~ Matinya Roh dari Inpres Hemat Energi

JAKARTA, RABU — Hiruk-pikuk yang terpusat di transportasi darat dengan memanfaatkan jalan raya menegaskan mati surinya roh yang coba dibangkitkan oleh Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang penghematan energi.

Demikian ditegaskan Djoko Setijowarno, pakar transportasi dari Unika Soegijapranata, Rabu (24/9), kepada Kompas. Dia mengatakan, seharusnya kereta api dan kapal laut dimanfaatkan sebagai punggung transportasi yang hemat energi. "Sekitar 60 persen dari konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia dihabiskan untuk aktivitas transportasi yang jelas tidak efisien," kata Djoko.

Khusus masa Lebaran, Dephub memprediksi arus lalu lintas (tanpa sepeda motor) meningkat 4,61 persen dari tahun 2007. Sementara itu, arus sepeda motor diperkirakan meningkat 18,09 persen, yakni dari 2,12 juta (2007) menjadi 2,50 juta (2008).  

Padahal, dari konsumsi BBM sekitar 1,3 juta barrel per hari, Indonesia hanya mampu memproduksi 900.000 barrel per hari. Tahun 1980-an, Indonesia pernah memproduksi 1,6 juta barrel per hari dengan konsumsi 600.000 barrel per hari. Akhirnya kini Indonesia telah memutuskan keluar dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).    

 Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono


Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum