Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~Balon Pintar Penangkap Energi Angin

Balon Pintar Penangkap Energi Angin

Potensi tenaga angin di ketinggian (High Altitude winds) adalah potensi energi yang masih belum tereksplorasi dengan maksimal. Bahkan seorang Professor bernama Ken Caldeira dari Carnegie Institute for Science di Universitas Stanford pernah merilis penelitian yang menyatakan bahwa potensi energi angin di ketinggian mampu menutupi jumlah kebutuhan energi seluruh manusia di bumi 100 kali lipat.

Altaeros, sebuah perusahaan yang mengembangkan produk turbin tenaga angin terdiri dari jebolan universitas terkemuka di AS Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengembangkan sebuah produk yang diberi nama BAT (Buoyant Airborne Turbine).

Produk yang berbentuk seperi balon udara ini mampu terbang setinggi 300 meter dan menghasilkan energi listrik yang bisa menyalakan lebih dari selusin rumah melalui jaringan kabel yang tersambung ke permukaan tanah.

BAT terdiri dari beberapa perangkat yang saling mendukung yaitu, Shell yang merupakan kerangka berbentuk balon udara, Turbine yang terdiri dari 3 bilah baling -baling, Tethers yang berfungsi sebagai jangkar dari Shell ke stasiun permukaan tanah, Ground Station adalah perangkat di darat yang menjadi sistem kontrol dan pengatur dari keseluruhan perangkat BAT.

Perusahaan Altaeros Energies didirikan pada tahun 2010 denga tujuan menciptakan produk energi alternatif yang low-cost dengan memanen potensi tenaga angin di ketinggian. Perusahaan ini juga pernah memenangkan beberapa penghargaan terkait produknya, seperti 2011 ConocoPhillips Energy Prize dan mendapatkan bantuan dana dari pemerintah AS untuk mengembangkan produknya.

sumber http://bit.ly/1oirjUN

http://www.greeners.co/ide-inovasi/balon-pintar-penangkap-energi-angin/

 

~75 Hari Tanpa Energi Dari Bahan Bakar Fosil

75 Hari Tanpa Energi Dari Bahan Bakar Fosil

Ibarat sedang berpuasa dan membersihkan tubuh dari banyak racun, Kosta Rika berhasil menjalani 75 hari ‘puasa’ tanpa listrik dari energi bahan bakar fosil. Alih-alih menggunakan daya listrik dengan teknologi yang tidak ramah lingkungan, negara dengan jumlah penduduk 4,8 juta jiwa ini memberdayakan potensi alamnya untuk menghidupi dirinya sendiri.

Sebelumnya, Kosta Rika memproduksi energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Air. Sekitar 80 persen tenaga listrik negara ini berasal dari empat pembangkit listrik tenaga air. Namun kerugian dari energi tersebut juga tidak sedikit. Ekosistem Riparian (zona yang menghubungkan ekosistem daratan dengan air) dan ikan yang ada di dalam sungai dan bendungan memperoleh dampak buruk dari pembangkit listrik tersebut.

Negara yang terkenal akan pantai-pantainya yang cantik dan pegunungan aktif ini mulai melirik energi geotermal sejak tahun 2014. Geotermal saat ini masih menjadi energi alternatif sebagai diversifikasi penghasil energi di Kosta Rika. Pembangkit listik geotermal adalah kunci energi baru di Kosta Rika.

Sebagai langkah awal, geotermal di negara tersebut menghasilkan 10 persen energi pada tahun 2014. Untuk melanjutkan tahap tersebut pemerintah Kosta Rika menggelontorkan dana sebesar 958 juta dollar untuk membiayai proyek geotermal berikutnya. Dana tersebut didapat dari pinjaman bank Eropa dan Jepang. Target proyek ini adalah menghasilkan energi tambahan yang ramah lingkungan sebesar 150 MW. Sebuah upaya luar biasa dari negara kecil di Amerika Selatan.

Negara ini berharap menjadi negara yang bersih dari jejak karbon pada tahun 2021. Langkah yang diambil pemerintah Kosta Rika cukup ambisius, namun jika tidak dimulai sekarang, kapan lagi?

Penulis: NW/G15

Sumber: www.inhabitat.com

http://www.greeners.co/ide-inovasi/75-hari-tanpa-energi-dari-bahan-bakar-fosil/

 

~Radio Tenaga Tumbuhan Pertama Di Dunia

Radio Tenaga Tumbuhan Pertama Di Dunia

Moss FM adalah radio tenaga tumbuhan pertama di dunia! Pot-pot lumut yang tertata rapi membentuk Photo Microbial Fuel Cell (Photo-MFC), atau sel surya tenaga mikroba, yang menangkap semua elektron yang dihasilkan ketika fotosintesis dan mengubahnya menjadi listrik, bahkan ketika tidak ada sinar.

Proyek ini dikembangkan oleh seorang desainer asal Swiss, Fabienne Felder, berkolaborasi dengan ilmuwan dari Cambridge University, Dr. Paolo Bombelli dan Ross Dennis. Saat ini teknologi tersebut masih dalam tahap awal dan tim berharap teknologi tersebut bisa digunakan secara masif pada 5-10 tahun mendatang.

Seperti yang dijelaskan oleh Dezeen, Photo-MFC yang digunakan pada Moss FM dibentuk dari material komposit yang mampu menyimpan air, material konduktor dan bahan alami sebagai media untuk pertumbuhan lumut. Sepuluh pot yang menghasilkan energi untuk radio disambungkan dengan anoda yang mengumpulkan elektron dari hasil fotosintesis, katoda dimana elektron digunakan dan sebuah rangkaian sirkuit eksternal yang menghubungkan seluruh sistem.

Radio yang dibuat oleh Fabienne Felder seluruhnya menggunakan bahan-bahan yang tidak terpakai dan dibangun seperti eksperimen biokimia,yang memungkinkan untuk melakukan riset lebih jauh mengenai Photo-MFC.

Ini bukan hanya sekedar radio tenaga tumbuhan pertama, melainkan pertama kalinya menggabungkan penggunaan teknologi biofilia untuk memenuhi kebutuhan listrik yang lebih besar, bukan hanya sekedar untuk menyalakan layar LCD.

Sang desainer memilih lumut dengan beberapa alasan, yakni lumut termasuk salah satu jenis daribryophytes yang memiliki potensi komponen photo aktif yang akan beroperasi lebih baik pada Photo-MFC dikarenakan keunikan proses fotosintesisnya. Selain itu, lumut juga bisa menurunkan jumlah karbondioksida, meningkatkan kualitas udara, meningkatkan kelembaban, dan memberikan suasana yang menenangkan.

Hingga tahap ini, Moss FM baru menangkap hanya sekitar 0,1% dari total elektron yang dihasilkan selama fotosintesis, namun para peneliti berharap hal ini bisa ditingkatkan lagi melalui riset dan pengembangan lanjutan.

Namun demikian, bahkan dengan kemampuan teknologi yang baru mencapai tahap tersebut, Felder membayangkan bahwa jika 25% penduduk London (sekitar 2,7 juta orang) mengisi daya telepon genggam mereka rata-rata 2 jam setiap harinya dengan menggunakan lumut, kita akan mampu menghemat banyak penggunaan listrik sekitar 42,5 juta kWh, setara dengan 6,81 juta poundsterling atau 135,5 milyar rupiah dan 39.632 ton CO2 per tahun.

Sumber: http://www.greeners.co/ide-inovasi/radio-tenaga-tumbuhan-pertama-di-dunia/

 

~Pohon Pengisi Daya dan Pemancar Wifi Gratis

Pohon Pengisi Daya dan Pemancar Wifi Gratis

 (Greeners) – Pernah mendengar tentang ‘pohon’ elektronik atau eTree? Jika belum, bersiaplah untuk mengisi daya ponsel anda dengan energi ‘hijau’ secara gratis. Diciptakan oleh perusahaan asal Israel,Sologic, eTree ditujukan untuk menghidupkan ruang publik tidak hanya sebagai tempat istirahat, tetapi juga untuk terhubung ke daring dan mengisi ulang perangkat elektronik.

Sologic menyediakan bangku untuk menemani ‘pohon’ yang dilengkapi dengan panel surya penghasil energi, dan pohon elektronik pertama tersebut baru-baru ini dipasang di cagar alam Ramat Hanadiv di Israel.

Seperti dilansir di Gizmag, eTree tersebut terhubung dengan bangku surya produksi Green Sun Rising yang menawarkan tempat berteduh dan pengisian daya, serta ‘sapi’ Wifi (sapi tersebut bukanlah sapi sungguhan melainkan perangkat pemancar Wifi. Sapi-sapi ini pernah disebar di lokasi Festival Glastonbury di Inggris pada tahun lalu).

Dijadikannya eTree sebagai fasilitas di ruang publik, Sologic melihat b6ahwa eTree merupakan separuh dari perusahaan sosial-lingkungan dan separuh bagian lagi merupakan patung ekologi yang bertujuan mempromosikan kesadaran dan keberlanjutan lingkungan–selagi menjembatani jarak antara masyarakat dan lingkungannya.

eTree menyuplai tenaga ke perangkat elektronik melalui beberapa titik USB yang disediakan sekaligus menawarkan Wifi gratis di area tersebut, bahkan menyediakan pencahayaan pada malam hari. Cabang-cabang dari ‘pohon’ tersebut menyediakan tenaga surya yang juga berfungsi sebagai pelindung dari cahaya matahari bagi pengunjung yang mampir untuk beristirahat dan mengisi ulang daya perangkat elektronik mereka.

Sumber: http://www.greeners.co/ide-inovasi/pohon-pengisi-daya-dan-pemancar-wifi-gratis/

 

~Pengisi Daya Perangkat Elektronik Tenaga Air

Pengisi Daya Perangkat Elektronik Tenaga Air

Ibu kota telepon pintar dunia telah menemukan cara yang inovatif dan ramah lingkungan untuk mengisi ulang daya perangkat Samsung dan perangkat mobile lainnya. Seoul, ibu kota Korea Selatan, telah merencanakan untuk memasang lima stasiun pengisi daya perangkat elektronik yang tenaganya berasal dari tiga turbin hidroelektrik mini yang tertanam dalam sungai Cheonggyecheon. Air dari sungai buatan ini mengalir melintasi pusat kota.

Sebuah perusahaan startup yang berbasis di Seoul, Enomad menyatakan bahwa stasiun tersebut mampu mengisi daya sebuah telepon pintar dalam waktu 2 hingga 3 jam, dan sebuah tablet dalam 3 hingga 4 jam, dari generator turbin yang menghasilkan 15 sampai 20 watt daya listrik.

Jika dalam tiga bulan pilot proyek ini berhasil, stasiun pengisi daya tersebut dapat diperluas sepanjang 10,8 kilometer (sekitar 6,7 mil) jalur air, yang mana proyek ini merupakan bagian dari proyek energi terbarukan kota senilai 900 juta dollar yang terbuka untuk umum pada tahun 2005.

Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan kabel paling banyak di dunia. Lebih dari 70 persen dari 50 juta penduduk negara ini memiliki telepon pintar, dan merupakan negara dengan penetrasi telepon pintar tertinggi di dunia.

Telepon pintar sangat populer sehingga pemerintah negara ini memulai kampanye untuk memerangi kecanduan terhadap telepon pintar. Korea Selatan juga membanggakan diri dengan kecepatanbandwidth tercepat di dunia dengan rencana untuk meng-up-grade jaringan internet seluruh negeri ke teknologi internet 5G. Negara tersebut akan menguji coba layanan 5G pada Olimpiade Musim Dingin yang akan diselenggarakan di PyeongChang.

“Fasilitas generasi hydropower (tenaga air) skala kecil akan meminimalisir efek negatif pada lingkungan saat alat ini menghasilkan listrik tanpa bendungan atau waduk. Alat ini hanya memerlukan turbin yang ringkas,” kata seorang pejabat kota seperti dilansir dari inhabitat.com.

Sebagai informasi tambahan mengenai stasiun pengisi daya bertenaga air, kota ini juga berencana untuk menyediakan penduduknya dengan stan pengisi daya tenaga matahari disekitar Gwanghwamun di pusat Seoul.

Sumber: http://www.greeners.co/ide-inovasi/pengisi-daya-perangkat-elektronik-tenaga-air/

 
Halaman 34 dari 1054
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook