Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~Energi Baru Sudah Terangi 45.707 Rumah Tangga

Metrotvnews.com, Jakarta:Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 45.707 rumah tangga telah diterangi menggunakan energi baru. Diharapkan, angka tersebut terus bertambah dari waktu ke waktu.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan semakin banyak pembangkit energi baru yang telah dibangun dan memberikan kontribusi untuk penerangan di Tanah Air. Diharapkan, dari kebijakan energi nasional dalam waktu 10 tahun akan lebih mendatangkan pos-pos energi baru yang lebih besar.

"Di bidang energi baru, terbarukan, dan konservasi energi, dua blok wilayah kerja panas bumi telah selesai dilelang dan sekurang-kurangnya 45.707 rumah tangga mendapat aliran listrik dari sumber energi baru terbarukan,” kata Sudirman, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, di Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Sudirman menyebutkan pembangkit energi baru yang sudah mengalirkan listrik yaitu 1.438 megawatt (MW) pembangkit listrik energi panas bumi, 1.740 MW bioenergi, 5.250 MW air, 71 MW tenaga surya, dan empat MW pembangkit listrik tenaga angin dan hybrid.

Kendati demikian, Sudirman menjelaskan, saat ini penyebaran kelistrikan (rasio elektrifikasi) Indonesia baru mencapai 86,39 persen dengan kapasitas listrik terpasang 53.535 megawatt (MW), dengan rasio elektrifikasi tersebut belum memenuhi kebutuhan listrik seluruhnya dan masih tertinggal dengan negara lain.

Lebih lanjut ia mengungkapkan rendahnya rasio elektrifikasi terutama di beberapa daerah yang masih di bawah 50 persen menyebabkan antrian panjang untuk mendapat akses listrik. "Kondisi kelistrikan kita juga menghadapi tantangan berat saat ini, rasio elektrifikasi masih dibawah 90 persen bahkan di bawah negara tetangga," pungkasnya.

Sumber: Annisa ayu artanti

 

~Pemprov Kalbar Bangun PLTS untuk Masyarakat Dusun Merau

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Barat secara bertahap memanfaatkan energi alternatif yang potensinya sangat besar di Kalimantan Barat, yakni energi matahari sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

 

“Ini untuk wilayah pedalaman yang sulit dijangkau Perusahaan Listrik Negara (PLN), seperti wilayah pedalaman perbatasan Kalimantan Barat, letaknya di Merau Kecamatan Entikong, Sanggau,” ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalbar, Alfridus Anjioe, di Pontianak, Rabu (30/9/2015).

 

Dijelaskan Alfridus, rencana pembangunan PLTS terpusat untuk masyarakat Dusun Merau, Desa Entikong Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau.

 

“Ini diusulkan Bapak Gubernur Kalimantan Barat Drs Cornelis MH, ke Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian ESDM melalui dana APBN tahun 2015 telah disetujui dan dilakukan pelelangan,” ujarnya.

 

PLTS dengan sistem terpusat atau sentralisasi, kata Alfridus, artinya pembangkit tenaga listrik dilakukan secara terpusat dan suplai daya ke konsumen dilakukan melalui jaringan distribusi. Sistem ini cocok dan ekonomis pada daerah dengan kerapatan penduduk yang tinggi.

 

Lebih Lanjut Alfridus mengatakan, lokasinya pun sudah disurvei, dengan kapasitas listrik sekitar 50 kWp yang direncanakan selesai pengerjaanya Desember 2015.

 

"Kita harapkan masyarakat Dusun Merau Entikong, bisa memanfaatkan fasilitas listrik dengan baik, jika sudah terpasang kelak, agar bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat,” kata Alfridus.(*)

Sumber:Tribun Pontianak

 

~Australia Negara Paling Banyak Rumah Warga Dipasangi Panel Surya di Dunia

Australia menempati urutan pertama negara di dunia yang paling tinggi tingkat pemasangan panel surya dirumah-rumah warganya. Peringkat ini dirilis oleh Asosiasi Pemasok Energi di Australia.

Laporan yang dirilis oleh Asosiasi Pemasok Energi di Australia ini menunjukan sekitar 15% rumah di Australia telah memasang panel energi surya di atap rumah mereka.

"Australia sudah pasti memimpin didunia dalam hal pemasangan panel surya diatas rumah," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Pemasok Energi Australia, Matthew Warren.

"Negara yang posisinya menyusul dibawah Australia adalah Beligia dengan sekitar 7% dan kebanyakan negara-negara lain saat ini masih dibawah satu digit jumlah pemasangan panel energi suryanya. Jadi Australia masih boleh menyebut diri sebagai negara yang mempelopori percobaan pemasangan panel energi surya diatap rumah dan dunia menyaksikannya," katanya.

Rata-rata pemasangan panel energi surya tertinggi tercatat di kawasan Australia Selatan dan Queensland,  dan sebagian di Brisbane dan Adelaide, dan lebih dari setengah rumah di Australia juga memiliki panel energi matahari.

Warren menyebut terlebih lagi saat ini ada skema yang lebih baik di masing-masing negara bagian tersebut.

"Australia Selatan memiliki 25% pemasangan panel surya, dan ini merupakan angka tertinggi di dunia. Sementara Brisbane hanya teringgal jauh dibelakang menjadi hanya 23 persen saja baru kemudian disusul Perth dan Australia Barat,: katanya.

Namun laporan ini mendapati ada tingkat pemasangan panel surya yang lebih rendah di pinggiran sejumlah kota yang terbilang makmur.

"Pemasangan panel surya ini sangat populer dikalangan pensiunan," kata Warren.

"Dan jauh lebih lebih populer pada konsumen KPR yang mungkin lebih sadar terhadap harga.

"Namun pemasangan panel surya ini belum menjadi trendi dikalangan suburban dalam kota. Tidak ada ruang yang cukup dibagian atap rumah dan ada lebih banyak penyewa ketimbang pemilik pribadi rumah-rumah disana,  namun pada dasarnya pemasangan panel surya memang belum terlalu digemari di kelompok masyarakat di kawasan ini asja,'

Laporan ini menunjukan jika warga Australia sangat antuasias memasang panel surya untuk proyek skala kecil seperti di rumah mereka sendiri, namun laporan ini menunjukan kalau proyek skala besar tidak terlalu antusias memasang panel surya ketimbang negara lain.

"Ini memang salah satu hal yang janggal, yang kita lihat di sini adalah percobaan yang disengaja baik dalam cara kita menyebarkan kebijakan dan apa yang terjadi."

"Nyaris tidak ada sama sekali proyek utilitas surya di Australia, sedangkan di negara-negara seperti Jerman dan Amerika Serikat justru sangat mendominasi dan ini terkait dengan rancangan target energi terbarukan kita."

Asosiasi Pemasok Energi Australia mengatakan jumlah yang relatif rendah dari utilitas proyek surya membuat Australia hanya mampu menempati peringkat keenam di dunia untuk jumlah instalasi surya per kapita.

Sumber: ABC Radio Australia

 

~Immortus, Mobil Listrik Bertenaga Surya

Perkembangan teknologi transportasi di negara maju sudah jauh melampaui perkembangan transportasi di negeri sendiri. Bukan hanya perkembangan mobil berdaya ulang baterai, ada juga mobil listrik bertenaga surya.

Saat ini tersedia mobil sport listrik yang membebaskan kita dari pengisian ulang. Perusahaan EVX Ventures yang berbasis di Melbourne, Australia, telah mengungkapkan detail tentang sebuah mobil listrik jenis sport bertenaga surya yang dapat digunakan sepanjang hari.

Mobil bernama Immortus ini adalah mobil listrik berkapasitas dua penumpang yang dirancang untuk daya jangkau tak terbatas saat matahari bersinar. Kemampuan ini didukung oleh panel surya sebesar 7 meter persegi pada bagian eksteriornya.

Immortus meminjam teknologi tenaga surya dari sebuah proyek yang didanai oleh Aurora Solar Car Team di Australia. Dengan berat hanya 550 kg, mobil ini sangat ringan dengan tingkat aerodinamis yang tinggi sehingga tampilannya tidak seperti mobil pada umumnya.

Berkat panel surya tersebut, Immortus hanya membutuhkan baterai Litihium-ion berukuran 10 kWh untuk menggerakkan dua motor listriknya. Di malam hari atau saat tidak ada sinar matahari di siang hari, daya jangkaunya adalah 400 km.

Namun saat matahari bersinar, Immortus mampu menjelajah secara tak terbatas, selama rata-rata kecepatan yang dipakai adalah di sekitar 60 km/jam. Namun bila kecepatan dinaikkan ke 85 km/jam, Immortus dapat menjangkau sekitar 550 km.

Penulis: NW/G15

 

~Pertemuan Air Laut dan Air Tawar Simpan Energi Alternatif

Pertemuan dua air berbeda ini mampu mengurangi dampak perubahan iklim.

VIVA.co.id - Pemanfaatan sumber daya alam terbarukan saat ini semakin gencar, seperti baru-baru ini ilmuwan dari Griffith University (Queensland, Australia) tengah mempelajari energi yang diciptakan dari gradien salinitas, salah satunya energi yang dihasilkan dari pertemuan air laut dan air tawar.

Pertemuan dua air berbeda bisa menyediakan sumber energi terbarukan, dan mampu mengurangi dampak perubahan iklim, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan proses dalam industri desalinasi.

Hasil penelitian ini ditulis dalam sebuah makalah yang diterbitkan Renewable and Sustainable Energy Reviews. Penelitian ini dikerjakan Dr Fernanda Helfer dan Profesor Charles Lemckert dari Griffith's School of Engineering, makalah berisi ulasan potensi energi salinitas gradien yang dihasilkan dari perairan berbeda.

Pemanfaatan sumber daya alam terbarukan saat ini semakin gencar, seperti baru-baru ini dimana ilmuwan dari Griffith University (Queensland, Australia) tengah mempelajari energi yang diciptakan dari gradien salinitas, salah satunya energi yang dihasilkan dari pertemuan air laut dan air tawar. Pertemuan dua air berbeda bisa menyediakan sumber energi terbarukan dan mampu mengurangi dampak perubahan iklim, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan proses dalam industri desalinasi.

Hasil peneletian ini ditulis dalam sebuah makalah yang diterbitkan Renewable and Sustainable Energy Reviews. Penelitian ini dikerjakan Dr Fernanda Helfer dan Profesor Charles Lemckert dari Griffith's School of Engineering, makalah berisi ulasan potensi energi salinitas gradien yang dihasilkan dari perairan berbeda. 

Energi Pertemuan Air Laut Dan Air Tawar

Analisis ini mengeksplorasi manfaat Pressure Retarded Osmosis (PRO) sebagai proses bebas emisi karbon untuk mengekstrak dan menerapkan energi baru ini. Teknologi PRO terdiri dari membran semipermeabel diduga bisa memisahkan air mengalir dengan garam, menciptakan tekanan melalui turbin agar menghasilkan energi listrik.

Pembangkit energi listrik berteknologi PRO akan digunakan dalam proses desalinasi, sistem yang digunakan akan menolak air garam. Dr Helfer dan Profesor Lemckert setuju bahwa perbaikan secara teknis dan ekonomi akan berdampak signifikan, hal ini diperlukan untuk memastikan kelangsungan hidup secara komersial dan kredibilitas teknologi membran PRO.

Implementasi teknologi PRO sebenarnya telah lama terhambat disebabkan masalah biaya dan kualitas. Tetapi kenaikan harga energi dan pertumbuhan potensi pasar serta dampak perubahan iklim, telah memaksa teknologi PRO dan salinitas energi gradien menjadi fokus baru dimasa depan.

Australia dan negara-negara di Asia memiliki berbagai sumber air garam yang dapat digunakan sebagai solusi menarik untuk menerapkan teknologi PRO, termasuk danau garam dan air garam yang berasal dari desalinasi tanah. Seperti halnya pusat kota di Australia yang terletak di dekat laut dan berdekatan dengan muara atau mulut sungai, kondisi ini sangat ideal untuk pembangunan pembangkit listrik osmotik. 

Menurut ilmuwan, aspek unik dari penelitian ini adalah penggunaan air garam akan dipisahkan selama proses desalinasi yang bisa menjadi sumber energi osmotik. Hasil analisa penggunaan teknologi PRO dan berdasarkan daya yang dihasilkan di laboratorium, menyebutkan bahwa campuran pertemuan air laut dan air tawar bisa menghasilkan energi listrik dimana teknologi ini bisa diletakkan berdekatan dengan perangkat desalinasi.

Teknologi PRO juga membantu desalinasi, teknologi energi alternatif dari pertemuan air laut dan air tawar dianggap sangat menjanjikan untuk seluruh industri di dunia. Teknologi ini dianggap sebagai salah satu yang memberikan energi listrik dalam proses desalinasi. Diharapkan teknologi ini bisa mengurangi ketergantungan industri pada bahan bakar fosil dan meminimalkan dampak lingkungan yang disebabkan debit air garam ke laut.

Oleh : Sumiyati, buzsian

 
Halaman 2 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook