Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Ozon Bisa Memprediksi Terjadinya Gempa Bumi


detail berita
ilustrasi (foto : Google)

 

Ozon Bisa Digunakan Memprediksi Gempa Bumi

VIRGINIA - Para peneliti di seluruh dunia sedang mencari cara yang dapat diandalkan untuk memprediksi gempa bumi. Salah satu cara baru yang sedang diteliti akhir-akhir ini adalah prediksi gempa lewat ozon.

Ozon adalah gas alam, sebuah produk sampingan dari pelepasan muatan listrik ke udara, seperti petir, atau batu yang pecah karena tekanan. Sementara itu, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Physics Letters, menunjukkan bahwa gas ozon yang dipancarkan dari rekahan batu ternyata dapat digunakan sebagai indikator perkiraan gempa bumi.

Para ilmuwan di laboratorium dari Raul A. Baragiola, seorang profesor fisika teknik di University of Virginia School of Engineering and Applied Science, melakukan eksperimen untuk mengukur ozon yang dihasilkan dengan menghancurkan atau mengebor berbagai jenis batuan beku dan metamorf, termasuk granit, basal, gneiss, riolit dan kuarsa. Batuan yang berbeda menghasilkan ozon dalam jumlah yang berbeda, diantaranya, batuan riolit menghasilkan emisi ozon terkuat.

Dilansir melalui UVatoday, Selasa (6/12/2011), beberapa waktu sebelum gempa bumi, tekanan mulai terkumpul dalam retakan-retakan di bawah tanah. Tekanan tersebut membuat retak batuan, dan diasumsikan akan menghasilkan ozon yang dapat dideteksi.

Untuk membedakan apakah ozon itu berasal dari batu atau dari reaksi di atmosfer, para peneliti melakukan eksperimen pada oksigen murni, nitrogen, helium dan karbon dioksida.

Mereka menemukan hanya ozon yang dihasilkan oleh rekahan batulah yang mengandung atom oksigen, seperti udara, karbon dan molekul oksigen murni. Ini menunjukkan bahwa rekahan batu dapat dideteksi dengan mengukur ozon.

"Jika penelitian di masa depan dapat menunjukkan korelasi positif antara tingkat ozon tanah, di daerah retakan tanah dan gempa bumi, sebuah sistem detektor ozon yang saling berhubungan bisa mengawasi pola anomali, yang terjadi saat retakan batu melepaskan ozon dari bawah tanah dan retakan permukaan," katanya.

Dia menambahkan bahwa deteksi dari peningkatan ozon tanah juga mungkin berguna dalam mengantisipasi bencana di penggalian terowongan, tanah longsor dan tambang bawah tanah. (okezone.com)

 

~ Pulau Buatan Dari 125.000 Botol Plastik

Beginilah Pulau Yang Terbuat Dari 125.000 Botol Plastik
Ide mengolah sampah-sampah bekas memang tidak ada habisnya, begitu juga Rishi Sowa yang prihatin melihat banyak sampah organik dan non organik yang bertebaran di pantai.Lalu kreatifitasnya diwujudkan dengan membuat pulau buatan yang mengapung diatas 125.000 botol plastik. Sayangnya pulau buatan pertamanya hancur terkena badai, sebagai gantinya Sowa membuat pulau buatan bernama Joysxee, dan pulau ini juga adem lho karena Sowa juga menanam beberapa vegetasi seperti bakau di sekitar pulau buatannya.










Untuk kebutuhan listrik dipasok oleh panel surya, seperti yang terlihat huniannya tidak mewah namun cukup nyaman.



 

~ Aplikasi Android Paling Favorit & Disukai


detail berita
Andorid (Foto: Google)

5 Aplikasi Favorit di  Android

CALIFORNIA - Mayoritas pengguna smartphone mengakses jejaring sosial dari handset mereka, bahkan menurut Ofcom 57 persen pemilik smartphone mengunjungi jejaring sosial seperti Facebook.

Ada banyak aplikasi pendukung pengalaman jejaring sosial yang tersedia untuk perangkat Android. Berikut lima aplikasi yang anggap favorit, seperti dilansir PC Advisor, Kamis (1/12/2011).

1. Seesmic : Jika Anda seorang pengguna Facebook dan Twitter, tentu saja akan memerlukan waktu yang lama untuk membuka aplikasi yang berbeda. Namun dengan aplikasi Seesmic, Anda dapat memantau akun Facebook dan Twitter dari aplikasi yang sama.

Selain itu aplikasi ini juga mendukung Google Buzz dan Chatter Salesforce, jika Anda juga menggunakannya.

2. Google+ : Aplikasi ini memungkinkan Anda tetap up to date dengan jejaring sosial Google, Google+. Bahkan fitur Mobile Hangouts, juga memungkinkan Anda melakukan video chatting dengan 9 teman Anda.

3. Tagged Photo Sync for Facebook : Aplikasi ini memudahkan untuk mengunduh foto Anda yang telah ditandai di Facebook ke ponsel Anda.

4. Bump : Dengan aplikasi ini, Anda dapat berbagi foto, aplikasi, musik, pesan, lokasi, musik, jadwal kalender dan bahkan menjadi teman Facebook atau follower di Twitter hanya dengan 'bumping' handset Anda secara bersamaan.

5. GPS Friend Friender : Tentu saja tidak semuanya aplikasi favorit tentang chatting online. Aplikasi GPS Friend Friender ini memungkinkan Anda meilhat lokasi teman dan keluarga pada peta dengan menggunakan GPS pada handset. (tyo)(okezone.com)

 

~Sunvention Garap Energi Surya

ATMI-Sunvention Garap Energi Surya



 

"Kami akan kembangkan energi surya di kawasan timur Indonesia, yang memang kaya sinar matahari, namun belum terjangkau listrik," kata Ketua Yayasan Karya ATMI BB Triatmoko SJ di Jakarta, pekan lalu.

 

Pengembangan energi terbarukan dan ramah lingkungan ini memang sesuai dengan program ATMI di bidang pengolahan produksi pangan, sumber energi, air, dan perumahan. Menurut Triatmoko, pengembangan energi surya saat ini memasuki tahap pembuatan prototipe setelah menyelesaikan proses riset dan pengembangan.

 

"Pembuatan prototipe merupakan tahapan sebelum masuk fase produksi massal. Kami sudah menggandeng sejumlah perusahaan besar untuk mengembangkan proyek ini," katanya.

 

Sedangkan Chief Executive Officer (CEO) Sunvention Jurgen Kleinwachter mengatakan, Pemerintah Jerman saat ini menutup dan menghentikan pembangkit energi tidak ramah lingkungan, termasuk nuklir, serta menggantinya dengan tenaga angin, matahari, dan air.

 

Dia mengatakan, dalam kerja sama dengan ATMI, Sunvention sengaja memilih teknologi pembangkit listrik yang cocok bagi usaha kecil dan menengah. Dengan harapan, masyarakat di daerah terpencil mudah untuk merawat dan mengoperasikannya. Sunvention merupakan perusahaan Jerman yang bergerak di bidang solusi energi terbarukan, seperti pembangkit bertenaga surya yang diaplikasikan di berbagai negara.

 

Kleinwatcher membantah anggapan kalau pembangkit tenaga surya berbiaya tinggi. Kenyataannya hanya tahap awal saja investasinya tergolong mahal, namun selanjutnya pengoperasiannya justru lebih efisien dan ramah lingkungan. Apalagi pemanfaatan energi angin dan matahari di Jerman sudah berlangsung sejak 30 tahun lalu. Ketika itu biayanya memang 50 kali lipat dari pembangkit listri berbahan bakar minyak, namun saat ini biayanya sudah setara.

 

Teknologi tenaga matahari yang dikembangkan oleh Sunvention dan ATMI ini berbeda dengan yang selama ini dikenal sebagai photovoltaic atau yang populer disebut solar cell. Teknologi baru ini menggunakan theromodinamika yang jauh lebih efisien dari solar cell, selain tidak diperlukan baterai yang mahal.

 

"Kalau Eropa memang kekurangan sumber energi matahari. Namun, di Indonesia melimpah atau 2,5 kali di Eropa. Energi matahari yang jatuh ke bumi secara umum besarnya 15.000 kali yang dibutuhkan oleh umat manusia," ujar dia.
 
Sumber : Suara Karya 
 

~ Tas dan Dompet Menarik Hasil Daur Ulang Limbah Kertas Semen

Limbah Kertas Semen Diubah Jadi Dompet dan Tas Cantik

 
 

Foto: Nurul Hidayati

Sidoarjo - Tas berbahan kain memang sudah biasa. Namun, bagaimana bila Anda dihadapkan dengan tas berbahan daur ulang. Tak tanggung-tanggung, bahan daur ulang yang digunakan adalah sak semen.

Weny Indrasari (39) dan Sutiono(39) adalah pasangan suami istri yang mencetuskan ide pembuatan tas dan dompet dari kertas semen. Menurutnya hasil karya mereka ini muncul atas ketidaksengajaan. Kebetulan saat itu Sutiono dan istrinya sedang merenovasi rumah.

Disaat bersamaan, ia mendapat tantangan dari sebuah acara bertema daur ulang. Jadilah sak semen bekas milik mereka racik menjadi kerajinan tas dan dompet.

"Semuanya nggak sengaja, pas ada tuntutan membuat kerajinan daur ulang, pas juga ada banyak sak semen bekas renovasi rumah," tutur Weny kepada detiksurabaya.com di rumahnya di Perum TAS 2 Blok R3, Rabu (7/12/2011).

Awalnya, semua bahan baku tas dan dompet buatan mereka berasal dari kertas semen. Seiring berjalannya waktu, Weny memberi modifikasi pada bagian dalam tas dan dompetnya dengan menggunakan kain keras seperti tas pada umumnya.

Itu berarti, keduanya tetap mengguanakan sak semen hanya untuk pelapis luar saja. Sedangkan bagian dalamnya sama seperti tas pada umumnya. Ini memungkinkan tas dan dompet buatannya tidak akan rusak bila terkena air. Selain itu, menurutnya kertas semen cocok untuk dibuat tas ataupun dompet karena seratnya lebih tebal.

"Nggak semua kertas semen bisa dipakai, hanya merek tertentu saja yang seratnya lebih tebal," kata Sutiono.

Proses pembuatan tas dan dompet tersebut diawali dengan membersihkan kertas semen dari kotoran, lalu direbus dengan pewarna tekstil. Kemudian dijemur sampai kering, disetrika, dijahit sesuai pola, pelapisan formula tahan air, dan terakhir diberi lapisan fernis agar terlihat mengkilap.

Dalam sehari Weny dan Sutiono bisa mampu meracik 10 tas atau dompet. Harganya bervariasi mulai Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribu. Dari usahanya ini Weny bisa mendapatkan keuntungan 1,5 juta setiap bulan.

Karena keterbatasan tenaga kerja, sementara ini Weny dan Sutiono hanya memasarkan produknya di UKM Provinsi Jatim di Juanda. Namun tidak jarang ada konsumen yang langsung datang ke rumahnya untuk memesan tas maupun dompet. Bahkan produknya sudah pernah dikirim ke Medan, Pontianak dan
Samarinda.

Detik.com

 
Halaman 195 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook