Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Diversifikasi Diharapkan Tereaisasi

Diversifikasi Energi Diharapkan Terealisasi Tiga Tahun Lagi

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) berharap, pemerintah mulai mereali-sasikan kebijakan pengalihan energi nasional dari energi fosil (minyak) kepada energi yang terbarukan (renewable energy) Jalani tiga sampai cnipat tahun ke depan.

"Wapres menyambut positit dan sepakat dengan gagasan PII dan menckankan bahwa kehijaksanaan pengalihan energi bisa direalisasikan dalani 3-4 laluin ke depan," kata Ketua PII Rant Purnama usai menemui Wakil Presiden (Wapres) Justif kalla di kantor Wapres Jakarta, Sdasa (12/7).

Saal ini, lanjut dia, Indonesia sebenarnya mempunyai potensi inenjadi peinimpin dalam energi yang terbarukan karena po­tensi bahan bakunya sangat banyak. Indonesia juga diperkirakan mampu melakukan ekspor energi terbarukan ke banyak negara, seperti Singapura, Hongkong , Taiwan .

Hanya saja, lanjut dia,sumber dan bahan baku energi itu sampai sekarang belum bisa dikem-bangkan, karena harga BBM masih disubsidi oleh Pemerintah. Menurut dia, jika kebiakan harga BBM sudah dicabut,energi terbarukan bisa dikembangkan.

"Industri etanol dan bio diesel Lintuk bahan bakar dengan kapasitas minimum 100-150 ribu ton bisa dikembangkan dengan biaya antara USS 30-50 juta dolar AS," kata Rauf.

Rauf menjelaskan, bahan bakar bio diesel atau etanol dapat dihasilkan dari ketela pohon, tetes tebu, kelapa sawit atau biji jarak. Berbagai tumbuhan tersebut juga bisa dimaksimalkan untuk menyerap gas-gas karbondioksida atau CO2 dari udara.

Wakil Ketua PII, Krlangga Hartanto menambahkan, pert-muan dengan Wapres juga me-nyinggung tentang penghematan penggunaan BBM, karena 50% penggunaannya diserap sektor transportasi.

"Terkait dengan hal itu, Pemerintah akan membuat aturan yang mengarahkan mobil-mobil yang menggunakan mesin lebih dari 2.000 cc membeli Pertamax sehingga kebutuhan untuk premium berkurang," ujarnya.

Selain itu, sektor kendaraanumum juga diminta untuk mengonversi ke bahan bakar gas (BBG), dan Pertamina diharuskan membuat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) BBG. Menurut dia, itu sebenarnya ini bukan hal baru karena sudah direncanakan sejak 15 sampai 20 tahun lalu tapi belum direalisasikan.lebih lanjut ia mengatakan, energi selain minyak misalnya batu bara, etanol atau gas baru bisa berkembang setelah dikonv-rsi menjadi bentuk cair (liquid).

Inpres Mandul

Sementara itu di tempat terpisah, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YI.KI) Tulus Abadi berpendapat, Instruksi Presiden (Inpres) No 10/2005 tentang Penghe-matan Energi secara substansial belum mencerminkan adanya kondisi krisis, terkesan dipak-sakan, dan berpotensi mandul.

"Setelah dicermati, inpres tersebut mengandung berbagai kelemahan mendasar, baik dari aspek sosiologis, politis, hukum maupun kultural," kata Tulus.

Menurut dia, secara sosiologis inpres ini sangat lemah karena hanya bersifat imbauan belaka. Sementara itu, secara politis

pemerintah hanya lerlihat ingin mengalihkan kegagalannya dalam mengelola BBM kepada masyarakat untuk berhemat. Padahal, sumber persoalannya adalah menyangkut masalah politik manajemen Pemerintah di sektor energi.

"Hemat BBM (energi) itu jelas penting tetapi mengatur ulang pola distribusi BBM, memberantas praktek penyelundupan, dan pengoplosan BBM, juga tidak kalah krusial-nya," tegasnya.

Tulus mengatakan, Inpres hanya mengatur hal-hal yang sepele yang sebenarnya bukan menjadi pemicu utama krisis BBM di Indonesia. Sementara, secara hukum banyak kalangan menilai sumber penyebab k-langkaan BBM adalah Undang-Undang Migas yang berlindung dibalik IMF.

Pemerintah perlu melakukan kajian ulang terhadap kebijakan transportasi nasional yang terbukti sangat boros BBM yaitu sekitar 900 ribu barel per hari. YLKI juga menyarankan agar pemerintah mengembangkan dan menggali sumber-sumber energi alternatif yang bahan dasarnya banyak tersedia di Indonesia ,

(ant)

 

~ Energi Terbarukan Tenaga Air

Hydro Power Renewable Energy

Tenaga air merupakan salah satu sumber energi terbarukan bahwa banyak orang yang mempertimbangkan sebagai pilihan bagi masa depan. Ketika Anda mempertimbangkan hidro, energi terbarukan yang mungkin pada bersih dan bentuk yang paling alami.

Hydro power, atau tenaga air, adalah menguntungkan bagi siapa pun, di mana saja. Apa yang akan Anda temukan adalah bahwa penggunaan hidro sebagai energi terbarukan bermanfaat bagi lingkungan dan orang-orang. Dalam situasi yang tepat, jenis kekuasaan ini adalah sangat kuat dan menyediakan daftar panjang manfaat bagi mereka yang menggunakannya.

Apakah ini dengan benar jenis energi terbarukan bagi Anda dan komunitas Anda?

Ada banyak faktor penting dalam hidro energi terbarukan. Lihat saja bagaimana proses ini bekerja. Pertama, energi terbarukan hidro yang dibuat oleh kekuatan tipis air bergerak.

Energi ini kemudian dikumpulkan dan digunakan untuk berbagai aspek. Sebuah contoh yang baik dari penggunaan energi terbarukan hidro di Niagara Falls, Kanada di mana kekuatan air mengalir deras dikumpulkan dan digunakan untuk kekuasaan hampir seluruh kota. Ini hanyalah satu contoh bagaimana sederhana jenis energi terbarukan dapat melakukan banyak hal-hal menakjubkan.

Berikut adalah beberapa keuntungan untuk hydro power:

* Ketika adalah konstruksi bendungan hidro, energi dapat dihasilkan pada tingkat yang konstan
* Mereka tidak akan melepaskan gas rumah kaca atau mencemari atmosfer
* Hydro air danau dapat digunakan untuk irigasi
* Membangun air di danau berarti bahwa energi dapat disimpan sampai diperlukan
* Mereka dibuat untuk bertahan untuk waktu yang sangat lama

 

 

~ Metode Dan Penerapan Pengukuran Energi Angin

Review: Metode dan Aplikasi Pengukuran Energi Angin di Daerah Pesisir

Energi angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang ada dan masih sedikit pemanfaatannya. Pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi terbarukan adalah suatu usaha menjawab masalah atas terjadinya perubahan lingkungan dan alam juga salah satu usaha konservasi dari sumber energi konvensional.

Pengukuran angin selalu melibatkan (menggunakan) suatu metode-metode pendekatan, salah satunya dengan menggunakan distribusi Weibull dan Rayleigh. Melalui metode ini dapat diketahui karakteristik angin suatu wilayah serta perancangan turbin angin yang sesuai dengan kondisi tersebut. Hasil review menyebutkan bahwa di beberapa negara dengan wilayah pesisir yang cukup luas (Yunani, Kerajaan Saudi Arabia, Turki, Taiwan dan Afrika Selatan) mampu dikembangkannya suatu pemanfaatan energi angin. Pemanfaatan angin yang sudah ada adalah sebagai sumber energi listrik (grid connection dan grid non-connection) serta energi mekanik (windpump).

Kata kunci : review, energi angin, distribusi Weibull dan Rayleigh, energi listrik, energi mekanik

Bandar Lampung.

1. Pendahuluan

Energi angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang ada dan masih sedikit pemanfaatannya. Pertumbuhan pemanfaatan energi angin cukup pesat sejak tahun 1990 dan cukup mendapat perhatian dunia atas pemanfaatannya terhadap teknologi yang digunakan dan memerlukan biaya yang cukup kompetitif dari pada sumber energi konvensional lainnya.

Pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi terbarukan adalah suatu usaha menjawab suatu masalah atas terjadinya perubahan lingkungan dan alam juga salah satu usaha konservasi dari sumber energi konvensional.Sebagai contoh, berdasarkan laporan AWEA di Amerika untuk pembangkit daya angin 750 kW dengan kecepatan angin 5.76 m/s dengan ketinggian 10 m yang beroperasi selama setahun mampu mengurangi emisi gas-gas berbahaya, antara lain 1179 ton CO2; 6,9 ton SO2 dan 4,3 ton NO2 atas penggunaan BBM [1].

2. Konsep Dasar

Pengukuran Angin
Pengukuran angin di daerah pesisir harus memperhatikan aspek-aspek penting, antara lain [1]:
•ketinggian minimum uji (min 8 m).
•range kecepatan angin uji berkisar 0 – 25 m/s, kecepatan angin di atas 25 m/s akan terjadi badai.
•selain itu pula, digunakan parameter Weibull untuk mengestimasikan energi angin (distribusi dan densitas daya angin) dan menetukan karakteristik turbin angin yang sesuai. Parameter Rayleigh juga digunakan untuk analisa distribusi kecepatan angin.

3.Contoh Aplikasi Pengukuran Angin di Daerah Pesisir

a.North Aegean, Greece [6]
Pengukuran dilakukan selama 60 menit dan diukur pada ketinggian 10 m dan dalam tempo 2 tahun (2000 – 2001). Lokasi pengukuran di ‘‘Macedonia’’ in Mikra, Thessaloniki, yaitu daerah pantai timur di Teluk Thermaic, Utara Yunani. Daerah ini memiliki daratan yang cukup datar dengan altitude hampir nol tanpa vegetasi alami.

b. Kingdom of Saudi Arabia [1]
Pengukuran dilakukan di 5 daerah pesisir, dimana terdapat data meterologi. pengukuran dilakukan di ketinggian 10 m, kecuali di Gizan (8 m). Pengumpulan data dilakukan sejak 1970 hingga 1983.

 4.Diskusi dan Analisa

Ada beberapa cara (metode) yang digunakan dalam pendekatan perhitungan energi angin di suatu wilayah. Akan tetapi, metode sebaran Weibull dan Rayleigh yang paling familiar dan mudah untuk memprediksikan kondisi angin di suatu wilayah. Bahkan beberapa peneliti lebih menganjurkan untuk menggunakan metode Weibull. Dengan dua metode tersebut dapat diketahui/diprediksikan pola dan probabilitas daya angin untuk diaplikasikan sebagai pembangkit daya (windpower, windmill, dan windpump).

Pengukuran angin harus mempertimbangkan banyak aspek penting, antara lain kondisi landscape, waktu, durasi, nilai kembar selama waktu tertentu dan berturut-turut dsb. Hal ini perlu diperhatinkan karena pada kondisi areal tertentu (berbukit) menyebabkan angin bergolak (turbulensi) sehingga untuk menghindari pergolakan angin yang terjadi pengukuran harus dalam kondisi bebas dan tanpa gangguan, yaitu dengan menambah ketinggian pengujian (misal, 4 m dari titik ketinggian acuan). Pada daerah pesisir, pengukuran angin dilakukan di siang hari,

karena pada kondisi ini angin bertiup kencang ke arah darat (angin darat). Durasi pengujian yang lama dapat meminimalisir penyimpangan (eror) yang terjadi. Nilai kembar yang terjadi selama beberapa waktu tertentu (misal 3 jam) ditiadakan karena penelitian dilakukan untuk mengetahui fluktuasi (beban) angin yang terjadi, yang memungkinkan terjadinya kegagalan instalasi windturbin. Arah angin juga perlu diperhitungkan. Hal ini untuk melihat perilaku angin dari waktu ke waktu sehingga tentu akan sangat berguna jika menggunakan / memanfaatkan windturbin dengan arah tetap (without tail).

Hasil review diatas memperlihatkan bahwa kondisi angin aplikasi tidaklah terlalu besar, bahkan di beberapa tempat memperlihatkan kisaran nilai sekitar 1,6 m/s. Meskipun demikian, pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi tidaklah terganggu. Di Yunani dan Afrika Selatan, pemanfaatan energi angin baru sebatas electrocharging (windpower with batteray charging) dan mekanik (windpump dan windmill).

5.Kesimpulan

Metode pendekatan Weibull dan Rayleigh sesuai jika digunakan untuk memprediksikan daya angin yang terkandung di suatu wilayah serta dapat juga digunakan untuk memprediksikan windturbin yang sesuai.

Aspek penting yang harus diperhatikan pada pengukuran angin antara lain: landscape suatu wilayah, lokasi pengujian, waktu pengujian, durasi pengujian, kondisi nilai yang didapat (misal, nilai kembar secara berturut-turut selama 3 jam), serta arah angin.

Hasil review diatas memperlihatkan bahwa kondisi angin aplikasi tidaklah terlalu besar, bahkan di beberapa tempat memperlihatkan kisaran nilai sekitar 1,6 m/s. Meskipun demikian, pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi tidaklah terganggu. Di Yunani dan Afrika Selatan, pemanfaatan energi angin baru sebatas electrocharging (windpower with batteray charging) dan mekanik (windpump dan windmill).

Ditulis oleh: Nanang Okta Viyanto, S.T    

 

 

~ EU Survey Shows Strong Support

EU survey shows strong support for renewables

The European Commission has released a report conducted by the Gallup Organisation on attitudes on issues related to EU energy policy.

The fieldwork for the report was conducted in February and topline results were released earlier this year under the framework of the Flash Eurobarometer. The survey covered all 27 member states of the EU on a randomly selected sample of 25,800 adults.

The study was designed to understand to what extent citizens link the way energy is produced and used to global climate change, to assess their perceptions regarding various possible actions in saving energy, and to explore the willingness of citizens to involve the EU in resolving these issues.

“Citizens are well aware that the way they consume and produce energy in their country has an effect on the climate,” it notes, with only 13% of Europeans believing that their energy-related activities do not have an impact on the climate. EU citizens are “quite certain” that energy prices will increase significantly over the next decade, and more than seven out of ten feel that they will need to change their energy consumption habits in the next decade.

A significant majority of Europeans prefer that the EU coordinate decision making with regard to energy issues, and 83% agree that in each member state, the EU should set a minimum percentage for energy that must come from renewables. The survey did not suggest any side-effects that might occur, “especially in the form of potentially rising prices,” and an overwhelming majority supports that EU initiative, with only 12% opposed to it.

In eight countries, more than 90% of respondents support EU minimum levels from renewables, with highest levels in Ireland, Luxembourg and Slovenia . “There was not one EU country where the majority would not favour that the EU sets a minimum percentage of the energy used in each member state that should come from renewable sources,” but opposition was highest in Latvia (41%), Bulgaria (36%) and Estonia (32%).

Opposition to renewables was based on the belief that it would raise energy prices or because citizens should be able to decide independently of the EU, with some opposed because this should not be regulated at all.

KAMASE Note: That survey show the trend of higher potential renewable energy to solve the environmental problem. Please support our vision on implementation of renewable energy technology.

BRUSSELS, Belgium, April 25, 2007

 
 

~ Seminar Energi Terbarukan Dan Krisis Energi Global



 


UNDANGAN SEMINAR RENEWABLE ENERGY AND GLOBAL ENERGY CRISIS
Seminar Renewable Energy and Global Energy Crisis

Tingkat ketergantungan masyarakat atas energi minyak dan gas yang tinggi
dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat dipungkiri sebagai kenyataan yang
terjadi selama ini. Namun disisi lain cadangan yang ada makin menipis,
sehingga memaksa kita untuk mempertimbangkan penghematan penggunaan
energi. Persediaan energi tersebut yang makin sedikit mendorong pula
kenaikan dari harga di pasaran yang pada akhirnya menyusahkan masyarakat
terutama kelompok ekonomi lemah. Guna mengatasi masalah harga minyak dan
gas yang makin mahal dan cadangannya yang terbatas maka diperlukan usaha
yang terprogram dan terarah untuk mencari energi alternatif.

Pengembangan teknologi renewable energy yang saat ini menjadi fokus ITS
diantaranya adalah Biomass Energy (forestry, agriculture dan estate),
Geothermal Energy, Wind Energy, Hydro Energy, Solar energy dan ocean
energy. Disamping usaha yang dilakukan oleh pihak ITS, perlu pula untuk
mengetahui laporan dari pihak World Bank mengenai pengembangan renewable
energy di seluruh dunia.

Tujuan :
1. Memberikan pemahaman tentang energi terbarukan kepada masyarakat
2. Mendorong pemanfaatan energi terbarukan guna melepaskan diri
ketergantungan masyarakat terhadap minyak dan gas

Hari : Senin
Tanggal : 30 Maret 2009
Jam : 09.00 WIB - Selesai
Tempat : Ruang seminar, lantai 2 UPT Perpustakaan ITS.

Pembicara :
1. Mr. Joachim von Amsberg dari Bank Dunia Jakarta
2. Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Dirjen Listrik
dan Pemanfaatan Energi, Departemen Energi dan Sumber daya Mineral
3. Ir. Mukhtasor, M.Eng., Ph.D (Dosen FTK ITS dan anggota Dewan Energy
Nasional)

Catatan :
Undangan Gratis dengan menghubungi [RSVP] :
Kukuh P. Susanto telp. 031-5994251 ext 1197 / 0818330781


 

  hak cipta oleh iloveblue.
 
Halaman 561 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook