Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Banyak Mobil Dinas Kementerian Belum Dipasang Stiker BBM Non Subsidi

Jakarta - Pemasangan stiker Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di kendaraan dinas pemerintah di berbagai kementerian pada hari pertama pembatasan BBM subsidi untuk mobil 'plat merah 'masih nihil. 

Padahal menurut instruksi Presiden SBY mulai 1 Juni 2012, kendaraan dinas pemerintah hanya boleh pakai BBM non subsidi dengan tanda stiker khusus di kendaraan.

Kasubag Biro Umum Kementerian Perdagangan Sapri Sulaiman mengakui sampai sore ini belum mendapat stiker khusus yang rencananya akan diberikan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kami menunggu stiker itu dari kementerian ESDM, sampai saat ini kementerian ESDM belum memberi stiker, kami menunggu," kata Sapri kepadadetikFinance, di kantornya, Jl Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (1/5/2012)

Ia mengatakan saat ini ada 350 unit kendaraan dinas yang ada di kementerian perdagangan, tetapi yang dikelola oleh biro umum hanya 49 unit. "Termasuk 14 bus berbahan bakar solar, 35 kedaraan operasional lainnya," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan detikFinance, mobil-mobil di kementerian keuangan belum terlihat menggunakan stiker bebas BBM bersubsidi. Hal yang sama terjadi di Kementerian PU.

Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan sampai saat ini belum ada satupun mobil di Kementerian PU yang memasang stiker khusus BBM Non Subsidi. "Belum ada yang pasang," ucap Djoko ketika ditemui di Kantornya, Jumat (1/6/2012).

Berdasarkan pengamatan stiker BBM non subsidi kendaraan dinas hanya terlihat di kantor Kementerian ESDM.
 

~ Harga Minyak Turun di Bawah US 100

Jakarta - Pertama kalinya sejak Oktober 2011, harga minyak dunia akhirnya turun di bawah US$ 100 per barel. Ini akibat melemahnya dana manufaktur di China dan juga ketakutan krisis utang di Eropa yang menyebabkan permintaan minyak dunia menurun.

Data indeks daya beli menunjukkan penurunan di Mei ke 50,4 atau yang terendah sepanjang tahun ini. Data manufaktur di Jerman juga menunjukkan kontraksi, dan nilai tukar euro jatuh ke level terendahnya dalam 23 bulan terakhir terhadap dolar AS, sebagai akibat kekhawatiran melemahnya sektor perbankan Spanyol.

"Kami memang sangat khawatir dengan kondisi Yunani, Spanyol, dan euro, serta data ekonomi AS dan China yang tidak positif," kata seorang broker minyak Tony Mahacek dikutip dari Reuters, Jumat (1/6/2012).

Harga minyak tipe Brent pada perdagangan hari ini menyentuh level US$ 99,6 per barel dari US$ 100,07 per barel. Ini merupakan yang terendah sejak Oktober 2011. Harga minyak Brent turun 14,7% sepanjang Mei, atau penurunan bulanan terbesar sejak 2008.

Sementara harga minyak AS turun US$ 1,45 menjadi US$ 85,08 per barel atau turun 17% sepanjang Mei, yang juga penurunan terbesar dalam satu bulan sejak 2008.
 

~ Harga Minyak RI Turun Lagi Jadi US 113/ Barel

Jakarta - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia berdasarkan perhitungan Formula Indonesia Crude Price (ICP) bulan Mei 2012 mencapai US$ 113,76 per barel. Angka ini mengalami penurunan US$ 10,88 per barel dari US$ 124,63 per barel pada bulan April 2012.

Sementara itu harga Minas/SLC mencapai US$ 117,67 per barel, atau turun US$ 10,29 barel dari US$ 127,96 per barel pada bulan April 2012.

Demikian seperti dikutip detikFinance dari laporan ICP dari situs ESDM, Minggu (3/6/2012)

Penurunan ini juga terjadi pada April 2012, ICP mengalami penurunan dibandingkan Maret 2012. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia turun sebesar US$ 3,51 per barel dari US$ 128,14 per barel menjadi US$ 124,63 per barel.

"Penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi bahwa harga minyak saat ini masih terlalu tinggi sehingga Arab Saudi berencana terus meningkatkan produksi minyak mentahnya untuk menurunkan harga menjadi sekitar US$ 100 per barel," jelas laporan tersebut.

Faktor lainnya adalah pertemuan Iran dengan negara-negara barat untuk membahas program nuklir Iran serta persetujuan Iran untuk menerima inspeksi International Atomic Energy Agency (IAEA).

Hal ini menimbulkan harapan berakhirnya krisis geopolitik di Timur tengah akibat isu nuklir Iran. Terdapat pula kekhawatiran pasar akibat menurunnya prospek penyelesaian krisis Yunani menjadi tidak jelas, setelah pemilihan umum dimenangkan pihak yang tidak setuju dengan rencana penghematan anggaran. Padahal langkah penghematan merupakan syarat untuk mendapatkan bailout dari Uni Eropa.

"Melemahnya perekonomian khususnya zona Eropa yang diindikasikan dengan tingginya tingkat pengangguran di Spanyol hingga mencapai 24,4%, juga menyebabkan menurunnya harga minyak dunia," katanya.

Selain itu, proyeksi produksi minyak mentah dari negara-negara OPEC (Organization of The Petroleum Exporting Countries) tahun 2012 menunjukkan peningkatan dibandingkan proyeksi produksi bulan sebelumnya, berdasarkan publikasi EIA (Energy Information Administration) dan CGES (Centre for Global Energy Studies) bulan Mei 2012.

"EIA merevisi proyeksi produksi minyak mentah OPEC tahun 2012 menjadi sebesar 30,85 juta barel per hari atau naik 0,28 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya. CGES merevisi proyeksi produksi minyak mentah OPEC tahun 2012 menjadi sebesar 31,20 juta barel per hari atau naik 0,20 juta barel per hari dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya," jelas laporan itu.
 

~ Harga Baru Listrik Panas Bumi Keluar Juni

 ~ Harga Baru Listrik Panas Bumi Keluar Juni, Berlaku 7 Tahun

Jakarta - Kementerian ESDM akan mengeluarkan feed-in tariff (FIT) atau harga berbasis biaya untuk panas bumi pada Juni 2012. Besaran tarif baru tersebut lebih tinggi dari 9 sen dolar per kwh.

Feed in tariff adalah tarif yang harus dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) apabila ada perusahaan yang memproduksi energi baru dan terbarukan.

"Feed in tarif yang ditetapkan pemerintah maka harga listrik yang dibeli oleh utilities bagaiman ini yabg akan disampaikan Juni nanti," kata Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Kardaya Warnika di sela-sela RDP Komisi VII di Jakarta, Senin (21/5/2012)

Kardaya menjelaskan Feed in tariff tidak boleh negosiasi. "Pengalaman kita wakyu nego lama dan kepastian tidak jelas. Kita harapkan awal Juni tahun ini. Akan ada revisi. Ini diberlakukan pada kontrak baru dan additional kontrak. Kisaran di atas 9 sen per kWh," jelas Kardaya.

Menurutnya tarif ini berlaku 7 tahun, mulai dari eksplorasi hingga keluar listrik.

"Jangan sampai sudah ditetapkan feed in tidak dikembangkan. Sumatera menjadi angka feed in terendah. Di Sumatera banyak sumber energi lain diluar panas bumi. Jawa lebih tinggi dari Sumatera. Jawa itu industri banyak dan lingkungan perlu dijaga. Kemudian Sulawesi Selatan, berikutnya Sulut. Paling mahal di timur seperti NTT, Maluku," tegasnya.

Kardaya menegaskan feed in tariff ini merupakan domain Menteri ESDM yang akan mengeluarkan putusan. Dalam menentukan tarif panas bumi banyak pertimbangan yang dikeluarkan yaitu:

 

~ Harga Mobil Hybrid dan Listrik Bisa Lebih Murah

 SBY Ingin Harga Mobil Hybrid dan Listrik Bisa Lebih Murah

Jakarta - Presiden SBY nampaknya serius untuk mengembangkan mobil hybrid dan mobil listrik buatan dalam negeri. SBY menjanjikan berbagai insentif untuk pengembangan mobil ini agar harganya bisa murah dan terjangkau masyarakat.

"Untuk mendorong percepatan investasi bagi terwujudnya kendaraan Hybrid dan kendaraan listrik, pemerintah akan menerapkan kebijakan yang tepat, seperti pemberian kemudahan dan juga insentif fiskal," kata SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Selasa (29/5/2012).

Menurut SBY, dengan adanya kebijakan insentif diharapkan harga kendaraan hemat bahan bakar seperti mobil hybrid dan listrik dapat dijangkau oleh masyarakat, dan diharapkan pula harganya dapat bersaing dengan harga kendaraan yang hanya menggunakan BBM.

Ia menambahkan kebijakan pengembangan kendaraan hemat BBM merupakan bagian dari upaya pengendalian penggunaan BBM serta program konversi BBM ke BBG. "Kita pun harus memulai menggunakan energi baru dan terbarukan, baik untuk transportasi, industri maupun pembangkit listrik," tegas SBY.

 


Dikatakannya pengembangan mobil hybrid merupakan bagian dari rencana jangka pendek pemerintah dengan memanfaatkan kendaraan yang dapat digerakkan baik menggunakan BBM maupun tenaga listrik. Mobil hybrid saat ini mulai dipasarkan di Indonesia.

"Kendaraan jenis ini akan sangat menghemat penggunaan BBM," ujar SBY

Sementara itu untuk jangka menengah dan jangka panjang, SBY telah menginstruksi-kan kepada kementerian terkait, terutama Kemendikbud dan kalangan perguruan tinggi, bersama-sama Kementerian Ristek dan Kementerian BUMN, untuk mulai mengembangkan kendaraan listrik buatan putra bangsa sendiri atau mobil listrik nasional.

 
Halaman 120 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook