Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Subsidi Listrik Buat Masyarakat

PLN Usul BLT Listrik

KOMPAS/RIZA FATHONI
Teknisi sedang melakukan perawatan rutin pada instalasi turbin gas Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Priok PT Indonesia Power di Tanjung Priok, Jakarta.

Jakarta, Kompas - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Dahlan Iskan mengajukan usulan pemberian bantuan langsung tunai bagi masyarakat. Hal ini diharapkan dapat lebih menyehatkan PLN dan membuat subsidi langsung bisa lebih tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Dahlan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (25/1). Sebelumnya usulan serupa telah dilontarkan Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam pertemuan dengan direksi PT PLN.

Tahun lalu PLN mendapat subsidi listrik Rp 49 triliun. ”Subsidi sebesar itu mungkin tidak perlu lagi diberikan kepada PLN, tetapi diberikan kepada masyarakat. Kemudian masyarakat akan membayar listrik dengan harga keekonomian,” ujar Dahlan.

Dengan adanya subsidi langsung, subsidi akan lebih tepat sasaran. ”Mekanismenya belum tahu, tetapi kalau secara teknis, kan, lebih gampang dibandingkan BLT untuk bahan bakar minyak (BBM). Karena kami mengetahui siapa pelanggan yang layak disubsidi, datanya lebih mudah dibandingkan BLT yang dulu. Kalau pelanggan kecil dengan 450 watt, itu kan layak mendapat BLT,” katanya.

Tidak mendidik

Usulan itu ditanggapi beragam oleh para anggota Komisi VII DPR. Sebagian anggota DPR menilai dana BLT itu tidak mendidik dan justru bisa dimanfaatkan untuk hal lain di luar pembayaran tagihan listrik.

Sementara sejumlah anggota DPR lainnya menilai usulan itu bisa menjadi terobosan untuk menyehatkan PLN dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Komisi VII DPR menilai, usulan BLT listrik patut dikaji lebih dalam. Dengan adanya kajian yang komprehensif, diharapkan bisa diketahui sejauh mana kemungkinan konsep pemberian BLT itu bisa direalisasikan.

Anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha, menilai, jika PLN ingin subsidi listrik tepat sasaran, bisa dipilih mekanisme pembedaan tarif.

Jadi, pelanggan kelas atas diberlakukan tarif listrik berbeda dengan pelanggan kecil. Sebagai contoh, Pertamina memiliki produk BBM subsidi dan BBM nonsubsidi.

”Sekarang rakyat kaya dan miskin menikmati tarif listrik dengan harga sama, di bawah nilai keekonomian,” ujarnya.

Terkait ketersediaan listrik, PT PLN akan menyelesaikan renegosiasi dengan 48 produsen listrik swasta yang saat ini terkendala. Penuntasan masalah itu ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun.

Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya, A Prasetyantoko, menilai, produsen listrik swasta nasional perlu didorong untuk mengembangkan proyek listrik. (EVY)

 

~ Agus Martowardoyo lebih akomodatif terhadap pengembangan sektor energi dan pertambangan

Menkeu Baru
Diharapkan Akomodatif di Sektor Energi

KOMPAS/RIZA FATHONI
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima ucapan selamat dari Direktur Bank Mandiri Agus DW Martowardojo saat acara kuliah perpisahan Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia di Jakarta, Rabu (19/5/2010) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - ReforMiner Institute mengharapkan, Menteri Keuangan yang baru, Agus Martowardoyo lebih akomodatif terhadap pengembangan sektor energi dan pertambangan.

Direktur ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto di Jakarta, Kamis (20/5/2010) mengatakan, latar belakang sebagai bankir diharapkan menjadi modal bagi Agus lebih memperhatikan sektor riil termasuk energi dan pertambangan.

"Agus diharapkan lebih akomodatif terhadap sektor energi terutama menyangkut ketentuan perpajakan," katanya.

Dia juga berharap, Menkeu baru itu membuat terobosan dalam hal fiskal, khususnya menyangkut pembiayaan pemerintah untuk infrastruktur energi.

Pri Agung menambahkan, Agus bisa mencontoh Sri Mulyani yang selama menjabat Menkeu telah peduli dan mau mendengar masukan khususnya terkait asumsi makro APBN. "Itu bagus dan perlu dilanjutkan," katanya.

Namun, lanjutnya, langkah Sri Mulyani yang terlibat terlalu jauh misalkan dalam hal kebijakan pengembalian biaya operasi migas (cost recovery) hingga menggulirkan rancangan peraturan pemerintah (RPP) cost recovery sebaiknya tidak diikuti.

Pri Agung berharap banyak kepada Agus dan Wakil Menkeu Anny Ratnawati akan menjadi duet yang membawa sektor energi dan pertambangan berkembang lebih optimal.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Agus yang merupakan Dirut Bank Mandiri sebagai Menkeu menggantikan Sri Mulyani yang akan menempati posisi sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia per 1 Juni 2010.

Selain Agus, Yudhoyono juga memilih Dirjen Anggaran Kemkeu Anny Ratnawati sebagai Wakil Menkeu.

 

Sumber : Kompas

 

~ Sekilas Tentang Pompa Air Tenaga Surya

~ SEKILAS TENTANG POMPA AIR TENAGA SURYA.

Sistem Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang dikembangkan oleh Alpen Steel terdiri dari pompa air, alat kontrol elektronik, dan solar panel.

Sejak ditemukannya pada tahun1941, solar panel sudah terbukti dapat berfungsi dengan baik hingga jangka waktu 25 tahun dibawah cuaca panas maupun hujan.

PATS sangat dapat diandalkan dan tidak ada perawatan khusus yang harus dilakukan, karena sistem ini tidak menggunakan baterai sebagai media penyimpanan energi. Maka, selama matahari bersinar pompa ini akan terus mengeluarkan air, untuk itu sebaiknya dibuatkan bak penampungan air sehingga pada saat matahari tidak bersinar kebutuhan air bersih akan tetap dipasok dari bak penampungan yang diletakkan diatas tower. Sumber airnya dapat diambil dari sumur gali, sumur bor 4", mata air, dll.

Untuk menentukan kapasitas pompa yang sesuai, maka harus diketahui terlebih dahulu kebutuhan air per hari dan ketinggian air akan didorong (head).

Hasil survey yang dilakukan Direktorat Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya menunjukkan setiap orang Indonesia mengkonsumsi air rata-rata sebanyak 144 liter per hari. Dari sejumlah itu pemakaian terbesar untuk keperluan mandi, yakni sebanyak 65 liter per orang per hari atau 45% dari total pemakaian air. Berarti setiap KK jika dirata2 terdiri dari 4 orang akan mengkonsumsi 576 liter per hari.

Cara pemasangannya sangat mudah karena dilengkapi dengan buku petunjuk dan diagram yang mudah dimengerti, ditambah dengan support dari kami yang akan diberikan gratis secara terus menerus melingkupi: pertanyaan teknis, pembelian suku cadang, konsultasi pembesaran kapasitas, dan pelatihan pengoperasian.

PATS dapat diaplikasikan di desa yang belum memiliki pasokan air bersih, pulau terpencil, basecamp militer, perumahan perkebunan kelapa sawit, rumah sakit, hotel, vila terpencil, dll..

Jika ada pertanyaan silahkan hubungi Customer Support Team Alpen Steel yang akan menjawab semua pertanyaan anda dan menjelaskannya secara rinci.

 

~ Konsumsi Air Bersih Rata-rata 144 Liter Per Hari

Satu Orang Indonesia Konsumsi Air Rata-rata 144 Liter per Hari

 Hasil survey yang dilakukan Direktorat Pengembangan Air Minum, Ditjen Cipta Karya pada 2006 menunjukkan setiap orang Indonesia mengkonsumsi air rata-rata sebanyak 144 liter per hari. Dari sejumlah itu pemakaian terbesar untuk keperluan mandi, yakni sebanyak 65 liter per orang per hari atau 45% dari total pemakaian air. Demikian disampaikan Direktur PAM Pudjastanto dalam penyajian hasil survey pada Dialog Penajaman Pola Konsumsi dan Kebutuhan Pokok Minimal Nasional, Senin (05/03) di Jakarta. Dialog tersebut dihadiri oleh Departemen Kesehatan, Bappenas, Perpamsi, YLKI, dan pihak berkepentingan lainnya.

“Dengan dialog ini diharapkan menghasilkan konsensus nasional tentang pola konsumsi air  agar memperoleh kebutuhan pokok minimal air minum rumah tangga yang akurat dan khusus. Informasi kebutuhan pokok minimal tersebut diperlukan untuk keperluan perencanaan program pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia,” ucap Pudjastanto.

Menurutnya selama ini belum ada informasi pola konsumsi air minum di Indonesia, sehingga perencanaan dan perancangan SPAM selama ini masih mengacu pada standar dari text book. Untuk itu menurutnya perlu ada informasi pola konsumsi air yang realistis, cocok dan khas untuk Indonesia.

Sementara itu, kebutuhan pokok minimal nasional merupakan amanat PP No. 16/2005 tentang pengembangan SPAM yang menyebutkan “Tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah untuk menjamin hak setiap orang dalam mendapatkan air minum bagi kebutuhan pokok minimal sehari-hari guna memnuhi kehidupan yang sehat, bersih dan prosuktif”.

Pembahasan kebutuhan pokok minimal nasional itu bertujuan antara lain menyusun kebutuhan pokok minimal air minum di Indonesia berdasarkan pola konsumsi air, memberikan informasi untuk penyusunan standar pelayanan minimal, dan memberikan informasi untuk penyusunan kebijakan subsidi silang dalam struktur tarif pelayanan air minum.

 Salah satu anggota Tim Teknis survey tersebut, Sitti Bellafolijani menambahkan, survey pola konsumsi air minum mengambil sample sebanyak 3.150 orang, baik yang mendapat pelayanan air minum perpipaan maupun non-perpipaan. Survey dilakukan dengan metode pengambilan data memakai cluster stratified random sampling. Menurutnya, hasil survey ini masih mengandung kekurangan-kekurangan.

“Untuk itu perlu pembahasan lebih lanjut oleh tim kecil agar menghasilkan angka-angka yang mantap untuk kemudian dapat dijadikan pedoman bagi desain pengembangan SPAM. Data pola konsumsi air minum dimungkinkan akan menjadi Keputusan Dirjen Cipta Karya sedangkan data kebutuhan pokok minimal nasional akan diwujudkan melalui Peraturan Menteri,” jelas Yeni.

 

~ HP Matahari Buat Petani

Hp Tenaga Surya Untuk Petani

 PT Indosat mewujudkan komitmen untuk memberikan layanan telekomunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat dengan menghadirkan Telepon Seluler (Ponsel) Gaya (TenaGa SurYa). Sebuah ponsel bertenaga surya pertama di Indonesia, yang untuk tahap awal direncanakan untuk mendukung program Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok/ RDKK Online Dekopin (Dewan Koperasi Indonesia) bagi petani Indonesia.

Ponsel Gaya ini akan menjadi salah satu sarana pendukung untuk mewujudkan RDKK Online bagi petani Indonesia, bekerjasama dengan INKOPTAN (Induk Koperasi Tani dan Nelayan). yang akan diresmikan dalam waktu dekat.

Ponsel Gaya persembahan Indosat ini nantinya akan menjadi sarana komunikasi untuk rakyat /petani dengan menggunakan tenaga surya yang ramah lingkungan. "Dalam waktu dekat ponsel ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas," kata Johnny Swandi Sjam, Direktur Utama Indosat, Rabu (15/7) di Jakarta.

RDKK sendiri merupakan suatu aplikasi IT terintegrasi yang membantu petani untuk memenuhi kebutuhan informasi dan komunikasi dalam kegiatan bertani yang akan dilakukan secara online dengan menggunakan fasilitas jaringan telekomunikasi nirkabel (GSM) sehingga petani bisa terbantu dengan cepat dan efisien.

Indosat yang selama ini juga dikenal sebagai perusahaan yang peduli lingkungan melalui program Indonesia Hijau, berupaya menghadirkan ponsel yang j uga ramah lingkungan, dengan memanfaatkan tenaga surya yang sangat murah dan melimpah, sehingga tidak perlu menggunakan tenaga listrik yang sumber dayanya di alam semakin berkurang.

Ponsel Gaya tidak kalah dengan ponsel umumnya yang bertenaga listrik biasa. Dengan desain yang cukup trendi, ponsel ini anti-shock, dust resistance untuk kegiatan luar ruang, dan memiliki power management berupa automatic charge jika terkena sinar matahari, apabila kapasitas baterai kurang dari 90 persen.

Dari sisi layanannya, ponsel Gaya hadir dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp 480.000,- (termasuk PPN), dengan kartu Mentari yang menghadirkan banyak manfaat dan bonus antara lain bonus SMS sebanyak 50 SMS / setiap akumulasi isi ulang 20 ribu, bonus internetan 220 menit, bonus bicara 120 menit dan juga dapat digunakan untuk menikmati program Obral Obrol Mentari yaitu gratis bicara 60 menit ke sesama nomor Indosat dengan cara : ketik : obrol dan kirim ke 303. Ponsel Gaya akan dapat dinikmati oleh masyarakat umum pada akhir Juli mendatang.

Haryo Damardono

KOMPAS.com
 
Halaman 423 dari 1054
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook