Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Upaya Atasi Pemanasan Global Dengan Ganggang Laut

Ganggang laut punya potensi besar dalam upaya mengatasi pemanasan global. Organisme yang mudah hidup di laut itu punya kemampuan besar menyerap karbondioksida dan dapat diolah menjadi biofuel, bahan bakar ramah lingkungan.

Penelitian dalam skala laboratorium yang dilakukan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membuktikan algae (ganggang) di laut membesar 20-25 kali hanya dalam 15 hari dengan diberi makan karbondioksida (CO2).

"Ganggang dari jenis Chaetoceros sp. dengan jumlah sel awal 40.000 sel per mililiter setelah diberi CO2 menjadi sebesar 780.000 sel per ml dalam 15 hari, bahkan Chlorella sp. dengan jumlah sel awal 40.000 sel per ml menjadi sejuta sel per ml dalam 15 hari," kata kata Kepala BPPT Dr Marzan Aziz Iskandar dalam seminar "Implementasi Pengurangan Emisi Karbondioksida sebagai Upaya Mitigasi Global Warming", di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, ini bisa menjadi konsep awal penghitungan penyerapan karbon di laut. Indonesia yang memiliki potensi laut sangat luas berkesempatan untuk mengambil peran besar dalam menyerap karbon dioksida. Di lain pihak, ujar Marzan, ganggang kemudian bisa dipanen sebagai bahan baku biofuel yang prosesnya memiliki efisiensi 40 persen lebih tinggi dibanding membuat biofuel dengan bahan baku minyak kelapa sawit (CPO).

BPPT akan melanjutkan penelitian tersebut dengan menghubungkan kultur fotobioreaktor ganggang tersebut di mulut gas buang pembangkit listrik untuk mengetahui penyerapannya terhadap gas CO2 dan menambahkan penelitian berikutnya tentang pemanenan plankton sebagai biofuel.

Menurut Marzan, ke depan, penangkapan dan penyerapan karbon dengan algae bisa diterapkan di pembuangan emisi karbon dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang biasanya dibangun di pinggir laut.

Pengurangan emisi karbon dari industri, ujar Marzan, selain dengan penggunaan "Carbon Capture Sequestration" seperti ini, juga bisa dilakukan dengan pemanfaatan energi terbarukan dan perbaikan teknologi yang mampu melakukan efisiensi energi serta memperbaiki proses produksi menjadi lebih hemat

 JAKARTA, KOMPAS.com 

 

~ Energi Gelombang Dan Dayanya

ENERGI DAN DAYA LISTRIK

unyi merupakan gelombang mekanik yang dalam perambatannya arahnya sejajar dengan arah getarnya (gelombang longitudinal).
Syarat terdengarnya bunyi ada 3 macam:
1. Ada sumber bunyi
2. Ada medium (udara)
3. Ada pendengar
Sifat-sifat bunyi meliputi :
• Merambat membutuhkan medium
• Merupakan gelombang longitudinal
• Dapat dipantulkan 

Karakteristik Bunyi ada beberapa macam antara lain :
Nada adalah bunyi yang frekuensinya teratur.
Desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur.
Warna bunyi adalah bunyi yang frekuensinya sama tetapi terdengar berbeda.
Dentum adalah bunyi yang amplitudonya sangat besar dan terdengar mendadak.
Cepat rambat bunyi
Karena bunyi merupakan gelombang maka bunyi mempunyai cepat rambat yang dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu :
1. Kerapatan partikel medium yang dilalui bunyi. Semakin rapat susunan partikel medium maka semakin cepat bunyi merambat, sehingga bunyi merambat paling cepat pada zat padat.
2. Suhu medium, semakin panas suhu medium yang dilalui maka semakin cepat bunyi merambat. Hubungan ini dapat dirumuskan kedalam persamaan matematis (v = v0 + 0,6.t) dimana v0 adalah cepat rambat pada suhu nol derajat dan t adalah suhu medium.
Bunyi bedasarkan frekuensinya dibedakan menjadi 3 macam yaitu
• Infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya kurang dari 20 Hz. Makhluk yang bisa mendengan bunyii infrasonik adalah jangkrik.
• Audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz. atau bunyi yang dapat didengar manusia.
• Ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya lebihdari 20 kHz. makhluk yang dapat mendengar ultrasonik adalah lumba-lumba.
Persamaan yang digunakan dalam bab bunyi sama dengan pada bab gelombang yaitu v = s/t
BUNYI PANTUL
Bunyi pantul dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
1. Bunyi pantul memperkuat bunyi asli yaitu bunyi pantul yang dapat memperkuat bunyi asli. Biasanya terjadi pada keadaan antara sumber bunyi dan dinding pantul jaraknya tidak begitu jauh (kurang dari 10 meter)
2. Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli. Biasanya terjadi pada jarak antara 10 sampai 20 meter.
3. Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Biasanya terjadi pada jarak lebih dari 20 meter
Perbedaan antara Nada dengan Desah, Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi teratur sedangkan Desah adalah bunyi yang mempunyai frekuensi tidak teratur.
Beberapa manfaat gelombang bunyi dalam hal ini adalah pantulan gelombang bunyi adalah
1. dapat digunakan untuk mengukur kedalaman laut disini yang digunakan adalah bunyi ultrasonik
2. mendeteksi janin dalam rahim, biasanya menggunakan bunyi infrasonik
3. mendeteksi keretakan suatu logam dan lain-lain.
4. diciptakannya speaker termasuk manfaat dari bunyi audiosonik.
Persamaan yang digunakan dalam bunyi sama dengan dalam gelombang yaitu v = s/t. Untuk bunyi pantul digunakan persamaan v = 2.s/t
& Komentar
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar | April 25, 2008
GELOMBANG
Gelombang didefinisikan sebagai energi getaran yang merambat. Dalam kehidupan sehari-hari banyak orang berfikir bahwa yang merambat dalam gelombang adalah getarannya atau partikelnya, hal ini sedikit tidak benar karena yang merambat dalam gelombang adalah energi yang dipunyai getaran tersebut. Dari sini timbul benarkan medium yang digunakan gelombang tidak ikut merambat? padahal pada kenyataannya terjadi aliran air di laut yang luas. Menurut aliran air dilaut itu tidak disebabkab oleh gelombang tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan suhu pada air laut. Tapi mungkin juga akan terjadi perpindahan partikel medium, ketika gelombang melalui medium zat gas yang ikatan antar partikelnya sangat lemah maka sangat dimungkinkan partikel udara tersebut berpindah posisi karena terkena energi gelombang. Walau perpindahan partikelnya tidak akan bisa jauh tetapi sudah bisa dikatakan bahwa partikel medium ikut berpindah.
Gelombang berdasarkan mediumnya dibedakan menjadi 2 macam
• Gelombang mekanik yaitu gelombang yang dalam perambatannya membutuhkan medium. Contoh gelombang mekanik adalah gelombang bunyi.
• Gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang dalam perambatannya tidak membutuhkan medium. Contoh gelombang elekromagnetik adalah gelombang cahaya.
Gelombang berdasarkan arah rambatnya dibedakan menjadi 2 macam
• Gelombang Longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya. Contohnya adalah gelombang bunyi.
• Gelombang Transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarnya. Contohnya gelombang cahaya.
Besaran dalam gelombang hampir sama dengan besaran dalam getaran. Besarannya adalah sebagai berikut ini:
1. Periode (T) adalah banyaknya waktu yang diperlukan untuk satu gelombang.
2. Frekuensi (f) adalah banyaknya gelombang yang terjadi dalam waktu 1 sekon.
3. Amplitudo (A) adalah simpangan maksimum suatu gelombang.
4. Cepat rambat (v) adalah besarnya jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu.
5. Panjang gelombang (λ) adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam 1 periode. Atau besarnya jarak satu bukit satu lembah.
Persamaan yang digunakan dalam gelombang adalah sebagai berikut :
T = t/n
f = n/t
dan
T = 1/f
f = 1/T
dimana : T adalah periode (s)
t adalah waktu (s)
n adalah banyaknya gelombang (kali)
f adalah frekuensi (Hz)
Untuk menentukan cepat rambat gelombang digunakan persamaan ;
v = λ.f atau v = λ/T
Dimana λ adalah panjang gelombang (m)
v adalah cepat rambat gelombang (m/s)
& Komentar
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar | April 22, 2008
GETARAN
Getaran didefinisikan sebagai gerak bolak-balik melalui titik kesetimbangan. Titik kesetimbangan adalah titik dimana saat benda diam. Contoh getaran adalah gerak bandul atau ayunan, gendang yang dipukul, dan lain-lain.
Yang sering membuat kita bingung adalah apakah gerak jarum jam dan gerak kipas angin termasuk getaran? Jawabnya tidak karena gerak jarum jam dan gerak kipas angin tidak mempunyai titik kesetimbangan atau dalam arti titik kesetimbangannya dapat diletakkan dimana saja. Gerak jarum jam dan gerak kipas angin termasuk gerak melingkar.
Ada beberapa besaran yang perlu diperhatikan dalam mempelajari getaran yaitu:
1. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi tiap satuan waktu, atau didefinisikan sebagai banyaknya getaran yang terjadi setiap satu sekon. Frekuensi dilambangkan dengan f dan bersatuan Hz (dibaca Hertz)
2. Periode adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan satu kali getaran. Periode dilambangkan dengan T dan bersatuan sekon.
3. Simpangan adalah jarak yang ditempuh benda bergetar dan dihitung dari titik kesetimbangan. Simpangan dilambangkan dengan y dan bersatuan meter.
4. Amplitudo adalah simpangan maksimum yang ditempuh benda bergetar. Amplitudo dilambangkan dengan A dan bersatuan meter.
Hal penting lain yang harus diketahui dalam belajar tentang getaran adalah sebagai berikut :
Untuk getaran pada bandul massa bandul dan amplitudo tidak mempengaruhi besarnya frekuensi dan periode. Tetapi massa mempengaruhi besarnya frekuensi dan periode pada getaran pegas (getaran selaras).
Berikut ini hubungan antara frekuensi dengan periode
f = n/t sedangkan T = t/n. Bila kedua persamaan ini digabungkan maka akan diperoleh persamaan baru yaitu f = 1/T atau T = 1/f.
Hubungan diatas mempunyai arti bahwa antara frekuensi dan periode hubungannya berbanding terbalik yaitu bila frekuensi besar maka periodenya akan kecil, begitu juga sebaliknya bila periodenya besar maka frekuensinya akan kecil.
1 Komentar
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar | April 16, 2008
SERTIFIKASI
Salah saru program pemerintah yang sangat diharapakan oleh guru indonesia adalah sertifikasi. Tetapi tidak semua guru dapat mengikuti program ini, hanya guru yang memenuhi syarat dan ketentuan dari dinas yang dimungkinkan lolos. Berikut ini hal – hal yang harus diperhatikan dan disiapkan dalam menyongsong sertifikasi.
• Buku informasi
• Pedoman penetapan peserta sertifikasi
• Pedoman sertifikasi guru dalam jabatan tentang penilaian portofolio
No Comments yet…
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar | April 13, 2008
BANK SOAL
Untuk tingkat SMP
• Latihan bab Kalor
• Latihan semester 1
• Try out Sem 1 Kelas 7
• Bab tekanan
• soal-ujian-blok-kelas-vii
• Soal UH pertama
• Soal UH bab Suhu
• Soal Olimpiade tingkat Ar-Rahmat
• Soal try out kelas 8
• Ulangan harian kelas 9
• Ujian blok getaran
• Soal Try Out 2
• Soal bab getaran

• Soal Bocoran Unas IPA
• Bab Energi dan Daya
• Ulangan harian Bab Kalor
• Bimbingan OSN tingkat Kabupaten
Untuk tingkat SMA
• Pridiksi UN fisika 2008
• Solusi seleksi OSN tingkat kabupaten 2007
• Soal seleksi OSN tingkat kabupaten 2007
• Soal test seleksi OSN 2006
• Soal eksperimen fisika OSN
• Soal Teori APHO
• Solusi soal teoeri APHO
& Komentar
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar | April 7, 2008
SUHU
Pengertian suhu
Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah thermometer. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk mengukur suhu cenderung menggunakan indera peraba. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer untuk mengukur suhu dengan valid.
Pada abad 17 terdapat 30 jenis skala yang membuat para ilmuan kebingungan. Hal ini memberikan inspirasi pada Anders Celcius (1701 – 1744) sehingga pada tahun 1742 dia memperkenalkan skala yang digunakan sebagai pedoman pengukuran suhu. Skala ini diberinama sesuai dengan namanya yaitu Skala Celcius. Apabila benda didinginkan terus maka suhunya akan semakin dingin dan partikelnya akan berhenti bergerak, kondisi ini disebut kondisi nol mutlak. Skala Celcius tidak bisa menjawab masalah ini maka Lord Kelvin (1842 – 1907) menawarkan skala baru yang diberi nama Kelvin. Skala kelvin dimulai dari 273 K ketika air membeku dan 373 K ketika air mendidih. Sehingga nol mutlak sama dengan 0 K atau -273°C. Selain skala tersebut ada juga skala Reamur dan Fahrenheit. Untuk skala Reamur air membeku pada suhu 0°R dan mendidih pada suhu 80°R sedangkan pada skala Fahrenheit air membuka pada suhu 32°F dan mendidih pada suhu 212°F.
Berikut ini perbandingan skala dari termometer diatas

Yang menjadi masalah dalam bab suhu adalah kebanyakan orang kesulitan untuk mengubah dari satu skala ke skala yang lainnya. Berikut ini adalah contoh mengubah dari skala celcius ke skala fahrenheit

Untuk skala yang lain caranya sama dengan contoh diatas. Thermometer menurut isinya dibagi menjadi : termometer cair, termometer padat, termometer digital. Semua termometer ini mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sedangkan berdasarkan penggunaannya termometer bermacam-macam sebagai misal termometer klinis, termometer lab dan lain-lain.
Berikut ini pembahasan macam macam termometer.
Pembuatan termometer pertama kali dipelopori oleh Galileo Galilei (1564 – 1642) pada tahun 1595. Alat tersebut disebut dengan termoskop yang berupa labu kosong yang dilengkapi pipa panjang dengan ujung pipa terbuka. Mula-mula dipanaskan sehingga udara dalam labu mengembang. Ujung pipa yang terbuka kemudian dicelupkan kedalam cairan berwarna. Ketika udara dalam tabu menyusut, zat cair masuk kedalam pipa tetapi tidak sampai labu. Beginilah cara kerja termoskop. Untuk suhu yang berbeda, tinggi kolom zat cair di dalam pipa juga berbeda. Tinggi kolom ini digunakan untuk menentukan suhu. Prinsip kerja termometer buatan Galileo berdasarkan pada perubahan volume gas dalam labu. Tetapi dimasa ini termometer yang sering digunakan terbuat dari bahan cair misalnya raksa dan alkhohol. Prinsip yang digunakan adalah pemuaian zat cair ketika terjadi peningkatan suhu benda.
Raksa digunakan sebagai pengisi termometer karena raksa mempunyai keunggulan :
1. raksa penghantar panas yang baik
2. pemuaiannya teratur
3. titik didihnya tinggi
4. warnanya mengkilap
5. tidak membasahi dinding
Sedangkan keunggulan alkhohol adalah :
1. titik bekunya rendah
2. harganya murah
3. pemuaiannya 6 kali lebih besar dari pada raksa sehingga pengukuran mudah diamati
Termometer Laboratorium
Termometer ini menggunakan cairan raksa atau alkhohol. Jika cairan bertambah panas maka raksa atau alkhohol akan memuai sehingga skala nya bertambah. Agar termometer sensitif terhadap suhu maka ukuran pipa harus dibuat kecil (pipa kapiler) dan agar peka terhadap perubahan suhu maka dinding termometer (reservoir) dibuat setipis mungkin dan bila memungkinkan dibuat dari bahan yang konduktor.
Termometer Klinis
Termometer ini khusus digunakan untuk mendiaknosa penyakit dan bisanya diisi dengan raksa atau alkhohol. Termometer ini mempunyai lekukan sempit diatas wadahnya yang berfungsi untuk menjaga supaya suhu yang ditunjukkan setelah pengukuran tidak berubah setelah termometer diangkat dari badan pasien. Skala pada termometer ini antara 35°C sampai 42°C.
Termometer Ruangan
Termometer ini berfungsi untuk mengukur suhu pada sebuah ruangan. Pada dasarnya termometer ini sama dengan termometer yang lain hanya saja skalanya yang berbeda. Skala termometer ini antara -50°C sampai 50°C
Termometer Digital
Karena perkembangan teknologi maka diciptakanlah termometer digital yang prinsip kerjanya sama dengan termometer yang lainnya yaitu pemuaian. Pada termometer digital menggunakan logam sebagai sensor suhunya yang kemudian memuai dan pemuaiannya ini diterjemahkan oleh rangkaian elektronik dan ditampilkan dalam bentuk angka yang langsung bisa dibaca.
Termokopel
Merupakan termometer yang menggunakan bahan bimetal sebagai alat pokoknya. Ketika terkena panas maka bimetal akan bengkok ke arah yang koefesiennya lebih kecil. Pemuaian ini kemudian dihubungkan dengan jarum dan menunjukkan angka tertentu. Angka yang ditunjukkan jarum ini menunjukkan suhu benda
& Komentar
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar | April 6, 2008
HUKUM KIRCHOFF 1
Di pertengahan abad 19 Gustav Robert Kirchoff (1824 – 1887) menemukan cara untuk menentukan arus listrik pada rangkaian bercabang yang kemudian di kenal dengan Hukum Kirchoff. Hukum ini berbunyi “ Jumlah kuat arus yang masuk dalam titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan”. Yang kemudian di kenal sebagai Secara matematis dinyatakan
Bila digambarkan dalam bentuk rangkaian bercabang maka akan diperoleh sebagai berikut::

Latihan Soal
Perhatikan gambar berikut! Hitunglah besar I3!
& Komentar
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar | April 6, 2008
HUKUM KIRCHOFF 2
Hukum Kirchoff secara keseluruhan ada 2, dalam sub ini akan dibahas tentang hukum kirchoff 2. Hukum Kirchoff 2 dipakai untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian bercabang dalam keadaan tertutup (saklar dalam keadaan tertutup).
Perhatikan gambar berikut!
Hukum Kirchoff 2 berbunyi : ” Dalam rangkaian tertutup, Jumlah aljabbar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol”. Maksud dari jumlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut, atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan atau diserap.
Dari gambar diatas kuat arus yang mengalir dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa aturan sebagai berikut :
• Tentukan arah putaran arusnya untuk masing-masing loop.
• Arus yang searah dengan arah perumpamaan dianggap positif.
• Arus yang mengalir dari kutub negatif ke kutup positif di dalam elemen dianggap positif.
• Pada loop dari satu titik cabang ke titik cabang berikutnya kuat arusnya sama.
• Jika hasil perhitungan kuat arus positif maka arah perumpamaannya benar, bila negatif berarti arah arus berlawanan dengan arah pada perumpamaan.
Latihan soal :
Masih dari gambar di atas bila diketahui :
E1 = 10 V dan r1 = 0,2 ohm
E2 = 12 V dan r2 = 0,25 ohm
R1 = 0,3 ohm
R2 = 1,5 ohm
R3 = 0,5 ohm
maka tentukan besar dan arah kuat arus yang mengalir melalui tiap cabang (tentukanah I1, I2 dan I3)
& Komentar
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar | April 6, 2008
ENERGI DAN DAYA LISTRIK
Pemakaian energi listrik dewasa ini sudah sangat luas, bahkan manusia sangat sulit melepaskan diri dari kebutuhan dengan energi listrik. Semakin lama tidak ada satupun alat kebutuhan manusia yang tidak membutuhkan listrik. Karena semua ini manusia tiap hari selalu berfikir bagaimana menciptakan dan menggunakan energi listrik secara efektif dan efesien.
ENERGI LISTRIK
Masih ingatkah kamu dengan pengertian energi?. Di kelas tujuh dahulu telah kita pelajari bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Maka pengertian energi listrik adalah kemampuan untuk melakukan atau menghasilkan usaha listrik (kemampuan yang diperlukan untuk memindahkan muatan dari satu titik ke titik yang lain). Energi listrik dilambangkan dengan W.
Sedangkan perumusan yang digunakan untuk menentukan besar energi listrik adalah :
W = Q.V
keterangan :
W = Energi listrik ( Joule)
Q = Muatan listrik ( Coulomb)
V = Beda potensial ( Volt )
Karena I = Q/t maka diperoleh perumusan
W = (I.t).V
W = V.I.t
Apabila persamaan tersebut dihubungkan dengan hukum Ohm ( V = I.R) maka diperoleh perumusan
W = I.R.I.t
Satuan energi listrik lain yang sering digunakan adalah kalori, dimana 1 kalori sama dengan 0,24 Joule selain itu juga menggunakan satuan kWh (kilowatt jam).

HUBUNGAN ENERGI LISTRIK DENGAN ENERGI KALOR
Waktu kelas 7 materi kalor telah diberikan dan dibahas dengan komplit. Persamaan yang digunakan dalam menghitung energi kalor adalah
Q = m.c. (t2 – t1)
sesuai dengan hukum kekekalan energi maka berlaku persamaan :
W = Q
I.R.I.t = m.c.(t2 – t1)
keterangan :
I = kuat arus listrik (A)
R = Hambatan (ohm)
t = waktu yang dibutuhkan (sekon)
m = massa (kg)
c = kalor jenis (J/ kg C)
t1 = suhu mula – mula (C)
t2 = suhu akhir (C)
PEMANFAATAN ENERGI LISTRIK
Energi listrik dapat diubah-ubah menjadi berbagai bentuk energi yang lain.
Energi listrik menjadi energi kalor, alat yang digunakan yaitu setrika listrik, ceret listrik, kompor listrik , dll
Energi listrik menjadi energi cahaya, alat yang digunakan yaitu lampu pijar, lampu neon, dll
Energi listrik menjadi energi gerak, alat yang digunakan yaitu kipas angin, penghisap debu, dll dan masih banyak lagi penggunaan energi listrik.
Latihan soal
Dinamo sebuah mobil dilalui arus 60 A. Jika beda potensial yang diberikan Accu 12 Volt dan menghasilkan energi listrik sebesar 3.600 joule, berapakah waktu yang diperlukan untuk memindahlan energi listrik ke dinamo?
Sebuah TV dipasang pada tegangan 220 V, arus listrik yang mengalir 0,25 A. Berapa energi yang digunakan TV selama 1 Jam?
Faktor apa saja yang mempengaruhi besar energi listrik yang dilepaskan oleh sumber tagangan untuk diubah menjadi energi kalor oleh alat listrik?
& Komentar
Ditulis dalam Artikel
Posted by: alljabbar

KEMAGNETAN
Bisakah kita hidup tanpa magnet, jawabnya tidak karena kita bisa berdiri di permukaan bumi juga karena ada magnet, semua alat yang kita gunakan juga menggunakan magnet.
Untuk lebih paham tentang magnet, mari kita pelajari materi berikut ini.
PENGGOLONGAN BENDA BERDASARKAN SIFAT MAGNETNYA.
Berdasarkan sifat magnetnya benda dibagi menjadi 2 macam yaitu ferromagnetik (benda yang dapat diterik kuat oleh magnet), parramagnetik (denda yang dapat ditarik magnet dengan lemah) dan diamagnetik (benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet).
Contoh ferromagnetik adalah besi, baja, nikel dan kobalt.
Contoh parramagnetik adalah platina dan aluminium.
Contoh diamagnetik adalah seng, dan bismut.
Setiap magnet mempunyai sifat (ciri) sebagai berikut :
(1) dapat menarik benda logam tertentu.
(2) gaya tarik terbesar berada di kutubnya.
(3) selalu menunjukkan arah utara dan selatan bila digantung bebas.
(4) memiliki dua kutub.
(5) tarik menarik bila tak sejenis.
(6) tolak menolak bila sejenis.
CARA MEMBUAT MAGNET
Untuk membuat magnet dapat dilakukan dengan menggunakan 3 cara yaitu penggosokan, mengaliri dengan arus, dan cara induksi.
Saat membuat magnet dengan cara menggosok maka hal yang perlu diperhatikan adalah penggosokan harus searah (teratur) tidak boleh bolak-balik.
Perhatikan gambar di bawah ini
Untuk cara Induksi dapat ditunjukkan seperti gambar dibawah ini

Magnet dapat menarik benda logam tertentu karena susunan magnet elementer didalam magnet itu tersusun teratur. Bila kita bisa membuat susunan magnet elementer teratur maka kita bisa membuat magnet.

TEORI KEMAGNETAN BUMI
Kutub utara magnet bumi berada di sekitar kutub selatan bumi, sedangkan kutub selatan magnet bumi berada disekitar kutub utara bumi. Antara kutub utara magnet bumi dengan kutub selatan bumi tidak berimpit, ini juga terjadi pada kutub selatan magnet bumi. Akibat hal tersebut maka bila kita melihat kompas menunjukka arah selatan ini berarti tidak menunjukkan persis arah selatan tetapi mengalami penyimpangan sedikit dari kutub selatan bumi. Penyimpangan ini membentuk sudut yang disebut dengan sudut deklinasi.
Apabila kita membawa kompas dari katulistiwa menuju kutub bumi maka kompas itu akan condong ke bawah atau ke atas. Kecondongan ini karena tertatik oleh kutub magnet bumi. Sudut yang dibentuk dari kecondongan kompas terhadap arah horisontal disebut dengan sudut inklinasi.

sumber:alljjabar.

 

~ Pemakaian Biogas Hemat Penggunaan Listrik 50%

Pemakaian Biogas Hemat Penggunaan Listrik 50%

Selama 2008, pemanfaatan sumber energi alternatif biogas dari ternak hewan mampu mengurangi biaya pemakaian listrik sebesar 50% atau sekitar Rp 46.214,00 per kepala keluarga (KK) per bulan.

“Sementara dari sisi negara dapat menghemat biaya operasi kelistrikan per bulan untuk setiap KK menjadi Rp 250.425,00,” ujar Adang Djarkasih, Deputi Manager Komunikasi Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jawa Barat dan Banten (PLN DJBB) ketika ditemui di kantornya, Rabu (11/2).

Penggunaan energi alternatif yang telah dirintis sejak empat tahun yang lalu ini telah diterapkan di beberapa daerah di Jabar seperti Parongpong, Cililin, serta Desa Energi Mandiri Haurngombong Kec. Pamulihan Kab. Sumedang.

Menurut Adang, setengah dari penduduk Desa Haurngombong telah memakai biogas sebagai langkah penghematan yang juga ramah lingkungan.

“Desa percontohan tersebut merupakan bagian dari program CSR kami mengenai penghematan energi. Dan tahun ini, target kami selanjutnya adalah membuat desa energi mandiri lainnya di beberapa desa potensial seperti Cidaun (Cianjur Selatan) serta Pangalengan,” tuturnya.

Keuntungan dari biogas ini, katanya selain menjadikan desa bersih dari kotoran ternak, juga menghemat energi seperti listrik, elpiji, bahkan minyak. Seperti diketahui untuk 1 meter kubik biogas setara dengan 1,75 kWh listrik, 0,46 kg elpiji, dan 0,62 liter minyak.

Di Haurngombong, lanjutnya, satu genset dapat disuplai oleh kotoran dari dua ekor sapi perah. Dalam kondisi normal, dari dua ekor sapi dapat menghasilkan kotoran sebanyak 4,14 meter kubik dan hasil energinya dapat dinikmati oleh tiga rumah tangga. Sementara itu, biaya operasional biogas (di luar sapi) bisa mencapai sekitar Rp 700.000,00 untuk satu rumah tangga.

“Pada awalnya, sapi-sapi yang ada di Desa Haurngombong adalah milik warga. Namun setelah ada program Desa Energi Mandiri, kini sekitar 200 ekor sapi di Haurngombong telah dimanfaatkan menjadi biogas yang beberapa ekornya merupakan bantuan dari pihak lain.

Kami berharap ke depannya daerah lain bisa mengikuti Haurngombong setelah mendapat stimulan dari PLN yang berupa genset dengan kapasitas rata-rata 500 watt,” kata Adang.

Program Desa Energi Mandiri ini, ujar Adang, juga termasuk ke dalam program “Jabar Caang 2010″. Hingga akhir 2008, tingkat elektrifikasi desa-desa di Jabar dan Banten telah mencapai 64,43 % atau meningkat sekitar 15 % dari tahun 2007.

“Sekarang ini masih tersisa sembilan desa di Jabar dan Banten yang belum tersentuh listrik. Karena keterbatasan anggaran, target kami untuk menyediakan listrik setidaknya listrik untuk koneksi antardesa, baru direncanakan rampung tahun 2010 nanti,” ungkap Adang.

Sementara itu, target Desa Energi Mandiri selanjutnya yaitu Desa Mekarwangi, Kec. Cidaun, Kab. Cianjur. Sebanyak tiga kampung di dalamnya belum terjangkau jaringan listrik, padahal populasi ternak sapi potongnya mencapai 500 ekor.

“Sedangkan ragam jenis mata pencaharian penduduknya antara lain petani/peternak, nelayan, buruh, serta PNS. Maka dari itu, ketersediaan listrik dapat membantu kelancaran kinerja dan bahkan meningkatkan kelayakan hidup masyarakat di sana.

“Hasil observasi tersebut merupakan kerja sama antara PLN dan Unpad. Setelah dilakukan dialog bersama, tokoh masyarakat di sana serta peternak menghendaki segera diadakannya introduksi teknologi biogas untuk bahan bakar dan terutama untuk listrik,” tutur Adang. (A-176)***

Sumber: newspaper.pikiran-rakyat/prprint.php?mib=beritadet

BANDUNG, (PR)
 

~ PLN di Kaltim Beralih Ke Tenaga Uap

PLN di Kaltim Mulai Beralih ke Gas

Mengantisipasi tingginya harga bahan bakar minyak dunia, pembangkit listrik tenaga diesel di Kalimantan akan beralih ke pembangkit listrik tenaga gas dan uap. Pengalihan bahan bakar ini sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga listrik di Kalimantan Timur dari 60 megawatt menjadi 150 megawatt.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan hal itu seusai menyaksikan penandatangan nota kesepahaman (MOU) antara PT PLN dan Badan Pengelola Migas di Balikpapan, Sabtu (24/9).

Menurut Purnomo, sudah lama Indonesia bercita-cita menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berbahan bakar minyak dengan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU).

Selain untuk mengatasi menipisnya cadangan minyak bumi Indonesia, juga mengantisipasi melonjaknya harga minyak dunia. Cita-cita ini tidak kunjung terwujud karena harga BBM terlampau murah.

Di Indonesia, lanjut Purnomo, sekitar 54 persen kebutuhan energi masih bertumpu pada BBM sehingga energi lainnya kurang dimanfaatkan. ”Karena itu harus ada kebijakan radikal, yakni mendorong digunakannya energi non-BBM,” katanya. Listrik Jawa-Bali, lanjutnya, mulai 2006 akan menggunakan bahan bakar non-BBM karena lebih efisien.

Menurut General Manager PT PLN Kaltim, Arifin Syah, jumlah pelanggan di Kaltim saat ini sekitar 420.000, naik sekitar 14 persen per tahun. Kapasitas listrik 60 megawatt kurang memadai sehingga penggunaan gas untuk menambah kapasitas merupakan alternatif paling memungkinkan, efisien, dan ramah lingkungan. Diharapkan pada 2007, PLTGU sudah bisa direalisasikan.

Source :Kompas

 

~ Teknologi Sel Surya Sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan

Sel Surya Gagal Komersial : Pemerintah Tidak Punya Kemauan

Riset dan pengembangan teknologi sel surya sebagai sumber energi listrik terbarukan oleh LIPI gagal menuju komersialisasi. Mengantisipasi krisis energi karena harga minyak terus melambung, LIPI beralih fokus pada riset dan pengembangan sel bahan bakar dengan gas hidrogen.

”Teknologi sel surya tidak bisa secara penuh menggantikan bahan bakar minyak. Masih butuh teknologi baterai yang lebih efisien untuk menyimpan energinya,” kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Umar Anggara Jenie kepada Kompas, Senin (28/4) di Jakarta.

LIPI sejak tahun 1980 menetapkan riset dan pengembangan sel surya untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energi (listrik) dari sumber energi terbarukan. Sel surya butuh sumber energi sinar matahari sebagai sumber terbarukan itu.

Salah seorang peneliti sel surya dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Ika Hartika Ismet, di Bandung ketika dihubungi kemarin menyatakan, sel surya sudah diteliti sampai tingkat efisiensi 10 persen dalam mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Standar efisiensi untuk bisa diproduksi komersial minimal 12-14 persen.

Tak ada kemauan

Menurut Ika, selama ini tidak ada kemauan pemerintah untuk mengaplikasikan dan mengomersialisasikan sel surya secara serius sehingga Indonesia ketinggalan dibandingkan Singapura atau Malaysia. ”Saya merasa tua di laboratorium. Tetapi, hasil riset dan pengembangan sel surya hanya berjalan di tempat,” katanya.

Untuk meningkatkan efisiensi dari 10 persen menjadi 12-14 persen tidaklah sulit. Menurut Ika, dibutuhkan perlengkapan plasma-enhanced chemical vapor deposition dengan harga di bawah 1 juta dollar AS.

Selain itu, secara teknis pembentuk sel surya berupa wafer silicon multikristal dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 0,3 mm harus ditingkatkan, dari lifetime electron 1-1,5 mikro sekon (µsec) menjadi 5 µsec.

”Peningkatan kemampuan itu tidak butuh biaya yang tinggi, tetapi sampai sekarang tidak pernah ada investasi pengembangan sel surya,” kata Ika.

Menurut Umar, tidak hanya kelengkapan teknologi sel surya yang masih menghadapi kendala, tetapi faktor pendukung seperti baterai sebagai penyimpan arus listrik yang dihasilkan dari pengubahan sinar matahari tersebut sampai sekarang belum diperoleh teknologi yang optimal.

Akibat gagalnya sel surya, LIPI sekarang memfokuskan diri pada pengembangan teknologi sel bahan bakar. ”LIPI telah mengembangkan pembuatan membran sebagai media reaksi hidrogen dengan oksigen untuk menghasilkan energi,” ujar Umar.

Saat ini di beberapa negara seperti China sudah dikembangkan jenis kendaraan dengan sumber bahan bakar gas hidrogen dengan limbah paling ramah lingkungan, yaitu air murni.

LIPI sekarang mengembangkan kendaraan marlip (singkatan dari marmut listrik LIPI)—semula berbahan bakar listrik dari baterai, sekarang akan diganti dengan gas hidrogen. (NAW) – Sumber: Kompas, 

By nias 

 
Halaman 490 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook