Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Tahun 2500, Bumi Tak Layak Huni


Tahun 2500, Bumi Tak Layak Huni

 

 
Bila tidak ada upaya pencegahan, tahun 2500 Bumi tak lagi layak dihuni akibat temperaturnya yang sangat tinggi.

Suhu rata-rata permukaan bumi yang pada tahun 2010 berada pada kisaran 14,6 derajat celsius. Pemamasan global menaikkan suhu bumi rata-rata 0,2 derajat celsius per 10 tahun atau 2 derajat celsius dalam 100 tahun. Artinya, suhu permukaan Bumi rata-rata menjadi 25 derajat Celcius pada tahun 2500. "Bumi tak akan lagi menjadi tempat hunian yang nyaman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Bahkan sangat mungkin manusia tak akan dapat bertahan hidup pada kondisi seperti itu," tutur Prof. Dr. Jumina, Kepala Pusat Studi Energi UGM pada Senin (11/4) di Yogyakarta.

Peningkatan emisi CO2 secara terus-menerus menyebabkan para pakar lingkungan prihatin. Usaha untuk mengurangi emisi karbon dioksida dilakukan, antara lain melalui penandatanganan Protokol Kyoto pada 1999.

Data menunjukkan, sumbangan sektor energi terhadap emisi karbon dioksida dan fenomena pemanasan global sangat besar. Dengan demikian, demi mengurangi tingkat emisi karbon dioksida domestik dan menekan laju terjadinya pemanasan global, penerapan konsep energi bersih sangat diperlukan. "Energi bersih bisa diartikan sebagai energi ramah lingkungan, atau energi yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan," jelas Jumina.

Bila Indonesia dapat menerapkan konsep energi bersih, maka sistem energi yang dibangun bukan hanya menghasilkan keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan energi nasional, tapi juga dapat mewujudkan terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, dan lestari. "Sehingga sistem energi yang diterapkan akan bervisi jauh ke depan tanpa harus merampas hak dasar generasi penerus," kata Jumina.

Tapi kenyataannya, pengembangan teknologi energi bersih dan ramah lingkungan di Indonesia belum memuaskan karena keterbatasan kemampuan SDM. (K3-11)
Sumber: Kompas.com
 

~ Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut

Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut


Pada umumnya PLTA ialah pembangkit listrik yang energi penggerak utamanya bersumber dari air yang dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menggerakan turbin. PLTA merupakan jenis pembangkit sumber energi terbarukan dan tanpa menimbulkan emisi. Tetapi untuk skala besar masih banyak masalah-masalah yang harus dihadapi dari pengembangan PLTA ini. Permasalhan yang sering timbul adalah besarnya biaya untuk pembangunan dan pemeliharaan PLTA, kebutuhan lahan yang sangat luas, dan efek samping yang diakibatkan terhadap lingkungan juga menjadi kendala.
Karena alasan tersebut, akhir-akhir ini banyak yang mengembangkan alternatif teknologi baru sistem pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air untuk mengahasilkan enegi listrik, salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Arus Sungai/Laut.
Arus sungai mempunyai kelebihan dibandingkan dengan angin ataupun matahari yang cenderung lebih dipengaruhi oleh cuaca, sementara arus sungai mempunyai aliran yang tetap dan tidak banyak mengalami perubahan hingga ratusan tahun. Selain itu, air mempunyai berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan udara, dan hal itu berarti bahwa potensi energi yang bisa dihasilkan 321.800 km sungai-sungai besar di dunia lebih besar dibandingkan dengan energi yang bersumber dari angin.
Berbeda dengan arus sungai, arus laut juga mempunyai kandungan energi yang bisa dimanfaatkan sebagai energi terbarukan. Namun arus laut cenderung mengalami perputaran atau biasa disebut juga arus putar sehingga cenderung pula untuk merusak. Pada selat, teluk dan tempat-tempat lainnya dimana arus laut mengalami penyempitan berupa bottle neck, arus laut akan sangat kuat sehingga sangat potensial untuk dimanfaatkan energinya.

Teknologi
Teknologi yang digunakan bekerja dengan cara mengkonversi energi kinetik dari arus laut ke energi listrik. Untuk melakukan hal tersebut, tidak dapat dilakukan dengan cara menghalangi seluruh jalan dari arus tersebut. Jika jalan dari arus tersebut dihalangi seluruhnya, maka energi yang ada tidak dapat diambil atau bahkan dapat merusak ekosistem yang ada. Maka dibuatlah desain untuk memaksimalkan jumlah energi yang dapat diambi sementara arus laut dapat berjalan sebagaimana mestinya tetapi dengan energi yang berkurang.
Ada beberapa macam kategori untuk mengubah energi arus laut menjadi energi listrik. Salah satu kategorinya ialah berdasarkan pada konfigurasi rotor :
1. Horizontal axis
2. Reciprocating hydrofoil
3. Vertical axis
Tidal Fence
Tidal fences ini sangat efektif untuk menghalangi arus. Keuntungan lain dari alat ini ialah bahwa semua peralatan listrik (generator dan transformator) dapat ditaruh di atas permukaan air. Selain itu, dengan memotong saluran arus, maka kecepatan turbin akan meningkat secara signifikan. Namun alat ini mempunyai beberapa kekurangan. Karena alat ini ditempatkan di tepi muara, maka dapat mengganggu ekosistem yang ada.
Tidal turbin 
Tidal turbin merupakan alternartif dari tidal fence. Bentuknya yang menyerupai turbin angin, mempunyai beberapa kelebihan daripada tidal fence. Alat ini lebih aman bagi lingkungan, tidak menghalangi kapal kecil untuk bergerak di atasnya atau di area tempat turbin ini berada, dan pembuatannya yang membutuhkan sedikit material daripada tidal fence.
Tidal turbin dapat bekerja dengan baik di tempat yang mempunyai arus 2-2.5 m/s (arus yang lebih lambat tidak ekonomis sedangkan arus yang lebih cepat akan memberikan tekanan yang besar pada peralatan yang ada). Arus tersebut akan memberikan kerapatan energi empat kali lebih besar daripada udara, yang berarti turbin air dengan diameter 15 m akan menghasilkan energi yang sama dengan turbin angin dengan diameter 60 m. Sebagai tambahan, arus laut dapat diprediksi dan andal, sehingga dapat dikatakan lebih baik daripada energi angin atau energi matahari.
Ada banyak tempat di seluruh dunia yang memungkinkan untuk dipasang tidal turbin. Tempat yang ideal ialah tempat yang dekat dengan tepi laut (1 km) dan di air dengan kedalaman 20-30m. Menurut Peter Fraenkel,direktur dari UK-based Marine Current Turbines, tempat yang ideal akan menghasilkan 10 MW/km2. Uni Eropa telah mengidentifikasi 106 tempat yang cocok untuk dipasang turbin ini. Fraenkel juga percaya bahwa Indonesia juga dapat mengembangkan teknologi ini untuk membangkitkan energi.
Kesimpulan
Pembangkit listrik tenaga arus laut mempunyai beberapa keuntungan jika digunakan sebagai pembangkit listrik :
1. Merupakan energi terbarukan.
2. Mengurangi ketergantungan kepada bahan bakar fosil.
3. Tidak menghasilkan polusi/ ramah lingkungan
4. Konstruksi yang besar dapat menarik ikan , burung, dan hewan lain sebagai tempat bersarang.
5. Pembangunannya yang relative cepat.


SUMBER :http://haidarizmail.web.ugm.ac.id/wordpress/?p=58
 

~ Kebangkitan Energi Terbarukan

Kebangkitan Energi Terbarukan

 

Kompas.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia dan upaya peningkatan rasio elektrifikasi dipandang sebagai salah satu indikator kesejahteraan rakyat. Ini menjadi pendorong bagi peningkatan pasokan listrik nasional dan tentunya diikuti dengan perluasan jaringan transmisi serta distribusi.

PLN mematok angka 7 persen untuk pertumbuhan pasokan listrik agar kedua tujuan di atas tercapai. Kebijakan energi nasional yang memuat pola bauran

energi juga mengakomodasi target pertumbuhan pasokan listrik 7 persen ini. Tak urung kaum ABG (academician, business-people, government) menjadikan 7 persen ini sebagai angka psikologis. Bagaimana kita mencapai angka 7 persen itu? Akankah kita terus memerangkapkan diri dalam cengkeraman trio minyak bumi, gas, dan batu bara yang notabene ”petahana” di sektor energi? Atau, beranikah kita menengok sumber kekayaan alam Nusantara yang potensial jadi sumber daya energi listrik?

Trio petahana

Ketidakberhasilan Indonesia memperkecil kesenjangan antara produksi (lifting) dan konsumsi minyak bumi senantiasa menjadi peluru politik. Akademikus gencar mengingatkan bahwa menaikkan produksi minyak bumi itu bak fatamorgana, apalagi jika upaya peningkatan itu tidak berbasis harmonisasi nalar teknoekonomi dengan perspektif sosiopolitik.

Peak Oil Theory (POT) yang digagas MK Hubert pada 1956 dengan kurva Hubert mengatakan, sesudah produksi minyak bumi dunia melewati titik kulminasi 2005, produksi minyak bumi dunia akan mengikuti jalan menurun secara berkelanjutan.

Anomali terjadi di beberapa kawasan—lokal dan regional—di mana upaya menaikkan produksi masih mungkin terjadi. Peningkatan produksi dimungkinkan oleh kemajuan teknologi, misalnya mengoptimalkan sumur-sumur yang tidak ekonomis. POT juga mulai diterapkan pada gas alam dan batu bara.

Bentuk kurva Hubert untuk trio sumber energi ini serupa, yaitu mengikuti bentuk distribusi lonceng, hanya rentang waktunya yang berbeda. Rentang waktu minyak bumi terpendek adalah 1900-2150. Batu bara yang terpanjang rentang waktunya.

Selain volume cadangan yang terus berkurang dan harganya meroket, trio sumber energi memiliki banyak eksternalitas negatif. Pencemaran lingkungan terjadi hampir di semua kegiatan eksplorasi, eksploitasi, distribusi, pengolahan, dan pemanfaatan. Fenomena perubahan iklim dan pemanasan global yang menjadi isu dunia menuding trio minyak bumi, gas alam, dan batu bara sebagai kambing hitam.

Dewan Energi Nasional yang dibentuk sebagai konsekuensi dari undang-undang (UU) tentang energi berteriak akan mengubah kebijakan bauran energi nasional dengan tujuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada trio energi dengan mendorong peningkatan konversi sumber terbarukan.

Cita lain yang ingin digapai melalui kebijakan bauran energi nasional yang disempurnakan ini adalah pemenuhan komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca, khususnya CO, sebanyak 26 persen pada 2020.

Energi terbarukan

Sumber energi terbarukan menjadi buzz-word Indonesia dan dunia. Negara maju berlomba menjadi yang terdepan dalam menjaga kualitas lingkungan. Berbagai sumber energi terbarukan ditengok, dipelajari, dan dieksploitasi.

Banyak kemajuan dicapai dengan mengonversi berbagai sumber energi menjadi energi untuk memenuhi kebutuhan transportasi, rumah tangga, kantor, dan industri. Kebijakan yang berpihak pada eksploitasi sumber energi terbarukan digagas, digulirkan, dan dipantau efektivitasnya.

Jerman terkenal dengan inisiatif Stromeinspeisunggesetz dan Amerika Serikat dengan dua UU, yaitu National Energy Act dan Public Utility Regulatory Policies Act. Kedua negara adidaya ini menjadi acuan bagi negara-negara lain dalam upaya mendorong pertumbuhan pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Sumber daya seperti matahari, panas bumi, angin, kandungan minyak dalam tanaman, dan potensi serta kinetika air sungai dan laut menjadi pilihan yang menarik karena ada kebijakan yang mewajibkan memberi prioritas pada pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan ini dan insentif menawan. Insentif tidak terbatas pada wujud non-fiskal seperti kemudahan perizinan, tetapi sampai insentif riil seperti keringanan pajak, bebas bea cukai, dan tarif menggiurkan jika dipasok ke dalam jaringan listrik nasional atau lazim disebut sebagai feed-in tariff.

Energi biru

Kekayaan alam Indonesia masih belum banyak termanfaatkan. Rakyat Indonesia, 240 juta jiwa, belum mencapai tahap layak disebut sebagai sumber daya insani yang mampu mengonversi dari kekayaan alam menjadi sumber daya alam. Panas terik matahari lebih banyak dipandang sebagai pengganggu ketimbang potensi. Angin lebih sering jadi olok-olok, seperti masuk angin, mati angin, dan angin-anginan. Air belum lagi kita kelola dengan baik. Berita kekeringan dan banjir lebih sering kita dengar dan baca ketimbang upaya penanganannya.

Para ahli hidraulika memperkirakan potensi dan kinetika air sungai serta danau di Nusantara ini, jika dikonversi menjadi energi listrik, setara dengan 70 gigawatt. Saat ini hanya 4,4 gigawatt (6 persen) yang kita manfaatkan menjadi sumber energi listrik. Lebih dari 65 gigawatt menanti intervensi sumber daya insani (ABG) Indonesia untuk dikonversi menjadi sumber daya energi.

Air laut yang tak pernah berhenti mengalir mengikuti pola pasang surut (tidal power) akibat berputarnya Bumi, Bulan, dan Matahari pada sumbu serta orbitnya juga siaga untuk menanti uluran tangan sumber daya insani Indonesia. Jika mengacu pada perkembangan teknologi konversi energi pasang surut dunia, kita akan melihat negara-negara maju juga giat mengembangkannya. India bangga dengan proyek energi pasang surut pertamanya di Gujarat. AS mengatakan telah mengeksploitasi energi pasang surut di Manhattan dan Queens.

Inggris memberitakan Skotlandia teratas dalam ranah energi pasang surut. Korea Selatan telah mengumumkan beroperasinya pembangkit listrik pasang surut Jindo Uldolmok. Norwegia lebih progresif: sukses lebih dari tiga tahun mengoperasikan pembangkit listrik pasang surut dengan kapasitas 300 kilowatt dan terhubung ke jaringan listrik nasional (grid connected) di Hammerfest. Lebih lanjut diberitakan, model pembangkit baru dengan kapasitas 1.000 kilowatt sedang dalam persiapan.

Jika energi listrik ramah lingkungan yang bersumber dari tenaga angin, tenaga matahari, tenaga panas bumi, serta tenaga air sungai dan danau serta berbahan bakar dari tumbuhan disebut sebagai the green energy, energi listrik yang dihasilkan dari konversi energi pasang surut, yang notabene berasal dari laut, layak dikategorikan sebagai the (real) blue energy. Indonesia sebagai deretan 14.000 pulau dan sebuah negara kepulauan (sesuai dengan Deklarasi Djuanda) adalah sumber besar blue energy.

Kusmayanto Kadiman Menristek RI 2004-2009 dan Rektor ITB 2001-2003 

 

~ Angin Bisa Jadi Pilihan Sumber Energi

Angin Bisa Jadi Pilihan Sumber Energi

JAKARTA - Di daerah yang memiliki potensi angin yang cukup besar, angin ternyata bisa menjadi pilihan sebagai sumber energi dan masyarakat hendaknya menyadari besarnya potensi angin ini sebagai penambah pemenuhan kebutuhan listrik di daerah.

Budi juga menyebutkan bahwa secara khusus Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sedang mengerjakan proyek pembangkit listrik tenaga angin. "Namun belum terlalu terpublikasi," katanya.Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Budi Hastowo, mengatakan sudah dapat dipastikan di daerah yang berpotensi dapat diperoleh tenaga listrik sebesar 100-200 kilowatt dari tenaga angin. "Dari segi teknologinya beberapa lembaga sudah melakukan pengembangan, pembuatan turbin kincir angin yang dapat menghasilkan sampai sekitar 100-200 kilowatt dan direncanakan akan sampai 500 kilowatt kira-kira. Untuk lebih besar lagi, sulit karena kecepatan angin di Indonesia tidak terlalu besar," ujarnya di Jakarta, Selasa (4/3).

Menurut Budi, memang tidak terlalu besar daya yang dihasilkan dari tenaga angin karena besar-kecilnya daya yang dihasilkan tergantung dari besar-kecilnya potensi angin di daerah tersebut. Oleh karena itu, tambah Budi, sumber listrik tenaga angin tidak dapat berdiri sendiri dan harus dilengkapi dengan sumber tenaga listrik yang lebih mapan sebagai sumber yang utama. (C2-08) 

 

~ Fengshui, Bangkitkan Potensi Kehidupan

Fengshui, Bangkitkan Potensi Kehidupan

AIR adalah sumber kehidupan. Bukan hanya untuk mencuci dan minum, nenek-moyang kita juga menjadikan air sebagai jalur transportasi utama. Hal itu mendorong orang cenderung mendirikan rumah di sepanjang aliran sungai. Depan menghadap ke air, bagian belakang dengan pemandangan gunung.
 
“Gunung di belakang rumah berfungsi melindungi dari terpaan angin ribut, lalu melemahkan dan mengarahkannya menjadi angin yang bertiup perlahan, sekaligus menghimpun energi untuk kemakmuran dan kesehatan anggota keluarga. Gunung berhubungan erat dengan angina, dapat disamakan dengan angin (feng) dan air (shui). Demikianlah asal muasal sebutan fengshui,” papar Xiangyi, praktisi fengshui yang berpraktik di daerah Pluit, Jakarta Utara.

Pandangan tentang belakang gunung depan air adalah sistem terbaik fengshui yang terus bergulir hingga kini. Pendapat itu membuat orang yang tidak mengetahui asal usul fengshui, mengira kondisi itu merupakan sistem yang paling baik.

Padahal, katanya, perkiraan itu tak selamanya benar. Rumah yang di depannya ada air, saat ini tidak lebih efisien dan strategis dibandingkan dengan rumah yang di depannya terdapat jalan raya. Sebab, transportasi tidak lagi dititikberatkan pada aliran air, tetapi jalan darat.
 
Fengshui berhubungan erat dengan lingkungan. Penataan ruang yang baik membuat fengshui suatu tempat menjadi baik. Ia sependapat dengan orang yang mengatakan fengshui adalah seni menata ruang.

Fengshui dan hongsui sebenarnya sama, bedanya terletak pada dialeknya. Fengshui dari dialek Mandarin, hongsui dialek Hokkian. Secara harafiah, feng atau hong berarti angin, dan shui atau sui berarti air, jadi fengshui atau hongsui adalah angin dan air.

Para ahli zaman dulu menyebut fengshui sebagai kanyu (dibaca kanyi). Kan mengamati, sedangkan yu poros roda kehidupan. Kanyu berarti ilmu mengamati roda kehidupan dari porosnya, sehingga segala sesuatu sangat jelas adanya. 
Pada masa akhir Dinasti Ming, menjelang awal Dinasti Qing, seorang master fengshui mengubah istilah kanyu menjadi istilah fengshui.

Fengshui Xuankong
Fengshui adalah sesuatu yang ilmiah dan bisa dipelajari oleh siapa saja. Ilmu ini sangat sederhana, asalkan Anda mau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Anda pun bisa terbengong-bengong oleh ketepatannya.

Fengshui menjadi ruwet karena banyaknya teori dan aliran, apalagi ada yang mengunakan cara aneh, membuat ilmu ini terselubung selimut misteri. Orang awam cenderung mengangap fengshui sebagai ilmu supranatural.

Dari sekian banyak aliran yang ada, menurut pengalaman Xiangyi, aliran xuankong memiliki ketepatan hitungan paling tinggi. Aliran ini pulalah yang dipraktikkannya pada pasien. Perhitungannya menyerupai perhitungan matematika dengan keterkaitan hukum-hukum keilmuan yang jelas, lepas dari campur tangan kekuatan mental seseorang.

Karena akurasinya yang sangat tinggi, sejak dulu ahli bidang ini sangat berhati-hati dalam menerima murid. Persyaratannya pun sangat tinggi. “Bahkan, dalam perkembangannya, ilmu ini hanya diturunkan kepada anak laki-laki pertama,” katanya.

Aliran ini diperkenalkan oleh Shenzhuren, pada masa awal Dinasti Qing. Kemudian, ajarannya disebarluaskan oleh murid-muridnya, meski kunci-kunci penting tetap dipegang oleh beberapa orang, termasuk kakek Xiangyi.

Xuankong sangat memperhatikan arah hadap bangunan. Arah hadap pintu adalah segalanya. Begitu sebuah pintu didirikan, sebuah cakrawala baru akan tercipta, hawa positif dan negatif pun menyebar memenuhi segala pejuru. Dari situlah posisi yang baik dan yang buruk ditentukan.

Posisi yang baik dan yang buruk untuk setiap arah selalu berlainan. Baik dan buruknya suatu posisi juga senantiasa berubah silih berganti mengikuti perjalanan waktu.

Xiangyi mencontohkan keakuratan perhitungan xuankong. Ada sebuah pabrik yang dibangun pada periode tujuh, menghadap ke timur 90 derajat, jalan masuk dari sebelah kanan. Sistem periode tujuh menyebutkan bangunan pabrik tersebut baik bagi semua pemiliknya, kecuali untuk pria yang lahir pada tahun 1932, 1941, 1950, 1959, 1968, dan 1977 dan pemilik wanita yang lahir tahun 1927, 1936, 1945, 1954, 1963, 1972, dan 1981.

Kebetulan, pemilik pabrik itu wanita yang lahir pada tahun 1954, angka lahirnya satu, berelemen air. “Ada kekurangan dalam hubungan dengan sistem fengshui ini, yakni bagian depan bangunan terdapat angka luoshu 5 yang berelemen tanah. Interaksi antara kedua elemen, tanah dari bangunan dan air dari pemilik, adalah interaksi destruktif yang merugikan kedua belah pihak, yaitu elemen tanah menghantam elemen air. Itulah sebabnya tidak menguntungkan diri sang pemilik wanita tersebut,” ungkapnya.

Lagipula, pada tahun 1991, angka luoshu 9 yang berelemen api masuk ke areal tengah, dan bulan Maret tahun tersebut angka luoshu adalah 4 yang berelemen kayu masuk dalam sektor tengah bangunan itu. Elemen kayu membuat bara api semakin menjadi, ia mengaktifkan angka api yang sebelumnya telah terbentuk di tempat itu.

Sesungguhnya angka 9 dan 4 dapat meleburkan diri menjadi elemen logam, tetapi terdapat kombinasi angka api yang kuat di tempat tersebut. Karena itu, aksi peleburan tersebut tidak terjadi. Sebaliknya terjadi interaksi konstruktif kayu menghidupkan api.

Selain itu, angka luoshu 7 ada di bagian depan bangunan, ia berlebur dengan angka luoshu 5 dan 2, yang sebelumnya memang terdapat di sana. Terbentuk pula kombinasi angka api di sektor depan, angka luoshu 2 mampir ke bagian belakang, di tempat itu kebetulan terdapat gardu dan mesin pembangkit listrik.

Angka luoshu di tempat tersebut adalah 2, 7, dan 9 juga kombinasi api. Sedemikian banyaknya kombinasi angka api pada sistem tersebut, tidak heran pada Maret 1991, pabrik yang cukup besar itu berubah menjadi arang.
“Jika orang dengan angka lahir air tinggal di rumah seperti ini dalam waktu cukup lama, selain ancaman kebakaran, ia juga dirundung masalah kesehatan. Aantara lain darah tinggi, muntah darah, penyakit jantung, bahkan penyakit serius yang berhubungan dengan darah. Itulah kelebihan xuankong, dapat menghitung segala sesuatu dengan angka luoshu secara hampir pasti. Berbeda dengan aliran lain yang harus mengandalkan kekuatan mental supernatural seseorang,” katanya.

Huruf Panjang Usia
Dalam menghitung nasib peruntungan dan kesehatan seseorang, Xiangyi juga melihat kombinasi huruf nama pasiennya. Bila mempunyai kombinasi huruf tian liang dan tian shou, orang tersebut biasanya berumur panjang. Meskipun mengalami sakit hingga stroke sekalipun, biasanya ia akan cepat mengalami kesembuhan.

“Ada seorang pasien saya yang telah berusia 70. Sejak kecil selalu mendapatkan musibah, berkali-kali jatuh, tertabrak kendaraan, bahkan terserang stroke. Namun, ia jauh lebih segar dari orang seusianya. Yah, karena dia mempunyai kombinasi huruf panjang usia,” tuturnya.

Sebaliknya, kombinasi huruf tian liang dan tian yue mesti waspada karena itu adalah titik bahaya. Sejauh pengalaman berpraktiknya, orang yang mempunyai kombinasi huruf ini akan mengalami gangguan kesehatan kronis. Tak ada obat yang manjur baginya.

Tentu, titik bahaya tak sama dengan titik kematian. Sebab, terlepas dari benar atau tidaknya akurasi perhitungannya, hidup dan mati ada di tangan Tuhan.

Bila menemukan kombinasi huruf tian liang dan tian yue, Xiangyi tak serta merta mengatakan hal buruk bakal menimpa pasien. Secara jelas, ia hanya akan memberitahukan indikasi-indikasi soal gangguan kesehatan mereka. Sepanjang ada sisi pengharapan, ia tetap akan memberikan jabaran potensi kehidupannya.

Meski demikian, tak sedikit pasien yang mampu berpikir logis dan menentukan sebuah pilihan. Kesadaran seperti itu, menurutnya, akan memberi dampak baik bagi keluarga yang ditinggalkannya, misalnya sisi keseimbangan ekonomi.

Xiangyi juga memberi layanan yin, yakni fengshui yang berkaitan dengan penataan bangunan untuk orang yang telah meninggal, atau yang lebih populer disebut fengshui kuburan. Ada juga hexagram atau disebut liuyao, yang dapat menyiratkan suatu kejadian, baik yang sudah atau yang belum terjadi.

Selain itu, juga hasta aksara dan ziwei, keduanya memiliki akurasi ketepatan sangat tinggi. Hasta berarti teknik peramalan nasib mengunakan format 8 buah aksara Mandarin, dapat mengetahui keadaan keuangan, usaha, percintaan, dan kesehatan, sedangkan Ziwei metode perbintangan Cina kuno.

Sumber : Gaya Hidup Sehat 

 
Halaman 243 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook