Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Pasokan Listrik Yang Terbatas

 
 Masalah Listrik Masih Menghambat Investasi Baru

Pasokan listrik ternyata masih menjadi ganjalan pertumbuhan ekonomi kita. Selain pasokannya yang terbatas, ada pula investor yang hengkang karena ingin harga listrik yang lebih murah. Itulah yang terjadi pada Japan Silicon Co Ltd, perusahaan afiliasi Kawashima Group, dari Jepang.

Japan Silicon tidak jadi membangun pabrik senilai US$ 1 miliar di Asahan, Sumatra Utara. Alasannya, mereka menilai harga listrik di sana terlalu mahal. Japan Silicon menawar harga listrik Rp 400 per kilo watt hour (KWh).

Sedangkan Otorita Asahan mematok harga dua kali lipat. "Harga listrik komersial di Medan saat ini berkisar Rp 800 per KWh," kata Ketua Otorita Asahan, Effendi Sirait (22/7). Otorita Asahan adalah wakil Pemerintah Indonesia di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sigura-gura.

Selain soal harga, menurut Effendi, Kawashima mundur lantaran Otorita Asahan tak bisa memastikan pasokan energi setahun penuh. “Sebab sebagian listrik dari PLTA juga dijual ke masyarakat dan kelangsungan pembangkit tergantung pada debit air Danau Toba” katanya.

Selain itu, awal Juli lalu ada 25 calon investor tak jadi membangun pabrik alas kaki karena tidak mendapat listrik. Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko bilang, seharusnya total investasi mereka mencapai US$ 700 juta. Jika terwujud, semua pabrik alas kaki itu akan bisa menyerap tenaga kerja 160.000 orang.

Kebutuhan listrik pabrik alas kaki memang besar, yaitu 53.000 kilo volt ampere (KVA) per pabrik setiap tahun. Aprisindo hingga kini masih berusaha memfasilitasi para investor dengan PLN.

Maret lalu, produsen lampu Taiwan juga tak jadi masuk Jawa Timur karena tak ada jaminan listrik 10 megawatt (MW) per tahun. Padahal, mereka telah membeli lahan 20 hektare di Pasuruan.

Berbagai masalah ini jelas menunjukkan betapa pentingnya ketersediaan listrik sebagai pendorong ekonomi

JAKARTA.
 

~ Industri Terganggu Akibat Listrik Padam

Pemadaman Listrik Ganggu Industri

Pemerintah berjanji segera mengatasi persoalan energi yang mengakibatkan pemadaman listrik masih terjadi. Pemadaman listrik yang tidak terjadwal sangat mengganggu kinerja industri dan memengaruhi produktivitas.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengungkapkan hal itu usai meninjau pengobatan gratis oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Depnakertrans di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Jakarta Timur, Selasa (3/11). Turut hadir Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan I Gusti Made Arka, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga, dan Ketua Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Haryono.

"Sebagai Menakertrans saya sedih terhadap kekurangan (daya) listrik belakangan ini karena akan berpengaruh pada keselamatan kerja, produktivitas, dan kinerja. Dalam rapat kabinet sudah disepakati masalah ini akan segera diatasi, (Departemen) ESDM yang akan mengelola hal ini," ujar Muhaimin.

Pemadaman listrik sangat meresahkan industri. Pengusaha onderdil kendaraan bermotor di PIK Pulogadung Ibnu Purwanto mengaku, produksi mereka terganggu. "Sampai saat ini kami sudah dua kali terkena pemadaman tanpa pemberitahuan. Kami rugi karena pekerja masuk tapi tidak berproduksi," ujarnya

JAKARTA, KOMPAS.

 

~ Energi Listrik Tenaga Terbarukan Ditingkatkan Tiga Kali

Anggaran Listrik Terbarukan Akan Ditingkatkan Tiga Kali

Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy akan meningkatkan anggaran pembangkit listrik tenaga terbarukan bagi desa-desa terpencil hingga tiga kali lipat. Diharapkan, dalam tempo lima tahun ke depan, seluruh desa di Indonesia sudah teraliri listrik.

Menurut Lukman ketika mengunjungi Dusun Clapar III, Desa Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, Jumat (27/3), jumlah anggaran pembangkit listrik tenaga terbarukan yang ada di APBN saat ini baru sekitar Rp 1 triliun per tahun. Jumlah itu akan diupayakan naik hingga Rp 3 triliun per tahun.

Dengan besar anggaran yang sekarang, masalah listrik di desa tertinggal baru terselesaikan 15 tahun lagi. "Karenanya, pemerintah harus bisa meningkatkan anggaran agar seluruh desa bisa terang dalam satu periode pemerintahan," katanya.

Peningkatan anggaran tersebut akan diusahakan pada APBN perubahan tahun ini. Namun, apabila tidak memungkinkan maka Lukman akan mengajukannya pada APBN 2010 mendatang.

Jenis-jenis energi terbarukan yang akan dimanfaatkan sebagai sumber tenaga pembangkit listrik antara lain sinar matahari, aliran air (mikrohidro), dan angin. Dalam hal ini pemerintah berkomitmen tidak membantu mesin diesel dengan alasan harga solar tidak stabil.

Di seluruh Indonesia, lanjut Lukman, terdapat sekitar 7.500 desa lagi yang belum teraliri listrik. Selama lima tahun terakhir, pemerintah telah berhasil menempatkan alat pembangkit tenaga listrik terbarukan di 2.500 desa.

"Semuanya murni dari pemerintah. Kami tidak bekerja sama dengan PT PLN karena dana yang diperlukan untuk mengadakan kabel dan tiang listrik jauh lebih besar. Apalagi mayoritas pola permukiman warga desa adalah tersebar," tutur Lukman.

Kulon Progo termasuk salah satu wilayah kabupaten yang menjadi sasaran penempatan alat pembangkit listrik tenaga terbarukan. Sekitar 105 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sudah dibagi-bagikan kepada warga miskin Kulon Progo pada tahun 2008 lalu. Sepertiga dari jumlah itu ditujukan bagi warga miskin di Desa Hargowilis.

Menurut tokoh masyarakat Dusun Clapar Sudardjo, pada tahun 2008 ia mengajukan pengadaan PLTS sebanyak 211 buah, tetapi baru terpenuhi 36 buah. Kendati begitu, jumlah PLTS yang masih terbatas itu sudah cukup bermanfaat bagi warga.

Menurut Suyud (41), tenaga listrik yang dihasilkan PLTS sebesar 30 watt cukup untuk penerangan malam hari. Dengan begitu, Suyud yang berprofesi sebagai pembuat kerajinan bambu bisa bekerja hingga malam hari guna memenuhi pesanan pembuatan kursi dan perkakas rumah tangga.

Hanya saja, program PLTS tersebut tidak dibarengi dengan pelatihan perawatan alat bagi warga. Di Dusun Clapar, sudah ada tiga alat PLTS yang rusak, dan hanya didiamkan saja karena warga tidak bisa memperbaikinya.

Menghadapi masalah ini, Lukman justru yakin jika seluruh desa di Indonesia telah memiliki alat pembangkit listrik tenaga alternatif, maka industri kecil pembuat suku cadang dan perawatan alat akan tumbuh dengan sendirinya. Kami sudah melihat fenomena tersebut di India dan yakin bahwa masyarakat desa Indonesia bisa seperti itu, katanya.

WATES, KOMPAS
 

~ Selama Tujuh Jam Listrik Padam

Tujuh Jam Listrik Mati di Palu

Listrik pasokan PLN di sebagian besar jaringan "Sistem Kelistrikan Palu", Sulawesi Tengah, padam sekitar tujuh jam yaitu sejak Rabu petang hingga Kamis dini hari. Akibatnya, aktivitas keseharian masyarakat setempat  menjadi terganggu.
    
Bahkan akibat pemadaman sangat panjang ini,  banyak warga Kota Palu mengeluh,  antara lain karena mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, baik dengan cara menggunakan pompa penyedot air tanah  maupun melalui jalur distribusi PDAM.
    
"Dari jam tujuh malam tadi air di rumah kami sudah habis, karena dari awalnya kami tidak mengetahui kalau ada jadwal pemadaman bergilir. Padahal ketika itu orang seisi rumah sangat membutuhkan air untuk membersihkan diri hendak ke masjid guna salat tarawih," keluh Adi, warga Kelurahan Talise di Palu Timur,  Rabu (9/9) malam.
    
Ia menambahkan, kesulitan serupa dialami oleh banyak tetanggannya, namun umumnya mereka tidak terlalu memusingkan dengan pemadaman listrik berkepanjangan tersebut karena sudah menjadi pengalaman panjang selama beberapa tahun terakhir, kecuali saat mau tidur mengeluh kegerahan akibat tak bisa menghidupkan kipas angin.
    
Sementara itu,  pada pusat-pusat perbelanjaan di Kawasan Hasanuddin, Kawasan Monginsidi, dan Kawasan Gajah Mada,  pada Rabu malam terlihat hampir semua toko yang buka terpaksa menghidupkan mesin genset untuk menerangi tempat jualannya yang mulai dipadati pengunjung untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri 1430 Hijriah yang tidak lama lagi.
    
Karena umumnya kemampuan genset mereka sangat terbatas, sebagian besar mesin pendingin (AC) di ruangan panjangan barang jualan tidak dihidupkan, sehingga pengunjung pun ikut kegerahan. "Mau bagaimana lagi. Sudah begini keadaan Kota Palu yang tidak pernah luput dari pemadaman listrik," keluh Asun, anggota keluarga dari pemilik sebuah toko pakaian di kawasan Pusat Perbelanjaan Hasanuddin.
    
Akibat pemadaman aliran listrik mulai Rabu sekitar pukul 17:30 hingga Kamis sekitar pukul 00:20 waktu setempat, banyak pengelola warung internet di Palu mengaku kehilangan penghasilan cukup besar sebab tak bisa melayani pengunjung di waktu-waktu ramai tersebut.
    
"Sudah saatnya PLN Cabang Palu, PLTU Palu, dan pemerintah daerah setempat duduk satu meja menyelesaikan permasalahan kelistrikan ini, karena sudah sangat mengganggu masyarakat luas," pinta Dedy, wartawan sebuah koran lokal setempat.
    
Sebelumnya, Humas PLN Cabang Palu, Petrus Walasary, mengatakan pemadaman listrik pada Sistem Palu yang melayani lebih 170.000 pelanggan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Parigi-Moutong,  masih akan berlanjut hingga batas waktu belum ditentukan.
    
"Program pemadaman listrik ini masih akan berlangsung, karena PLN Cabang Palu mengalami defisit daya cukup besar akibat dua unit mesin PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Silae di Palu Barat yang mengalami kerusakan, masih belum berhasil diperbaiki teknisi PLN," katanya.
    
Dua dari sejumlah unit mesin PLTD yang rusak dimaksud, adalah unit VIII dan X.
    
PLTD Silae sendiri memiliki daya listrik terpasang sampai sekitar 36 megawatt (Mw), namun karena sebagian besar mesin yang ada sudah termakan usia, sehingga daya mampunya menyusut drastis tinggal berkisar 20-22 Mw.
    
Sementara itu, harapan PLN setempat terhadap PLTU Palu yang memiliki daya listrik  terpasang 2x15 Mw sebagai andalan pemasok kebutuhan listrik pada Sistem Palu tidak bisa terpenuhi secara maksimal, sebab PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang dikelola pihak swasta ini setiap hari hanya bisa melepas daya berkisar 21,5 Mw.

PALU, KOMPAS.
 

~ Teknik Konversi Energi Yang Strategis

Teknik Konversi Energi

teknik energi

Energi merupakan salah satu isu yang sangat penting dan strategis bagi pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa serta mendorong kegiatan ekonomi. Oleh karena itu pengelolaan energi yang andal, aman, dengan harga yang bersaing dan berwawasan lingkungan menjadi sangat penting dan menjadi skala prioritas utama dalam program pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 1985 dilakukan inisiasi pendidikan Teknik Energi oleh Swisscontact dengan bimbingan Prof. Dr. H. Brechna. Maka pada tanggal 24 Juli 1987 mulai dibuka Program Studi Teknik Konversi Energi yang bernaung di bawah Jurusan Mesin, Politeknik ITB.
Program Studi ini, selanjutnya pada tanggal 29 September 2004 resmi berstatus menjadi Jurusan Teknik Konversi Energi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 162 D/O/2004 tentang Peningkatan Status Program Studi Menjadi Jurusan pada Politeknik Negeri Bandung.
Jurusan Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung menyelenggarakan pendidikan Program Studi Diploma III yang menghasilkan Ahli Madya dan juga menyelenggarakan Program Studi Diploma IV sebagai Sarjana Sain Terapan pada Bidang Energi. Ahli Madya dan Sarjana Sain Terapan ini diharapkan dapat terjun ke dunia industri terutama pembangkit tenaga listrik, penambangan migas & batubara, manufaktur, konsultansi teknis, konstruksi atau industri proses. Lulusan program vokasi ini juga diarahkan untuk mampu berperan serta mengatasi problem teknologi energi di lingkup lokal, nasional maupun Global.
Sampai saat ini, Program Studi Diploma III Teknik Konversi Energi telah menghasilkan lebih dari 1000 lulusan yang bekerja di berbagai sektor industri nasional maupun multinasional. Jumlah lulusan yang bekerja di pembangkitan sebesar 9%, penambangan 5%, manufaktur 14%, konstruksi 17%, dan proses 55% (Survey JPAC, 2006). Sedangkan Program Studi Diploma IV mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2009/2010.
Akreditasi nasional Program Studi Teknik Konversi Energi telah diselanggarakan dua kali, tahun 2002 dan 2008 dengan nilai B (baik).

Posted by acchunk2000 in teknik energi.
Tags: , ,
trackback
 
Halaman 677 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook