Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Tim Peneliti NASA Mengumumkan Penemuan " Bumi Baru "

Ilmuwan NASA Mengaku Temukan “Bumi Baru"

Planet itu kemungkinan memiliki temperatur yang tepat agar air tetap berbentuk cair.


Ilustrasi Kepler-22b, planet yang diprediksi berpotensi menampung kehidupan (space.com)

VIVAnews - Tim peneliti dari Badan Antariksa AS (NASA) mengumumkan temuan penting dalam upaya pencarian kehidupan. Mereka mendapati planet lain yang berotasi cukup dekat dengan mataharinya, di orbit yang berpotensi mendukung kehidupan.

Planet yang diberi nama Kepler-22b itu memiliki ukuran 2,4 kali ukuran Bumi dan jaraknya 600 tahun cahaya dari kita. Planet itu mengorbit di ‘habitable zone’ atau kawasan di ruang angkasa yang cukup jauh dari mataharinya di mana air bisa hadir di permukaan tanpa menguap.

“Temuan ini mendukung keyakinan kita bahwa kita tinggal di alam semesta yang penuh dengan kehidupan,” kata Alan Boss, astrofisikawan dari Carnegie Melon University, seperti dikutip dari laman Space, 6 Desember 2011.

Boss menyebutkan, bintang yang menjadi matahari bagi planet tersebut berjarak 600 tahun cahaya (1 tahun cahaya mencapai sekitar 9,65 triliun kilometer) ke arah konstelasi Lyra dan Cygnus. Meski begitu, pancaran sinar bintang itu 25 persen lebih redup dibanding matahari kita.

Tak jauh berbeda dengan Bumi yang mengorbit matahari selama 365 hari per rotasi, Kepler-22b menuntaskan orbitnya dalam 290 hari. Ini dimungkinkan karena jaraknya dengan mataharinya berada sekitar 15 persen lebih dekat dibanding jarak bumi dengan matahari.

Jarak ini cukup dekat untuk menghadirkan temperatur yang hangat dan menyenangkan di permukaannya. Di temperatur itu, air dalam bentuk cair, yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan, bisa hadir. Artinya, planet ini bukan saja bisa dihuni, tetapi bisa juga sudah berpenghuni.

“Ini merupakan tonggak utama dalam upaya pencarian kembaran Bumi,” kata Douglas Hudgins, Kepler Program Scientist, NASA Headquarters. “Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya misi yang dilakukan oleh ilmuwan yang berupaya untuk menjawab pertanyaan terbesar terkait posisi kita di alam semesta,” ucapnya.

Sebelumnya para ahli juga menemukan sebuah planet yang mirip dengan bumi. Planet itu kemudian diberi nama Zarmina. Ukurannya lebih besar dari bumi. Sekitar 20 hingga 50 persen lebih besar. Dengan ukuran sebesar itu, Zarmina tentu saja bisa mampu menampung lebih banyak mahluk hidup, termasuk manusia.

Gravitasi di permukaannya juga lebih besar, sekitar 1 hingga 1,5 lebih besar dari gravitasi bumi. Artinya, kalau kalau di bumi bobot Anda 70kg, maka di Zarmina akan melar hingga sekitar 100kg.

Para ahli belakangan ini kian gencar memecahkan misteri alam semesta. Penjelajahan alam semesta dilakukan dengan banyak cara, dari telaah teoritis hingga pembuktian dengan memakai teleskop canggih. 

Sumber : VivaNews.com

 

~ Indonesia, Mengembangkan Teknologi BTS Tenaga Air

Teknologi BTS Air Dikembangkan di Indonesia

Teknologi ini mengganti listrik dengan pemicu air yang memanfaatkan genset.


Menara BTS

VIVAnews - Pusat riset teknologi Telkomsel saat ini fokus dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan. Salah satunya yakni pemanfaatan Base Transceiver Station (BTS) tenaga air yang diklaim pertama di Asia.

Teknologi ini mengganti listrik dengan pemicu air yang memanfaatkan genset. Hasil listrik dari pemicu genset tersebut kemudian dapat memasok listrik BTS.

Untuk lebih menghemat energi, teknologi ini dikolaborasikan dengan Exhaust Fan, rangkaian penghemat energi pendingin ruangan BTS. Ini menjadi solusi problem BTS selama ini yakni energi yang dikeluarkan sangat banyak karena sistem pendingin ruangan di pengendali BTS cenderung boros.

"Ruang pendingin biasanya memakai AC dengan energi 3.000 watt, selama ini cenderung boros dan cepat panas, " ujar pengembang teknologi ini, Sigit Dwi Handoko, di sela Peluncuran Pusat Riset Teknologi Telkomsel di Bandung, Senin.

Teknologi yang dikembangkannya menggunakan sistem DC yang hanya butuh energi 250 watt. Prinsip kerja teknologi ini yakni menyedot panas dari dalam dan membuang keluar ruangan sehingga sirkulasi lebih cepat dan suhu ruangan menjadi lebih dingin.

Dalam teknologi ini terdapat fitur self cleaning filter, yang menyaring debu di pendingin ruangan yang rentan dengan debu, sehingga sistem pendingin tidak cepat rusak. "Dengan ini otomatis membersihkan tanpa perlu tenaga orang," ujarnya.

Teknologi BTS air ini mampu memasok energi sampai 6.000 watt. Sementara kebutuhan satu BTS menurutnya sekitar 5000 watt. Sistem ini mampu menekan pembiayaan sampai 70 persen. Teknologi ini telah diaplikasikan untuk memasok listrik ke satu BTS di Gorontalo yang kekurangan pasokan listrik.

Teknologi ramah lain yang dikembangkan oleh Telkomsel yakni 2.200 BTS yang ramah lingkungan yang terdiri dari solar cell, mikrohidro, fuel cell, dan hotel BTS.

• VIVAnews
 

~ Jawa Barat Merupakan Penyumbang Limbah B3 Terbesar di Indonesia

Jawa Barat Penyumbang Limbah B3 Terbesar di Indonesia

Jawa Barat Penyumbang Limbah B3 Terbesar di Indonesia
 
Provinsi Jawa Barat merupakan penyumbang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) terbesar di Indonesia. Industri terbesar yang menyumbang limbah B3 adalah industri peleburan logam. Peringkat terbesar setelah Jabar adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menurut Deputi IV Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3, dan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Dra. Masnellyarti Hilman,M.Sc, industri di Indonesia adalah penyumbang limbah B3 terbesar ketimbang rumah tangga. Daerah-daerah penghasil limbah B3 terbesar adalah daerah yang didominasi oleh industri, seperti industri peleburan logam, manufaktur, kimia.

"Untuk di Jawa Barat, meski industri peleburan logam menyumbang B3 terbanyak, kandungan logamnya tidak bersifat kronis," ujar Masnellyarti yang jadi pembicara dalam sosialisasi Pengelolaan B3 di Rumah Tangga di Yogyakarta, (5/12).

Industri di Indonesia yang paling berbahaya dalam menghasilkan limbah B3 adalah industri minyak dan gas bumi serta industri kimia. Industri-industri tersebut banyak tersebar di Indonesia Timur. Kaitannya dengan pengelolaan limbah B3 di kalangan industri, dari 1.002 industri,baru 62 persen saja yang sudah sesuai standar lingkungan yang benar.

Menurut Masnellyarti, masing-masing industri diperbolehkan untuk mengelola limbah B3 asalkan memenuhi prosedur yang tepat. Bagi industri yang tidak bisa mengolah sendiri,bisa menyerahkan ke perusahaan lain yang mendapat ijin resmi dari pemerintah.

 "Untuk industri yang belum memenuhi standar pengelolaan limbah B3,kami sudah laporkan ke pengadilan, dan tinggal menunggu sanksi," tambahnya. Pemerintah pun,lanjutnya,akan terus melakukan pengawasan pada industri-industri di Indonesia terkait upaya mereka untuk mengelola limbah B3 dengan benar.
 
 Sumber : Nationalgeografhic.co.id
 

~Pemanfaatan Air Hujan

Memanfaatkan Air Hujan untuk Energi

TIA KOMALASARI/”PRLM”
Alexander Godlief Muskitta (tengah) bersama dengan Kepala Sekolah Cakra Buana, Danang Prabowo (kiri), dan Guru Pembimbingnya, Nopi Melani (kanan), memperlihatkan medali yang diperolehnya di...

Datangnya musim hujan seringkali malah menjadi masalah pada beberapa kota di Indonesia. Hal itu karena hujan deras seringkali mengakibatkan banjir akibat buruknya drainase di wilyah tersebut. Padahal bila dikelola dengan baik, air hujan tersebut bisa bermanfaat sebagai penghasil energi di perkotaan.

Hal itu dibuktikan oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Cakra Buana, Cliff Alexander Godlief Muskitta (16). Siswa Kelas 11 IPA 2 tersebut merancang alat untuk menghasilkan energi listrik alternatif dengan memanfaatkan air hujan.

Untuk menghasilkan energy, Cliff membuat alat dengan menggunakan ilmu teori fisika. Alat tersebut terdiri dari sebuah lilitan kawat yang dijadikan kumparan. Dia kemudian menempelkan alat tersebut dengn magnet.

"Saya menggunakan lilitan kawat yang dijadikan kumparan yang ditempelkan pada medan magnet. Pada saat tetesan air hujan turun mengenai alat tersebut maka akan menghasilkan energi listrik. Ilmu fisika yang digunakan sesuai dengan konsep ilmu Faraday,” ujarnya saat ditemui di Sekolah Cakra Buana, Sawangan, Depok, Senin (31/10).

Cliff menjelaskan, alasan dilakukan percobaan alat ini karena Indonesia merupakan negara dengan potensi curah hujan yang tinggi. "Sayang sekali jika adanya hujan yang deras hanya bisa mendatangkan banjir. Lalu terpikir ide oleh saya untuk memanfaatkannya menjadi hal yang lebih berguna. Salah satunya sebagai penghasil energi," kata dia,

Percobaan tersebut ternyata tidak sia-sia. Alat yang dirakitnya mendapatkan penghargaan pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang digelar Kemendiknas pada tanggal 9-14 Oktober 2011. Dalam ajang tersebut, Clif beserta temannya Lutfi Adyaksa Diputra, mendapatkan medali perak.

"Saat itu saya mempresentasikan tentang penelitian pemanfaatan tetes air hujan menjadi sumber energi alternatif. Dari sekian ribu peserta di seluruh Indonesia, saya bersyukur bisa masuk menjadi ‘10 Besar’ dan akhirnya terpilih menjadi juara kedua dalam ajang kompetisi tersebut," ujarnya.

Guru Pembimbing Cliff, Nopi Melani, mengatakan Cliff dan tim nya sudah melakukan persiapan matang sebelum ikut olimpiade tingkat nasional tersebut. Sebelum olimpiade, siswa memang sudah terbiasa untuk presentasi di sekolah sehingga saat kompetisi tidak grogi," katanya.

"Persiapannya sejak Cliff kelas 10. Anaknya memang suka bereksperimen. Ide-idenya sangat luar biasa. Dari ide hebatnya itu, kami cari dan buat konsep yang tepat. Alhasil, alat yang dibuatnya tersebut mampu membuat decak kagum juri yang rata-rata ahli di bidang sains khususnya ilmu Fisika," kata Nopi.

Menurut dia, hal yang membuat Cliff terpilih menjadi juara kedua adalah originalitas karya dan berguna untuk orang lain. Dari 1300 makalah penelitian dari seluruh Indonesia hanya terpilih 90 karya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMA Cakra Buana, Danang Prabowo merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih anak muridnya tersebut. Sebelunya Cliff juga terpilih sebagai pemenang pertama lomba video dan menjadi duta anti narkoba Kota Depok.

 

Sumber : Pikiran Rakyat 

 

~ Energi Alternatif dari Tenaga Gerak Kendaraan

Energi Alternatif dari Tenaga Gerak Kendaraan

Jalan di City of Roanoke, Virginia, Amerika Serikat akan memiliki sumber tenaga listrik yang berasal dari daya tekan kenadaraan. New Energy Technology (NET) menggunakan sistem MotionPower untuk mengkonversi daya tekan atau tenaga gerak kendaraan menjadi energi listrik. Sistem ramah lingkungan ini telah diuji coba kepada 580 kendaraan pada bulan Oktober lalu di Virginia.


Sistem ini menangkap daya tekan dan energi mobil, truk, bus, dan berbagai kendaraan berat lainnya saat kendaraan tersebut melambat dan akhirnya berhenti. "Ban dari kendaraan itu memberikan tekanan kepada serangkaian panel kecil yang akan memutar generator listrik," ungkap CEO NET, John Conklin.

Dengan adanya teknologi ini, diharapkan dapat menjadi 
energi alternatif dan membantu mengurangi emisi gas yang disumbangkan oleh 250 juta mobil di Amerika Serikat.

Sistem MotionPower dapat digunakan untuk menambah atau mengganti pasokan listrik konvensional yang digunakan pada marka jalan, lampu jalan, bangunan, dan sebagai tenaga listik darurat. Walikota Roanoke, Mark Jamison mengungkapkan, sistem ini akan dapat mengurangi biaya pada penggunaan perangkat lalu lintas dan memiliki potensi untuk menciptakan kondisi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Tempat parkir, jalur keluar, pintu tol, dan tempat peristirahat akan mejadi tempat-tempat yang akan dipasangkan 
MotionPower. Jika penggunaannya sama dengan saat demonstrasi, maka diperkirakan MotionPower ini dapat menghidupi listrik rumah atau bilboard sebesar 45 meter persegi selama satu hari penuh.

 

Sumber : nationalgeographic.co.id

 
Halaman 196 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook