Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~Kantor Gubernur Bali Jadi 'Korban' Pemanfaatan Energi Terbarukan

Bisnis.com, MANGUPURA – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menekankan rencana Pemprov Bali untuk memasang panel surya di atap gedung Kantor Gubernur Bali sebagai langkah awal menuju ‘Bali Clean and Green Province’.

"Akan dicoba dulu, sejauh mana manfaatnya menuju Bali Green and Clean. Setelah ada manfaatnya baru diterapkan ke semua gedung," ujarnya di sela-sela Bali Energy Forum di Nusa Dua, Kamis (19/11/2015).

Saat ini, kata dia, sedang dipersiapkan rencana pemasangan panel surya‎ di atap Kantor Gubernur Bali yang terletak di Civic Centre Renon, Denpasar. Namun, belum disebutkan secara rinci dari lima gedung di Kantor Gubernur yang akan dipasangi panel surya.

Sudikerta menegaskan apabila proyek percontohan panel surya di kantor gubernur berhasil, pihaknya akan memperluas penerapan ke hotel-hotel di kawasan wisata.

Dia menyakini apabila seluruh gedung hotel di Bali bersedia memasang panel surya di atap, akan membantu menyediakan pasokan listrik.

Selain itu, mempercepat program Bali Clean and Green. Sudikerta mengakui tidak mudah mewujudkan Bali yang bersih dari polusi sehingga harus melakukan langkah-langkah secara bertahap.

Sumber: Feri Kristianto

 

~Tujuh Syarat Energi Baru Terbarukan untuk Sukses

JAKARTA - Energi Baru dan Terbarukan (EBT) diharapkan akan mampu menjadi alternatif energi jangka panjang bagi Indonesia. Pasalnya, permintaan energi nasional tumbuh lebih tinggi dibandingkan permintaan energi global. Menurut International Energy Agency (IEA), pertumbuhan energi global pada dekade ini mencapai 1,4 persen. Bandingkan dengan pertumbuhan permintaan energi nasional yang mencapai 3 hingga 4 persen per tahunnya.

Untuk itu, EBT merupakan suatu keharusan untuk dapat dikembangkan oleh Indonesia. Menyikapi hal ini, Pertamina dalam dialog pada acara Pertamina Energy Forum telah menyampaikan tujuh hal yang perlu disediakan oleh pemerintah agar EBT dapat segera digunakan oleh masyarakat.

"Ke depan, dalam rangka keberlanjutan penyediaan energi, pemerintah harus menerapkan skema petroleum guna meningkatkan cadangan terbukti migas dan serius menggunakan EBT," tutur Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Wisnuntoro di Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Menurut Wisnuntoro, ada 7 hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar dapat segera memanfaatkan EBT. Ketujuh hal tersebut adalah penetapan harga jual listrik sesuai tingkat keekonomian, pemberian subsidi, pemberian insentif, kemudahan perizinan, penataan lahan untuk kepentingan energi, tata kelola pemerintahan yang terjaga dan bersih, serta penegakan hukum yang adil.

Ketujuh hal ini merupakan syarat yang harus segera dipenuhi oleh pemerintah dari berbagi sektor guna menekan biaya penggunaan EBT yang masih tergolong mahal. Oleh karena itu, setelah pemerintah memenuhi tujuh persyaratan ini, EBT diharapkan dapat dinikmati oleh masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau. (rzy)

Sumber: Dedy Afrianto

 

~Swedia Berbagi Ilmu Energi Terbarukan dengan RI

Jakarta-Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia menggelar acara seminar membahas tentang penyediaan energi terbarukan (renewable energy). Pemerintah dan perwakilan perusahaan energi Swedia dalam seminar ini bakal memberikan masukan terhadap Indonesia terkait pengelolaan dan pengembangan sektor energi.

Langkah ini sejalan dengan komitmen kedua negara memperhatikan aspek lingkungan yang terkait dengan penyediaan energi masa depan yang ramah lingkungan.

"Ini menarik, tentang iklim yang lebih baik di masa depan yakni denganrenewable energy. Kita mulai bahas potensi energi, kita hadirkan panelis. Ini renewable energy adalah isu masa depan," kata Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog, saat membuka seminar di Hotel Gran Melia, Kamis (19/11/2015).

Di tempat yang sama, Komisoner Perdagangan Swedia, Anders Wickberg menjelaskan negaranya memiliki perusahaan yang fokus terhadap isu-isu energi ramah lingkungan. Dengan adanya forum diskusi ini, rekan-rekan dunia usaha dari Swedia bisa memberikan masukan dan informasi serta bekerjasama dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

"Kita punya water waste solution,energy solution, kita ada geothermal. Pemerintah Swedia dan perusahaan Swedia siap bekerja bersama dengan rekan dari Indonesia," tambahnya.

Pada acara ini, Kedutaan Swedia mengundang perwakilan pemerintah Swedia, perwakilan pemerintah Indonesia, Otoritas Energi Swedia, KADIN Indonesia, perusahaan energi asal Swedia dan Indonesia. Acara seminar dibuka pukul 09.30 wib.

Sumber: Feby Dwi Sutianto- detikfinance

 

~Waduuuhhh.. 32 Desa Di Sumenep Belum Teraliri Listrik

Bisnis.com, SURABAYA--Kendati Jawa Timur adalah kawasan surplus listrik yang memasok listrik ke luar wilayahnya, hingga September 2015 ternyata masih ada 32 desa, mayoritas di Kabupaten Sumenep, yang belum dialiri listrik.

Kepala Bidang Energi dan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Jatim Hasbi Mudjtaba mengatakan 32 desa yang belum terlistriki dengan baik mayoritas berlokasi di Kabupaten Sumenep, Madura.

"Jawa Timur terkenal sebagai pemasok listrik ke provinsi lain. Tetapi masih ada masalah di dalam yang belum selesai seperti yang terjadi di Sumenep," katanya seusai konferensi pers Pameran Kelistrikan di Surabaya, Senin (5/10).

Data Dinas ESDM Provinsi Jatim menyebutkan Provinsi setempat terdiri dari 29 kabupaten/ kota yang menaungi 664 kecamatan dan 6.506 desa. Dari jumlah tersebut, 32 desa di Sumenep belum dialiri arus listrik atau sekitar 1.791 rumah tangga.

Menurutnya, masalah utama dari belum tersediannya listrik di sejumlah desa di Sumenep lantaran tidak ada jaringan listrik masuk ke desa.

Dia menegaskan Pemprov Jatim telah berusaha membantu memerluas jaringan listrik hingga ke Sumenep baik melalui pembangunan transmisi, tower maupun gardu. Namun langkah ini diperberat oleh aturan Kementerian Dalam Negeri yang melarang pembangunan jaringan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PBD).

Aturan yang tertuang dalam Perda no 32 Tahun 2011 dan penyempurnaanya, Perda No 39 Tahun 2014 itu sudah tidak mengizinkan pengguaan PBD membiayai jaringan listrik BUMN.

"Kami sudah menyurati Kemendagri perihal masalah tersebut, tetapi hingga kini belum ada jawaban," tuturnya. "Dengan begitu, rasio elektrifikasi di awa Timur yaitu 83,60%: 16,40%."

Hasbi menjelaskan Pemprov kini proaktif menjaring investor agar masuk di bidang kelistrikan. Sebagai dukungan, Pemprov siap membangun infrastruktur yang dibutuhkan oleh para investor. Pasalnya, potensi listrik di Jawa Timu diklaim cukup banyak terutama dari panas bumi 1.200 MW, air 136 MW, Angin 165 MW dan biogas 390 MW.

Manager Bidang KHA PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Suhatman membenarkan bahwa Jatim mengalami surplus pasokan listrik. Dia menguraikan daya bangkit listrik Jatim sebesar 8.900 MW dengan beban puncak 5.020 MW.

"Itu saja bsa ditransfer ke Bali 370 MW dan ke Semarang 1.000 MW. Jatim listrik masih aman karena disalurkan melalui 500 kV," katanya saat ditemui di kesempatan yang sama.

Kendati begitu, ujarnya, Jawa Timur harus menambah jaringan di ini. Kalau tidak, tahun depan ditakutkan tidak surplus lagi. Apalagi dengan kondisi 32 desa yang belum dialiri listrik secara maksimal.

Menurutnya, PLN ikut berkontribusi dalam program PLN bangun listrik desa hingga ke Madiun dan Situbondo. Namun pihaknya terkadang ditolak oleh masyarakat setempat karena mereka tidak ingin kawasannya dilalui tiang-tiang listrik milik perseroan.

Komisaris PT PLN (Persero) Milton Pakpahan menjelaskan program 35.000 MW untuk lima tahun ke depan akan dioptimalkan di kawasan-kawasan yang belum dialiri alur listrik. Sumatera, Papua dan Sulawesi dan Sumenep yang menjadi prioritas karena masih defisit, katanya.

Kapasitas 35.000 tersebut akan dimanfaatkan untuk PLTU sebesar 20.000 MW, gas 13.000 MW dan energi baru terbarukan 2.000 MW. Untuk mewujudkannya, dia berharap dukungan Pemerintah Daerah baik dari segi perizinan dan pembebasan lahan.

Sumber: Deliana Pradhita Sari

 

~Pengenalan Energi Terbarukan di Buru Baru Festival

Yogyakarta (Greeners) – Sabtu pagi, tanggal 26 September 2015, tampak riuh di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tampak deretan tenda berdiri diantara pepohonan cemara udang sepanjang pinggir pantai. Sementara di sisi lain pantai, panitia dengan sabar menunggu peserta yang akan melakukan registrasi acara Buru Baru Festival yang diselenggarakan oleh Greenpeace Indonesia. Tercatat 500 peserta mendaftar dalam rangkaian acara ini. Acara yang berlangsung selama dua hari ini menggabungkan pentas seni, berkemah (camping), bersih pantai, pelepasan tukik dan workshop.

“Rangkaian acara yang kami adakan kali ini, selain untuk menunjukkan contoh-contoh praktik ramah lingkungan, sekaligus menjadi edukasi alternatif mengenai energi terbarukan. Jadi harapannya, peserta tidak hanya melihat, tetapi juga mengenal dan merasakan dampak langsung kepedulian lingkungan,” kata Jeri, Koordinator Utama Buru Baru Festival.

“Selain menjadi lokasi berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida, kombinasi pembangkit listrik tenaga surya dan bayu, Pantai Baru menjadi pilihan dalam pelaksanaan acara karena di sini masyarakat bisa menunjukkan bahwa energi terbarukan berdampak positif baik secara lingkungan maupun ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu Debi, Koordinator Media Buru Baru Festival menyampaikan bahwa selama ini memang energi terbarukan belum terlalu dikenal masyarakat.

“Kami melihat sebenarnya sudah banyak teman-teman muda yang peduli pada isu lingkungan. Masalahnya, kadang bahasa-bahasa yang disampaikan mengenai lingkungan dan energi terbarukan ini masih sulit dipahami. Jadi, acara ini menawarkan pengalaman langsung untuk teman-teman muda. Tidak hanya di spot acara kami, tetapi juga bersinggungan langsung dengan masyarakat sekitar,” ujar Debi.

Dalam pembukaan acara, Ketua Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting menyampaikan bahwa di hari tersebut, cabang Greenpeace di 30 negara juga melakukan aksi secara serentak yang ditandai dengan tagar #ActionForClimate. Aksi serentak ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan kepada kepala negara yang hadir dalam konferensi perubahan iklim di Paris pada Desember mendatang.

Penelitian terbaru Greenpeace dan Universitas Harvard mengungkapkan sebanyak 15.600 jiwa/tahun akan mengalami kematian dini akibat terpapar polusi yang dikeluarkan oleh PLTU Batubara. Laporan penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekspansi batubara yang direncanakan secara signifikan dapat meningkatkan tingkat polusi di seluruh Indonesia. Ditambah lagi, Pemerintah Indonesia meluncurkan proyek 35 GW dimana 60 persen diantaranya adalah PLTU Batubara.

“Kami mengajak seluruh unsur masyarakat untuk mendesak Pemerintah Indonesia agar mengakhiri era bahan bakar fosil dan menghentikan deforestasi. Peralihan menuju energi terbarukan dan perlindungan hutan harus segera dipercepat, dengan itu Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyelamatan iklim global,” kata Dian Elviana, Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, seperti dilansir dalam keterangan resmi yang diterima Greeners, Sabtu (26/09).

Sebagai informasi, Buru Baru Festival dimeriahkan dengan berbagai kegiatan pelatihan (workshop), seperti membatik dengan pewarna alami, cukil kayu, instalasi listrik energi terbarukan, artrashtic, hingga layang-layang. Empat peserta workshop terpilih mendapatkan kesempatan memilih berkunjung ke Sei Utik, Kalimantan Barat, atau Derawan Kalimantan Timur. Keduanya adalah daerah dampingan Greenpeace Indonesia.

Pratiwi Dwi, salah satu peserta workshop cukil kayu cukup senang dengan berbagai kegiatan dalam Buru Baru Festival. “Tidak cuma bersenang-senang saja, tapi juga juga bisa belajar dari hal-hal kecil di sekitar,” katanya.

Dalam acara yang dilangsungkan selama dua hari tersebut, pertunjukan musik di Buru Baru Festival menggunakan listrik yang berasal dari PLTH. Selain itu para pengisi acara cukup dikenal karena kritik sosial dan kepedulian lingkungan. Melanie Subono, Gangstarasta, Iksan Skuter, Dendang Kampungan, Sisir Tanah, Merah Bercerita, Deugalih and Folks, Ucup and The Tebel Project, Dear and Friends, Sound Rebel. Di hari terakhir penyelenggaraan, peserta dan pengunjung pantai melakukan bersih pantai.

Penulis: Junaedi Ghazali

 
Halaman 1 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook