Alpen Steel | Renewable Energy


Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142

Warning: Attempt to modify property of non-object in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/components/com_jomcomment/mambots.php on line 142
Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Walau Matahari Bersinar Terik, Tapi Listrik Rumah Sakit Padam, Aktivitas Rumah Sakit Kocar-Kacir

PELAYANAN
Saat Listrik di Rumah Sakit Pirngadi Medan Empat Jam Padam

 

Lorong-lorong di semua lantai bangunan baru Rumah Sakit Pirngadi, Medan, Sumatera Utara, Senin (8/2) siang, menjadi gelap meskipun di luar matahari bersinar terik. Sejak pukul 09.30, listrik di seluruh kawasan rumah sakit padam.

Akibatnya, seluruh aktivitas rumah sakit (RS) kocar-kacir. Delapan operasi pasien yang direncanakan siang itu ditunda. Pekerjaan administrasi terbengkalai karena komputer tak bisa menyala. Operator telepon bekerja diterangi lilin. Belasan orang terjebak dalam lift.

Tangga darurat langsung dipenuhi orang yang hendak naik atau turun lantai. Tak semua tangga darurat terang sehingga orang juga butuh penerangan di tangga darurat, sama seperti saat orang hendak ke kamar kecil yang juga harus membawa alat penerangan.

Di ruang perinatologi, ruang ICU untuk bayi, inkubator praktis tidak berfungsi. Sementara di ruang ICU dan ICCU di lantai empat, keluarga-keluarga pasien diliputi kecemasan. Semua mesin pemacu kehidupan di ruang ICU praktis tak berfungsi.

”Terus terang saya waswas, apalagi listrik padam begini,” ujar Surbakti, warga Brastagi, yang menunggui ayahnya yang dirawat di ruang ICU. Ayah Surbakti sudah dua hari dirawat di ruang ICU. Listrik padam membuatnya tambah stres.

Di lorong depan ruang ICU yang gelap dan panas itu, dua perempuan menangis tersedu-sedu. Ternyata ayah mereka, OM Pangaribuan (82), baru meninggal di tengah ruangan yang gelap. Jenazah Pangaribuan dibawa ke ruang pemulasaran jenazah dengan ditandu melalui tangga darurat karena lift mati.

Jimmy, keponakan OM Pangaribuan, menyatakan kecewa dengan pelayanan rumah sakit, terutama karena listrik padam. Alat pemacu jantung otomatis tak berfungsi, semua pertolongan dilakukan secara manual.

”Tadi ada empat pasien yang dipompa napasnya secara manual,” ujar Jimmy.

Kekecewaan juga disampaikan istri Pangaribuan, boru Simanjuntak. ”Kami tidak meminta apa-apa, memang sudah waktunya Bapak meninggal. Namun, jangan begini pelayanan rumah sakit, kasihan pasien lain,” tutur Simanjuntak.

Sejumlah keluarga pasien menyayangkan rumah sakit pemerintah itu tidak mempunyai cadangan energi jika listrik padam atau terjadi kerusakan genset. Listrik menyala sekitar pukul 13.15, padam lagi sekitar 15 menit, kemudian menyala kembali hingga petang.

Empat orang meninggal

Direktur RS Pirngadi Dewi Fauziah Shahnan kepada wartawan mengatakan, selama listrik padam, empat pasien ICU dan ICCU meninggal dunia. Selain OM Pangaribuan, ada Ferry Capri (19) yang cedera di kepala akibat kecelakaan. Seorang bayi, anak Duriati, yang berumur empat hari juga meninggal karena kelainan paru-paru. Satu pasien di ruang ICCU, yakni Hebert Lumbantobing (73), juga meninggal karena sakit jantung. ”Hebert meninggal sebelum lampu padam,” tutur Dewi.

Menurut Dewi, listrik yang padam sedikit memengaruhi kesehatan pasien, tetapi bukan sebagai penyebab kematian pasien. ”Ini kecelakaan yang tak bisa diramalkan,” katanya. Dewi justru mengkritik PLN yang menyediakan listrik byarpet.

Juru bicara RS Pirngadi, Susianto, menambahkan, saat listrik padam terjadi kepanikan di ruang ICU dan ICCU. Semua alat mati, hanya ventilator yang berbaterai yang bisa hidup. Demikian pula dengan belasan orang yang terjebak di lift, tetapi mereka segera dapat dievakuasi.

Seluruh jaringan listrik di RS padam karena trafo di lantai satu gedung baru meledak sekitar pukul 09.30, diduga karena aliran listrik yang byarpet dari PLN. Asap sempat menyebar di lantai satu hingga ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Penanggung jawab listrik RS Pirngadi, Iwansyah, mengatakan, sejak Sabtu (6/2) listrik PLN sudah padam. Dalam sehari bahkan sampai tiga kali pemadaman. Biasanya, genset menyala secara otomatis begitu listrik PLN padam. Namun, karena listrik PLN sering mati-hidup dan berganti-ganti dengan genset, trafo tak stabil dan meledak. Genset pun sempat padam.

Akibatnya, semua aktivitas rumah sakit kemarin menjadi kacau. ”Berdasarkan pengalaman ini, kami akan menyambungkan listrik ke lantai empat (ruang ICU dan ICCU) secara langsung,” tutur Iwansyah.

Pemadaman listrik di Sumatera Utara masih terus berlangsung karena pembangkit listrik GT 12 di Sicanang, Belawan, masih dalam pemeliharaan, sementara GT 10 rusak. Belum diketahui kapan pasokan listrik di Sumut akan normal kembali. (Aufrida Wismi Warastri)

 

function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;} html .fb_share_link { padding:0px 0 0 20px; margin-top:5px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?2:26981) no-repeat top left; font:normal 11px arial; } Sumber : Kompas
 

~ Bahan Bakar Minyak Lebih Mahal Di Bandingkan Gas AKIBAT nya Biaya Produksi PLN Membengkak Mencapai Rp 2,4 Triliun

KOMPAS/LASTI KURNIA
Ruang generator di unit II Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Muara Karang di Muara Karang, Jakarta, Selasa (23/3). Pada Maret 2010, pasokan gas ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) turun dari 200 british thermal unit per day (BTUD) menjadi 100 BBTUD. Kondisi ini memaksa PLN beralih mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang harganya jauh lebih mahal dari gas. Akibatnya, biaya produksi PLN membengkak hingga mencapai Rp 2,4 triliun.
 
KELISTRIKAN
Krisis Gas, Biaya Bertambah Rp 2,4 Triliun

 

Jakarta, Kompas - Biaya operasional PT Perusahaan Listrik Negara tahun ini diperkirakan bertambah Rp 2,4 triliun. Hal ini terjadi karena pengurangan pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Muara Tawar.

Menurut Direktur Energi Primer PT PLN Nur Pamudji, Selasa (23/3) di Jakarta, realisasi pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ke PLTGU Muara Tawar tahun 2009 mencapai 250 miliar british thermal unit per day (BBTUD). Sejak 1 Maret, pasokan gas dari PGN untuk PLN berkurang dari 200 BBTUD menjadi 100 BBTUD.

Pasokan gas 100 BBTUD untuk PLTGU Muara Tawar itu hanya cukup untuk satu blok dari sejumlah blok di PLTGU itu. ”Kemungkinan penurunan pasokan gas bisa sampai Desember tahun ini,” kata Nur Pamudji.

Hal ini menyebabkan PT PLN memakai bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik. Dengan kekurangan pasokan gas, kebutuhan BBM tahun ini diperkirakan naik 618 kiloliter. Padahal, biaya pokok produksi listrik memakai BBM empat kali lebih mahal dibandingkan gas.

Biaya pokok produksi PLN, jika menggunakan bahan bakar gas tahun 2009, rata-rata Rp 318 per kWh. Adapun jika menggunakan BBM, Rp 1.383 per kWh. Sementara jika memakai batu bara, Rp 362 per kWh. ”Dengan memakai BBM, biaya operasional bertambah Rp 2,4 triliun tahun 2010,” ujar Nur Pamudji.

Selama ini, PT PLN memperoleh gas untuk PLTGU Muara Tawar dari PT PGN. Kedua perusahaan negara itu menandatangani dua kontrak pasokan gas. Kontrak pertama untuk pasokan gas 200 BBTUD, kontrak kedua bersifat sewaktu-waktu dapat dihentikan sebanyak 100 BBTUD. ”Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi belum bisa memastikan pasokan gas untuk PLN. Kami berharap ada solusi secepatnya,” kata Nur Pamudji.

Kepala Divisi Keuangan Korporat PT PLN Yusuf Hamdani menyatakan, penambahan biaya operasional itu akan meningkatkan realisasi subsidi listrik.

Pinjaman 100 juta dollar

Sementara itu, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan lembaga donor dari Perancis, Agence Agence Française de Développement, menyediakan pinjaman 100 juta dollar AS bagi PLN untuk memperbaiki jaringan distribusi listrik agar terjadi penghematan energi dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Dewan Direksi ADB menyetujui pemberian pinjaman 50 juta dollar AS untuk proyek peningkatan kinerja jaringan listrik Jawa-Bali. Adapun lembaga donor dari Perancis menyediakan pinjaman dengan jumlah sama.

Hal ini dukungan terhadap program efisiensi energi PT PLN yang butuh investasi 1,2 miliar dollar AS periode 2010-2014. ”Proyek ini akan mengurangi emisi karbon 330.000 ton per tahun dan menghemat energi 200 megawatt atau setara penambahan 1,2 juta pelanggan di Jawa-Bali,” kata ahli energi dari ADB, Sohail Hasnie.

Pinjaman ADB berjangka waktu 25 tahun, termasuk masa tenggang lima tahun. Adapun pinjaman dari lembaga donor dari Perancis berjangka waktu 15 tahun, termasuk masa tenggang lima tahun. (EVY)

 

Sumber : Kompas

 

~ Mekanisme Tarif Multiguna Kepada Pelanggan Di atas 6.600 VA

KOMPAS/LASTI KURNIA
Dua pekerja memeriksa berbagai jenis kontrol panel kelistrikan PT Siemens Indonesia di Pulomas, Jakarta, Senin (15/2). PT Siemens Indonesia memproduksi kontrol panel kelistrikan. Produksi perusahaan ini sebagian besar diekspor ke negara-negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Produksi tahun 2009 mencapai 2.400 panel dan tahun ini PT Siemens Indonesia akan meningkatkan penjualan pada pasar lokal.
Sudah Diatur di APBN
 
Mekanisme Tarif 6.600 Volt Ampere Tetap Dijalankan

 

Jakarta, Kompas - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, penggunaan mekanisme tarif listrik untuk pelanggan 6.600 volt ampere bisa dilakukan PT PLN (Persero). Mekanisme itu sudah diperhitungkan dalam APBN 2010 sehingga bisa dilaksanakan tahun ini.

”Sebetulnya akan ada satu pembicaraan dengan DPR. Sesegera mungkin setelah rapat kerja dengan Dewan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan kepada saya. Pengaturan tarif pelanggan 6.600 VA sudah ada dalam APBN. Jadi, ini bisa dilakukan oleh PLN sendiri karena tidak menyangkut subsidi,” ujar Hatta di Jakarta, Selasa (16/2).

Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyatakan, pemerintah akan mengkaji ulang penerapan mekanisme tarif subsidi dan nonsubsidi bagi pelanggan di atas 6.600 VA dengan tarif multiguna.

Bahkan, Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J Purwono sudah mengirim surat kepada direksi PT PLN pada 29 Januari 2010. Intinya, pemerintah meminta agar penerapan mekanisme itu ditunda terlebih dahulu.

Keputusan direksi PT PLN untuk menerapkan mekanisme tarif multiguna kepada pelanggan di atas 6.600 VA itu didasarkan pada Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang APBN Tahun 2010. Regulasi itu mengamanatkan pengenaan tarif dasar listrik sesuai dengan nilai keekonomian untuk kelompok pelanggan 6.600 VA ke atas yang pemakaian listriknya melebihi 50 persen dari rata-rata konsumsi nasional.

Mengurangi subsidi listrik

Penerapan mekanisme itu bertujuan untuk mengurangi besaran subsidi listrik dan meningkatkan kepedulian masyarakat mengenai efisiensi atau penghematan listrik.

”Jadi, bukan berarti tidak bisa dijalankan, tetapi perlu pembicaraan dengan DPR. Mekanisme seperti ini penting karena menyangkut APBN. Namun, mekanisme ini tetap berjalan. Secara umum, nantinya akan ada penyesuaian pada APBN Perubahan 2010 karena ada kenaikan tarif dasar listrik,” ujar Hatta.

Pengamat pertambangan dan energi, Kurtubi, mengatakan, dalam situasi seperti saat ini, ketika krisis keuangan baru saja berlalu, pemerintah sebaiknya menghindarkan diri dari penetapan kenaikan tarif dasar listrik, termasuk di kelompok pelanggan 6.600 VA.

Jika pemerintah ingin mengurangi beban anggaran subsidi listrik, sebaiknya dilakukan dengan cara memperbaiki manajemen energi primer.

”Keperluan PLN akan energi primer (baik batu bara maupun gas) harus memperoleh jaminan pemerintah dengan harga DMO (di bawah harga pasar, tetapi di atas biaya pokok batu bara dan gas),” ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Perindustrian MS Hidayat menghendaki tidak ada lagi kenaikan tarif dasar listrik yang dapat menambah beban ongkos produksi industri di dalam negeri.

Pasalnya, setiap kenaikan beban ongkos produksi akan langsung menurunkan daya saing industri dalam negeri dibandingkan dengan industri luar negeri.

”Kami mengharapkan tak ada beban biaya tambahan terhadap komponen listrik karena daya saing industri dalam struktur biaya mencakup listrik, gas, dan biaya bunga. Itu semua menimbulkan ekonomi biaya tinggi,” ungkapnya. (OIN)

 

Sumber : kompas

 

~ Kondisi Infrastruktur Pulau-Pulau terdepan Di Wilayah Timur Indonesia Memprihatinkan

EKSPEDISI
Pulau Terdepan Minim Infrastruktur

 

Ambon, Kompas - Kondisi infrastruktur pulau-pulau terdepan di wilayah timur Indonesia memprihatinkan. Dari 10 pulau terdepan di Maluku yang selesai di data oleh tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara, rata-rata terkendala sarana komunikasi, energi listrik, air bersih, dan transportasi.

Tim ekspedisi sudah mendata pulau-pulau terdepan di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat, yaitu Liran, Wetar, Kisar, Leti, Meatimiarang, Masela, Selaru, Batarkusu, Asutubun, dan Larat. Sepuluh pulau itu sangat minim infrastruktur dan membutuhkan kebijakan percepatan pembangunan.

”Kondisinya memprihatinkan, terutama ketersediaan saranan komunikasi, energi listrik, dan air bersih,” ujar Haris Mulyadi, Komandan Operasi Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara, Selasa (5/1), saat singgah di Tual.

Haris menjelaskan, warga di pulau-pulau terdepan itu harus mengambil air dengan berjalan kaki mendaki perbukitan. Air ditampung dalam jeriken-jeriken plastik. Anak kecil usia sekolah ikut membantu mengambil air dan membawa pulang dengan diseret karena beban terlalu berat.

Menurut Haris, listrik juga belum bisa dinikmati sebagian besar warga. Beberapa desa ada yang memiliki panel solar cell bantuan dari pemerintah, tetapi kondisinya sudah rusak karena tidak terawat. Akhirnya, banyak warga yang kembali menggunakan generator set. ”Padahal, harga bensin sangat mahal, antara Rp 12.000 dan Rp 10.000 per liter,” ujar Haris.

Berdasarkan data PT (Persero) PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, aliran listrik di Maluku baru ada di 28 pulau dari 259 pulau berpenduduk. Di Maluku Utara baru 12 pulau dari 180 pulau berpenduduk.

Sarana komunikasi juga belum menjangkau wilayah perbatasan itu. Tim Ekspedisi memberikan bantuan alat telepon satelit dari Pasifik Satelit Nusantara kepada masyarakat dua desa di Pulau Liran dan Masela.

Transportasi antarpulau juga menjadi permasalahan warga pulau-pulau terdepan. Untuk mencapai pusat-pusat perekonomian, warga bergantung pada kapal-kapal perintis. Di Maluku ada sembilan kapal perintis dan 14 feri.

Setelah menyelesaikan pendataan di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat, tim ekspedisi dari Wanadri ini menuju ke Kota Tual. (ANG)

 

Sumber : kompas

 

~ Kenaikan Tarif Dasar Listrik Per 1 Juli Mendatang Bakal Mendorong Laju Inflasi

Energi
TDL Naik, Berdampak pada Pengupahan 

SALATIGA, KOMPAS - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk sejumlah konsumen, termasuk industri dengan kisaran 6-15 persen, selain membebani industri juga diperkirakan bakal membuat indeks kebutuhan hidup layak melejit. Dengan kondisi ini, pembahasan upah minimum kabupaten mulai Agustus mendatang diprediksi bakal berlangsung alot.

Koordinator Tim Advokasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Agung Wahono, di Bawen, Kabupaten Semarang, Kamis (17/6), menyatakan, kenaikan TDL per 1 Juli mendatang bakal mendorong laju inflasi, yang berarti survei kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai acuan UMK juga terpengaruh.

"Di sisi lain, perusahaan juga akan kesulitan karena sekarang ini baru saja dalam tahap pemulihan pascakrisis keuangan global. Bukan tidak mungkin juga akan sampai ke tahap efisiensi buruh," ujarnya.

Oleh karena itu, melalui DPP Apindo, para pengusaha masih mendorong penghapusan berbagai tarif terkait penyediaan energi listrik, seperti beban puncak atau tarif daya maksimal.

Direktur PT Daya Manunggal Textile (Damatex) Salatiga Andi Sanang Romawi, terpisah, mengaku sempat mendapat harapan karena beberapa bulan terakhir pesanan ekspor membaik, tetapi kenaikan TDL kembali memukul. Dengan kalkulasi pengeluaran listrik per bulan Rp 2 miliar, pihaknya harus membayar biaya ekstra akibat kenaikan TDL sekitar Rp 300 juta. Padahal, pihaknya saat ini masih mengerjakan pesanan dengan nilai kontrak harga lama.

Bahkan, kata dia, untuk menaikkan harga jual sulit, karena pembeli asing tak mau ambil pusing dan akan lebih memilih membeli produk tekstil dari perusahaan lain yang harganya lebih murah.

Andi Sanang justru balik mempertanyakan setelah kenaikan TDL, apakah akan ada perbaikan kinerja PT PLN. Jika masih terjadi pemadaman listrik, apakah ada kompensasi dari PT PLN, karena hal ini mengganggu produksi. Karena jika terjadi keterlambatan, perusahaannya bakal dikenakan penalti pembeli.

"Jika kami terlambat bayar langsung diputus, begitu juga saat meminta undur waktu pembayaran seminggu, katanya disetujui, tetapi tetap saja didenda. Apa PLN juga siap mengganti kerugian kalau masih ada pemadaman listrik," ujarnya. (GAL)

 

Sumber : kompas

 

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 127

Warning: Illegal string offset 'active' in /home/hostdata/alpensteel/public_html/alpensteel_com/templates/alpensteel/html/pagination.php on line 133
Halaman 353 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook