Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Kampung Dukuh Pantang Listrik & Kompor Gas?

ANTARA News (Aditia Maruli) - Masyarakat Kampung adat Dukuh yang berada di pegunungan Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pantang menggunakan kompor gas atau kompor minyak karena bertentangan atau menyalahi aturan adat leluhur.

"Pantang menggunakan barang mewah, kompor gas, listrik, karena dianggap menyalahi aturan adat," kata pengurus Kampung adat Dukuh, Saefudin disela-sela kunjungan Wakil Bupati Garut, Diky Chandra, di kampung itu, Sabtu.

Perapian memasak bagi Kampung Dukuh dijelaskan Saefudin hanya menggunakan tungku bahan bakar dari kayu yang sudah dilakukan sehari-sehari seperti yang digunakan para leluhur sebelumnya.

Menurut dia menggunakan tungku lebih aman dan mudah dalam melakukan aktifitas memasak dibandingkan memakai kompor gas.

"Karena di sini tidak boleh ada kompor gas, terhalang oleh adat, yang berlaku disini itu kayu bakar," katanya.

Meskipun pemerintah memberikan kompensasi kompor gas, kata Saefudin, masyarakat Kampung Dukuh tetap menerima pemberian dari luar tersebut.

Namun, kompor gas pemberian pemerintah itu, kata Saefudin seluruh masyarakat Kampung Dukuh menyerahkan kembali kepada pihak desa, bahkan ada yang menjualnya ke masyarakat luar kampung.

"Dikasih kompor gas oleh kami juga diterima tapi dijual lagi," kata Saefudin.

Jumlah penduduk kampung adat Dukuh sekitar 500 orang dari 102 rumah dan masjid terbagi dua Kampung Dukuh dalam dan luar, di Kampung Dukuh dalam tedapat 38 rumah dengan tampilan rumah panggung bahan dari kayu dan bambu beratap daun.
 

~ Listrik Pada 2050 Akan Berasal dari Energi Terbarukan

Jakarta (ANTARA News) - LSM lingkungan internasional, Greenpeace, menyebutkan, sekitar 95 persen suplai dari energi global dapat berasal dari sumber energi terbarukan pada tahun 2050 mendatang.

Siaran pers Greenpeace yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan, Greenpeace bersama European Renewable Energy Council telah menyusun skenario energi yang akan memenuhi 95 persen suplai energi dunia dari energi terbarukan pada 2050.

Menurut Greenpeace, energi terbarukan memiliki beragam keunggulan seperti menyediakan lebih banyak lapangan kerja, distribusi sumber listrik yang makin merata bagi seluruh lapisan masyarakat, serta bebas dari pengaruh variasi harga minyak. 

Dalam skenario itu, program efisiensi energi ambisius ditambah pembangunan dan penggunaan energi terbarukan secara massal berjalan pararel, sehingga pada 2050 sistem energi global akan ditopang oleh energi terbarukan hingga 95 persen.

Selain itu, penyediaan energi juga dinilai akan mengimplementasikan sistem desentralisasi dan mengandalkan sumber terbarukan seperti angin, sinar surya dan geothermal.

Terkait dengan krisis reaktor nuklir Fukushima di Jepang, Greenpeace menyerukan pemerintah Jepang untuk memperluas zona evakuasi guna melindungi wanita hamil dan anak-anak.

Peneliti Greenpeace yang memonitor situasi di lapangan juga menemukan bahwa level radiasi mencapai 10 microsieverts per jam di Desa Iitate yang terletak 40 kilometer di barat laut dari pembangkit listrik Fukushima/Daiichi, dan 20 km dari zona evakuasi. 

Level radiasi tersebut sudah cukup tinggi untuk segera dievakuasi. Saat ini, zona evakuasi adalah 20 km sekitar Fukushima, sementara masyarakat yang berada antara 20 km hingga 30 km disarankan untuk tetap tinggal di dalam ruangan. 

"Akibat dari krisis Fukushima telah dimengerti oleh dunia, dimana rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru telah ditentang di mana-mana. Selain itu, keamanan dari pembangkit yang sudah ada juga terus dipertanyakan," kata Jurukampanye Energi Greenpeace Asia Tenggara, Arif Fiyanto.

Menurut dia, kini adalah saatnya langkah tepat bagi Indonesia dan pemerintah lain di seluruh dunia untuk berinvestasi besar-besaran pada efisiensi energi serta pemanfaatan sumber energi terbarukan.
(M040/E001)

Editor: Aditia Maruli

 

~ Inikah Bahan Bakar Biologis Pengganti Bensin?


Bahan bakar yang diumumkan oleh Menteri Energi AS Steven Chu pada Selasa (8/3) itu dibuat dari pohon kayu yang dikonversi menjadi isobutanol yang dapat digunakan untuk mesin mobil. Chu juga menyebutkan, "Metode konversi ini sangat hemat biaya."

Para ilmuwan dari BioEnergy Science Center bekerja sama dengan peneliti dari University of California membuat turunan baru dari mikroba Clostridium celluloyticum, bakteri yang secara alami dapat mengurai selulosa. Turunan bakteri tersebut diharapkan dapat mengurai zat tanaman sekaligus menghasilkan isobutanol tanpa perlu biaya tinggi.

Menurut peneliti James Liao, isobutanol dapat menjadi alternatif pengganti gas untuk digunakan sebagai bahan bakar mesin atau kendaraan, bahkan tanpa modifikasi sekalipun. "Isobutanol tidak seperti etanol. Kandungan isobutanol dapat dicampurkan ke bensin dengan perbandingan berapa pun," jelasnya.

Sebelum temuan ini, membuat bahan bakar dari tanaman butuh biaya tinggi. Mengurai selulosa, bagian kayu dari sel tanaman, untuk mendapatkan bahan yang dapat diubah menjadi bahan bakar butuh biaya besar. Ternyata, mikroba dapat melakukan hal itu. Mikroba juga pernah dipakai untuk membersihkan lingkungan dari polusi serta mengubah air limbah menjadi plastik biologis.

Steven Chu juga mengungkapkan kalau produksi bahan bakar biologis berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru di daerah pinggir kota. Lahan-lahan baru pun sebetulnya tidak perlu dibuka karena proses pembuatan isobutanol dapat diperoleh dari kayu sisa-sisa panen, seperti batang padi. 

"Di tahun-tahun mendatang, kita mengharapkan sebuah terobosan dramatis yang akan membuat kita menikmati bahan bakar baru yang sehat, bersih, yang kita dambakan sekarang. Kita perlu bergerak secara agresif untuk meraih kesempatan itu," kata Chu. (Sumber: Clean Technica, DOE Digital Archive)
 

~ Fakta-Fakta Seputar Tsunami (part #2)

Gelombang tsunami bisa melintasi samudra tanpa kehilangan energi. Gelombang tsunami yang dipicu gempa di Sumatra pada tahun 2004 bergerak sejauh 5.000 kilometer sampai Afrika dengan tenaga yang cukup untuk merusak gedung dan membahayakan manusia.

Tsunami bisa memiliki kecepatan 800 kilometer per jam, melintasi lautan tanpa terdeteksi selama sehari atau kurang. Ilmuwan bisa mendeteksi waktu tiba tsunami dengan memperhitungkan kedalaman air, jarak, dan kejadian yang memicu tsunami.

Tinggi tsunami mungkin kurang dari 30 sentimeter di laut terbuka. Tapi Karena kecepatannya yang tinggi--beberapa gelombang bisa secepat pesawat jet--dan mencapai daerah pantai yang dangkal, tinggi gelombang meningkat akibat air di bagian atas bergerak lebih cepat daripada bagian bawah.

Secara alamiah, pantai biasanya memiliki pemecah gelombang tsunami sehingga dampaknya tidak terlalu besar di daratan. Karang, muara, dan teluk merupakan contoh peredam alami tsunami.

Tsunami yang terjadi di Aceh dinilai sebagai tsunami paling mematikan. Lebih dari 200 ribu orang meninggal dan masih banyak orang yang hilang. Tsunami paling mematikan sebelumnya terjadi pada tahun 1781 di Laut China Selatan, diperkirakan menewaskan 40 ribu orang. Tahun 1883, letusan Krakatau menyebabkan tsunami dan menewaskan 36.500 orang.

Daerah Pasifik merupakan zona tsunami paling aktif, menurut NOAA.

Peringatan dini tsunami yang alami: gempa Bumi. Jika terjadi gempa, orang-orang diperingatkan agar menjauh dari daerah pantai.

Para saksi mata menyebutkan kenaikan atau penyurutan air laut sering jadi tanda-tanda tsunami. Banyak korban menghilang saat tsunami terjadi di Aceh karena orang-orang mendekat ke laut saat air laut surut. Para ahli menjelaskan kalau surutnya air laut itu bisa jadi tanda bahwa sekitar 5 menit lagi akan terjadi tsunami.

Bahaya tsunami bisa terjadi dalam waktu beberapa jam setelah gelombang pertama. Gelombang tsunami lain bisa datang dalam waktu 5 menit hingga 1 jam. (Sumber: National Geographic News)
 

~ Fakta-Fakta Seputar Tsunami (part #1)


Fakta-fakta Seputar Tsunami

 

 
Berikut ini adalah fakta-fakta mengenai tsunami, mulai dari penyebab, peringatan, sampai hal yang perlu dilakukan ketika tsunami mengancam.

Berdasarkan U.S Geological Survey, gempa tersebut berada di urutan kelima terluas dampaknya di seluruh dunia, sejak 1900. Bagi Jepang, gempa ini merupakan gempa terkuat selama 140 tahun. Tsunami yang mengikutinya mencapai ketinggian hingga 10 meter.

Tsunami merupakan beberapa gelombang laut yang disebabkan oleh gempa Bumi bawah laut, longsor, atau ledakan gunung. Tsunami juga bisa disebabkan oleh jatuhnya meteor di laut.

Ilmuwan pernah temukan bukti kalau beberapa tsunami besar terjadi akibat tumbukan asteorid. Saking besarnya tsunami tersebut, hanya gunung tertinggi 3,5 miliar tahun yang lalu yang "selamat". Garis pantai dan kepulauan berubah drastis. Kehidupan nyaris punah.

Gempa Bumi baru bisa memicu tsunami apabila menyebabkan pergerakan di dasar laut yang mengakibatkan pergerakan air secara tiba-tiba dalam jumlah yang banyak.

Tsunami bukan hanya satu gelombang besar, tapi rentetan gelombang. Gelombang yang mematikan belum tentu gelombang yang pertama.

Kata "tsunami" sendiri berasal dari bahasa Jepang, mengingat fakta bahwa Jepang merupakan negara yang cukup sering dilanda tsunami. Dalam beberapa abad terakhir, sudah ada ribuan warga Jepang yang tewas karena menjadi korban tsunami.


 
Halaman 248 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook