini," jelas Manajer PLN Jakarta Raya Widodo Budi Nugraha di Jakarta, (20/11). Meski krisis listrik, pemerintah tak ada rencana menaikkan tarif dasar listrik tahun depan.

Sementara di Ambon, Maluku, sejumlah mahasiswa berunjuk rasa. Mereka meminta DPRD Maluku bersikap atas tindakan arogan PLN yang lebih merugikan karena listrik yang sering mati.Belakangan ini pemadaman bergilir terjadi di hampir semua wilayah di Tanah Air. Tapi, bukannya jalan keluar yang diberikan, sebagian konsumen kini mengeluh karena diancam PLN bila tak membayar tepat waktu. Hal itu terjadi di Jambi. Warga yang telat membayar dua bulan, aliran listriknya bakal diputus [baca: Telat Bayar, PLN Jambi Ancam Putus Aliran]

GERAKAN LISTRIK SWADAYA MASYARAKAT

 
Halaman 570 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook