Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



24 Taman Budaya Ikut Temu Karya Taman Budaya Se-Indonesia

 Sebanyak 24 taman budaya mengikuti temu karya budaya se-Indonesia. Kegiatan yang berlangsung hingga 30 Juli dan mengangkat tema legenda itu dibuka siang tadi, Senin (27/7), oleh Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi.

Malam ini akan disajikan pagelaran karya dari enam taman budaya, yakni Taman Budaya Sumatera Barat, Taman Budaya Sumatera Utara, Taman Budaya Yogyakarta, Taman Budaya Sulawesi Selatan, Taman Budaya Riau, dan Taman Budaya Jawa Barat.

Besok hari, Selasa (28/7), mulai pukul 16.00 akan digelar pertunjukan dari Taman Budaya NTT, Taman Budaya Jambi, Taman Budaya Kalimantan Barat, Taman Budaya NTB, Taman Budaya Maluku, Taman Budaya Bengkulu, Taman Budaya Sulawesi Utara, dan Taman Budaya Jawa Tengah. Para seniman dari Provinsi Bangka Belitung juga akan mempertontonkan karya mereka.

"Teman-teman seniman dari Bangka Belitung merupakan bintang tamu karena di provinsi ini belum ada taman budaya. Tapi mereka ingin bergabung sehingga kami persilakan," ucap Asnam Rasyid, Kepala Taman Budaya Sumatera Barat.

Sedangkan tim Taman Budaya Aceh, Taman Budaya Kalimatan Tengah, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Taman Budaya Lampung, Kalimantan Sulawesi Tengah, Taman Budaya Bali, Taman Budaya Papua, Taman Budaya Kalimantan Timur, dan Taman Budaya Sulawesi Tenggara, akan tampil berikutnya.

PADANG, KOMPAS.

 

Kartini Masih Harus Menangis Untuk Perempuan Tunanetra


Penyandang cacat tuna netra

Waktu masih menunjukkan pukul 8.30 pagi, tapi udara terasa begitu panas. Tak heran, karena minggu pagi itu   aku   berada di Makasar. Baru beberapa menit meluncur dari hotel tempatku menginap ke YAPTI – sebuah lembaga tempat di mana para tunanetra di Makasar membekali diri dengan ilmu dan ketrampilan, kerongkonganku mulai terasa kering. Kuteguk air mineral beberapa kali untuk membasahinya, dan, sisa-sisa jus markisa yang sebelumnya masih terasa di lidahku segera lenyap, tersapu  air penawar dahagaku.

Kepergianku ke Makasar bukan untuk liburan. Pagi itu aku akan bertemu mahasiswa -- tunanetra, generasi muda yang banyak orang menyebutnya sebagai “calon penerima tongkat estafet kepemimpinan kelak”. Untuk mereka kubawakan sembilan buah komputer mini berlayar delapan inci; sudah tentu dilengkapi dengan software pembaca layar.

Apa yang kulakukan ini merupakan bagian dari gerakan kampanye global bertajuk “Higher Education For Blind Students” yang dimotori oleh ICEVI (International Council of Education for People With Visual Impairment); sebuah jaringan kerja sama  berskala global yang berupaya meningkatkan partisipasi dan kualitas tunanetra di bidang pendidikan. Melalui kampanye global ini, ICEVI berupaya mendorong lebih banyak tunanetra di negara-negara sedang berkembang dapat menempuh pendidikan tinggi dengan menyediakan fasilitas alat Bantu teknologi yang mereka butuhkan, agar tunanetra dapat belajar lebih mandiri, berprestasi lebih baik dan menyelesaikan studi tepat waktu.

Gerakan kampanye yang dimulai pertengahan tahun 2006 ini dilakukan, karena keprihatinan ICEVI pada lambatnya proses peningkatan kualitas hidup tunanetra di negara-negara sedang berkembang. Dari hasil studi yang mereka lakukan, diketahui penyebabnya adalah karena sebagian besar tunanetra hanya dapat menikmati pendidikan dasar, sebagian lainnya pendidikan menengah,  dan sangat sedikit yang mampu menempuh dan menyelesaikan pendidikan tinggi.

Di wilayah Asia Tenggara, kampanye ini diujicobakan di tiga negara; Indonesia, Filipina dan Vietnam. Di Indonesia, ICEVI berpartner dengan organisasi local yaitu Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia), dan sebagai tunanetra yang telah mengenyam pendidikan tinggi dan merasakan besarnya manfaat pendidikan dalam kehidupanku, aku sangat bangga mendapatkan kepercayaan mengkoordinir kegiatan ini. Yang lebih membuatku bangga, Indonesia adalah negara yang pertama kali dipilih untuk uji coba.

Secara pribadi, Makasar adalah salah satu kota impianku. Aku mengharapkan kota yang terletak di ujung selatan pulau Sulawesi ini tidak lama lagi akan menjadi pusat pemberdayaan tunanetra untuk wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Untuk mewujudkannya, aku perlu memberikan perhatian ekstra di sana. Dan, kedatanganku untuk kesekian kalinya di kota angin mamiri minggu pagi itu adalah salah satunya.

Hanya, ada satu hal yang membuatku sangat prihatin. Dari sepuluh orang tunanetra yang menempuh pendidikan tinggi di tahun akademik ini, hanya ada satu perempuan. Kusampaikan keprihatinanku ini  saat aku bertemu para aktivis tunanetra yang gigih memperjuangkan perlindungan, penghargaan dan pemenuhan hak-hak para tunanetra di sana.  Dan, mereka pun mengakui bahwa partisipasi perempuan tunanetra di bidang pendiddikan di Sulawesi memang masih sangat rendah. Di YAPTI sendiri, dari kurang lebih empatpuluh siswa yang belajar di sana, hanya ada sepuluh siswa yang perempuan.

Ini bukan berarti jumlah perempuan tunanetra hanya sedikit. Apa yang terjadi di Sulawesi itu juga merupakan cerminan kondisi Indonesia secara umum. Hanya Jawa yang sedikit lebih baik, selebihnya, masih sangat memprihatinkan.

Perempuan tunanetra, sebagaimana halnya   perempuan penyandang kecacatan lainnya, mengalami diskriminasi ganda. Hal ini makin kita rasakan saat berada di daerah yang  jauh dari kemajuan teknologi. Masih ada angapan yang dibentuk oleh budaya masyarakat bahwa, orang yang menyandang kecacatan, termasuk tunanetra, adalah “mahluk yang tidak berdaya”. Dan, apabila si penyandang  cacat itu perempuan, maka, “stigma mahluk tak berdaya” itu menjadi berlipat-lipat.

Akibatnya, perempuan tunanetra  tidak menjadi “prioritas” untuk mendapatkan pendidikan. Dalam keadaan tidak berpendidikan, mereka semakin tidak berdaya; tidak mandiri secara ekonomi, menjadi beban keluarga, dan, harus menerima saja kondisi itu tanpa perlawanan. Tidakkah ini mirip dengan jaman saat Kartini masih hidup

Menurutku, ini salah satu bentuk “kekerasan budaya” pada perempuan tunanetra. Selama ini, jika banyak orang bicara soal kekerasan pada perempuan, kita  hanya berfokus pada “kekerasan fisik”, dan seringkali mengabaikan “kekerasan budaya”. Padahal, kekerasan yang dilakukan oleh “budaya” berdampak sangat luas; korbannya adalah mereka yang berada di lingkungan penganut budaya tersebut.

Sadar akan kondisi ini dan ingin berperan mengatasinya – meski hanya peran kecil --, aku tidak menolak saat beberapa teman aktivis di Makasar memintaku memberikan motivasi pada beberapa siswa perempuan tunanetra di YAPTI. Targetku sederhana saja, membuat mereka mau bicara dari hati ke hati denganku,  menumbuhkan motivasi mereka untuk terus melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, serta memberi gambaran apa yang kelak bisa mereka lakukan jika mereka berpendidikan dengan baik. Aku juga sangat sadar bahwa sebagian besar dari mereka memiliki masalah keuangan; itu juga yang membuat mereka makin tidak berani bercita-cita. Meski aku tahu itu tidak mudah, aku masih “sedikit” berharap, cerita sukses beberapa perempuan tunanetra – tentu saja yang ada di Jawa – dapat mendorong mereka “mulai merajut immpian”.

Oleh Aria Indrawati

 

Asrama Haji Sudiang Makassar, Berbenah

Menyambut dimulainya pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Hasanuddin yang dijadwalkan Selasa (4/11) lusa, Asrama Haji Sudiang, Makassar terus berbenah. Asrama yang berjarak sekitar dua kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tersebut disiapkan untuk menampung para jemaah haji dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.  

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji, Zakat, dan Wakaf Kanwil Departemen Agama Sulsel Muhammad Abduh Halid, Minggu (2/11), menyebutkan, asrama yang menempati lahan seluas 12 hektar tersebut mampu menampung 3-4 kelompok terbang dalam waktu 1 kali 24 jam. Satu kelompok terbang terdiri atas 325 jemaah calon haji.  

"Kecuali, jemaah asal dari Gorontalo yang memang sudah punya embarkasi antara di daerahnya, seluruh jemaah calon haji dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, dipastikan mampir dulu di asrama ini sebelum berangkat ke Tanah Suci," kata Halid yang juga menjabat Ketua Badan Pengelola Asrama Haji Sudiang.

 


Nar

MAKASSAR

 

<a href='http://ads.kompas.com/www/delivery/ck.php?n=adf7df35&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads.kompas.com/www/delivery/avw.php?zoneid=307&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=adf7df35' border='0' alt='' /></a>
<a href='http://ads.kompas.com/www/delivery/ck.php?n=a7e1361b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads.kompas.com/www/delivery/avw.php?zoneid=308&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a7e1361b' border='0' alt='' /></a>
 

~ Presiden Akan Mengadakan Safari Ramadhan

    Presiden Akan Adakan Safari Ramadhan

Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadwalkan mengadakan safari Ramadhan ke beberapa daerah selama bulan puasa.

Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/9), mengatakan Presiden Yudhoyono tidak mengurangi jadwal kegiatannya selama bulan Ramadhan. "Malah bertambah kegiatannya," ujarnya.

Beberapa kegiatan yang telah dirapatkan, menurut Hatta, adalah kunjungan ke wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, serta Sulawesi Selatan. Presiden, lanjut dia, diagendakan menghadiri peringatan 17 Ramadhan 1429 di Purwokerto, Jawa Tengah.

Mensesneg menjelaskan, Yudhoyono dalam kunjungan kerja ke  daerah selama bulan puasa tidak hanya fokus menggelar safari Ramadhan, tetapi juga bersamaan dengan agenda lain. Ia mencontohkan, kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan bertepatan dengan peresmian bandara udara baru di Makassar serta peresmian jalan tol.

Selain menjadwalkan kunjungan kerja ke daerah selama bulan Ramadhan, Presiden pada Senin menggelar rapat internal membahas acara kenegaraan seperti Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2008 yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri.



ROY
Sumber : Antara

 

~ Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji


Lebih dari 150 Ribu Calon Haji Lunasi BPIH 

Sampai hari ke-9 pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), Jumat (24/7), calon haji yang telah melunasi pembayaran berjumlah 154.623 orang. Jumlah ini terdiri dari jemaah regular 143.519 orang dan BPIH Khusus 11.104 orang.

Hal itu diungkapkan Kasubdit Pendaftaraan Jemaah Departemen Agama Cepi Supriatna, di Jakarta, Jumat (24/7) petang.
Secara lengkap, calon haji Provinsi Jawa Barat yang terbanyak melunasi BPIH 29.207 orang, disusul Jawa Timur 25.120 orang, Jawa Tengah 22.910 orang, Banten 6.639 orang, Sumatera Utara 5.810 orang, Sul awesi Selatan 5.621 orang, DKI Jakarta 5.583 orang, dan Sumatera Selatan 4.902 orang.

Selanjutnya, Lampung 4.079 orang, Riau 3.755 orang, NTB 3.364 orang, Sumbar 3.089 orang, Kalsel 2.834 orang, Nangroe Atjeh Darussalam 2.406 orang, Yogyakarta 2.256 orang, Kalimantan Timur 2.114 orang, Kalimantan Barat 1.810 orang, Jambi 1.630 orang, Sulawesi Tengah 1.260 orang, Bengkulu 1.257 orang, Sulawesi Tenggara 1.239 orang, Sulawesi Barat 1.151 orang, Kalimantan Tengah 1.079 orang, Kepulauan Riau 731 orang, Bangka Belitung 727 orang, Maluku Utara 664 orang, Gorontalo 625 orang, Sulawesi Utara 429 orang, Maluku 397 orang, Papua 373 orang, NTT 266 orang Papua Barat 220 orang, dan Bali 152 orang.

Nilai tukar US dollar ke rupiah pada hari ke-9 ini sebesar Rp 10.045,- . Waktu pelunasan BPIH akan berlangsung sampai 12 Agustus 2009.


MAM.

JAKARTA, KOMPAS

 
Halaman 840 dari 1018
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook