Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Bandung menuju Kota Metropolitan SKYBRIDGE

Transportasi Kereta Gantung Kota Bandung

Selain mengurai masalah kemacetan, kereta gantung ini dapat menjadi bagian dari wisata.

 

 

 

Sarana transportasi massal kereta gantung dicanangkan Pemerintah Kota Bandung untuk menghubungkan akses daerah Pasteur hingga ke Sasana Budaya Ganesha (Sabuga).

Pada rute awal, kereta gantung Bandung Skybridge ini dimulai dari stasiun pertama yang berada dekat Pusat Penelitian Geologi dan Kelautan (PPGL) di Pasteur sampai Sabuga. Jarak tempuhnya 1,8 kilometer, kapasitas mengangkut 2.400 penumpang per jam sekali jalan.

Selain akan mengurai masalah kemacetan, kereta gantung pun dapat menjadi bagian dari wisata. Wali Kota Bandung Dada Rosada mengatakan dalam pidato saat pencanangan proyek, Selasa (12/6), bahwa kereta gantung bisa mengurangi beban volume kendaraan yang kian menumpuk. Lebih-lebih semenjak akses menuju Jakarta terbuka karena adanya ruas Jalan Tol Purbaleunyi.

Menurut Dinas Perhubungan Kota Bandung, kurang lebih sejumlah 1,2 juta unit kendaraan bermotor saat ini turut andil dalam kepadatan lalu lintas Bandung. Meliputi 365.714 unit kendaraan roda empat dan 859.411 kendaraan roda dua. Komuter ke dan dari Bandung adalah sekitar 15.572 unit kendaraan per harinya.

Proyek pembangunan Bandung Skybridge digarap oleh PT Aditya Dharmaputra Persada menggandeng perusahaan pembuat kereta gantung asal Austria, Doppelmayr.

Hans Jost, representatif dari Doppelmayr, mengatakan, "Kereta gantung merupakan transportasi massal yang paling irit, tak menimbulkan suara atau polusi, juga paling aman." Pihaknya berpengalaman pula memasang sistem kereta gantung di 82 negara pada standar keselamatan zero accident.

Beberapa kota yang sistem kereta gantungnya mirip adalah kereta gantung di London, Inggris serta di Caracas, India dan beberapa kota di negara Timur Tengah.
(Gloria Samantha. Sumber: Kompas)

 

(http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/transportasi-kereta-gantung-kota-bandung)

 

~ Keamanan Energi Indonesia Terancam

Keamanan Energi Indonesia Terancam 

 BANJARMASIN - Ketua tim Energi Efficiency in Industrial, Commercial dan Public Sector (EINCOPS) atau program efisiensi energi pada industri, sektor komersial dan publik, Melany Tedja mengatakan, keamanan ketersediaan energi Indonesia kian terancam.

Menurut dia, ancaman keamanan terhadap ketersediaan energi tersebut karena penyediaan energi Indonesia masih sangat tergantung dengan energi fosil. Energi fosil yang disubsidi, tambah dia, mencapai 95,21 persen sedangkan energi terbarukan hanya dipandang sebagai energi alternatif yang belum dimanfaatkan secara efisien.

"Karena ketergantungan yang tinggi terhadap bahan bakar fosil yang semakin menipis, keamanan energi nasional semakin terancam, untuk itu provinsi yang pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Kalimantan perlu dilakukan efisiensi energi," katanya, Selasa (7/2). 

Berdasarkan penelitan International Energy Agency (IEA), efisiensi energi adalah sumber energi yang paling murah yang mampu memenuhi peningkatan kebutuhan energi hingga 20 tahun mendatang.

Apalagi, kata dia, saat ini konsumsi energi nasional mengalami kenaikan cukup pesat rata-rata adalah tujuh persen setiap tahunnya. Penggunaan energi terbesar di Indonesia adalah sektor industri dengan penggunaan 50 persen dari total energi nasional, setelah itu sektor trasnportasi 30,77 persen, dan rumah tangga 13,08 persen.

Laju pertumbuhan energi terutama sektor industri tersebut bila tidak segera diantisipasi melalui terobosan baru baik itu energi terbarukan yang kini pemanfaatannya kurang dari 5 persen maupun terobosan lainnya.

Salah satu menahan laju pertumbuhan kebutuhan energi tersebut adalah dengan melaksanakan pekan efisiensi energi yang diluncurkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan bantuan dari pemerintah Denmark sebesar 10 juta dolar AS selama empat tahun.

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Maryam Ayuni mengatakan saat ini lebih dari 30 persen masyarakat Indonesia belum menikmati listrik, hal tersebut mengindikasikan bahwa negara membutuhkan penyediaan energi yang lebih baik.

Redaktur: Ramdhan Muhaimin

Sumber: Antara

 

~ Potensi pariwisata Bendungan Gonggang tinggi

 Menteri nilai potensi pariwisata Bendungan Gonggang tinggi

 Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyatakan sektor pariwisata Bendungan Gonggang yang berada di Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sangat potensial atau tinggi, selain fungsi utamanya sebagai pengairan.

"Semua tergantung kreativitas pemda setempat. Selain untuk pengairan, juga bisa untuk rekreasi. Potensi pariwisata bisa dibidik menjadi salah satu progres untuk menjadikan Bendungan Gonggang lebih `hidup`," ujar Djoko Kirmanto saat meresmikan megaproyek Bendungan Gonggang, Jumat.

Meski berpotensi dari sektor pariwisata, namun pihaknya memberikan sejumlah batasan-batasan kepada Pemkab Magetan dan warga sekitar agar fungsi utama bendungan tidak terganggu.

Di antaranya adalah batasan agar bendungan tidak dikotori dan tidak ada pemasangan karamba jika memang dijadikan sarana wisata pemancingan. 

"Pemasangan karamba saya larang. Memancing boleh, tapi jangan dengan karamba. Semua memang tergantung kreatifitas masyarakat yang difasilitasi oleh Pemkab Magetan maupun Pemprov Jatim," kata dia.

Bersama dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan sejumlah pejabat di Jawa Timur lainnya, Djoko Kirmanto meresmikan Bendungan Gonggang yang telah dibangun sejak tahun 2006. Bendungan ini resmi difungsikan untuk mengurangi banjir serta meningkatkan intensitas air saat kemarau. Utamanya di wilayah Magetan selatan seperti Kecamatan Poncol, Ngariboyo, Parang hingga Lembeyan.

Menurut Djoko, air baku dari bendungan tersebut diharapkan mampu menyuplai kepentingan irigasi, termasuk air minum, industri, dan kebutuhan lainnya. Sehingga, lanjutnya, meski di musim kering intensitas air di wilayah krisis air di Magetan bisa teratasi. 

"Kami juga telah menyiapkan "masterplan" untuk meningkatkan fungsi anak-anak Sungai Bengawan Solo di sekitar bendungan. Semua itu sengaja kami progres karena Indonesia adalah negara yang kaya akan air di dunia. Namun, 75 persen air itu belum bisa dimanfaatkan maksimal," terang dia.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, terdapat beberapa proyek pengerjaan bendungan serupa di Jawa Timur yakni di Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Gresik dan Bojonegoro. 

"Seluruhnya diharapkan mampu menjadikan Jawa Timur bebas dari krisis air yang berdampak pada peningkatan surplus produksi beras karena sistem pengairan yang lancar," ujar Gubernur Soekarwo.

Sementara itu, Bupati Magetan Sumantri mengaku jika pembangunan bendungan ini merupakan solusi untuk meningkatkan air baku di Magetan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Bendungan Gonggang dibangun dengan menghabiskan anggaran APBN sebanyak Rp109 miliar. Bendungan ini memiliki tinggi 60 meter dengan panjang sekitar 234 meter. Adapun, kapasitas volume tampungan air mencapai 22 juta meter kubik dengan jaminan air domestik sebanyak 50 liter per jiwa per hari.
(ANT-072/S025)

Editor: Ruslan Burhani

 

~ Menggunakan Energi Alternatif selalu ada jalan

Selalu Ada Jalan Menggunakan Energi Alternatif
Di saat elpiji menjadi langka di sejumlah daerah, warga Desa Ploso, Kudus, Jawa Tengah, justru tenang-tenang saja. Pasalnya, untuk memasak dan kebutuhan energi lain mereka memanfaatkan limbah sisa pabrik pembuatan tahu dan mengolahnya menjadi biogas sebagai energi alternatif. 

Di desa ini, tersebar sekitar 20 pabrik pengolahan tahu yang aktif berproduksi. Setiap hari ratusan pekerja membuat tahu dari awal bahan dasar berupa kedelai hingga menjadi tahu yang siap dipasarkan. Sementara air limbah sisa produksi yang biasa dibuang ternyata bisa diubah menjadi energi alternatif, biogas. 

Bersama warga lain, Wijianto, salah seorang pengusaha tahu di Desa Ploso ini membuat instalasi digester yang berfungsi mengubah air limbah tahu menjadi gas melalui proses fermentasi. 

Alat tersebut berupa tabung berdiameter enam meter dan ditanam sedalam 3,5 meter. Prosesnya pun cukup sederhana. Awalnya air limbah tahu dari pabrik disalurkan ke tabung digester melalui saluran khusus di setiap pembuangan. Setelah terpusat di dalam tabung, air limbah akan dipisahkan antara air dan gas melalui proses fermentasi oleh bakteri anaerob selama beberapa waktu.
Setelah itu, gas yang telah terpisah dengan air kemudian disalurkan ke kompor gas di dapur para warga melalui pipa-pipa. Kini warga tak lagi terpengaruh dengan ada tidaknya gas elpiji di pasaran. Selain itu menggunakan biogas limbah pabrik tahu ternyata sangat hemat.
Dengan biogas, masakan yang diolah pun akan cepat matang karena nyala api yang dihasilkan energi alternatif ini juga berwarna biru sehingga panasnya merata seperti halnya gas elpiji.

Selain bisa menghemat biaya pengolahan limbah tahu menjadi biogas ini juga mampu menimalisir pencemaran lingkungan sekitar. (YUS)Liputan6.com, Kudus: Di saat elpiji menjadi langka di sejumlah daerah, warga Desa Ploso, Kudus, Jawa Tengah, justru tenang-tenang saja. Pasalnya, untuk memasak dan kebutuhan energi lain mereka memanfaatkan limbah sisa pabrik pembuatan tahu dan mengolahnya menjadi biogas sebagai energi alternatif. 

Di desa ini, tersebar sekitar 20 pabrik pengolahan tahu yang aktif berproduksi. Setiap hari ratusan pekerja membuat tahu dari awal bahan dasar berupa kedelai hingga menjadi tahu yang siap dipasarkan. Sementara air limbah sisa produksi yang biasa dibuang ternyata bisa diubah menjadi energi alternatif, biogas. 

Bersama warga lain, Wijianto, salah seorang pengusaha tahu di Desa Ploso ini membuat instalasi digester yang berfungsi mengubah air limbah tahu menjadi gas melalui proses fermentasi. 

Alat tersebut berupa tabung berdiameter enam meter dan ditanam sedalam 3,5 meter. Prosesnya pun cukup sederhana. Awalnya air limbah tahu dari pabrik disalurkan ke tabung digester melalui saluran khusus di setiap pembuangan. Setelah terpusat di dalam tabung, air limbah akan dipisahkan antara air dan gas melalui proses fermentasi oleh bakteri anaerob selama beberapa waktu.
Setelah itu, gas yang telah terpisah dengan air kemudian disalurkan ke kompor gas di dapur para warga melalui pipa-pipa. Kini warga tak lagi terpengaruh dengan ada tidaknya gas elpiji di pasaran. Selain itu menggunakan biogas limbah pabrik tahu ternyata sangat hemat.
Dengan biogas, masakan yang diolah pun akan cepat matang karena nyala api yang dihasilkan energi alternatif ini juga berwarna biru sehingga panasnya merata seperti halnya gas elpiji.

Selain bisa menghemat biaya pengolahan limbah tahu menjadi biogas ini juga mampu menimalisir pencemaran lingkungan sekitar. (YUS)
 

~ Bahan bakar gas lebih hemat untuk perahu

Perahu berbahan bakar gas lebih hemat

Gorontalo (ANTARA News) - Terobosan penghematan energi dilakukan Bank Indonesia Gorontalo untuk perahu. Bahan bakar gas dinilai Bank Indonesia Gorontalo lebih hemat dan layak jadi alternatif bagi nelayan setempat.


"Belum lama ini kami telah menguji coba mesin perahu berbahan bakar gas, hasilnya cukup memuaskan karena lebih hemat," kata Pemimpin Bank Indonesia Gorontalo, Wahyu Purnama, Kamis.

Dia menjelaskan, satu tabung LPG tiga kilogram mampu menempuh jarak efektif 113 kilometer, setara delapan liter BBM bersubsidi alias premium. 

"Jika dirupiahkan, konsumsi satu bulan mesin berbahan bakar gas hanya mencapai Rp96.000, ssedangkan BBM dapat menghabiskan Rp480.000," katanya.

Dengan harga beli satu liter bensin bersubsidi sebesar Rp8.000 dan satu tabung LPG Rp15 ribu, maka satu liter bensin setara dengan 0,2 kilogram gas. 

Meskipun daya mesin berbahan bakar gas sedikit lebih rendah dibandingkan menggunakan bensin, kemampuannya masih dalam taraf layak operasi. 

"Penggunaan mesin berbahan bakar gas relatif lebih bersih dengan temperatur mesin yang lebih dingin dibandingkan dengan mesin menggunakan bensin," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Gorontalo yang telah melakukan program konversi gas, memiliki persediaan gas eceran yang mudah diperoleh dan harganya relatif stabil. 


(KR-SHS/E005)

Editor: Ade Marboen

 
Halaman 92 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook