Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Nissan Leaf Mobil Paling Hijau

Nissan Leaf Mobil Paling Hijau

DETROIT, KOMPAS.com - Kemarin, Honda Insight berhasil menyabet penghargaan sebagai mobil paling bersih alias rendah emisi di Inggris. Tapi di Amerika Serikat (AS), mobil listrik massal pertama di dunia Nissan Leaf dibaiat sebagai mobil paling hijau (The Top Green Vehicle) dan paling hemat dalam ongkos operasional 2011.

Menurut situs otomotif Kelly Blue Book di AS, selain hemat dan paling hijau, Leaf juga menawarkan paket, kelegaan dan harga yang kompetitif. Untuk pemakaian listrik, jika dikonversi dengan asupan bensin,tercatat 99 mpg alias 1 liter per 42 km.

Di posisi runner-up, Chevrolet Volt yang menawarkan kombinasi motor listrik digandeng dengan mesin bensin dengan catatan konsumsi bahan bakar 93 mpg atau 1liter per 39,5 km. Sedangkan mobil hibrida paling laris di dunia, Toyota Prius menduduki posisi ketiga dengan perolehan rata-rata konsumsi 50 mpg atau 1 liter per 21,2 km.

Meski berhasil duduk di posisi puncak, populasi Nissan Leaf masih sangat terbatas di AS cuma dan sampai saat ini baru beredar 453 unit. Padahal, total inden sudah mencapai 20.000 unit. Nissan masih mengalami kesulitan menggenjot pasokan Leaf dari Jepang, apalagi terjadinya bencana alam, bulan lalu membuat situasi makin tak menentu.

Berikut Mobil Hijau Terbaik 2011 1. 2011 Nissan Leaf: 99 mpg (1L/42km) 2. 2011 Chevy Volt: 93 mpg (1L/39,5km) 3. 2011 Toyota Prius: 50mpg (1L/21,2km) 4. 2011 Lexus CT 200h: 42mpg (1L/17,8km) 5. 2011 Honda Insight: 41 mpg (1L/17,4km) 6. 2011 Ford Fusion Hybrid: 39 mpg (1L/16,5km) 7. 2011 Volkswagen Golf TDI: 34 mpg (1L/14,4km) 8. 2011 Hyundai Elantra: 33 mpg (1L/14km) 9. 2012 Fiat 500: 33 mpg (1L/14km) 10. 2012 Ford Focus: 31 mpg (1L/13,1km)

 

Sumber :

Kelly Blue Book 

 

~ Bangun BTS Hijau, Telkomsel Rogoh Rp 50 Miliar

Detiknet - Telkomsel akan merogoh kocek Rp 50 miliar lagi di tahun 2010 ini untuk menambah 39 base station transceiver (BTS) ramah lingkungan. Saat ini, operator seluler itu telah memiliki 132 BTS 'hijau' di Indonesia.

Menurut GM Radio Operation and Power System Telkomsel, Iwan Chairul, BTS 'hijau itu tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yakni Sumatera 33 BTS, Jawa 22 BTS, Bali Nusa Tenggara 23 BTS, Kalimantan 18 BTS, Sulawesi Maluku dan Papua 36 BTS.

"Jumlah green BTS kami merupakan yang terbanyak di Asia," ujarnya dalam acara Go Green BTS Telkomsel, di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (18/2/2010).

Nantinya, lanjut Iwan, 39 BTS 'hijau' baru yang akan dibangun Telkomsel, paling banyak akan dioperasikan di daerah Papua. "Semuanya pakai solar cell," ujarnya.

Ia merinci, untuk setiap BTS 'hijau' tersebut akan memakan investasi sekitar Rp 1,2 miliar. Dana tersebut umumnya untuk baterai, solar panel, dan biaya transportasi.

"Kalau dilihat dari capex (belanja modal) biayanya memang besar, namun jika dilihat dari opex (biaya operasional) untuk penggunaan jangka panjang sangat menguntungkan, waktunya sekitar 20 tahunan," jelas Iwan.

Penggunaan sumber energi alternatif kini menjadi salah satu upaya yang dilakukan operator seluler untuk menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan untuk mengoperasikan BTS.

Selain solar cell yang bertenaga matahari, Telkomsel juga mengimplementasikan teknologifuel cell dengan memanfaatkan bahan bakar hidrogen.

"Ke depan, kami akan mengembangkan BTS dengan sumber energi alternatif yang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia, yaitu BTS microhydro yang memanfaatkan aliran sungai dan juga BTS dengan bahan bakar organik bio fuel," pungkas Iwan.
 

~ Solar Panel - Alat Pemantau Gunung Bromo Dicuri

(Rois Jajeli - detikSurabaya) - Pelaku pencurian yang satu ini sungguh keterlaluan. Alat pemantauan aktivitas Gunung Bromo berupa deformasi dicuri. Selain pecurian, petugas pemantauan Gunung Bromo juga terganggu dengan kabel-kabel konektor transmisi radio yang dipotong-potong.

"Saya nggak habis pikir, kenapa alat itu dicuri. Padahal alat itu untuk membantu petugas memantau Gunung Bromo dan bermanfaat untuk masyarakat," ujar Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG,  Agus Rudiyanto, saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (29/3/2011).

Alat deformasi yang terletak sekitar 1 kilometer dari bibir kawah Gunung Bromo itu raib dicuri orang yang tidak bertanggungjawab, sekitar 3 minggu lalu, setelah petugas pos pantau tidak menerima data dari deformasi.

"Kemungkinan pelaku pencurian ini menggunakan kendaraan. Karena alat itu cukup berat," tuturnya.

Belum selesai kasus pencurian, petugas pos pantau dikejutkan lagi dengan kabel konektor untuk transmisi radio yang terputus-putus. "Kabelnya tidak dicuri. Tapi terpotong-potong. Sepertinya ada yang sengaja memotongnya dan kami tidak tahu motifnya apa kok sampai memotong kabel," tuturnya.

Kejadian pencurian alat-alat pantau Gunung Bromo tidak hanya sekali ini saja. Sebelumnya, petugas juga disibukkan dengan kejadian hilangnya solar panel, aki dan peralatan lainnya.

"Bukan hanya sekali ini saja. Sebelumnya sudah berulang kami mengalami kejadian kehilangan alat-alat untuk memantau Gunung Bromo," tuturnya.

Harga alat deformasi itu mencapai ratusan juta rupiah dan alatnya didatangkan dari negara Jepang. "Bukan masalah harga, tapi evaluasi kami menjadi terhambat," uajrnya.

Kini petugas tinggal memiliki satu alat deformasi Gunung Bromo. Pihaknya berharap, masyarakat atau pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab agar tidak melakukan pencurian alat-alat pantau Gunung Bromo.

"Hari ini kita akan mengganti kabel-kabel cadangan yang kita miliki. Dan smeua kejadian ini sudah kami laporkan ke Polres Probolinggo," jelasnya.

 

~ Pemerintah Kaji Insentif Pengembangan Listrik Energi Terbarukan

Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi, Luluk Sumiarso. (ANTARA)

Manokwari, Papua Barat (ANTARA News) - Direktur Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Luluk Sumiarso mengatakan, pihaknya tengah mengkaji peraturan pemerintah terkait pemberian insentif bagi pengembangan listrik yang menggunakan energi terbarukan. 

"Didalam UU Energi no 30/2007 sebenarnya telah diamanatkan, sehingga dasar hukumnya ada. Saat ini masih dalam kajian di Rencana Peraturan Pemerintah yang menjadi acuan teknis penerapan insentif tersebut," katanya di Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Sabtu seusai menghadiri peresmian pembangkit listrik energi surya.

Ia mengatakan, insentif bagi pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan sangat memungkinkan untuk diterapkan. Sebab pemerintah juga tengah mendorong penggunaan energi yang terbarukan untuk menggantikan energi fosil (minyak dan batubara).

"Ini sesuai dengan program dari Bapak Presiden yang bertekad menurunkan emisi karbon 26 persen. Apalagi saat ini, subsidi untuk pembangkit listrik berbahan bakar fosil inikan cukup besar. Sementara untuk Energi terbarukan masih belum," katanya.

Ia juga mengatakan pihaknya siap bermitra dengan berbagai pihak untuk mengembangkan pembangkit listrik energi terbarukan. "Kita siap untuk bermitra dengan pihak-pihak yang peduli ini," katanya.

Ia mengharapkan juga adanya kepedulian masyarakat terhadap pembangkit tenaga listrik yang menggunakan energi terbarukan.

Menurut dia, pembangkit listrik dengan energi terbarukan merupakan solusi bagi pemenuhan kebutuhan listrik di daerah tertinggal dan pedalaman. "Setiap daerah memiliki potensi energi terbarukan yang bisa digunakan untuk memenuhi pasokan listrik. Sudah saatnya mendapatkan keadilan dalam memperoleh listrik di daerah pedalaman dan tertinggal," katanya.

Sementara itu, ia juga mengapresiasi Greenpeace yang telah membuat pembangkit listrik tenaga surya dan turbin angin di Pulau Mansinam, Papua Barat. Menurut dia, hal itu merupakan langkah penting mendorong pengembangan pembangkit listrik dengan energi terbarukan.

Pembangkit listrik bertenaga surya dan turbin angin yang dibangun Greenpeace tersebut mampu menghasilkan sekitar 2400 watt listrik. Listrik dari energi surya dan turbin angin tersebut digunakan untuk menerangi keperluan fasilitas sosial prasasti salib di pulau itu dan gereja. (*)
 

~ Pemerintah Maksimalkan Energi Terbarukan Sebelum Nuklir


Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan khususnya panas bumi, air, dan bahan bakar nabati sebelum memutuskan menggunakan tenaga nuklir.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Luluk Sumiarso di Jakarta, Selasa mengatakan, pemanfaatan energi nuklir merupakan opsi terakhir.

"Namun, opsi terakhir itu bukan berarti nuklir tidak dipersiapkan. Tetap dipersiapkan, hanya saja, sekarang ini kami maksimalkan peran EBT yang lain seperti panas bumi, air, dan BBN yang potensinya cukup besar," katanya.

Menurut dia, pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) akan dilakukan dengan prinsip selaras, siap, dan selamat.

"Namun, pemanfaatan energi nuklir sebelumnya membutuhkan keputusan politik," katanya.

Kerusakan PLTN di Fukushima, Jepang akibat tsunami, lanjutnya, akan menjadi pembelajaran bagi Indonesia.

Luluk juga mengatakan, pemerintah sedang merevisi aturan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi yang sebelumnya ditargetkan 17 menjadi 25 persen pada tahun 2025.

"Revisi bauran energi itu dengan memasukkan nuklir dan tanpa nuklir," katanya.

Menurut dia, pemerintah juga akan melakukan upaya dan langkah percepatan pemanfaatan EBT.

Saat ini, pemerintah tengah melaksanakan pembangunan proyek pembangkit 10.000 MW tahap kedua yang sebagian besar bersumber energi panas bumi dan air.

Pemerintah, tambahnya, juga sudah melakukan terobosan dengan mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomer 2 Tahun 2011 tentang Penugasan kepada PT PLN (Persero) Melakukan Pembelian Tenaga Listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari PLTP.

Sesuai permen yang ditandatangani Menteri ESDM Darwin Saleh pada 16 Februari 2011 itu, maka pemerintah mewajibkan PLN membeli listrik PLTP dengan harga ditetapkan maksimal 9,7 sen dolar AS per kWh.

Menurut dia, sebagai tindak lanjut permen tersebut, pada 11 Maret lalu, PLN telah menandatangani satu kontrak pembelian listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PT Westindo Utama Karya sebagai pemenang lelang panas bumi yang dilakukan pemda.

Kontrak PPA yang merupakan pertama kalinya setelah keluarnya UU Nomer 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi tersebut untuk pengembangan PLTP Atadei, NTT berkapasitas 2x2,5 MW.

Dalam waktu dekat, akan ditandatangani lagi 11 PPA PLTP yakni Rajabasa, Liki Pinangawan, Cisolok-Cisukarame, Gunung Tampomas, Tangkuban Perahu, Ungaran, Jaboi, Jailolo, Rantau Dedap, Suoh Sekincau, dan Sorik Marapi-Roburan-Sampuraga dengan kapasitas 1.162 MW.

"Awal April ini akan ditandatangani lagi sejumlah PPA sebagai hasil lelang pemda," ujar Luluk.

Kementerian ESDM pada tahun ini juga akan menetapkan sembilan wilayah kerja pertambangan (WKP) yakni Bonjol, Gunung Endut, Danau Ranau, Ciremai, Mataloko, Simbolon-Samosir, Sembalun, Telemoyo, dan Wai Ratai dengan cadangan terduga 1.334 MW.

Pemerintah menargetkan kapasitas panas bumi meningkat menjadi 2.000 MW pada 2012 dibandingkan 1.182 MW pada saat ini dan menjadi 5.000 MW pada 2014. Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 29.000 MW.

BBN

Luluk juga mengatakan, setelah panas bumi, pihaknya juga akan mengkaji kembali pengembangan bahan bakar nabati (BBN) agar berkembang lebih cepat lagi.

"Kami akan lihat lagi bolong-bolongnya dan kami coba tambal, sehingga dapat mempercepat pengembangan BBN," katanya.

Menurut dia, pihaknya akan mempertegas kewajiban pentahapan pemanfaatan BBN sesuai Peraturan Menteri ESDM No 32 Tahun 2008.

"Kami belum berencana merevisinya," ujarnya.

Sesuai permen itu, mulai Januari 2015, pemanfaatan biodiesel pada sektor transportasi yang memakai bahan bakar bersubsidi diwajibkan mencapai minimal lima persen, transprotasi nonsubsidi tujuh persen, industri dan komersial 10 persen, dan pembangkit listrik 10 persen.

Sementara, sejak Januari 2010, pemanfaatan biodiesel pada sektor transportasi bersubsidi diwajibkan mencapai minimal 2,5 persen, transprotasi nonsubsidi tiga persen, industri dan komersial lima persen, dan pembangkit listrik satu persen. 
 
Halaman 241 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook