Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Sel Bahan Bakar Kendaraan Non Emisi

 Awal produksi dari Honda FCX Clarity fuel cell
 
Sebuah sel bahan bakar kendaraan nol-emisi yang muncul dari jalur produksi untuk pertama kalinya.

Pada Senin, Juni 16, 2008, di Jepang, Honda FCX Clarity, sel bahan bakar kendaraan berbahan bakar hidrogen, adalah rantai keluar dari pabrik pertama di dunia yang sepenuhnya kendaraan hidrogen. Setelah 19 tahun pembangunan, kedatangan kendaraan hidrogen di "dunia nyata" menandai awal era baru bersih kendaraan.

The FCX Clarity yang hanya mengeluarkan air dari knalpot, itu disampaikan pada suatu upacara peringatan ke rilis model saluran pertama "mobil Honda New Model Center di Prefektur Tochigi, di mana Honda juga memperkenalkan berbagai proses produksi baru. Di antara pengadopsi awal adalah aktris Jamie Lee Curtis dan suaminya, sutradara Christopher Guest, dan produser film Ron Yerxa.

Perakitan baru yang didedikasikan untuk perakitan kendaraan sel bahan bakar telah diciptakan untuk "mobil Honda New Model Center. Termasuk proses unik untuk kendaraan hidrogen, seperti instalasi fuel cell dan tangki hidrogen. Honda Engineering Co, Ltd menghasilkan semua sel bahan bakar, juga di Tochigi. Untuk manufaktur, peralatan otomatis telah secara khusus dikembangkan untuk menjamin ketepatan tertinggi sementara memungkinkan produksi massal sel, beberapa ratus yang diperlukan untuk setiap bahan bakar sel. Melalui inisiatif ini, Honda adalah membuat kemajuan yang mantap di bidang pengembangan dan teknologi produksi dan sel bahan bakar kendaraan hidrogen.

Honda dan pendekatan untuk mencapai tujuan yang lebih luas memungkinkan penggunaan kendaraan hidrogen.

The FCX Clarity ini dirancang dari awal sebagai sel bahan bakar kendaraan. Hal ini didukung oleh sel bahan bakar kompak, efisien dan kuat Honda V Flow. Dengan rendah hati, dinamis dan canggih, yang dimungkinkan oleh pengaturan inovatif tumpukan, yang FCX Clarity memiliki gaya elegan dan kualitas kepemimpinan yang besar dan kesadaran lingkungan yang tak tertandingi.

Lokasi pemasaran direncanakan untuk awal Juli di AS dan Jepang musim gugur ini. Perkiraan penjualan untuk kedua Jepang dan Amerika Serikat harus mencapai beberapa puluhan unit per tahun dengan total hampir 200 unit dalam waktu tiga tahun. Selain itu, FCX Clarity akan dipamerkan di pertemuan G8 berlangsung di Toyako di Hokkaido dari Juli 7, 2008, sebagai contoh maju teknologi lingkungan.

Sumber: Honda Official Site (id) dan Honda (USA)

oleh Dominique LR
 

~ Air Dipakai Untuk Memotori Mobil Elektrik

 Jepang Uji Coba Mobil Bahan Bakar Air

 Produksi massal masih cukup lama

Perusahaan Jepang Gene-pax baru-baru ini memperkenalkan sistem baru yaitu penggunaan energi air yang pertama dan mendemonstrasikan kemampuannya untuk menggerakkan mobil elektrik.

Hal ini telah mengundang banyak keraguan, tetapi Gene-pax mengatakan bahwa mereka sedang mengumpulkan data pihak ketiga untuk mendukung teknologinya dan merencanakan presentasi yang terperinci kepada media.

Ketika melakukan uji coba di Osaka, Jepang, air dituangkan ke dalam suatu kontainer besar di dalam bagasi mobil elektrik kecil itu, dan setelah itu mobil dapat dengan otomatis beroperasi. Sebagian orang berpikir bahwa uji coba ini adalah cara untuk menarik investor, mengutip klaim-klaim yang serupa di masa lalu dan kemudian ternyata tak mungkin dikerjakan.

Berita tentang uji coba mobil berbahan bakar air itu telah menarik perhatian banyak media di Jepang, tetapi Genepax tidak memberitahukan inovasinya secara terperinci.

"Kami memahami kritik-kritik ini karena kami tidak bisa menginformasikan inti bagian dari penemuan ini," kata Jun Onishi, PR Manager perusahaan itu.

Menurut Onishi, Genepax bukanlah pabrik mobil tetapi merupakan penemu sebuah sistem yang dapat 'menghasilkan panas dan elektrik dari air murni.' Uji coba menunjukkan bahwa air dapat digunakan untuk memotori mobil elektrik. Sistem itu digunakan untuk mengisi baterai mobil elektrik yang dimanufaktur oleh Takeoka Mini Car Products Co., Ltd.

Sistem Genepax ini menggunakan suatu metode bernama membrane electrode assembly (MEA) atau metode perakitan elektrode membran, di mana hidrogen digunakan untuk menghasilkan arus elektrik seperti pada sel bahan-bakar hidrogen. Sementara sel bahan bakar hidrogen memerlukan gas untuk diisi dan disimpan di dalam tangki tekanan tinggi, dan hidrogen yang digunakan pada sistem ini secara langsung berasal dari air.

Sistem Genepax mengekstraksi hidrogen dari air secara lebih efektif dibanding metode lain dimana pun. Selama air ditambahkan kepada sistem, hidrogen akan secara terus-menerus diekstraksi.

"Teknologi kami tidak memerlukan energi dari luar untuk memecah hidrogen dan oksigen dari (air)," kata Onishi. Onishi mengatakan bahwa pihak ketiga yang diberi hak akan memberikan data untuk mendukung klaim perusahaan itu.

Genepax telah mendemokan suatu sistem dengan output sebesar 120 watt dan yang lainnya dengan output sebesar 300 watt. Biaya produksi untuk satu sistem berkisar hingga $18,500. Dengan produksi masal, biaya tersebut dapat ditekan hingga $5,000, menurut Genepax.

"Sudah ada beberapa perusahaan yang percaya pada kami dan sedang merencanakan produksi secara massal", kata Onishi.

Menurut laporan Nikkei Techon, sebuah jaringan media berita teknis di Jepang, mereka sedang berencana untuk merancang sebuah sistem 1 kilowat yang dapat digunakan untuk mengisi baterai sekunder pada sebuah kendaraan elektrik.

(rob)

Era Baru Jepang.

 

 
 

~ Sistem Fuel Cell Bagi Kendaraan Ramah Lingkungan

 Sistem Sel Bahan Bakar (Fuel Cell), Suatu Paradigma Baru Proses Pembakaran Bagi Kendaraan Ramah Lingkungan

Emisi gas buang kendaraan masih merupakan masalah yang serius bagi lingkungan. Satu solusi menarik yang mungkin dapat mengatasi maslaah ini adalah penerapan sistem sel bahan bakar pada kendaraan. Sistem sel bahan bakar adalah suatu metode pembentukan energi listrik melalui reaksi kimia dengan bantuan sel elektrode, dan larutan elektrolit.

Salah satu sistem bahan bakar sel terbaru untuk kendaraan adalah sistem sel gas hidrogen - oksigen yang dilengkapi alat reformer. Reformer ini berfungsi untuk mengubah senyawa bahan baku metanol menjadi gas hidrogen yang dibutuhkan sebagai umpan pada sistem sel bahan bakar. Berdasarkan analisis penulis, reformer sebaiknya diisi dengan natrium hidrida (NaH). Keuntungan sistem ini antara lain adalah prosesnya lebih ramah lingkungan karena "emisi"-nya hanya berupa uap air, suhu relatif rendah (25 - 140 derajat selsius), tidak berisik, efisiensi energinya cukup tinggi (> 40%), peralatan sederhana (tidak rumit) dan perawatannya relatif lebih mudah.

Penulis : Muhammad Fuad, Adiwar, dan Mardono
ISBN/ISSN : 0125 - 9644
Penerbit : Bidang Program dan Afiliasi
Sumber Publikasi : Lembaran Publikasi Lemigas 

:

:

 

 

~ BBM Masih Langka Dan Mahal di Indonesia

 BBM Langka dan Mahal karena Negara Lepas Tanggung Jawab

Hizbut Tahrir Indonesia Kal-Sel berkerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah Kal-Sel dan KPSI Kal-Sel mengadakan DIALOG POLITIK EKONOMI dengan tema Analisis Politik Ekonomi di Balik Kelangkaan dan Kenaikan Harga BBM 2007. Acara yang bertempat di Rumah Makan Bubur Ayam Arjuna Banjarmasin diikuti kalangan intelektual dari HTI, MES, KPSI, Bappeda Banjarmasin, dosen Fakultas Ekonomi Unlam, dosen Politeknik Negeri Banjarmasin, Mantan Rektor Universitas Islam Kalimantan, PDAM Banjarmasin, praktisi Bank Syariah, dll.

Dialog ini juga dihadiri wartawan media cetak Banjarmasin Post, Barito Post, Kalimantan Post, Serambi Ummah. Dari media elektronik Trans 7, RRI, Radio Abdi Persada FM, Nirwana FM, dan Madinatus Salam FM. Dialog ini menghadirkan Drs Hermani Abdurrahman (Mantan Dirut BPD Kal-Sel/Ketua MES Kal-Sel) dan saya sendiri Hidayatullah Muttaqin (Departemen Politik HTI Kal-Sel/Staf Pengajar Ekonomi Pembangunan Unlam) sebagai pembicara. Berikut catatan yang dapat saya himpun dari kegiatan tersebut:

Dalam pemaparannya Bapak Hermani Abdurrahman menyatakan BBM langka dan mahal karena negara kita tidak diberokahi Allah SWT. Indonesia meskipun mayoritas penduduknya muslim, para pemimpinnya tidak becus mengelola negara. Mereka meninggalkan syariat Islam dan memilih produk kebijakan Kapitalisme Barat. Akibatnya berbagai kebijakan di negeri ini tunduk pada kepentingan asing. Ia mencontohkan bagaimana IMF menekan Indonesia dengan 140 item LoI-nya. Dalam LoI tersebut salah satunya IMF memaksa Indonesia untuk mencabut subsidi dan menaikkan harga BBM. Kebijakan penghapusan subsidi sampai sekarang terus berlanjut meskipun kesepakatan dengan IMF tidak diperpanjang lagi.

Mengenai kelangkaan BBM di Kalimantan Selatan, beliau mendapatkan informasi dari suatu sumber bahwa Pertamina UPms Banjarmasin memang mengurangi jatah pasokan BBM bersubsidi untuk SPBU. Jatah yang seharusnya dapat memenuhi kebutuhan selama satu tahun tetapi sudah habis pada bulan Oktober. Akibatnya persediaan BBM di SPBU tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga terjadi kelangkaan dan kenaikan harga. Menurut data Pertamina UPms Banjarmasin, setiap hari kebutuhan BBM di Kalimantan Selatan untuk premium 900 kilo liter, minyak tanah 540 kilo liter, solar 1.800 kilo liter. Beliau menambahkan problem ketidakcukupan pasokan BBM ini juga disebabkan kesalahan manajemen Pertamina, karena memberikan ijin pendirian SPBU-SPBU baru tanpa memperhitungkan berapa penambahan supply BBM yang mencukupi kebutuhan SPBU seluruhnya.

Mantan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Kal-Sel menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang lamban menyikapi kelangkaan BBM dan seolah-olah berlepastangan dengan alasan masalah supply BBM bukan kewenangan pemerintah provinsi. Beliau mengatakan di Kalimantan Tengah kelangkaan BBM hanya terjadi dalam satu hari saja, sementara di Kalimantan Selatan krisis BBM sudah berlangsung dua minggu.

Sementara itu saya dalam pengantar dialog menyayangkan kelangkaan dan lonjakan harga BBM tidak disertai adanya tanggung jawab dari pihak-pihak yang semestinya bertanggungjawab. Pertamina selaku BUMN yang diberikan kewenangan mendistribusikan BBM selalu menyalahkan masyarakat dengan alasan pasokan BBM cukup dan lancar padahal di lapangan hampir setiap hari warga antri di SPBU.

Sedangkan Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin meskipun geram terhadap kinerja Pertamina tidak mau bertanggungjawab dengan alasan supply dan distribusi BBM bukan kewenangannya. Rudy Arifin malah berencana mengundang investor baru untuk mendirikan SPBU-SPBU. Ia menyebut PT Global Artha Borneo sudah melirik Kalimantan Selatan, dan berharap para investor asing seperti Petronas, Sheel, dan Cevron juga berinvestasi di daerah ini. Di sisi lain kesulitan masyarakat mendapatkan BBM sama sekali tidak mendapatkan respon pemerintah pusat. Pemerintah pusat selaku pengambil kebijakan tertinggi senantiasa mendudukan dirinya hanya sebagai penonton dengan alasan semuanya sudah diatur sesuai mekanisme pasar.

Hal yang menarik dari pernyataan Gubernur Rudy Arifin, bahwa anggapan dia Pertamina tidak becus sehingga dia akan mengundang dan mempermudah investor asing dan swasta untuk menggarap sektor hilir migas di Kalimantan Selatan. Apakah masalah kelangkaan dan kenaikan harga BBM merupakan rekayasa untuk membuat Pertamina tersudut dan menjadi pembenar bagi pemerintah untuk memasukkan investor asing di bisnis vital dan sangat menguntungkan ini?

Masalah kelangkaan BBM di Kalimantan Selatan dan berbagai daerah lainnya, seiring dengan rencana pemerintah untuk membatasi pemakaian premium bersubsidi yakni yang beroktan 88 dan dialihkan ke premium non subsidi yang beroktan 90 dan pertamax. Kemungkinan terkaitnya masalah kelangkaan BBM dengan rencana pemerintah ini sangat besar. Namun beberapa waktu yang lalu di media Wapres Jusuf Kalla menyatakan rencana pembatasan pemakaian BBM bersubsidi ini belum matang masih berupa konsep.

Jadi alangkah malangnya rakyat Indonesia diberi kabar buruk, sebab pemerintah dengan gampangnya menyatakan kepada masyarakat akan melakukan kebijakan ini, padahal rencana pembatasan dan pengalihan tersebut masih dalam pengkajian. Saya sangat ingat dengan sabda Rasulullah, Jadilah seorang yang memberi kabar baik (mubasyir), dan janganlah menjadi seorang yang menakutkan (munaffir). Mudahkanlah dan jangan mempersulit (HR Bukari).

oleh: Hidayatullah Muttaqin

 

~ Pengujian Pesawat Berbahan Bakar Sel

Boeing Akan Tes Pesawat Berbahan Bakar Sel


Setelah disoroti oleh pemerintah dan pengamat lingkungan, pabrikan pesawat terbang mulai mencari formula “pesawat hijau” yang ramah lingkungan. Selama ini gas buang pesawat dianggap sebagai salah satu penyumbang pencemaran emisi gas rumah kaca.

Seperti dirilis kantor berita Graphic News hari ini, pabrikan Boeing di Inggris malah sudah mengumumkan siap mengetes pesawat terbang yang menggunakan bahan bakar sel di Spanyol tak lama lagi. Bahan bakar sel menghasilkan tenaga listrik melalui sebuah reaksi elektrokimia sebagaimana oksigen dari udara dan hidrogen bersatu menghasilkan air.

Proyek pesawat hijau Boeing itu sudah dimulai sejak 2003. Saat ini mereka sudah merampungkan fase pertama proyek Pesawat Demonstrasi Bahan Bakar Sel, yaitu terciptanya bahan bakar sel Membran Pertukaran Proton (PEM), terhubung dengan sebuah baterai litium ringan yang mampu memutar baling-baling konvensional.

Bahan bakar PEM beroperasi pada temperatur yang relatif rendah sehingga bisa mencapai operasi maksimum dalam waktu singkat. Selain itu mereka pun kompak, bisa merespon dengan cepat pada kebutuhan tenaga yang beragam. Selain itu dua kali lebih efisien daripada mesin berruang bakar.

Saat ini PEM dianggap pilihan paling tepat untuk mobil, bangunan, dan pesawat kecil. Tes pertama pesawat hasil proyek itu direncanakan akan digelar di Spanyol. Di sini akan ditampilkan bahwa bahan bakar sel memiliki tenaga yang cukup untuk memutar sebuah pesawat terbang layang berpilot dengan bentangan sayap 16,3 meter.

Pesawat kecil ini diharapkan bisa mencapai kecepatan 100 kilometer per jam. Pada saaat tinggal landas, pesawat itu akan didorong dengan tenaga baterai litium.

Adapun proyek itu diharapkan akan menghasilkan bahan bakar bagi pesawat penumpang komersil.

Boeing menyatakan hal itu tinggal menunggu waktu karena mereka tengah meneliti Solid Oxide Fuel Cell (SOFC) yang bekerja pada temperatur lebih besar dan mampu menghasilkan tenaga lebih besar pula. Namun kabarnya bahan bakar itu baru bisa diaplikasikan ke pesawat komersil pada sepuluh atau 20 tahun lagi.

Selama ini bahan bakar sel digunakan pada pembangkit listrik, penggerak sepeda motor, dan peralatan elektronik. Semuanya berdasar pada desain serupa, setumpuk sel elektrokimia. Sel ini mengubah langsung hidrogen menjadi energi listrik dan panas tanpa pembakaran, bahan bakar sel bebas emisi dan lebih “kalem” daripada mesin berbahan bakar hidrokarbon.

Hidrogen dapat diekstrak dengan mudah dari bahan bakar hidrokarbon seperti gas alam atau minyak. Ini bisa dilakukan bahkan saat sebuah kendaraan beroperasi.

TEMPO Interaktif, LONDON:

 
Halaman 559 dari 1022
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook