Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



Kalteng akan Bangun PLTA dan PLTG

Kalteng saat ini sedang menjajaki kemungkinan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) pada sejumlah daerah. Tujuannya, menambah daya listrik yang selama ini sangat kurang yang mengakibatkan sering dimatikannya arus listrik di provinsi ini secara bergiliran untuk berbagi daya.Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan, PLTA rencananya dibangun di Kabupaten Katingan dengan kekuatan sekitar 300 megawatt (MW) dan PLTG di daerah Bangkinang, Barito Utara (Batara). Tahapan saat ini yang sudah dilakukan adalah studi kelayakan (feasibility study).

“Feasibility study (misalnya untuk) PLTA sedang dilakukan untuk mengetahui tekanan air konsisten atau tidak. Sebab, yang diperlukan (untuk membangkitkan tenaga listrik dari tekanan air) adalah konsistensi, saat kemarau jangan sampai kekurangan air karena turbin tak akan berjalan jika tekanannya kurang,” ujar Teras Narang kepada beberapa wartawan usai peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-29 di Aula Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kalteng.

Dijelaskannya, penambahan daya listrik di Kalteng adalah kebutuhan yang mendesak. Itu tak bisa lama-lama dilaksanakan karena warga Kalteng selalu merasakan giliran mati lampu di rumahnya karena defisit daya sebagaimana yang disampaikan instansi terkait yang menangani kelistrikan yakni Perusahaan Listrik Negara (PLN).
 
“Kita tak bisa berlama-lama (membiarkan listrik selalu mati hidup) karena punya harapan awal 2011 Kalimantan Tengah sudah tak kesulitan listrik. Selain itu, ini (persiapan pembangunan PLTA dan PLTG) sesuai harapan Bapak Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk tak banyak menggunakan batubara,” ucapnya.

Terkait gagalnya pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulang Pisau (Pulpis) tahun 2009 dan saat ini rencananya paket tersebut ditender ulang oleh pemerintah pusat, Gubernur mengutarakan itu sudah mengecewakan seluruh rakyat Kalteng. “Ini adalah program pemerintah pusat. Jadi wajar, jangankan Pulang Pisau, seluruh Kalimantan Tengah juga kecewa karena itu sesuai yang didambakan bersama,” tuturnya.
 
RENCANA PEMBENTUKAN BKPBD SUDAH MASUK DPRD

Gubernur Kalteng pada kesempatan tersebut mengemukakan Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Daerah (BKPBD) sudah direncanakan untuk dibentuk. Berkas usulan pembentukan sudah disampaikan pemerintah provinsi (pemprov) kepada DPRD Kalteng.“Itu sudah diserahkan kepada DPRD untuk dibahas. Sebab, sesuai undang-undang (uu) memang harus ada badan untuk menanggulangi bencana di daerah,” jelas Teras Narang.

Bapak tiga anak ini mengutarakan, dengan adanya badan penanggulangan bencana di tingkat daerah, maka anggaran tak lagi terbagi-bagi pada sejumlah dinas terkait. “Bencana sepenuhnya (ditanggulangi) badan ini. Satkorlak dengan adanya undang-undang baru sudah bubar,” terang suami dari Moenartining Teras Narang ini. Mengenai kapan kepastian pembentukan BKPBD di Kalteng, Gubernur mengutarakan itu sepenuhnya dihasilkan dalam rapat pembahasan di DPRD.(def/yon) 

PALANGKA RAYA. 

 

Kemarau, Produksi Listrik PLTA Jateng Anjlok 30 Persen

Produksi listrik dari sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Jateng yang dikelola PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit, memasuki musim kemarau ini anjlok hingga 30 persen. Bahkan, sejumlah PLTA yang masih bergantung pada pasokan air dari waduk milik pemerintah daerah terancam berhenti beroperasi kalau waduk itu mulai ditutup.

General Manager PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) Mrica Banjarnegara, Teguh Adi Nuryanto, Rabu (25/7), mengatakan, dari seluruh PLTA Mrica yang dioperasikan di Jawa Tengah, kini hanya beroperasi pada beban puncak dari pukul 17.00-22.00. Hal itu mengakibatkan produksi listrik 200 sampai 220 megawatt dari seharusnya 306 MW.

“Sejak memasuki kemarau, pasokan air untuk menggerakkan turbin berkurang. Kami hanya dapat mengoperasikan turbin pada beban puncak. Jadi ada penurunan produksi hingga 25 sampai 30 persen,” katanya.

Seperti PLTA UPB Mrica, lanjutnya, kini hanya dua turbin yang beroperasi dari tiga turbin yang ada. Itu pun dioperasikan pada malam hari, karena pada siang hari waduk harus diisi penuh air agar dapat menggerakkan turbin. Hal itu mengakibatkan, produksi hanya 120 MW dari seharusnya 180 MW.

“Dengan kondisi Waduk Mrica yang kini elevasinya hanya 230,70 meter dari elevasi optimal 231,1 meter, tidak mungkin dapat mengoperasikan ketiga turbin sepenuhnya. Kalau dipaksakan, volume waduk akan berkurang drastis. Padahal sekarang ini pasokan air yang masuk ke waduk turun drastis,” katanya menjelaskan.

Apalagi, lanjutnya, PLTA yang dioperasikan PT Indonesia Power di Jateng hampir seluruhnya masih dipasok air dari waduk milik pemerintah daerah, seperti Waduk Sempor, Wadaslintang, dan Kedungombo. Sebaliknya, waduk milik pemerintah daerah lebih banyak digunakan untuk memasok kebutuhan pertanian, yang setiap musim kemarau aliran airnya akan ditutup.

“Kalau September nanti, aliran air irigasi ditutup, PLTA yang ada di ketiga waduk itu praktis tak akan beroperasi. Sebaliknya, yang kami miliki sendiri hanya Waduk Mrica,” katanya.

Karena itu, dia memperkirakan, kalau sejumlah waduk di Jateng mulai ditutup, produksi listrik dari PLTA di Jateng bakal turun lagi.

Sebaliknya, kontribusi produksi listrik PLTA terbesar yang dikelola PT Indonesia Power, lanjut Teguh, hanya ada di PLTA UBP Mrica, dan itu pun mulai menurun. “Dari 306 MW total produksi listrik kami, separuhnya dari UBP Mrica. Separuhnya lagi tersebar di sejumlah waduk di Jateng,” ucapnya.

Meski demikian, Teguh mengatakan, penurunan produksi itu tak akan memengaruhi pasokan listrik Jawa-Bali, karena seluruh pembangkit listrik Jawa-Bali telah terhubungkan dalam satu ring inter-koneksi. “Kalau PLTA kami turun produksinya, pasokan listrik akan didukung oleh pembangkit lainnya seperti dari Jawa Timur atau Jawa Barat,” katanya.

BANJARNEGARA, KOMPAS
 

PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Angin)

Perusahaan pembangkit listrik Spanyol, Iberdrola, operator energi terbarukan terbesar dunia, mengatakan Minggu (18/5), berencana menginvestasikan delapan miliar dollar AS (5,1 miliar euro) di Amerika Serikat antara 2008 dan 2010.

Perusahaan yang berbasis di Bilbao ini, sebaaimana dikutip dari Antara, Senin (19/5), bermaksud menguasai 15 persen pangsa pasar pembangkit listrik tenaga angin di AS hingga 2010, tambah perusahaan dalam sebuah pernyataannya.

Pihaknya telah memiliki sebuah pembangkit listrik tenaga angin berkekuatan 2.400 megawatt di AS pada akhir Maret dan diperkirakan mencapai 3.600 megawatt pada akhir tahun ini, tambahnya.

Pimpinan Iberdrola, Ignacio Sanchez Galan, mengatakan ia mempertimbangkan AS karena perusahaannya palig menikmati pertumbuhan pasar AS.

AS yang menggunakan hampir seperempat dari minyak dunia, merupakan pasar yang menjanjikan untuk sumber energi terbarukan karena kekhawatiran perubahan iklim dan meningkatnya harga minyak yang memicu permintaan untuk alternatif pengganti bahan bakar fosil.

Dalam kuartal pertama Iberdrola mencatat laba bersih 1,2 miliar euro, naik dari 458 juta euro dalam periode sama tahun lalu, sebagian besar akibat pembelian pembangkit listrik di Skotlandia. (antnews)

sbr. mbah romo

 

 

~ PLTU Labuhan Menambah Posakan Listrik

PLTU Labuhan Tambah Pasokan Listrik SumutMelihat Proyek PLTA Asahan I (Bagian 2/Habis)

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan I bakal rampung paling lambat Maret 2010. Setelah selesai, pembangkit itu akan diserahkan ke PT PLN selaku pengelola listrik untuk kebutuhan masyarakat. Diharapkan, krisis listrik di Sumut segera berakhir.

Di lokasi proyek PLTA Asahan I, beberapa kendaraan tampak keluar masuk terowongan yang berdiameter 9 meter itu. Kabel-kabel untuk bahan peledak masih terlihat di lokasi proyek. Lebih dari 4.000 ledakan diperlukan untuk membuat terowongan yang menembus bukit tersebut. Di bagian bawah yang menuju ke Sei Asahan, sudah terdapat turbin raksasa yang akan memutar tenaga air menjadi listrik.

Di lokasi proyek, terdapat 400 pekerja lokal dan 200 pekerja asing. Pekerja asing yang ada di sana semuanya berasal dari Tiongkok. Sebagian besar mereka itu merupakan ahli-ahli di bidang hydroelectric dan pernah terlibat di proyek-proyek raksasa di dunia. 

Proyek Asahan I itu sendiri, merupakan kerjasama antara investor PT Badra Djaya Sentra Nusa (BDSN) dan (CHD 70 persen), PLN (25 persen) dan 5 persen non pemerintah.

Secara keseluruhan, proyek ini dikerjakan oleh China Huadian Engineering Co Ltd (CHEC) dan CGGC hanya mengerjakan bagian kanal. “Walaupun kontrak kami berakhir pada Maret 2010, kami upaya sudah bisa menghasilkan listrik Desember 2009 ini,’’ kata Tan Zu Wan, Chief of Indonesia Office CGGC di lokasi proyek. Mereka didampingi kuasa hukum CGGC, Alamsyah Hamdani dan seorang penterjemah bahasa Mandarin.

Tan menerangkan CGGC merupakan perusahaan BUMN milik pemerintah Tiongkok. Perusahaan ini, sudah mengerjakan lebih dari 4.000 proyek di seluruh dunia terutama di bidang hydroelectrik, properti dan jalan raya. Bahkan, pembangkit listrik tenaga air terbesar di Cina, Three Gorges dikerjakan oleh CGGC. ‘’Proyek Asahan I ini tergolong kategori kecil dibanding proyek kami yang lain,’’ sambung Tan.

Setelah selesai, pembangkit itu akan diserahkan ke PT PLN selaku pengelola listrik. Dan listrik yang dihasilkan untuk kebutuhan masyarakat. ‘’Kami tidak punya pabrik di sini, listrik PLTA Asahan I adalah untuk kebutuhan listrik masyarakat Sumut,’’ katanya.

Tan bercerita, di Cina saat ini sudah banyak sekali jenis pembangkit listrik yang digarap. Diantaranya, pembangkit listrik tenaga matahari, ombak, uap, air dan sebagainya. Namun, jenis pembangkit yang paling efisien dan ramah lingkungan adalah pembangkit tenaga air.

Namun, tidak semua negara mempunyai sumber daya alam yang bisa menghasilkan listrik tenaga air. “Di Cina ada juga mati listrik. Tapi matinya paling lama 10 menit karena jaringan listrik sudah terkoneksi seperti jaring laba-laba. Jika satu mati, bisa dipasok dari yang lain,’’ ujarnya.
Rencana jangka panjang, di sepanjang Sei Asahan akan dibangun 8 pembangkit listrik setelah selesai PLTA Asahan I dan II.

Tan menyambung, proyek tersebut bisa mencukupi 7 persen total kebutuhan listrik Sumatera. Artinya, sangat mencukupi untuk kebutuhan Sumut saja. Sei Asahan merupakan satu-satunya aliran air dari Danau Toba. Danau terluas dan tertinggi di dunia itu menjadi muara dari 142 sungai dari Pulau Sumatera dan 63 sungai dari Pulau Samosir. Penelitian yang dilakukan para ahli dari Rusia pada tahun 1962 menemukan lima titik air terjun dengan potensi listrik sebesar 1.202 MW.

Pada 7 Juli 1975, Jepang melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Siguragura dan Tangga yang dikenal sebagai PLTA Asahan II. Setelah menghabiskan pertambahan waktu dari 30 tahun lewat MoU, maka pada 2013 nanti PT Inalum sudah harus menyerahkan asetnya kepada Pemerintah Indonesia. Pasokan listrik dari PLTA Asahan II sebanyak 617,2 MW. (ind)

REDYANTO/sumut pos

 

~ Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Air Sedunia

PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK / PLTA TERBESAR SE DUNIA

itaipu

Akhir2 ini kita sering banget denger kata “krisis energi”, hal ini dikarenakan kita masih tergantung dengan “Fossil Fuel” yang kita tau termasuk “not renewable ” alias ga bisa diperbaharui lagi. Bayangin aja bro, dari sejak eksplorasi pertama minyak sekitar tahun 1890 an sampai sekarang sudah berapa juta barrel minya yang kita sedot. Diprediksikan cadangan minyk bumi duni Cuma bertahan sekitar 50 tahunan ke depan. So we need alternative energy yang murah dan yang paling penting adalah ramah lingkungan. Efek sampingan dari Fossil Fuel adalah emisi carbon yang dihasilkan dari pembakarannya. Manusia sekarang mulai berupaya mencari energi alternative, mulai dari nuklir sampe kemaren kia denger adanya Blue Energy.
Disini gw mo share ama BFers semua kalo ada energi alternative yang murah, reliable, dan ramah lingkungan yaitu air………. Cuman sayang banget kita ga begitu interest ama sistem ini, ada beberapa PLTA juga indonesia seperti PLTA Saguling, PLTA Asahan, Riam Kanan. Tapi lom bisa dijadikan “tulang punggung” per-listrika-an, ga tau kenapa???

ITAIPU

PLTA pada awalnya banyak diragukan semua pihak termasuk para ahli, ada yang mengatakan “Not sufficient”, “unreliable”, “not feasable”. Tapi akhirnya ITAIPU membuktikan kalo itu salah besar. ITAIPU adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air terbesar di seluruh dunia. Menghasilkan keluaran daya 10X lipat dibanding pembangkit nuklir. Menyuplai kebutuhan konsumsi listrik masyarakat kota terbesar kedua di dunia ddengan Zero Emmision sejak 1984 yang dikembangkan lagi sampi 1991. Pada tahun 2000 mencapai rekor 93.4 Milyar kWh 93% konsumsi energi listrik Paraguay dan 20% konsumsi listrik masyarakat Brazil di supply oleh ITAIPU.

itaipu-vista-aerea-vertedouro

dscf0406

cfad12a4858f55cd2ca800a870ba53ec_e82

Apa itu PLTA

PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) adalah suatu system pembangkit energi listrik dengan cara memanfaatkan aliran dari air yang kemudian diubah menjadi energi listrik malalui putaran turbin dan generator. Sistem yang sangat simple, dan yang penting adalah ramah terhadap lingkungan.

•Dam – Hampir semua PLTA mengandalkan bagian ini untuk membendung air dari sunagai hinggga terbentuk danau. Pada PLTA tertentu Dam dimanfaatkan untuk tempat rekreasi.

  • Intake – Pintu air untuk masuknya aliran air menuju ke turbin melalu penstock.
  • Penstock – Saluran pipa air yang menuju ke turbin. Didalam pipa ini tekanan oir naik.

•Turbine – Mesin yang memutar generator. Biasanya turbine yang dipakai adalah Francis Turbine. Sebuah turbin mempunyai berat sampe 172 tons dan kecepatan putaran 90 rpm.
Generators – Mesin penghasil listrik

  • Transformer – Trafo untuk mengubah tegangan AC ke tegangan yang lebih tinggi.
  • Power lines – Jaringan listrik 3 phase
  • Outflow – Aliran air yang melewati impeller akan dialirakan lagi ke Dam.

turbin1

turbin21

Foto bagian dasar tempat turbine berada
Pipa putih adalah inlet/jalan nya air masuk ke turbin


generator

Generator ITAIPU

DAM

Berlokasi di perbatasan Brazil-Paraguay dan tidak jauh dari perbatasan Argentina, permulaan proyek ini dimulai pada tahun 1966 ketika Menlu Brazil dan Paraguay menandatangani kesepakatan bersama “Kesepakatan Ygazu”. Yang kemudian ditindak lanjuti dengan penelitian kemampuan Hydraulic dari Sungai Parana.
Pada 26 April 1973, Brazil & Paraguay menandatangani perjanjian “Pengembangan sumber listrik tenaga air dari sungai Parana” yang kemudian terbentuk “ITAIPU Binancional” (Kerjasama secara hokum, administrasi dan kemampuan keuangan dan teknikal untuk merencanakan & mengoperasikan Pembangkit Listrik)
Pelaksanaan konstruksi dimulai pada tahun 1975, mencapai puncaknya pada tahun 1978 dengan pekerja sekitar 30000 orang dilokasi. Dengan produksi concrete (bahan untuk beton) sekitar 12,8Juta m³ (15 kali dari produksi concrete yang digunakan untuk Eurotunnel/terowongan yang menyambungkan antara Inggris dengan perancis). Ketinggian dari Dam adalah 196m, lebar 7,76 km. Danau yang terbentuk akibat bendungan tersebut mencapai panjang 170 km dengan volume air 29 milyar ton.
Unit 1 mulai beroperasi pada Desember 1983, Jaringan listrik di Paraguay selesai dibangun pada maret 1984, sedangkan Brazil 5 bulan setelah itu. Pada maret 1991 unit terakhir (Unit 18) mulai beoperasi.
Air yang diperlukan pada intake untuk 1 turbin (Francis Turbine) dengan keluaran daya 715 MW adalah 700m3/s. Dengan efisiensi 98.6%.
NOTE: efisiensi adalah perbandingan antara energi input dengan energi output. Semakin besar nilai efisiensi semakin bagus (jadi ga ada loss of energy). Coba bandingkan dengan PLTU (tenaga uap) atau PLTG (tenaga gas). PLTU efisiensinya sekitar 60% – 80% (artinya batubara yang dibakar untuk menghasilkan Uap yang digunakan untuk memutar turbin cuma 60% saja yang hasilnya jadi Listrik. sisanya terbuang menjadi panas), sedangkan untuk PLTG malah lebih rendah dari PLTU, efisiensi sekitar 50%-70%).
Setiap tahun ITAPU menghasilkan energi listrik sekitar 75 TWh dan mengurangi emisi CO2 kurang lebih 67.5 juta ton (dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga batubara). Total biaya proyek ini adalah US$ 20 juta


1 Tanggapan ke “PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK / PLTA TERBESAR SE DUNIA”


 
Halaman 725 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook