Alpen Steel | Renewable Energy

~ Warga Tuntut Ganti Rugi Ke PLN Unit Pelayanan Jaringan Wates

Puluhan TV Warga Rusak
PLN Keberatan Memberi Ganti Rugi Utuh

 

KULON PROGO, KOMPAS - Puluhan televisi dan peralatan elektronik milik warga Desa Jatirejo, Lendah, dan Desa Tirtorahayu, Galur, rusak karena tegangan listrik naik mendadak sebelum akhirnya padam pada Selasa sore. Atas kerugian ini, warga berencana menuntut ganti rugi ke PLN Unit Pelayanan Jaringan Wates.

Menurut warga, kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00. Kenaikan tegangan listrik ditandai dengan nyala lampu yang semakin terang dan mesin televisi, radio, kulkas, dan pompa air yang bersuara.

"Bunyinya seperti mau meledak dan berlangsung selama beberapa menit. Setelah itu, televisi mati dan keluar asap dari bagian belakang," ujar Nugroho (35), warga Dusun Bangeran, Jatirejo, Rabu (17/2).

Kejadian tersebut membuat warga resah. Namun, mereka tidak bisa mengecek kerusakan peralatan elektronik karena listrik padam dua jam. Baru setelah listrik menyala sekitar pukul 18.00, warga menyadari alat-alat elektronik mereka rusak. Beberapa lampu rumah yang mayoritas berupa bohlam kaca putus.

Slamet (40), warga Dusun Barahan, Desa Tirtorahayu, yang menjadi korban pemadaman listrik melapor ke ketua RT dan kepala dusun. Sejauh ini warga masih mendata jumlah peralatan elektronik yang rusak. Data sementara, sebanyak 25 rumah mengalami listrik padam dan sekitar 50 unit alat elektronik rusak.

"Kami meminta PLN bertanggung jawab atas kejadian ini. Kami akan mengirimkan surat tuntutan segera setelah proses pendataan selesai," kata Nugroho.

Selain menuntut ganti rugi, warga juga meminta PLN Wates memberitahukan pemadaman listrik. Kerap terjadi, listrik padam tanpa kejelasan sebab dan berlangsung lebih dari satu jam sehingga menghambat aktivitas warga. Gardu trafo meledak

Sementara itu, Supervisor Administrasi PLN UPJ Wates Suryanta mengatakan, pemadaman listrik di Jatirejo dan Tirtorahayu terjadi setelah gardu trafo yang mengalirkan listrik ke dua wilayah itu meledak. Batang pohon yang tersangkut di kabel listrik menjadi penyebab ledakan.

Menurut Suryanta, sebelum padam, ada warga yang memangkas pohon di pekarangan rumahnya. Namun, Suryanta tidak menyebut lokasi warga itu.

"Trafo yang meledak berada dekat Rumah Sakit Pura Raharja. Sebelum meledak, listrik memang bisa naik karena mungkin terjadi kelebihan beban di jaringan. Ini yang menyebabkan tegangan di rumah- rumah warga naik mendadak," katanya.

Karena kejadian ini bersifat nonteknis, PLN UPJ Wates keberatan bila harus memberi ganti rugi secara utuh.

Menurut Suryanta, pihaknya hanya akan membantu dana untuk memperbaiki alat-alat elektronik warga yang rusak seoptimal mungkin.

Sampai sekarang, PLN Wates belum menerima aduan apa pun dari warga. Suryanta berharap aduan atau tuntutan yang akan dikirimkan memuat data dan kronologi lengkap. (YOP)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook