Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Ozon di Kutub Utara Terus Menipis


Ozon di Kutub Utara Terus Menipis

 

 
Lapisan ozon di Kutub Utara terus mengalami penipisan. Temperatur udara yang relatif rendah sejak akhir tahun lalu mendorong penipisan ozon pada sebuah rekor baru.

Penipisan lapisan gas yang melindungi bumi dari radiasi ultraviolet (UV) yang dipancarkan matahari ini terdeteksi oleh lebih dari 30 stasiun pemantau yang tersebar di daerah kutub utara dan sub-arktik. Hasil pengukuran menunjukkan, separuh lapisan ozon pada ketinggian 20 kilometer telah mengalami kerusakan hanya dalam waktu seminggu.

Menurut Markus Rex, ilmuwan dari Alfred Wagener Institute (AWI), Jerman, yang memantau lapisan ozon, kerusakan diperkirakan masih akan terus terjadi karena kondisi yang menyebabkan terjadinya penipisan ozon masih terus berlangsung. Oleh karena itu, Rex merekomendasikan perhatian ekstra berupa perlindungan terhadap radiasi UV yang memadai pada musim semi tahun ini.

Kerusakan ozon terjadi disebabkan chlorofluorocarbons (CFCs) yang berubah menjadi zat agresif serta merusak ozon ketika terpapar udara yang sangat dingin. Para ilmuwan mengaitkan fenomena kerusakan ozon dengan perubahan iklim, terutama ketika musim dingin lalu temperatur udara terasa lebih dingin yang menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada lapisan ozon.

Untuk mencegah kerusakan yang lebih parah terhadap lapisan ozon, sebuah kebijakan lingkungan internasional yang dinamakan Protokol Montreal telah diberlakukan. Berdasarkan protokol tersebut, penggunaan bahan berbahaya CFC dilarang di seluruh dunia mulai tahun 1987. 

Meski demikian, CFCs yang telah dilepas ke udara pada dekade sebelumnya akan tetap ada di atmosfer hingga berpuluh tahun mendatang. Oleh karena itu, nasib lapisan ozon di kutub utara sangat bergantung pada temperatur udara di stratosfer yang berada pada ketinggian sekitar 20 kilometer di atas bumi yang sekaligus berhubungan dengan perubahan iklim bumi. (Sumber: Science Daily)
 

~ Kalimantan Tengah akan Bangun 300 Pembangkit dari Angin


Kalteng akan Bangun 300 Pembangkit dari Angin

 

 
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana membangun 300 pembangkit listrik tenaga angin selama 2011. Pembangkit-pembangkit itu tersebar di Kabupaten Barito Selatan dan Gunung Mas, terutama pada daerah hulu.

Tomas Sembiring, Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Kalteng di Palangkaraya, Senin (21/3/2011), mengatakan, hingga akhir tahun 2010, terdapat 17.000 pembangkit listrik dari energi terbarukan di Kalteng yang ditempatkan setidaknya di 200 desa.

"Daerah hulu menjadi fokus pada tahun ini khususnya untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) karena di sana, akses terhadap jaringan PLN sulit," katanya. Selain itu, tidak ada potensi energi mikrohidro serta angin. Daya setiap pembangkit yang dibangun rata-rata sebesar 50 watt.

"Kami juga telah membangun satu unit pembangkit listrik tenaga angin dan sedang diuji coba. Proyek percontohan itu masih dikaji kelemahan dan kelebihannya," ujarnya. Berdasarkan survei, kecepatan angin yang menggerakkan pembangkit di Kabupaten Sukamara itu berkisar tiga hingga lima meter per detik.

"Survei itu sudah dilakukan sepekan ini. Sementara catatan angin yang harus diketahui minimal enam bulan. Pembangkit itu memiliki daya sekitar 10 kilowatt," katanya.

Di Kalteng, terdapat tujuh kabupaten yang berpotensi memanfaatkan pembangkit listrik tenaga angin karena memiliki wilayah pantai. Kabupaten-kabupaten itu yakni Kapuas, Katingan, Sukamara, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Pulang Pisau.
Sumber: Kompas.com
 

~ Setiap Hari, 136 Anak Meninggal Karena Tak Dapat Air Bersih


Setiap Hari, 136 Anak Meninggal Karena Tak Dapat Air Bersih

 

 
Data Bank Dunia tahun 2008 menunjukkan, sebanyak 50.000 anak Indonesia meninggal dunia karena masalah sanitasi air dalam setahun. Itu berarti rata-rata ada 136 anak yang meninggal setiap hari karena tak terjaminnya kebutuhan air bersih.

Pernyataan ini disampaikan Saiful Munir, Sekjen Lingkar Studi Aksi Demokrasi Indonesia (LS ADI), saat unjuk rasa peringatan Hari Air Sedunia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (22/3).

"Kebijakan yang keliru dari pihak pemerintah dalam menyediakan akses air bersih kepada masyarakat menyebabkan banyak anak menjadi korban," kata Saiful. Menurutnya, seharusnya pemerintah bertugas melaksanakan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945, yang mewajibkan pemerintah memanfaatkan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat. Itu artinya, pemerintah perlu mengupayakan air bersih gratis bagi rakyat. "Bukannya diprivatisasi sebagaimana terjadi saat ini," tambah Saiful.

Muhammad Reza, Koordinator Advokasi Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA), menambahkan, laporan Millenium Development Goals (MDGs) yang dirilis Bappenas tahun 2010 mengungkapkan, hanya 47,71 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih yang layak.

"Selain itu, hanya 51,19 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi," tambah Reza. Hal ini, menurutnya, menunjukkan ada yang keliru dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam mengelola kekayaan negara yang menjadi hak masyarakat. (Imanuel More)
Sumber: Kompas.com
 

~ Indonesia & Denmark Kerja Sama dalam Efisiensi Energi


Indonesia & Denmark Kerja Sama dalam Efisiensi Energi

 

 
Direktorat Jendral Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) bekerja sama dengan Danish International Development Assistance (Denmark) meluncurkan program "Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia" (EECCHI) yang bertujuan membangun kesadaran akan pentingnya konservasi.

EECCHI, yang diluncurkan Kamis (24/3) nantinya akan berfungsi sebagai unit yang pelayanan informasi, promosi, dan kemitraan untuk mendukung program efisiensi energi di berbagai sektor.

Direktur Jendral DJEBTKE Luluk Sumiarso menilai, "Konservasi dan diversifikasi energi ini harusnya dipandang sebagai sebuah kebijakan. Dengan melakukan ini, kita bisa dengan cepat dan murah mengurangi konsumsi energi."

Program efisiensi energi salah satunya akan menyasar sektor industri. "DJEBTKE akan berperan dalam pelaksanaan program efisiensi energi di sektor itu," kata Luluk. Konsumsi energi terbesar ada sektor industri: meningkat dari 39,6% pada tahun 1990 menjadi 51,86% tahun 2009.

Luluk tak bersedia menjelaskan target pengurangan konsumsi energi dari program ini. Isu efisiensi energi sendiri sudah lama menggema namun pelaksanaannya sejauh ini belum optimal. Setidaknya diperlukan kebijakan pengawasan, sanksi dan reward untuk mendukung pelaksanannya. 

Duta Besar Demark untuk Indonesia H.E. Borge Petersen mengatakan, "Kami memberikan bantuan sebesar 10 juta dolar untuk 5 tahun dalam program ini." Denmark juga mentransfer pengetahuan dan bantuan teknis tentang cara mengupayakan efisiensi energi.

Selama ini, Denmark dinilai cukup berhasil melakukan efisiensi energi. Selama 30 tahun terakhir, Gross National product negara tersebut meningkat tanpa dibarengi dengan peningkatan konsumsi energi. Bandingkan dengan konsumsi energi Indonesia meningkat 7 persen per tahunnya. (Yunanto Wiji Utomo)
Sumber: Kompas.com
 

~ Gas Alam Bukan Alternatif Aman Pengganti Nuklir


Gas Alam Bukan Alternatif Aman Pengganti Nuklir

 

 
Energi yang berasal dari gas alam juga memiliki bahaya serius. Sifatnya yang mudah terbakar dan menyebar di atmosfer hanya sedikit contoh.

Di tengah-tengah krisis energi yang saat ini terjadi di Jepang, akibat beberapa reaktor nuklirnya di Fukushima tak lagi berfungsi menyusul gempa bumi dan tsunami, muncul adanya wacana penggunaan gas alam sebagai suatu altenatif untuk mengganti nuklir.  Pemerintah Jepang pun telah meminta bantuan tambahan pasokan gas alam cair dan minyak bumi untuk meningkatkan pasokan listrik yang anjlok. 

Proyek baru gas alam cair terkompresi yang dinilai akan lebih efektif ini lantas menjadi perbincangan yang menjamur secara global.  Namun gas alam bukannya hadir tanpa risiko. Menurut situs web Venture Beat, pemberitaan mengenai gas alam tidak berimbang. "Gas alam memiliki bahaya serius pula," demikian tertera pada situs web Venture Beat. 

Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan tetapi bilaterjebak dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan.

"Sebelum kebijakan gas alam sebagai sumber daya energi baru, perlu ada kesadaran akan bahaya yang mungkin juga muncul. Risiko tidak dapat dikesampingkan," ulas New York Times pada salah satu beritanya.

Bencana di Fukushima tersebut juga telah mendorong banyak negara mengkaji ulang opsi pembangkit listrik tenaga nuklir mereka untuk memastikan kecelakaan serupa tidak akan terulang. Sejak gempa Jepang, keamanan dari reaktor nuklir yang tertanam dalam tanah juga mulai diragukan.

Jepang mendapatkan pasokan listrik dari tenaga nuklir. Ada kehilangan daya listrik sekitar 9.700 megawatt semenjak bencana gempa. PLTN Fukushima rusak dan terjadi kekurangan listrik besar-besaran. Karena kekurangan listrik, saat ini dilakukan penghematan listrik secara berencana. (NY Times, Venture Beat, Kompas Cetak -  GLORIA SAMANTHA
)
 
Halaman 249 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook