Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Energi Alternatif Mulai Dimanfaatkan Sleman

Sleman Mulai Manfaatkan Energi Alternatif

Guna melestarikan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman memprioritaskan pemanfaatan energi alternatif terbarukan dalam rencana pembangunan daerah. Beberapa energi yang akan dimanfaatkan antara lain tenaga surya, mikrohidro, dan biogas.

Demikian yang disampaikan Wakil Bupati Sleman Sri Purnomo dalam seminar "Sosialisasi Konversi Minyak Tanah ke LPG" di Aula Utara Fakultas Ekonomi UII, Yogyakarta. Sri menambahkan pemanfaatan energi alternatif ini juga menjadi salah satu upaya mendukung program efisiensi energi yang dicanangkan pemerintah pusat, termasuk di dalamnya konversi minyak tanah menjadi gas elpiji. "Pemanfaatan dan pengembangan sumber-sumber energi alternatif ini akan dilakukan bertahap, mulai dari tahun ini hingga 2010 nanti," ujar Sri.

Direncanakan, pada akhir tahun 2007 Sleman akan memiliki 91 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tiga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro dan 22 unit instalasi pengolah biogas. Jumlah ini akan bertambah secara bertahap setiap tahunnya, sesuai dengan kebutuhan daerah, khususnya wilayah terpencil yang sulit menerima distribusi energi.

Menurut keterangan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Sleman Endah Sri Widiastuti, untuk pengembangan PLTS 2007, Pemkab Sleman menganggarkan Rp 110 juta dari APBD. Sedangkan bagi pengembangan energi mikrohidro, Pemkab Sleman juga mengalokasikan Rp 40 juta.

Khusus untuk pengembangan energi alternatif biogas, dianggarkan dana Rp 48 juta untuk tiga lokasi pengembangan, yakni di Kecamatan Cangkringan, Tempel, dan Seyegan.

Kompas

 

 

~ Mobil Yang Menggunakan Energi Alternatif

Mobil Hibrida Vs Mobil Listrik dan Energi Alternatif

Dalam usaha mengurangi pencemaran lingkungan atau pemanasan global, produsen mobil telah berhasil menciptakan mobil yang bisa menggunakan berbagai energi alternatif. Antara lain, hidrogen, bahan bakar gas (CNG) atau di Indonesia disebut BBG, elpiji, dan terakhir yang juga mulai populer adalah mobil listrik.

Namun, di antara kendaraan tersebut, hibrida masih menjadi pilihan utama produsen. Hebatnya, hibrida bukan lagi konsep, tetapi sudah dipasarkan secara massal. Salah satu contohnya adalah Toyota Prius dan Honda Insight.

Problem
Sumber energi alternatif, seperti hidrogen, BBG, dan elpiji memang menarik. Masalahnya, untuk bahan bakar jenis tersebut diperlukan infrastruktur yang cukup mahal. Hal tersebut disebabkan sifat gas; harus dikompresi, yang menyebabkan tekanannya sangat tinggi. Akibatnya, diperlukan tangki yang berat dan juga penanganan yang khusus.

Di lain hal, mobil listrik memang sangat menarik. Problemnya, jarak tempuh untuk satu kali pengisian baterai sangat terbatas. Infrastruktur untuk mengisi ulang belum tersedia, terutama di tempat-tempat umum. Di samping itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai masih relatif cukup lama. Alhasil, solusi paling pas adalah hibrida.

Sumber penggerak
Berbeda dengan hibrida. Sumber penggeraknya dua, yaitu motor bakar (mesin konvensional) dan motor listrik. Kekurangan dari dua sumber penggerak hanya biaya atau harga yang lebih mahal dibandingkan dengan satu mesin saja. Di samping itu, teknologinya juga tambah rumit.

Sebaliknya, keuntungan mobil hibrida, konsumsi bahan bakarnya sangat irit. Nilai plus lainnya, ramah terhadap lingkungan. Pemilik mobil hibrida adalah orang yang ikut berpartisipasi mengurangi pemanasan global, yang sekarang ini kondisinya makin mencemaskan.

Pemilik mobil hibrida tidak akan menghadapi masalah seperti pada mobil listrik, hidrogen, BBG atau elpiji. Kondisinya sama saja dengan mobil yang digunakan sekarang ini karena menggunakan bahan bakar bensin atau diesel yang bisa diperoleh di hampir setiap SPBU.

Sumber penggerak utama mobil hibrida masih menggunakan mesin pembakaran dalam (internal combustion). Sumber energi adalah minyak (bensin atau solar). Kedua jenis bahan bakar tersebut mudah diperoleh.

Lantas, sebagai tenaga tambahan dan digunakan pada kondisi tertentu, digunakan motor listrik. Penggerak yang disebutkan terakhir memperoleh energi listrik dari baterai atau aki. Di lain hal, baterai memperoleh energi dari mesin, listrik dari rumah, dan hasil pemulihan saat rem digunakan.

Mengirit
Dalam kenyataannya, energi yang dihasilkan mesin tidak bisa digunakan semuanya untuk mengerakkan kendaraan. Sebagian energi terbuang begitu saja misalnya ke sistem pendingin, knalpot, komponen mesin, dan transmisi yang bergerak plus bergesekan.

Malah saat mobil direm, energi terbuang begitu saja. Komponen rem yang ada di roda malah jadi panas. Tepatnya, energi gerak dari mesin berubah menjadi energi panas. Nah, pada mobil hibrida masa kini, energi tersebut diambilkan lagi.

Saat mobil direm, energi kinetik diubah menjadi listrik. Caranya, pada as roda atau pada transmisi dipasangi generator. Listrik yang dihasilkan oleh generator, baik ketika mesin utama berputar, maupun saat mobil direm, diubah menjadi listrik. Selanjutnya, energi listrik tersebut disimpan di dalam baterai.

Motor listrik
Pada kondisi tertentu, bila mobil hendak tancap gas (akselerasi), mobil tidak lagi mengontrol mesin untuk menaikkan putaran. Komputer mobil akan mengontrol tenaga tambahan dari motor listrik yang memperoleh sumber energi dari baterai.

Bahkan, bila perlu, saat lalu lintas macet berat, dan jalan mobil merambat, cukup dengan memanfaatkan tenaga listrik. Mesin utama tidak perlu hidup. Kondisi tersebutlah yang membuat mobil hibrida jauh lebih irit.

Di lain hal, bila tenaga di baterai mulai berkurang, mesin utama akan berfungsi seperti mobil sekarang ini. Selain bisa digunakan untuk menempuh perjalanan jauh, tentu saja laju tersebut digunakan mengisi baterai. Malah mobil hibrida mutakhir—yang sudah menggunakan baterai lithium-ion—bisa diisi dengan cepat. Cukup dengan mencolokkan stekernya ke stop kontak rumah!

Kompas
 

~ Energi Alternatif Dari Toak

Toak, Bisa Disulap Jadi Energi Alternatif

Toak, selama ini dikenal sebagai minuman khas dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Selain dikenal sebagai minuman yang bisa memabukkan peminumnya, kini toak bisa di manfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Hasil percobaan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tuban, meski belum mencapai hasil memuaskan, namun temuan itu cukup bermanfaat sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tuban, Muji Slametmenyatakan saat ini, timnya sedang melakukan penelitian akhir tentang bahan bakar alternatif berbahan baku toak. Hasil fermentasi sari bunga pohon siwalan ini, ternyata mampu m enghasilkan bahan ethanol bermutu tinggi.

Agar menghasilkan cairan ethanol yang bermutu tinggi harus menggunakan toak basi atau toak yang difermentasi mengunakan ragi. Lalu, toak yang telah disimpan di tempat tertutup selama tujuh hari disuling melalui pemanasan. Pemanasan toak ini di lakukan h ingga mendidih, kata Muji.

Hasil penguapan toak basi ini disalurkan melalui pipa yang di rendam ke dalam air dingin. Pendinginan disebut sebagai proses penyulingan menghasilkan ethanol yang dipakai sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah.

Kandungan ethanol dalam olahan toak ini cukup tinggi hingga mencapai 90 persen. Ethanol ini kemudian diuji kualitasnya dengan cara membakarnya. Hasilnya cukup luar biasa, ethanol yang di bakar mampu menghasilkan api dengan menyala biru dengan jangka wakt u yang lama, katanya.

Penelitian dan percobaan bahan bakar dari toak ini dilakukan sebanyak lima kali dalam kurun waktu selama satu bulan terakhir. Namun hasilnya masih perlu diuji untuk mencapai biaya produksi yang efisien untuk diproduksi oleh masyarakat. Meski telah berhasi l masih terus dilakukan pengembangan atas penemuan itu. Rencananya akan dilakukan penelitian dan percobaan penggunaan tenaga surya atau tenaga angin sebagai bahan pemanas tungku dalam proses penyulingan toak menjadi ethanol, kata Muji.

Menurut dia rutinitas memanjat pohon siwalan merupakan aktifitas yang tak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Tuban. Dari pohon siwalan ini tidak hanya bisa dimanfaatkan buahnya, sebagai bahan dawet atau dibuat legen siwalan. Sari bunga dari pohon ini ya ng biasa di sebut toak juga dapat dikonsumsi sebagai minuman layaknya minuman keras karena bisa memabukkan. Kini ditemukan toak bisa jadi bahan bakar cukup membanggakan, katanya.

Kompas, Tuban

 

 

~ Tiga Lokasi Proyek Percontohan PJU Solar Cell

Diusulkan Tiga Lokasi Proyek Percontohan PJU Solar Cell

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lamongan 2009, telah diusulkan tiga lokasi pilot project pemasangan penerangan jalan umum atau PJU dengan teknologi solar cell. Proyek percontohan PJU dengan sollar cell dipasang di Desa Soko Kecamatan Glagah, Desa Sukobendu Kecamatan Gondang dan Desa Donoyo Kecamatan Deket.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Lamongan, Aries Wibawa mengatakan di Desa Soko akan dipasang 11 unit lampu PJU solar cell dan dua unit lampu PJU shodium di pintu masuk gapuro dengan usulan anggaran Rp 220 juta. Usulan anggaran 17 unit lampu PJU solar cell di Sukobendu sebesar Rp 140 juta sedang anggaran pemasangan lima unit lampu PJU solar cell dan dua unit lampu PJU shodium diusulkan Rp 120 juta.

Penggunaan lampu PJU dengan solar cell (tenaga matahari) bertujuan untuk penghematan energi. Pilot project lampu PJU solar cell tersebut merupakan bagian dari upaya pemkab Lamongan mendukung program pemerintah pusat mengatasi krisis enegeri dengan penghem atan energi dan penggunaan energi alternatif.  

Jika program ini bisa terwujud, dan semua PJU di Lamongan telah berganti dengan PJU tenaga matahari, maka tidak perlu lagi memikirkan biaya PJU biasa. Sampai saat ini energi matahari masih gratis. "Anggaran tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya yang berkenaan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Aries.

 

Lamongan

 

 

Pemadaman Listrik Tak Cukup Atasi Krisis Energi

Pemadaman listrik yang dilakukan PLN selama ini tidak akan cukup untuk mengatasi krisis energi, karena pemborosan bahan bakar minyak (BBM) di negeri ini terus terjadi di sektor transportasi.

"Karena itu sektor transportasi di Indonesia harus menjadi target utama pemerintah dalam pembenahan subsidi BBM, sebab hampir 60 persen BBM dihabiskan untuk sektor ini (transportasi)," kata pengamat transportasi, Djoko Setyowarno di Semarang, Sabtu (26/7).

Dari 60 persen BBM yang digunakan bagi sektor transportasi itu rinciannya 45 persen dikuras untuk kendaraan pribadi dan 15 persen untuk transportasi darat, laut, udara, dan ASDP. Secara nasional kendaraan pribadi yang menghabiskan BBM sekitar 45 persen, merupakan jumlah terbesar di dunia dalam hal penggunaan BBM untuk kendaraan pribadi.

Menurut dosen Fakultas Teknik Unika Soegijapranata, untuk mengatasi penggunaan BBM, yang sangat boros dan membebani APBN setiap tahunnya, yang perlu dilakukan pemerintah adalah melaksanakan pembenahan di sektor transportasi.

Pembenahan bisa dilaksanakan dengan cara mempercepat program angkutan umum massal antarkota dan dalam kota. "Jika angkutan umum massal digalakkan, otomatis masyarakat akan lebih banyak menggunakan angkutan ini ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. Pembenahan terhadap angkutan massal ini harus memperhitungkan aspek kenyamanan dan keamanan serta ketepatan waktu. Bila semuanya terpenuhi, penggunaan BBM bagi sektor transportasi dapat dikurangi cukup signifikan," katanya.

Menurut Djoko, pemerintah harus berani membuat terobosan di sektor transportasi ini. Sebab, kalau sampai krisis BBM terus berlanjut tanpa ada solusinya, akibatnya bagi sektor transportasi bisa fatal. "Karena sektor transportasi nantinya berdampak pada kehidupan perekonomian di negeri ini," demikian Djoko Setyowarno. (ANT)

 
Halaman 840 dari 1038
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook