~ Panel Surya Akan Didistribusikan Ke Daerah-Daerah Indonesia Bagian Timur, dan Juga Sumatra

Pemerintah Lirik Industri Panel Surya
 
 
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

MI/SulistionoJAKARTA, MEDIA INDONESIA— Pemerintah berencana untuk membangun industri panel surya sebagai pengganti sumber listrik konvensional. Ke depannya, industri ini diharapkan akan memproduksi sekitar 50 megawatt per tahun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Jumat (4/12) mengungkapkan, pengembangan industri ini termasuk dalam road map tahun 2010. Kebutuhan investasi sekitar Rp30 miliar-Rp50 miliar tersebut diperhitungkan dengan menggunakan tekhnologi yang belum mutahir.  Sementara itu, bila menggunakan teknologi yang canggih, akan memerlukan investasi tambahan, namun biaya perawatan akan lebih murah.

Dia mengatakan, proyek panel surya ini akan didistribusikan ke daerah-daerah yang belum terjangkau listrik. Contohnya adalah Indonesia bagian Timur, dan juga Sumatra.

Selama ini, lanjut dia, telah ada pabrik yang memproduksi panel surya, yaitu PT Lembaga ELektronika Nasional (LEN). Namun komponennya masih dari impor.

Untuk pengembangan industri panel surya sendiri, Hatta mengungkapkan, investasi untuk produk yang berasal dari dalam negeri bisa berasal dari luar mekanisme APBN. Yang patut dijajaki adalah BUMN, pasalnya potensi pasar untuk industri ini sangat luas.
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

"Kalau kita lihat, panel surya di jalan-jalan dan rumah itu kan sudah buatan LEN. Tapi elemen panel suryanya masih impor. Nah itu akan kita buat di dalam negeri karena market kita cukup luas," jelas dia.

Selama ini industri panel surya masih menggunakan bahan silikon. Sementara itu untuk teknologi yang lebih maju adalah dengan menggunakan mikro film tipis. Saat ini Hatta sedang mendiskusikan dengan Menristek, Menteri ESDM, dan Menteri BUMN untuk membahas pengembangan industri panel surya tersebut. Matriks pengembangan industri ini rencananya akan mulai pada tahun 2010. (RR/OL-03)

 Sumber : MEDIA INDONESIA

 

Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum