Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ India sumber inspirasi energi surya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belajar Energi Surya dari India

 

Di India, instalasi panel surya tumbuh sangat pesat pada 2010 – meningkat 73% dibanding pada 2009. Situasi ini sebagian besar karena harga panel surya terus turun hingga 60% selama tiga tahun terakhir.Kebutuhan

energi yang besar akibat pertumbuhan ekonomi membuat India melirik energi alternatif, termasuk energi surya. Saat ini India telah memiliki 80 MW kapasitas energi surya terpasang dan merencanakan 620 MW energi surya tambahan.

Potensi pengembangan energi surya sungguh luar biasa. Tahun lalu, investor global menyuntikkan rekor dana sebesar US$211 milliar ke industri energi terbarukan, naik 33% dari tahun 2009, dan 540% dibanding tahun 2004.

Untuk pertama kalinya, investasi energi terbarukan di negara berkembang (sebesar US$72 miliar) melampaui investasi negara maju (US$70 miliar).
Selain sumbangan investasi raksasa dari China, pendorong investasi energi terbarukan di negara berkembang yang lain adalah pembangunan pembangkit energi mandiri di wilayah pedesaan yang gagal dijangkau oleh jaringan listrik yang tersentralisasi.

Hal ini terbukti dengan besarnya investasi pada pembangkit listrik tenaga surya, sebesar US$86 miliar pada 2010 – yang hampir sebanding dengan investasi energi listrik tenaga angin yang sebesar US$93 miliar – termasuk di dalamnya proyek-proyek dalam skala kecil .

Investasi tenaga surya India banyak didorong oleh investasi pembangkit listrik mandiri, di luar jaringan listrik nasional. Bahkan, dari data terakhir lebih dari 97% instalasi surya di India adalah instalasi mandiri.

Masyarakat pedesaan India sudah lelah menunggu jaringan listrik nasional masuk ke wilayah mereka, karena walau kapasitas jaringan listrik India meningkat 60% dalam sepuluh tahun terakhir, namun akses terhadap energi hanya naik 10%.Namun kini, dengan harga panel surya yang turun drastis, melejitnya harga minyak, dan berlimpahnya insentif dari pemerintah melalui program pengembangan tenaga surya, prioritas mulai berubah.Hanya 10% insentif untuk program pembangkit listrik tenaga surya yang diberikan ke pembangkit mandiri skala kecil. Akibatnya investor berlomba-lomba membangun pembangkit surya dalam skala besar di seluruh India untuk meraup sumber daya dan keuntungan yang berlimpah.

Namun proses pembangunan energi skala besar India selalu dihantui oleh masalah lain, seperti masalah akuisisi lahan, pemindahan penduduk, dan isu kemiskinan energi (energy poverty), sehingga wirausahawan sosial terkemuka India, Harish Hande, mengritik kebijakan pemerintah itu sebagai kebijakan yang tidak membela rakyat miskin.
Kritik lain datang dari lembaga penelitian kebijakan, Prayas, yang meminta pemerintah mengubah regulasinya agar sesuai dengan kenyataan di lapangan: “Kesuksesan program ini tergantung pada kemampuan pemerintah menyediakan tenaga surya ke sepertiga populasi India. Mereka belum mendapatkan akses layak ke tenaga listrik, bukan yang lain.”

Kritik ini sesuai dengan proyeksi Agensi Energi Internasional (International Energy Agency) yang dalam laporannya menyebutkan, guna memastikan akses energi yang merata pada 2030, sebanyak 70% dari total investasi energi hendaknya disalurkan untuk membangun jaringan listrik mikro atau pembangkit listrik mandiri – bukan pembangkit dan jaringan listrik yang tersentralisasi. Sesuai dengan rekomendasi IEA, nasib 1,2 milliar penduduk tergantung pada kebijakan ini.
Perpindahan pola pembangunan ke proyek energi skala besar akan gagal sebagian besar karena masing-masing pihak berlomba-lomba memanfaatkan kesempatan yang hanya datang satu kali dalam satu generasi.

Sementara itu kemiskinan energi (energy poverty) telah menggerakkan para wirausahawan sosial untuk mengembangkan inovasi unik untuk rakyat miskin. Mereka berhasil menciptakan perekonomian energi lokal yang mampu memecahkan masalah yang selama ini gagal dipecahkan oleh jaringan dan pembangkit listrik yang tersentralisasi – yang telah menghabiskan dana miliaran dolar dan memakan waktu bertahun-tahun – yaitu: akses ke energi bersih dan ramah lingkungan.

Nasib jutaan orang di muka bumi tergantung pada pendekatan yang akan diambil oleh pemerintah dan sekaranglah saatnya untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menerapkan kebijakan yang tepat.


Artikel ini diadaptasi dari tulisan Justin Guay, aktifis di Sierra Club International Program

 

(http://www.kendali.com/index.php?option=com_content&view=article&id=248:belajar-energi-dari-india&catid=126:news-word&Itemid=140)

 

~ Teori Dasar Listrik

1. Arus Listrik

adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere. 

Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-), sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap berlawanan dengan arah gerakan elektron.
Gambar 1. Arah arus listrik dan arah gerakan elektron.
“1 ampere arus adalah mengalirnya elektron sebanyak 624x10^16 (6,24151 × 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik melewati suatu penampang konduktor” 
Formula arus listrik adalah: 

I = Q/t (ampere)

Dimana:
I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere
Q = Besarnya muatan listrik, coulomb
t = waktu, detik

2. Kuat Arus Listrik

Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.

Definisi : “Ampere adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik”.

Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu:

Q = I x t
I = Q/t
t = Q/I

Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.

“Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrik”

“muatan listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Muatan positip dibawa oleh proton, dan muatan negatif dibawa oleh elektro. Satuan muatan ”coulomb (C)”, muatan proton +1,6 x 10^-19C, sedangkan muatan elektron -1,6x 10^-19C. Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak, muatan bertanda berbeda saling tarik menarik”
3. Rapat Arus

Difinisi :
“rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm² luas penampang kawat”.

Gambar 2. Kerapatan arus listrik.
Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut luas penampangnya. Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang 4mm², maka kerapatan arusnya 3A/mm² (12A/4 mm²), ketika penampang penghantar mengecil 1,5mm², maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm² (12A/1,5 mm²).

Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Suhu penghantar dipertahankan sekitar 300°C, dimana kemampuan hantar arus kabel sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA).

Tabel 1. Kemampuan Hantar Arus (KHA)
Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas, kabel berpenampang 4 mm², 2 inti kabel memiliki KHA 30A, memiliki kerapatan arus 8,5A/mm². Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar, semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil.

Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat:

J = I/A
I = J x A
A = I/J

Dimana:
J = Rapat arus [ A/mm²]
I = Kuat arus [ Amp]
A = luas penampang kawat [ mm²]


4. Tahanan dan Daya Hantar Penghantar

Penghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus listrik, tembaga dan aluminium memiliki daya hantar listrik yang tinggi. Bahan terdiri dari kumpulan atom, setiap atom terdiri proton dan elektron. Aliran arus listrik merupakan aliran elektron. Elektron bebas yang mengalir ini mendapat hambatan saat melewati atom sebelahnya. Akibatnya terjadi gesekan elektron denganatom dan ini menyebabkan penghantar panas. Tahanan penghantar memiliki sifat menghambat yang terjadi pada setiap bahan.

Tahanan didefinisikan sebagai berikut :

“1 Ω (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0° C"

Daya hantar didefinisikan sebagai berikut:

“Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik”.

Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus:

R = 1/G
G = 1/R

Dimana :
R = Tahanan/resistansi [ Ω/ohm]
G = Daya hantar arus /konduktivitas [Y/mho] 

Gambar 3. Resistansi Konduktor
Tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya dan juga besarnya tahanan konduktor sesuai hukum Ohm.

“Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan diameter penampang q serta tahanan jenis ρ (rho), maka tahanan penghantar tersebut adalah” :

R = ρ x l/q

Dimana :
R = tahanan kawat [ Ω/ohm]
l = panjang kawat [meter/m] l
ρ = tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter]
q = penampang kawat [mm²]

faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan, karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada :
• panjang penghantar.
• luas penampang konduktor.
• jenis konduktor .
• temperatur.

"Tahanan penghantar dipengaruhi oleh temperatur, ketika temperatur meningkat ikatan atom makin meningkat akibatnya aliran elektron terhambat. Dengan demikian kenaikan temperatur menyebabkan kenaikan tahanan penghantar"


5. potensial atau Tegangan

potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. dari hal tersebut, kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut “potential difference atau perbedaan potensial”. satuan dari potential difference adalah Volt.

“Satu Volt adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk memindahkan muatan listrik satu coulomb”

Formulasi beda potensial atau tegangan adalah:

V = W/Q [volt]

Dimana:
V = beda potensial atau tegangan, dalam volt
W = usaha, dalam newton-meter atau Nm atau joule
Q = muatan listrik, dalam coulomb


RANGKAIAN LISTRIK

Pada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus, apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Adanya sumber tegangan
2. Adanya alat penghubung
3. Adanya beban

Gambar 4. Rangkaian Listrik.
Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban . Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir arus ke beban R dan Ampere meter akan menunjuk. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus tertutup.

1. Cara Pemasangan Alat Ukur.
Pemasangan alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban, karena tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. Sebaliknya pemasangan alat ukur Ampere meter dipasang seri, hal inidisebabkan tahanan dalam dari Amper meter sangat kecil.

“alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur arus listrik adalah amperemeter”
2. Hukum Ohm 
Pada suatu rangkaian tertutup, Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik dengan beban tahanan R, atau dinyatakan dengan Rumus :

I = V/R
V = R x I
R = V/I

Dimana;
I = arus listrik, ampere
V = tegangan, volt
R = resistansi atau tahanan, ohm

• Formula untuk menghtung Daya (P), dalam satuan watt adalah:
P = I x V
P = I x I x R
P = I² x R

3. HUKUM KIRCHOFF 

Pada setiap rangkaian listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (ΣI=0).

Gambar 5. loop arus“ KIRChOFF “ 
Jadi:
I1 + (-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0
I1 + I4 = I2 + I3 + I5 


Sumber :http://www.file-edu.com/2012/04/teori-dasar-listrik.html Link :Teori Dasar Listrik
 

~ 7 Sampah berbahaya yang dilarang buang sembarangan

Sampah Elektronik

 7 Sampah Berbahaya, Jangan Buang Sembarangan

Berikut daftar tujuh sampah beracun – mulai dari cat hingga bola lampu bekas – yang seharusnya tidak Anda buang ke tempat sampah.Bahan-bahan ini bila tidak ditangani dengan benar bisa meninggalkan jejak racun

bahkan jejak radioaktif di lingkungan sekitar.

#7 Oli Kendaraan Bermotor
Di hampir semua negara bagian di AS, membuang oli kendaraan ke saluran air atau menguburnya dalam tanah adalah ilegal. Membuang oli ke got atau toilet bisa mengganggu proses daur ulang air.

Dari got, oli kendaraan bermotor bisa mencemari sungai atau laut yang pada efeknya mengganggu kehidupan dalam air. “Satu galon (3,78 liter) oli bisa mencemari 1 juta galon (3,78 juta liter) air bersih ,“ ujar Jennifer Berry dari Earth911.com, situs yang menjadi sumber informasi tempat daur ulang dan pembuangan di AS.
Satu-satunya cara yang benar – dan legal – untuk menyingkirkan oli kendaraan bermotor adalah dengan menempatkannya ke botol plastik yang bersih, tutup dengan rapat dan bawa ke lokasi yang bersedia menerima oli bekas Anda, seperti ke tempat daur ulang lokal, bengkel atau toko asesoris motor.
Penting untuk diingat: jangan campur oli bekas Anda dengan apapun – termasuk cat, bensin, tiner dsb – karena akan menyulitkan proses daur ulang.

#6 Alat-alat elektronik
Mulai dari TV lama, pemutar DVD, pemutar kaset video (VCR), tape, pemutar CD, ponsel bekas, jam alarm, kamera video, komputer desktop, laptop, printer, konsol game video, iPod – berapa banyak limbah elektronik (e-waste) seperti ini yang harus Anda simpan di gudang?
Limbah elektronik pada umumumnya mengandung logam berat seperti kadmium dan timah. Anda tidak dibolehkan membuang limbah tersebut ke tempat sampah.
Walau jumlah limbah elektronik hanya 1-4% dari seluruh sampah lokal, sampah elektronik bertanggung jawab atas “70% sampah metal, termasuk 40% sampah timah dalam tanah”.

Cara paling aman membuang sampah elektronik adalah dengan menyumbangkannya kembali atau membawanya ke pusat daur ulang. Ada beberapa toko elektronik yang bersedia untuk menukar produk lama Anda dengan produk baru (trade-in).
Di AS, mendaur ulang ponsel tidak hanya ramah lingkungan namun juga bisa mendatangkan uang. Perusahaan seperti YouRenew.com, Gazelle.com dan Flipswap.com bersedia membayar barang elektronik lama Anda.

#5 Cat
Cat berbahan minyak, dempul, pernis, hingga cairan penghilang cat tergolong limbah rumah tangga yang berbahaya (household hazardous waste/HHW) karena mengandung bahan-bahan kimia yang mengancam manusia, hewan bahkan lingkungan.

Limbah rumah tangga berbahaya tidak boleh dibuang ke tempat sampah atau ke saluran air. Cat yang tidak terpakai sebaiknya Anda sumbangkan ke sekolah, grup drama, atau lembaga nirlaba seperti Habitat for Humanity. Bawa sisa cat berbasis minyak ke fasilitas pengumpulan limbah rumah tangga berbahaya terdekat.
Cat berbasis air (latex) tidak tergolong limbah berbahaya. Cara pembuangannya juga lebih mudah. Buka kaleng cat dan keringkan. Kaleng pun siap Anda buang ke tempat sampah.

#4 Baterai
Baterai beragam jenisnya, juga cara pembuangannya. Namun membuang baterai ke tempat sampah bukanlah cara yang tepat.
Baterai isi ulang (termasuk baterai nickel cadmium, nickel metal hydride, baterai kecil lead acid dan baterai lithium ion) harus dibawa ke pusat daur ulang. Beberapa toko di AS seperti Ikea, Walmart, Staples dan Radio Shack sudah mendukung program ini.

Baterai alkaline dan baterai zinc carbon harus diserahkan ke pusat pengelolaan limbah berbahaya (HHW). Baterai jam yang mengandung oksida perak (silver oxide) bisa didaur ulang di toko jam dan toko perhiasan. Anda juga bisa membawanya ke pusat pengelolaan limbah berbahaya.

Perlakuan yang sama juga harus diterapkan untuk baterai peralatan elektronik portabel (PDA, kamera, dan alarm mobil). Baterai zinc-air yang digunakan di alat bantu dengar juga harus diserahkan ke pusat pengelolaan limbah berbahaya.

Baterai kendaraan bermotor mengandung bahan kimia beracun dan korosif yang sangat berbahaya bagi lingkungan. Membuang baterai jenis ini ke tempat sampah adalah ilegal. Bawa baterai lama Anda ke toko tempat Anda membeli baterai karena mereka diwajibkan mendaur ulang baterai tersebut.

#3 Lampu
Lampu fluorescent (atau lebih dikenal dengan lampu TL) biasa maupun kompak, jauh lebih ramah lingkungan dibanding bola lampu tradisional. Namun saat lampu TL pecah, lampu ini melepaskan bahan kimia berbahaya yaitu merkuri (sekitar 5 miligram). Pastikan Anda membawa lampu fluorescent bekas ke pusat pengelolaan limbah berbahaya.

#2 Detektor asap
Pertama, kenali jenis detektor asap Anda. Detektor asap dengan tabung ionisasi (ionization chamber smoke detectors/ICSD) menggunakan radiasi ion dalam jumlah kecil untuk mendeteksi asap.

Karena mengandung material radioaktif, detektor ini dikategorikan sebagai material berbahaya oleh Lembaga Perlindungan Kebakaran (Fire Protection Agency). Anda harus memperlakukan limbahnya dengan sangat hati-hati.

Setelah mengeluarkan baterai dari detektor asap – baca poin #3 untuk mendaur ulang baterai – kirimkan kembali detektor asap ke pihak pabrikan.
Alamat pemasok bisa Anda temukan di kertas garansi atau buku petunjuk penggunaan. Pastikan Anda mengirimkannya melalui pos darat, bukan pos udara, karena mengirim bahan radioaktif melalui udara adalah melanggar hukum.

Jika pihak pabrikan menolak, bawa detektor asap Anda ke pusat pengelolaan limbah berbahaya di lingkungan sekitar. Detektor asap fotoelektrik yang menggunakan sensor foto dan cahaya untuk mendeteksi asap tidak mengandung bahan radioaktif dan bisa dibawa ke pusat daur ulang elektronik biasa (baca poin #5).
Pendeteksi asap kombinasi – yang menggunakan sistem ionisasi dan fotoelektrik – mengandung bahan radioaktif dalam jumlah kecil dan harus diperlakukan sama dengan ICSD.

#1 Termometer merkuri
Saat ini masih banyak keluarga yang menggunakan termometer merkuri walau sudah tersedia termometer elektronik di pasaran. Termometer yang rata-rata berisi 500 miligram merkuri ini jika pecah akan berbahaya bagi kesehatan.
Merkuri bersifat neurotoksin (merusak syaraf) yang berbahaya terutama bagi ibu hamil dan anak-anak karena bisa merusak perkembangan sistem syaraf anak dan bayi yang masih dalam kandungan.

Beberapa negara bagian di AS seperti New York, California dan Connecticut telah melarang penjualan termometer ini. Sebaiknya Anda membawa termometer ini ke pusat pengolahan limbah berbahaya.
Di beberapa wilayah, Anda bahkan bisa menukar tambah termometer merkuri Anda dengan termometer elektronik.

Sumber: Live Science

 

(http://www.kendali.com/index.php?option=com_content&view=article&id=202:7-sampah-berbahaya&catid=83:tab-kendali-green&Itemid=120)

 

~ Indonesia butuh PLTS berkapasitas 60 MWp/tahun

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia memerlukan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 60 MWp setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di daerah kepulauan terpencil, kata Koordinator Sistem Photovoltaik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kholid Akhmad.

Ini mengacu pada Peraturan Presiden No. 5/2005 yang menyebutkan bahwa target kontribusi tenaga surya pada 2025 sebesar 0,2-0,3 persen dari bauran energi nasional, kata Kholid di Jakarta, Rabu. 

Menurut dia, pemerintah telah membuat sejumlah regulasi untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan di berbagai daerah agar peran energi alternatif bisa mencapai 17 persen dari bauran energi nasional pada 2025.

Melalui konsorsium badan usaha milik negara seperti PT LEN Industri, kata dia, pemerintah tahun ini akan merealisasikan pembangunan industri sel surya berkapasitas produksi 60 MWp per tahun. 

"Diharapkan pada Juli 2013 sudah bisa berproduksi," katanya serta menambahkan produksi sel surya diharapkan bisa menekan harga listrik PLTS.

Ia menambahkan, saat ini sudah enam perusahaan yang memproduksi sel surya. 

Menurut Kholid, industri sel surya yang akan dibangun menggunakan teknologi kristalin silikon c-Si dengan pertimbangan jenis sel c-Si banyak digunakan produsen sel surya di dunia, sementara teknologi thin film (a-Si) masih dalam kajian.

"Untuk mendapatkan daya listrik yang besarnya sama, teknologi thin film memerlukan permukaan modul yang dua kali lebih luas sehingga butuh lahan dua kalinya, begitu pula biaya penyangga modul dan kabel," katanya.
 

~ Benarkah menurut IEA masih ada 1,3 miliar penduduk belum memiliki pasokan listrik

 Kincir Angin

Dunia Belum Bisa Atasi Kemiskinan Energi

Tidak tersedianya akses yang memadai ke energi akan menimbulkan masalah kesehatan, lingkungan dan kemanusiaan. Hal ini terungkap dari penelitian terbaru

Worldwatch Institute yang diterbitkan akhir Januari lalu dalam Vital Signs Online.

Dari tahun 1990 hingga 2008, sebanyak 2 miliar penduduk dunia sudah mendapatkan akses atas listrik. Namun, menurut Lembaga Energi Internasional (IEA) masih ada lebih dari 1,3 miliar penduduk yang belum memiliki pasokan listrik yang memadai. Dan menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terdapat 1 miliar penduduk lain yang memiliki masalah yang sama.

Sidang Umum PBB telah menetapkan tahun ini sebagai International Year of Sustainable Energy for All. Status ini memberikan peluang pada dunia untuk lebih meningkatkan perhatian atas tantangan dan dampak dari kemiskinan energi ini.

Menurut Michael Renner dan Matthew Lucky, penyusun laporan Worldwatch Institute, energi modern penting untuk penerangan, alat pemanas, pendingin, alat masak, pompa air dan fungsi lainnya yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan mengurangi kemiskinan penduduk. Menurut mereka, tanpa akses energi yang memadai sangat sulit untuk mencapai Target Pembangunan Milenium pada 2015.
Data lain juga mengungkapkan, setidaknya 2,7 miliar penduduk – kemungkinan jumlahnya mencapai lebih dari 3 miliar – masih kekurangan akses ke energi modern untuk memasak dan pemanas.Mereka masih menggunakan energi tradisional seperti kayu api, arang, kotoran hewan dan limbah tanaman yang ketika dibakar menghasilkan polusi dalam ruang yang berbahaya.

Di seluruh dunia, jenis polusi ini menyebabkan 2 juta kematian prematur setiap tahun dan diperkirakan 44% korbannya adalah anak-anak. Di kalangan orang dewasa, 60% korban polusi dalam ruang ini adalah perempuan.

Pemakaian energi tradisional ini juga menimbulkan kerusakan lingkungan termasuk kerusakan hutan, erosi tanah dan polusi karbon hitam yang menyebabkan pemanasan global.
Saat ini semakin banyak lembaga internasional, lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah yang berusaha mengatasi kemiskinan energi, dengan berfokus pada energi terbarukan seperti energi angin, matahari dan air. Sejumlah proyek seperti panel surya dan pembangkit listrik tenaga air mikro (micro hydro) sudah dikembangkan.
Data statistik mengungkapkan, 68 negara berkembang sudah memiliki target formal untuk meningkatkan akses atas listrik; 17 diantaranya memiliki target untuk menyediakan akses ke bahan bakar modern dan 11 negara memiliki target untuk memberikan akses ke alat masak modern.

Menurut IEA, antara 2010 dan 2030, biaya investasi untuk membangun infrastruktur kelistrikan di perkotaan rata-rata mencapai US$14 miliar per tahun.
Namun investasi itu masih belum cukup. Masih ada 1 miliar penduduk yang tinggal di lokasi-lokasi terpencil di negara berkembang yang memerlukan akses atas energi modern. Diperlukan investasi tambahan sebesar US$48 miliar per tahun untuk memberikan akses yang merata ke energi modern.

sumber :

Vital Signs Online

 

(http://www.kendali.com/index.php?option=com_content&view=article&id=225:dunia-belum-mampu-atasi-kemiskinan-energi&catid=131:berita-lingkungan-hidup&Itemid=136)

 
Halaman 105 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook