Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Peranan Yang Vital Energi Listrik

 i
- Agung 0811133411, - Rony 0817793545,

 

 

~ Komponen Turbin Angin

Hit counter page counter Free Hit Counter

KOMPONEN WIND TURBINE / TURBIN ANGIN

KOMPONEN WIND TURBINE / TURBIN ANGIN
Generator
1. Wind turbin LWS-100
Spesifikasi wind turbin:
  • Rated Power: 100 watt efektif*
  • Rated wind speed: 5 m/s
  • Cut-in wind speed: 1.5 m/s
  • Wind speed protection: voltage control
  • Rotor diameter: 2 m
  • Rated output voltage: 220/240 V
2. Wind turbin LWS-1000
Spesifikasi wind turbin:
  • Rated Power: 1000 watt efektif*
  • Rated wind speed: 6 m/s
  • Cut-in wind speed: 2 m/s
  • Wind speed protection: voltage control
  • Rotor diameter: 4 m atau 5 m
  • Rated output voltage: 220/240 V

*) Pada umumnya wind turbin yang diimport dari luar negeri memiliki rated wind speed yang tinggi. Sementara average wind speed di Indonesia jauh dibawah rated wind speed wind turbin import. Akibatnya, wind turbin import hanya dapat menghasilkan watt listrik dengan efisiensi hanya 15% - 20%. Dengan kata lain bahwa watt efektif yang dihasilkan oleh wind turbin import hanya 15% - 20% dari rated power yang disebutkan pada spesifikasinya.

Pada wind turbin LWS, rated power yang disebutkan adalah watt efektifnya.

Kami menyediakan pula wind turbin skala besar (import) baik dari China, Prancis dan Amerika. mulai dari kapasitas 5kW hingga 250kW. 

 

 

 

~ Turbin Angin Untuk Energi Listrik

 wind-turbine--turbin-angin
WIND TURBINE / TURBIN ANGIN
Wind Turbine
Dampak pemanasan global merebak....
Pasokan listrik tersendat karena supply energi untuk listrik terhambat....
Jangkauan jaringan PLN terbatas

Jika anda tinggal di daerah ber-angin*
Jika anda adalah pelaku bisnis yang memerlukan energi alternatif
Jika anda pemerhati energi alternatif
Jika anda peduli pada upaya pengurangan dampak pemanasan global

Kami perkenalkan PLTB, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (Angin) atau Wind Turbin.
Pembangkit listrik ini memanfaatkan tenaga angin untuk menghasilkan listrik.
Bersih...Aman...Angin gratis dan berlimpah...Ramah lingkungan....

*) Kecepatan angin yang diperlukan rata-rata 18 km/jam. Atau secata visual dapat dilihat dari semua sisi dedaunan pada pohon-pohon disekitar anda bergerak-gerak karena angin. Jika demikian, anda berada pada tempat yang tepat untuk menggunakan PLTB ini.

Sekarang di Indonesia sudah ada Wind Turbine / Turbin Angin yang sudah dapat berputar dan menghasilkan listrik walaupun pada kecepatan angin yang rendah.


Wind Turbin / Turbin Angin ini namanya Low wind speed Wind Turbine (LWS Wind Turbine).

Wind Turbine ini didesain sedemikian rupa sehingga mampu menangkap angin dengan kecepatan kecil sekalipun menjadi energi putaran yang menggerakkan generator listrik. Kunci dari LWS Wind Turbine ini adalah pada teknologi baling-balingnya.

Pakar-pakar Wind Turbine / Turbin Angin di Indonesia dengan kemampuan teknologinya yang mumpuni telah berhasil membuat baling-baling yang sangat efektif sehingga mampu menangkap energi angin dalam kecepatan rendah sekalipun.

 
 

~ Tragedi PLTAngin Terjadi Kembali Di Bali

Tragedi PLTAngin berulang di Nusa Penida Bali

Desember 2008 halaman 22 memberitakan 8 pembangkit listrik tenaga angin di Nusa Penida Bali menganggur dan satu lainnya rusak terkena sambaran petir, semua 9 unit pembangkit tsb memiliki kapasitas daya terpasang 735 kW. Saat ini 20 dusun (dari 79 dusun di Nusa Penida) belum menerima layanan listrik. Sungguh kejadian tsb telah menjadi pelajaran sangat berharga bagi stakeholder kelistrikan, khususnya penggiat energi terbarukan fokus pada pemanfaatan energi angin. Diharapkan ada pihak yang berani berinisiatif melakukan kajian independen dan mencegah agar tidak berulang-ulang terjadi .

Pada tahun 1993 pihak BPPT telah melaksanakan pembangunan pembangkit listrik hybrid tenaga angin + tenaga solar cell + genset diesel di desa Tanglat - Nusa Penida (tetangga desa 9 pembangkit listrik baru tsb diatas), tetapi tidak dioperasikan dengan baik dan telah menjadi monumen 'barang' rongsokan. Maka jangan sampai muncul 'image' bahwa kita hanya bisa membangun (pembangkit listrik tenaga angin) tapi tidak mampu mengoperasikan dan memeliharanya. Pakar management Rhenald Kasali meminta : Berubahlah birokrasi !

Masyarakat Nusa Penida, Nusa Ceningan & Nusa Lembongan sebelah tenggara pulau Bali menerima layanan listrik dari PLTD isolated dengan konsumsi BBM sekitar 120 Ton solar per bulan. Sebelum tahun 2006 di Ceningan & Lembongan listrik tersedia hanya malam hari saja, siangnya khan sudah terang ada matahari J  Kelistrikan di pulau Bali juga tergantung supply dari sistem Jawa-Bali melalui 2 sirkit kabel laut 150 kV Ketapang-Gilimanuk, dimana 9 sirkit kabel laut telah putus karena derasnya arus laut di selat Bali.

Solusi kelistrikan di Nusa Penida apa ? Saya usulkan memanfaatkan energi arus laut di selat Ceningan. Bagi para nelayan lokal dan 'divers' amat paham derasnya arus laut 3~ 5 knot dari utara ke selatan di selat Ceningan di sepanjang 5 km yang menyimpan potensi energi terbarukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik Nusa Penida dan sekitarnya, bahkan kelebihan daya listriknya berpotensi di salurkan ke pulau Bali. Asumsi arus laut di selat Ceningan dapat membangkitkan 1.000 kW per km, maka prediksi total kapasitas pembangkitan di selat Ceningan mencapai 5.000 kW. Informasi beban puncak (semu) sistem Nusa Penida mencapai sekitar 1.500 kW, padahal banyak investor perhotelan menunggu ketersediaan listrik untuk pengembangan industri pariwisata di Nusa Penida dan sekitarnya.

Bagi rekans yang ingin mengetahui lebih lanjut potensi energi arus laut di Indonesia, sila belajar langsung dari para pakar/empu/resi kelautan kita, antara lain Indroyono Susilo, Indra Jaya, Dwi Susanto, atau sila buka situs /browsing dengan kata kunci 'ARLINDO' , 'Indonesian Throughflow' etc. Semoga beliau-beliau berkenan berbagi data empirik & informasi hasil penelitian arus laut Indonesia, agar lebih berguna bagi nusa & bangsa.

Matur suksma,

Djoko Budi Walujo

Harian 'Kompas
 

~ Energi Bayu Mulai Dikembangkan

Pengembangan Energi Angin Memungkinkan

Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi di Indonesia bukan tidak mungkin dikembangkan lebih lanjut. Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat ini kurang dari 800 kilowatt.

"Kecepatan angin di wilayah Indonesia umumnya di bawah 5,9 meter per detik yang secara ekonomi kurang layak untuk membangun pembangkit listrik. Namun, bukan berarti hal itu tidak bermanfaat," kata Kepala Penelitian dan Pengembangan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Nenny Sri Utami, membacakan pidato Menteri ESDM saat membuka seminar Teknologi dan Pemanfaatan Energi Angin sebagai Peluang Usaha Baru di Bogor, Rabu (28/3).

Di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun 2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit.

Menurut Kepala Subdirektorat Usaha Energi Baru dan Terbarukan Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) ESDM Kosasih Abbas, mengacu pada kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) harus mampu menghasilkan 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.

Peta potensi angin

Salah satu program yang harus dilakukan sebelum mengembangkan PLTB adalah pemetaan potensi energi angin di Indonesia. Hingga sekarang, Indonesia belum memiliki peta komprehensif, karena pengembangannya butuh biaya miliaran rupiah.

Potensi energi angin di Indonesia umumnya berkecepatan lebih dari 5 meter per detik (m/detik). Hasil pemetaan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) pada 120 lokasi menunjukkan, beberapa wilayah memiliki kecepatan angin di atas 5 m/detik, masing-masing Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Pantai Selatan Jawa.

Adapun kecepatan angin 4 m/detik hingga 5 m/detik tergolong berskala menengah dengan potensi kapasitas 10-100 kW.

"Agar lebih bermanfaat dan tepat sasaran, harus ada data potensi energi angin yang kontinu dan akurat di lokasi terpilih dengan lama pengukuran minimal satu tahun," kata Soeripno Martosaputro dari Lapan.

Menggerakkan pompa air

Sejak empat tahun lalu, salah satu lembaga swadaya masyarakat memanfaatkan kincir angin untuk menggerakkan pompa air di beberapa wilayah, seperti di Indramayu, Jawa Barat. Hingga kini, sudah 40 kincir angin berdiri di beberapa kota/kabupaten.

"Biaya investasinya sekitar Rp 60 juta hingga beroperasi. Dengan kecepatan angin kurang dari 3 meter per detik, air yang dapat dipompa sekitar 2,7 meter kubik per jamnya," kata pengembang kincir angin untuk energi pompa air Hasan Hambali. Produknya diberi nama energi gratis (EGRA).

Salah satu kincir angin EGRA yang pertama ada di Indramayu digunakan untuk mengairi kebun mangga seluas 10 hektar. Sebelum menggunakan teknologi kincir angin, air yang dipompa menggunakan mesin diesel menghabiskan biaya solar Rp 132.000 per hari. Kini, biaya pemeliharaan kincir sekitar Rp 500.000 per tahun. (GSA)

Sumber : Pengembangan Energi Angin Memungkinkan

Bogor, Kompas
 
Halaman 659 dari 1047
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook