Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Penyediaan Energi Listrik di Indonesia

Peran Photovoltaic Dalam Penyediaan Energi Listrik di Indonesia

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyelanggarakan Workshop “Peran Photovoltaic (PV) dalam Penyediaan Energi Listrik di Indonesia”, Selasa (15/7) di Jakarta. Workshop bertujuan merumuskan strategi yang lebih tepat dalam meningkatkan peran solar cell atau PV dalam penyediaan listrik tidak hanya di perdesaan dan perkotaan.

Teknologi solar cell atau PV telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 70-an terutama sejak terjadinya oil shock yang pertama. Solar cell atau PV ini dikembangkan khususnya di daerah perdesaan atau daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh jaringan PT PLN (Persero) dengan tujuan utama untuk memenuhi kebutuhan dasar listrik masyarakat perdesaan.

Sedang pemanfaatan teknologi solar cell atau PV untuk perkotaan telah diperkenalkan melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Untuk Daerah Perkotaan. Program ini telah diluncurkan pada tanggal 28 Agustus tahun 2003 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup serta Menteri Riset dan Teknologi/Ketua BPPT.

Masalah utama yang dihadapi dalam peningkatan pemanfaatan solar cell atau PV adalah harga modul surya yang masih mahal. Ini mengakibatkan harga energi yang dihasilkan oleh solar cell atau PV juga relatif lebih mahal sehingga tidak mampu bersaing dengan energi konvensional seperti yang dihasilkan oleh BBM yang di Indonesia harga jualnya masih di subsidi.

Harga minyak mentah yang terus menguat menjadi peluang bagi pengembangan solar cell atau PV. Sumber energi yang mengolah sinar matahari ini diharapkan menjadi sumber energi baru dan terbarukan di Indonesia. Pemanfaatan solar cell atau PV di perkotaan dengan sistem interkoneksi juga diharapkan akan meningkat.

Solar PV 10 kWp Sistem Interkoneksi merupakan proyek kerjasama antara Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM dengan Kaneka Co, Mitsui Co, Ltd dan PT. Amonra Daya Semesta. Output listrik rata-rata per tahun sebesar 11.906 kWh atau output rata-rata harian sebesar 32,62 kWh/hari.

DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
Workshop “Peran Photovoltaic Dalam Penyediaan Energi Listrik di Indonesia”

 

~ Inventarisasi Tentang Pengamanan Pasokan Energi Listrik

WAPRES INVENTARISASI MASALAH PASOKAN ENERGI LISTRIK

Wakil Presiden Boediono melakukan inventarisasi masalah dalam hal pengamanan pasokan energi listrik. Wakil Presiden Boediono melakukan inventarisasi masalah dalam hal pengamanan pasokan energi listrik.

"Wapres baru saja melakukan inventarisasi masalah serta cara-cara penyelesaiannya. Dan minggu depan akan dirapatkan lagi," kata Staff Khusus Bidang Media Kantor Wapres Yopie Hidayat usai rapat terbatas di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.

Menurut Yopie, dalam rapat tadi Wapres menerima laporan berbagai permasalahan seperti soal perkembangan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW.

Ketika ditanyakan apa saja persoalan yang dihadapi, Yopie tidak bersedia menjelaskan karena persoalan tersebut kemungkinan akan terus berubah.

"Tadi para pejabat terkait diminta cari solusi dan akan ada rapat berikutnya," kata Yopie.

Menurut Yopie dalam rapat juga meminta para pejabat merumuskan cara-cara penyelesaiannya.

Rapat diikuti oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri ESDM Darwin, Meneg BUMN Mustafa Abubakar, Ketua Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan, Pengendalian dan Pembangunan (UKP3) Kuntoro Mangkoesubroto, serta Dirut PT PLN Fachmi Mochtar.

Beberapa pekan ini beberapa wilayah di Indonesia seperti di Riau, maupun wilayah Indonesia Timur mengalami kekurangan pasokan listrik.

Jakarta, (Antara/FINROLL News)
 

~ Nuklir Sebagai Solusi Dari Masalah Listrik

 PLTN : Solusi Dari Masalah Listrik di Indonesia

Tahun lalu di TV sempat diberitakan tentang pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) Muria. Rencana proyek ini menimbulkan banyak pro & kontra dari masyarakat. Namun apakah penolakan dari masyarakat itu semata-mata karena mereka benar-benar tidak suka ? Saya rasa TIDAK ! PAsti ada pihak lain yang menghasut mereka agar mereka tidak menyetujui proyek PLTN.

Udah ah, kita gak perlu mikirin masalah itu saat ini. Mendingan sekarang kita bahas aja seluk-beluk, sisi positif dan negatif, serta manfaat PLTN bagi kemajuan bangsa Indonesia. Saya awali dahulu dengan sebuah berita yang dimuat di metro hari ini tanggal 22 Februari 2008. BAru saya akan membahas. ENJOY THIS SPECIAL NEWS !

Karena cuaca buruk, pengiriman batu bara ke sejumlah PLTU terhambat. Akibatnya, pemadaman bergilir terpaksa dilakukan. Hal ini agar stok batu bara yang tersisa mencukupi.

Pemadaman ini jelas bukan solusi yang baik. Pemadaman di Sumatera Utara dan Aceh mengakibatkan kegiatan ekonomi menjadi terhambat. Apalagi sektor industri dan pertokoan, yang membutuhkan banyak tenaga listrik. Pemadaman ini ternyata berlaku juga bagi traffic light, Akibatnya, sejumlah warga harus berswadaya turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas.

It's time to review.

Semakin lama di Indonesia semakin banyak berdiri industri, perumahan, dan perkantoran. Semua itu membutuhkan daya listrik dalam jumlah besar. Apalagi saat ini kita dihadapkan pada kenyataan akan pemanasan global. Solusi terbaik untuk ini adalah PLTN !

Yes, nuklir adalah tenaga yang bebas polusi, bersih, dan ramah lingkungan. Selain itu dengan PLTN kebutuhan listrik akan terpenuhi sehingga tidak akan ada pemadaman bergilir lagi di Indonesia. Juga, pemerintah tidak usah mengeluarkan minyak bumi atau batu bara 1 gram pun untuk ini. Jadi, APBN untuk subsidi BBM bisa dikurangi. Dengan begini, Indonesia akan terbebas dari lilitan utang luar negeri dan Indonesia akan menjadi negara maju IN NO TIME !

Melihat berbagai keuntungan di atas, wajar saja bila ada pihak yang ingin menghentikan proyek ini. 'KAn ada pihak yang tidak suka Indonesia terbebas dari utang luar negeri dan menjadi negara maju. Karena itulah saya mengatakan tidak semua orang dengan jujur menolak pembangunan PLTN karena dihasut oleh pihak-pihak semacam ini.

NAmun pembangunan PLTN harus dilaksanakan dengan amat hati-hati. Hal ini karena nuklir ternyata adalah sumber enrgi yang amat berbahaya. Mungkin aada trauma melihat kejadian di Chernobyl. Ketika itu, reaktor 4 meledak. Suhu ledakan reaktor nuklir bisa mencapai 1000 kali suhu matahari (15.000.000 x 1000= 15.000.000.000 celcius atau 15 milyar derajat celcius). Daerah sekitar reaktor 4 kini dipasang pagar kawat besi karena mengandung radiasi radioaktif yang sangat merusak. Selain itu, sampah nuklir tetap radioaktif selama ribuan tahun.

Wajar saja ada pihak yang khawatir, sebab pembangunan di Indonesia masih dilaksanakan dengan ceroboh dan ada praktik KKN. KAlau Rusia yang melakukannya dengan hati-hati saja bisa bocor, apalagi dengan Indonesia yang sembrono. Biaya pembuatan PLTN juga sangat mahal. Pembangunan satu reaktor saja memerlukan dana Rp 27 miliar, padahal pemerintah berencana membangun 5 reaktor. Nah Lo !

Tetapi kita patut mencoba, apalagi ini 'kan hal positif yang bisa menyelamatkan bangsa Indonesia. PLTN merupakan cara terbaik dan satu-satunya untuk mengatasi masalah listrik di Indonesia. KArena itu, patut dicoba bukan ?

 

 

~ Pemadaman listrik Bergilir Di Indonesia

Byarpet Listrik Nusantara

Pemadaman listrik bergilir yang sering terjadi di Indonesia belakangan ini sangat meresahkan masyarakat. Apalagi yang terjadi secara tiba-tiba. Kehidupan modern saat ini sangat tidak memungkinkan tanpa adanya energi listrik. Manusia membutuhkannya hampir disemua lini kehidupan. Baik dirumah tangga, pertokoan, perkantoran, pabrik, rumah sakit, sekolah, dijalanan, ataupun ditempat-tempat umum lainnya.

Kebutuhan listrik di Indonesia saat ini sebagian besar disupply dari sumber energi fosil. Dalam beberapa waktu terakhir ini, harga minyak, gas dan batu bara mengalami kenaikan yang sangat berarti. Cadangan sumber energi pun semakin menipis dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari IEA (International Energy Agency), cadangan untuk minyak bumi akan bertahan sampai sekitar 41 tahun, gas bumi sekitar 67 tahun, dan batu bara sekitar 192 tahun ke depan.

Kalau data tersebut dipecah lagi berdasarkan kontribusi per negara, Indonesia khususnya, termasuk dalam peringkat 13 dunia untuk cadangan gas bumi, peringkat 15 dunia untuk cadangan batu bara, dan peringkat 27 dunia untuk minyak bumi dengan nilai kontribusi sebesar 0,29 persen cadangan dunia.

Dari segi konsumsi listrik, rata rata watt/kapita untuk Indonesia adalah 55,3 watts. Jauh jika dibandingkan dengan Amerika1460 watt/kapita dan Jerman 753 watt/kapita. Itupun dengan kenyataan bahwa masih ada 1/3 rakyat Indonesia yang belum mendapat akses listrik (data Susenas).

Melihat data diatas sepertinya sangat ironi dengan kondisi energi di tanah air. Cadangan sumber energi kita cukup tapi masih banyak daerah yang belum terjangkau listrik. Dengan kapasitas terpasang seperti sekarang saja (belum 100 persen) kita sudah kritis duluan.

Permasalahan listrik kita karena kurangnya perhatian yang serius dari pemerintah akan masa depan dan kesejahteran generasi negeri ini kedepan! Kedengarannya sepele tapi dampaknya seperti saat ini (krisis energi). Bagaimana tidak, permasalahan sebenarnya sederhana, karena tidak seimbangnya permintaan dan penawaran. Kenaikan permintaan tidak dibarengi dengan pasokan listrik yang memadai. Peradaban makin modern dan perubahan gaya hidup cenderung meningkatkan permintaan. Semakin tinggi pendapatan masyarakat, tingkat konsumsi non makanan seperti hiburan (elektronik, TV, gaming, internet, dll) juga meningkat. Data proyeksi konsumsi listrik kita ada tapi tindakan preventifnya yang nihil. Kebiasaan negara kitakan, nanti kalau sudah terjadi baru grasa grusu cari solusi.

Kembali ke masalah supply tadi, teori ekonomi klasik mengatakan apabila supply terbatas maka harga akan terpengaruh naik. Tapi tidak di Indonesia karena ada skim subsidi dan harga (Biaya produksi Rp. 1300 per kwh, harga jual Rp 630 per kwh), akibatnya penawaran terbatas, pemain baru/investor enggan masuk karena tidak profitable disebabkan harga jual ditentukan pemerintah sedangkan biaya input mengikuti pasar. Belum lagi dengan raw materialnya (batu bara) lebih menguntungkan bagi produsen apabila dijual keluar daripada ke lokal (Rp. 400 ribu dibanding Rp. 270 ribu per ton).

Jerman saja yang masih menganut paham sosial meliberalkan sistem energinya. Tak kurang ada sekitar 876 perusahaan produsen listrik di Jerman. Akibatnya persaingan tajam, harga bersaing, costnya transparan, konsumen pun diuntungkan. Rata rata harga per kwh EUR 0,22 cent atau sekitar Rp. 3080 per kwh. Selain tarif per pemakaian mereka juga menjual dengan sistem paket. Ada paket flatrate 2000kwh/thn sampai 10.000kwh/thn, paket 3 bulan/1 tahun/2 tahun, sehingga harga per kwh-nya akan lebih murah. Iklan mereka pun tidak kalah kreatif dengan iklan operator selular.

Kalau sistem energi kita dibuka, masyarakat akan punya pilihan. Mau pilih harga subsidi tapi sering byarpet alias mati lampu atau harga normal tapi tentunya dengan pelayanan yang lebih baik. Kebijakan ini nantinya juga akan meningkatkan kebiasaan berhemat di masyarakat. Mereka akan berpikir dua kali untuk membiarkan listrik menyala tanpa diperlukan. Ibarat pulsa hp, akan disayang sayang dan hanya digunakan jika benar benar perlu.

Kemudian dari sudut pemerintah mengapa subsidi dipertahankan lebih karena alasan politis, meredam gejolak akar bawah dan mengamankan kekuasaan. Program jangka pendek untuk memenuhi hayat hidup segelintir orang bukan jangka panjang untuk hayat hidup orang banyak. Bukankah orang tua yang bijak akan tetap mengobati anaknya yang sakit meski terkadang obatnya pahit.

Dampak harga tentu akan mempengaruhi sektor ekonomi lain. Setiap upaya liberalisasi harga listrik untuk masyarakat golongan bawah sebanyak 10 persen, menyebabkan income riil golongan rumah tangga turun sampai sekitar 5,26 persen (Makmun-Abdurahman, 2003). Dan tentunya menyebabkan permintaan terhadap sektor industri akan berkurang. Hal ini bisa diikuti dengan upaya meningkatkan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan, dan merangsang sektor industri untuk menciptakan produk yang bernilai tambah dan utiliti tinggi.

Untuk input faktor (batu bara) sebaiknya diberlakukan sistem quota untuk memenuhi kebutuhan nasional terlebih dahulu baru kemudian diekspor. Ingat kasus palm oil, kenapa harga minyak goreng waktu itu tinggi padahal kita produsen utama. Karena pemerintah tidak menetapkan sistem quota terhadap produsen. Tetapi begitu harga minyak turun, produsen minta-minta untuk dilindungi.

Sementara untuk masyarakat diberikan penyuluhan atau edukasi tentang hemat energi secara personal dan disiarkan (live on tv), bukan sekedar anjuran berupa iklan layanan masyarakat. Baik itu dari sistem energi, penghitungan pemakain listrik, tips berhemat, sampai ke pemilihan perangkat elektronik. Kalau kebiasaan ini terbentuk dimasyarakat, otomatis para produsen elektronik pun berinovasi dan kreatif menciptakan produk hemat energi. Semoga byarpet listrik nusantara segera dapat teratasi

Sudah menjadi kebiasaan di negara kita, kalo bisa penerus saya yang akan bertanggung jawab nantinya…mengapa saya harus memikirkan sekarang?…Titipan anak cucu kita? …haa…kita?…anak cucu loe kalee…anak cucu saya mah sudah pasti bisa pindah negara nantinya…soalnya kan saya sudah numpuk harta mulai dari sekarang.

Dari kalimat saya di atas pastilah kita semua sudah tahu maksudnya…egoisme…berpikir yang pendek…en so on..en so on…memang menjadi perilaku kebanyakan pemimpin kita. Jadi kita sering tidak memikirkan jangka panjang alias jangka di mana anak cucu kita akan hidup.

Kita kekurangan pasokan listrik…oke kita bangun pembangkit tenaga listrik tapi anehnya kita tidak memikirkan kelangsungan bahan bakar, batu bara misalnya, masih diperbolehkan ekspor terlebih dahulu daripada cadangan dalam negeri dipenuhi dahulu.

Pusing sih mikirin kelangsungan energi kita. Pindah ke alternatif misalnya tenaga surya atau angin, begitu melihat investasinya mahal, langsung mundur. Hal ini karena memang belum ada penghargaan dari pemerintah mengenai sistem subsidi bagi orang yang menggunakan tenaga alternatif, tidak seperti negara-negara maju lainnya.

Kalo masalah biaya jual lebih rendah dari harga beli, oke…sekalian saja dibuka bebas & harga pasti akan bersaing? bener ga ya?…apakah nantinya malah akan mejadi sebuah kartel listrik? harga tidak bakal bisa turun?…kartel listrik? laporin saja…

laporin? apakah nanti akan diproses hukum? apakah kita sebagai konsumen akan menang?…

Wah tambah pusing jadinya…

memang sih akhirnya…dimana negara itu penegakan hukum tidak jelas, maka praktek korupsi, kolusi, kartel, monopoli, macam-macamlah akan susah untuk diberantas dan akibatnya semua langkah yang diambil akan bersifat sementara yang akhirnya berakibat masa depan jadi tidak jelas?

Ha tidak jelas? loe kalee, anak cucu saya mah pasti jelas…karena saya numpuk harta dari sekarang. Mau Indonesia gelap total karena pembangkit listrik ga ada gas lagi, ga ada minyak tanah lagi, ga ada batubara lagi…terserah.

Puyeng.

kompas

 

~ Sebagian Kalbar Gelap Kembali

Masalah Kelistrikan di Kalbar

Gelap! PLN Alasan BBM

Sebagian Kalbar gelap lagi. Bergiliran. Bagi-bagi kegelapan di tengah 62 tahun usia RI merdeka.
Mutia Andita, mahasiswa Fakultas Kedokteran yang baru kembali liburan semester dari Sintang mengatakan, “Pemadaman listrik hampir setiap hari, bahkan dari pagi hingga dini hari di Sintang,” katanya. Bahkan hingga malam terakhir berada di Sintang, pemadaman listrik masih dilakukan.

PLN sebelumnya melakukan pemadaman bergilir di sejumlah daerah termasuk untuk konsumen di Kota Pontianak dan sekitarnya hingga ke Kapuas Hulu karena keterbatasan daya listrik dari mesin pembangkit.
PT (Persero) PLN Wilayah Kalbar sengaja melakukan pemadaman itu. Katanya bertahap. Tujuannya menekan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) karena stok menipis.

Akibat stok menipis maka dua pusat pembangkit listrik di Pontianak nafasnya kembang kempis. Pemadaman dilakukan karena stok BBM yang ada hanya cukup untuk satu hari operasional, terhitung Sabtu (1/9).
“Karena hal itu, sekarang PLN sudah mulai melakukan pemadaman,” terang Humas PT (Persero) PLN wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), Kateni di Pontianak, Minggu (2/9).

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab keterlambatan pengisian stok BBM tersebut, karena PLN secara nasional tetap mengajukan ‘order’ ke Pertamina. Alasan yang klasik.
Ia berharap Pertamina segera memasok BBM untuk pusat Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Siantan (Pontianak) dan PLTD Sungai Raya (Kabupaten Pontianak) guna mencegah terjadinya pemadaman lebih luas.
Selain di Kota Pontianak dan sekitarnya, menipisnya stok BBM juga terjadi di PLN Ranting Kapuas Hulu dan Sintang. Bahkan, menurut Kateni, sejak pekan lalu di Kapuas Hulu dilakukan pemadaman menyeluruh karena ketiadaan pasokan BBM untuk mesin pembangkit di kabupaten paling timur Kalbar itu.

“Setelah Kapuas Hulu menyusul Sintang yang belum mendapat pasokan BBM dari Pertamina,” katanya.
Untuk mengatasi hal itu, PLN telah melaksanakan tender pengadaan 23.000 kilo watt (KW) yang tersebar di Kabupaten Sanggau, Kapuas Hulu, Sintang, Singkawang, Ketapang dan Landak. Sedangkan di Kota Pontianak penambahan 2 x 7,5 Mega Watt (MW), sewa 20 MW di PLTD Siantan dan sewa 20 MW PLTD Apung di Sungai Raya.
PLN menargetkan akhir 2007 atau awal 2008 mesin-mesin tambahan itu telah dioperasikan, sehingga dapat mengurangi pemadaman dan meningkatkan pelayanan ke konsumen. Antara □


Pertamina Tolak Alasan PLN

Johan Wahyudi
Borneo Tribune, Pontianak

Pihak Pertamina komplain dengan PT PLN Persero Kalbar. Alasan pemadaman dikatakan stok BBM menimpis akibat Pertamina terlambat melakukan pemasokan BBM terhadap PLN sehingga stock operasional hanya cukup untuk satu hari operasional.


“Stok solar ada, kapal datang hari Sabtu (1/8), namun sempat terlambat masuk selama 6 jam dan baru masuk sekitar pukul 4-8 pagi disebabkan air pasang surut sedangkan stok solar sebanyak 4.471 kilo liter. Selama solar penuh juga sering ada pemadaman listrik dengan alasan daya kurang. Tetapi jangan jadi alasan keterlambatan kapal enam jam menjadi alasan untuk melakukan pemadaman, ” kata Pengawas Pemasaran dan Umum PT (Persero) Unit Pemasaran IV Kalimantan Cabang Pemasaran Pontianak, Riawan Putra, ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/9) kemarin.


Kata Riawan, PLN perlu memiliki stok cadangan BBM untuk mengatasi kekurangan BBM operasional. Pertamina menurutnya pernah dipanggil Gubernur tentang menipisnya stok BBM PLN dan Pertamina tetap melayani keperluan PLN selama membeli dan membayar langsung.
“PLN selalu mejadi prioritas utama, satu hari PLN menggunakan solar 800 ton untuk wilayah se- Kalbar maka tidak mungkin PLN tidak ada stok cadangan untuk mengatasi masalah menipisnya BBM,” ujarnya.
“Sintang juga menunggu pemasokan dari Depo Pontianak. Jika di Pontianak terlambat otomatis Sintang juga terlambat tetapi sekarang kapal sudah berangkat ke Sintang membawa 400 ton BBM, tanggal 5 September ini tiba di sana,” tambahnya. □


"Black Out"

Borneo Tribune, Pontianak
Kondisi kelistrikan di Kota Pontianak dan sekitarnya terancam "black out" atau padam total menyusul tersendatnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk dua pusat pembangkit listrik milik PT PLN Wilayah Kalimantan Barat di Siantan (Kota Pontianak) dan Sungai Raya (Kabupaten Kubu Raya).
Pertamina menolak jika dikatakan instansi mereka yang menjadi cikal-bakal penyebab listrik byar pet sehingga terancam black-out (padam total, red). “Stok solar ada, kapal datang hari Sabtu (1/9), namun sempat terlambat masuk selama 6 jam dan baru masuk sekitar pukul 4-8 pagi disebabkan air pasang surut sedangkan stok solar sebanyak 4.471 kilo liter. Selama solar penuh juga sering ada pemadaman listrik dengan alasan daya kurang. Tetapi jangan jadi alasan keterlambatan kapal enam jam menjadi alasan untuk melakukan pemadaman, ” kata Pengawas Pemasaran dan Umum PT (Persero) Unit Pemasaran IV Kalimantan Cabang Pemasaran Pontianak, Riawan Putra, ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/9) kemarin.
Kata Riawan, PLN perlu memiliki stok cadangan BBM untuk mengatasi kekurangan BBM operasional. Pertamina menurutnya pernah dipanggil Gubernur tentang menipisnya stok BBM PLN dan Pertamina tetap melayani keperluan PLN selama membeli dan membayar langsung.

“PLN selalu mejadi prioritas utama, satu hari PLN menggunakan solar 800 ton untuk wilayah se- Kalbar maka tidak mungkin PLN tidak ada stok cadangan untuk mengatasi masalah menipisnya BBM,” ujarnya.
Sebelumnya Humas PT PLN Wilayah Kalbar, Kateni di Pontianak, Selasa mengatakan, stok BBM saat ini hanya untuk satu hari operasional. "Dua hari lalu pasokan dari Pertamina sudah tiba, tetapi jumlahnya hanya cukup untuk stok satu hari operasional," kata Kateni. Idealnya, lanjut dia, stok BBM untuk memenuhi kebutuhan di dua pembangkit utama tersebut harus mencukupi selama enam hari operasional. "Saat ini, PLN terpaksa menerapkan penjatahan agar memperlambat kemungkinan terjadinya pemadaman menyeluruh itu," katanya.
Di tempat terpisah Kepala Cabang PT PLN Pontianak, Indradi Setiawan mengatakan, pasokan BBM untuk PLN mulai dirasakan terlambat sejak Sabtu (25/8).

"Sekarang PLN tidak bisa lagi mengikuti jadwal pemadaman bergilir seperti yang telah diumumkan ke publik," kata Indradi. Ia menambahkan, PLN menjadi kesulitan untuk "mengendalikan" pasokan energi listrik supaya tidak terjadi "black out".
Sebaliknya, Wira Penjualan Rayon VI Pertamina Wilayah Kalbar, Tri Okto mengakui adanya keterlambatan pengiriman BBM terutama jenis solar ke Kalbar. "Tetapi dalam dua hari ini Pertamina sudah melakukan suplai, termasuk ke PLN. Jumlahnya 800 kilo liter," kata Tri Okto. Ia menjamin sejak Senin (3/9) dan hari ini pasokan telah kembali normal. PLN, lanjut Tri Okto, melakukan pembelian solar dengan cara bulanan sedangkan pengiriman dari Pertamina secara harian.
Aries Munandar (31), warga Jalan Tebu, Kecamatan Pontianak Barat, mengaku cukup resah karena meningkatnya waktu pemadaman bergilir yang dilakukan PLN dalam sepekan terakhir. "Dalam tiga hari terakhir, pemadaman terjadi setiap hari. Biasanya, ada jeda waktu dua hari sebelum pemadaman berikutnya," katanya. Bahrun (52), pemilik sebuah industri kecil meubel di Kelurahan Sungai Jawi Pontianak Kota mengatakan pemadaman tersebut mengganggu target pengiriman barang ke konsumen. "Terpaksa pengiriman barang ke konsumen ditunda tiga hari dari waktu yang telah dijanjikan karena pemadaman yang semakin sering terjadi," katanya.

Kota Pontianak merupakan pengguna terbesar energi listrik PLN Wilayah Kalbar. Kapasitas mesin terpasang 130 MW dengan daya mampu 110 MW, beban puncak mencapai 115 MW sehingga PLN melakukan pemadaman bergilir sejak Juli 2006. Setiap pemukiman, kawasan industri, perdagangan yang disuplai beberapa feeder atau penyulang mendapat giliran pemadaman dengan rentang waktu tiga hari. Lama pemadaman bergilir, untuk siang hari mulai pukul 06.00-16.00 WIB, malam hari 18.00-22.00 WIB. Untuk sistem kelistrikan Kota Pontianak, PLN mengurangi suplai energi antara 10-20 MW setiap hari.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kalbar, Ir Harry Triyoga menegaskan pemadaman seharian yang dilakukan PLN di sejumlah daerah di Kota Pontianak bisa membunuh usaha-usaha kecil yang sangat bergantung dengan listrik.

”Bayangkan saja berapa ruginya usaha-usaha kecil seperti fotocopy, percetakan dan offset, makanan, kue, minuman dan usaha lainnya karena tidak bisa kerja akibat listrik padam seharian. Itu bukan saja dalam sehari tetapi setiap hari. Kondisi seperti ini pelan-pelan membunuh usaha kecil,” tukas Yoga.
PLN, kata Yoga seharusnya bertanggung jawab atas pemadaman ini. ”Bila alasan BBM, itukan sudah bisa diprediksi dan dihitung sejak awal. Tentu koordinasi PLN dan Pertamina juga harus dilakukan dengan baik. Ini kan sama-sama perusahaan milik negara, tentu akan lebih mudah koordinasi maupun pemesanannya. Jangan karena satu hal, maka rakyat yang dikorbankan. Pelanggan telat saja membayar, PLN dengan cepat melakukan pemutusan. Seharusnya PLN memberikan pelayanan yang baik. Satu hari saja masyarakat rugi berapa? Kemana uang jaminan pelanggan,” tukasnya.
Yoga meminta pemerintah segera tanggap terhadap persoalan PLN sehingga usaha-usaha kecil tidak menjadi korban terus menerus. ”Ya, kalau sudah kronis, bagaimana PLN diswastakan saja sehingga mereka lebih profesional sehingga setiap ada persoalan tidak lagi memberikan alasan klasik seperti mesin rusak, BBM maupun cuaca buruk termasuk kemarau,” pungkas Yoga. □

Cakap Cagub Soal Byar Pet Listrik

Andry
Borneo Tribune, Pontianak
Semakin dekat Pilgub 15 November mendatang, semakin besar pula semangat dan harapan masyarakat yang tersebar di seantero Kalbar guna menanti gagasan dan solusi cerdas terhadap berbagai persoalan. Terutama yang sedang gonjang-ganjing sekarang: black out listrik PLN.

Para calon gubernur tak melewatkan masalah “byar pet” yang satu itu. Pasangan yang kali pertama melakukan pendaftaran di kantor KPUD Kalbar pada 21 Agustus 2007 Akil Mochtar-AR Mecer mengenai persoalan listrik menegaskan bila terpilih maka dia akan melakukan MoU dengan seluruh pimpinan perguruan tinggi di Kalbar. Hal ini dilakukan agar para akademisi segera melakukan survey dan penelitian mengenai potensi sumber daya alam apa saja yang terdapat di Kalbar dan bisa dimanfaatkan guna dijadikan pembangkit listrik untuk pemenuhan kekurangan daya listrik PLN.

Akil berpandangan ada beberapa potensi sumber daya alam Kalbar yang bisa dijadikan sumber energi guna pembangkit listrik di Kalbar. Seperti pemanfaatan cahaya matahari sebagai suatu sumber energi pembangkit listrik. Kemudian memanfaatkan potensi batu bara yang terdapat di Kalbar menjadi suatu pembangkit listrik serta memanfaatkan air yang juga banyak tersedia menjadi pembangkit listrik.

Kemudian pada 27 Agustus 2007, pasangan cagub dan cawagub yang diusung ‘Koalisi Harmoni’ Usman Ja’far-LH Kadir, usai mendaftarkan diri ke KPUD soal byar pet listrik menegaskan persoalan byar pet atau bahkan black-out tidak hanya dialami Kalbar. Seluruh rakyat Indonesia juga mengalami nasib serupa.
Namun UJ menegaskan, apabila kembali terpilih menjadi gubernur pada periode berikutnya, maka mengenai persoalan listrik di Kalbar, UJ akan memanfaatkan lahan gambut yang terhampar luas sebagai tenaga pembangkit listrik guna memenuhi kekurangan daya listrik di Kalbar.
Pasangan Cornelis-Christiandy Sanjaya lain lagi. Perihal listrik yang “bermasalah” dia berjanji akan melakukan koordinasi dengan para petinggi PLN. Baik yang ada di Kalbar maupun yang berada di Pusat. Apakah PLN masih bisa dan sanggup memberikan serta menyuplai energi listrik di Kalbar atau memang sudah tak sanggup.
Ketika memang PLN sudah tidak bisa melakukan tugasnya seperti sedia kala, maka sudah barang tentu baik pemerintah pusat maupun daerah harus segera mencarikan alternatif mengenai persoalan ini. Agar rakyat Indonesia dan masyarakat Kalbar bisa kembali menikmati sarana listrik dalam kehidupannya.
Satu paket lagi, Oesman Sapta-Lyong juga punya konsep soal memecahkan masalah kelistrikan daerah. OSO yang punya akses lokal, nasional dan internasional berjanji mengambil langkah tegas. Ia akan menekan kebocoran di tubuh PLN, menginventarisir potensi SDA untuk pembangkit listrik. 

Borneo Tribune, Pontianak

 
Halaman 676 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook