Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~Listrik Dari Tumbuhan Hidup

Listrik Dari Tumbuhan Hidup

Apa mungkin tumbuhan dapat menghasilkan energi listrik? Bisa!

Sebuah perusahaan asal Belanda berhasil mengumpulkan energi listrik dari tumbuhan. Energi tersebut digunakan untuk mengisi tenaga listrik ke ponsel hingga membuat hotspot Wi-Fi. Bahkan listrik yang datangnya dari limbah proses fotosintesis tumbuhan ini sanggup menyalakan 300 lampu LED di sepanjang jalan di dua kota di Belanda.

Plant-e meluncurkan proyek “Starry Sky” pada bulan November 2014 di sebuah situs amunisi tua yang disebut HAMburg di dekat kota Amsterdam. ‘Tumbuhan listrik’ ini juga digunakan dekat markas perusahaan tersebut di Wageningen.

Dalam proyek ini, tumbuhan ditanam di wadah plastik di lahan seluas 1,8 kilometer untuk dimanfaatkan energinya untuk menyalakan lampu jalan. Lalu bagaimana proses mendapatkan listrik dari tumbuhan tersebut?

Pada saat proses fotosintesis, tumbuhan menyerap energi dari matahari dan mengubahnya menjadi gula. Saat mereka tumbuh ada lebih banyak gula yang dihasilkan di tubuhnya. Gula berlebih ini akan dikeluarkan oleh tumbuhan melalui akar ke dalam tanah dan dipecah menjadi elektron dan proton. Elektroda yang telah disiapkan tim dari Plant-e di dalam tanah akan menunggu hingga tumbuhan mengeluarkan ‘sampah listrik’ tersebut dan mengalirkannya ke luar.

Menuai energi dari tanaman sudah sering dilakukan dalam berbagai percobaan ilmiah. Dengan menggunakan metode yang hampir sama, Plant-e memperoleh energi namun tanpa merusak tanaman tersebut. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan Plant-e di Belanda ini dapat menandakan bangkitnya revolusi clean energy atau energi bersih.

Diperkirakan sekitar 25 persen populasi dunia masih belum dapat menikmati listrik. Perusahaan ini berharap dengan teknologi yang efektif namun tidak mahal, energi yang bersih dapat digunakan untuk menghasilkan listrik di daerah yang mengalami krisis listrik.

Meski begitu, seorang profesor di University of Georgia College of Engineering, Ramaraja Ramasamy menyatakan bahwa memanen listrik dengan teknik tersebut tidak mudah. Seperti dikutip dari yesmagazine.org, Ramasamy mengatakan bahwa teknologi yang digunakan Plant-e disebut juga dengan “sel bahan bakar dengan sedimen mikroba”. Menurut Ramasamy, teknologi ini masih memerlukan beberapa tahun untuk diteliti dan dikembangkan sebelum siap diproduksi secara komersil.

Judul Asli: PANEN LISTRIK DARI TUMBUHAN HIDUP

Sumber: http://www.greeners.co/ide-inovasi/panen-listrik-dari-tumbuhan-hidup/

 

~Memanfaatkan Langkah Kaki Untuk Membangkitkan Listrik

Memanfaatkan Langkah Kaki Untuk Membangkitkan Listrik

Lampu LED yang terpasang di langit-langit salah satu koridor sebuah kantor di kota Paris dinyalakan dengan tenaga langkah kaki manusia. Bagaimana caranya?

Kantor tersebut adalah perusahaan Kereta Api Nasional Perancis (SNFC). Mereka menunjuk Pavegen, perusahaan teknologi ramah lingkungan, untuk memasang ubin khusus sebanyak enam buah. Ubin-ubin itu dipasangi dengan alat khusus yang akan menerima kekuatan pijakan langkah kaki para karyawan kantor kereta api yang melangkah di koridornya. Para staf dapat melihat energi yang mereka hasilkan melalui layar interaktif yang dipasang di dinding koridor.

Pijakan kaki dari para staf dan karyawan kantor SNFC yang melintas akan terkumpul dan menghasilkan daya untuk menerangi lampu LED di koridor. Ubin berenergi kinetik tersebut menunjukkan potensi dari kekuatan langkah kaki manusia. Pavegen mengatakan ubin kinetik ini dapat diaplikasikan di bidang transportasi di Perancis.

Pavegen mengatakan, “dengan menginstal teknologi Pavegen, SNCF telah menciptakan peluang yang lebih besar untuk daya langkah kaki, yang memungkinkan masyarakat untuk menjadi bagian inti dari pembangkit energi terbarukan mereka di seluruh Perancis.”

Pihak SNFC berjanji untuk membuat kereta api dan stasiun kereta yang lebih hemat energi. Hal ini dikarenakan mereka adalah konsumen listrik tunggal terbesar di Perancis, memakan 1,5% dari produksi energi negara.

Pavegen sebelumnya pernah memasang ubin yang dapat menghasilkan energi di stasiun kereta api West Ham Tube selama Olimpiade 2012. Mereka juga telah bekerjasama dengan GDF Suez pada Maret 2014 untuk memasang 14 ubin di bagian luar stasiun Saint Omer di Perancis. Lampu LED dan stop kontak USB di bangku kereta api di stasiun kereta tersebut berhasil menyala berkat 5.000 penumpang per harinya.

Pendiri dan CEO dari Pavegen Sistem, Laurence Kemball-Cook mengatakan, “Kami percaya bahwa teknologi ini adalah solusi bagi perkembangan masa depan industri transportasi. Teknologi dari perusahaan kami menggabungkan kemampuan untuk menghasilkan listrik terbarukan dengan upaya untuk mendidik masyarakat tentang energi keberlanjutan, serta menyediakan data yang real-timesebagai papan petunjuk, iklan dan mengurangi jejak karbon kita.”

Penulis: NW/G15

Sumber:http://www.greeners.co/ide-inovasi/memanfaatkan-langkah-kaki-untuk-membangkitkan-listrik/

 

~Dulu Gunung Sampah, Kini Tempat Wisata

Dulu Gunung Sampah, Kini Tempat Wisata

Garbage Mountain merupakan salah satu gunung yang paling dikenal di Tel Aviv, Israel. Gunung ini adalah tempat sampah raksasa dan sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Sebenarnya, nama bukit tersebut adalah Gunung Hiriya, namun karena tumpukan sampah yang luar biasa banyak di tempat itu, warga menyebutnya sebagai “Garbage Mountain” alias Gunung Sampah.

Gunung ini berada pada ketinggian 72 meter di atas permukaan laut dengan luas hampir 38 kilometer, dan tercatat pernah menampung sekitar 25 juta ton sampah. Bau sampah yang dibuang di tempat ini dapat tercium hingga puluhan kilometer jauhnya.

Sekarang gunung sampah ini telah berganti rupa menjadi salah satu tempat dengan fasilitas daur ulang terbesar di dunia. Gunung Hiriya kini menjadi ikon negara Israel dan Ariel Sharon Park dengan slogannya “membuat sampah menjadi lebih cantik”.

Setiap hari, Gunung Hiriya menyaring 3.000 ton sampah domestik, 1.500 ton sampah puing, dan 250 ton sampah alam. Di tempat ini, sampah tersebut diubah menjadi bahan bakar, pupuk, listrik, air untuk irigasi, bahkan taman bunga!

Gunung Hiriya telah menjadi tempat sampah raksasa sejak tahun 1952. Setelah hampir 16 juta meter kubik sampah nyaris tumpah ke dalam Sungai Ayalon dan tingkat polusi di Tel Aviv semakin memburuk, warga setempat memaksa agar tempat ini ditutup pada tahun 1998.

Setelah ditutup, pemerintah Israel mengadakan kompetisi internasional untuk reklamasi lahan Hiriya. Dari kompetisi tersebut, Peter Latz terpilih dari 14 arsitek lainnya dan mampu mengubah lahan tersebut menjadi area hijau.

Peter Latz adalah arsitek dan perancang tata kota. Ia mengembangkan produk Bioplastik yang dapat mencegah gas metana lolos dari permukaan tanah sehingga tanaman dan hewan dapat berkembang biak di tanah Hiriya.

Di puncak gunung yang landai berdiri tempat yang jadi pemandangan pertama para pelancong di Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv. Pengunjung dapat melihat kemajuan perkembangan yang masih dilakukan di Gunung Hiriya.

Gunung Hiriya kini menjadi salah satu tujuan wisata sekaligus lahan daur ulang raksasa. Limbah kayu didaur ulang dan diolah Hiriya Carpentry Shop menjadi mebel kayu yang menawan. Gunung Hiriya pun mampu menghasilkan energi listriknya secara mandiri dari biogas yang mereka dapat dari pengelolaan limbah, dan menjual kelebihan listriknya pada perusahaan listrik Israel.

Judul Asli: semula gunung sampah, kini tempat wisata

Sumber: http://www.greeners.co/ide-inovasi/semula-gunung-sampah-kini-tempat-wisata/

 

~Air Terjun Digital Pengukur Polusi Udara

Air Terjun Digital Pengukur Polusi Udara

Pernah melihat alat pengukur polusi udara di sekitar jalan yang Anda lewati? Alat ini akan menunjukkan tingkat polusi udara yang ada di wilayah alat tersebut ditempatkan. Bentuknya besar dan tinggi, terdiri dari papan digital berwarna hitam dengan tabel skala digital berwarna-warni.

Berbeda dengan alat pengukur polusi pada umumnya, seorang seniman asal Amerika Serikat membuat karya instalasi yang fungsinya serupa dengan alat pengukur polusi udara. Sang seniman,Andrea Polli, menciptakan seni instalasi berbentuk air terjun digital yang akan memperlihatkan kadar polusi dalam udara. Karya ini diberinya nama “Particle Falls”.

Air terjun ini terbuat dari berkas-berkas cahaya yang ditembakan ke titik tertentu dan dioperasikan secara khusus dengan nephelometer. Air terjun digital tersebut mengeluarkan aneka macam warna -biru, kuning, dan merah- tergantung tingkat polusi udara yang terkandung dalam udara di sekitarnya. Tiap warna ini menunjukkan kadar pencemaran udara.

Andrea Polli adalah seniman sekaligus profesor pada jurusan Seni dan Ekologi di Universitas New Mexico. Polli memadukan karya seni berupa keindahan dan kecanggihan teknologi. Aksi seni instalasi ini sudah ia lakukan sejak tahun 2010 di San Jose, California. “Particle Falls” juga pernah dipamerkan di Detroit, Philadelphia, dan Pittsburgh.

Karya instalasi ini ditempatkan di tempat-tempat publik, salah satunya di persimpangan jalan. “Memperkenalkan ‘Particle Falls’ di beberapa tempat yang berbeda telah memberikan pengalaman yang membuka wawasan, dan menekankan betapa pentingnya kualitas udara,” ujar Polli seperti dikutip dari laman hyperallergic.com.

Ia menambahkan, di Detroit dan Philadelphia, Particle Falls dipasang di dekat lampu pemberhentian. “Kita bisa melihat kadar polusi dari beragam bus, berapa banyak partikel yang dihasilkan kendaraan dengan mesin diesel, dan mesin yang menyala namun tidak bergerak,” katanya.

Konteks pencemaran udara berbeda dengan yang terjadi di Pittsburgh dan Logan. Polli mencatat tingginya pencemaran di dua kota tersebut karena efek inversi dari udara dingin di Utah dan kehadiran industri di diwilayah pemukiman di Pittsburgh.

Air terjun digital buatan Polli dipamerkan di kota Utah sampai bulan April. Melalui karyanya tersebut, Polli bermaksud memberi sebuah antithesis pada orang-orang yang melihat “Particle Falls”. Karyanya adalah bentuk keindahan yang sekaligus menunjukkan rendahnya kualitas udara yang mereka hirup sehari-hari.

Sumber: http://www.greeners.co/ide-inovasi/air-terjun-digital-pengukur-polusi-udara/

 

~Infinite Light, Lampu Tenaga Surya Dalam Botol Plastik Bekas

Infinite Light, Lampu Tenaga Surya Dalam Botol Plastik Bekas

Di seluruh dunia, masih banyak rumah di pelosok daerah yang tidak memiliki listrik. Setiap malam, banyak rumah terpaksa menggunakan lentera minyak tanah, menghabiskan sekitar 25% dari pemasukan mereka hanya untuk menerangi rumah di malam hari. Seiring dengan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan, terdapat juga resiko kebakaran dan bahaya kesehatan dari asap pembakarannya.

Untuk alasan itulah, Dr. Hakan Gürsu dari Design Nobis menciptakan Infinite Light sebagai solusinya.Infinite Light adalah sebuah lampu tenaga surya berkualitas tinggi dengan harga terjangkau yang dipersembahkan untuk masyarakat desa di pelosok. Infinite Light mencoba menjawab kebutuhan akan penerangan bagi masyarakat yang dilanda kemiskinan.

Solusi sederhana ini pada dasarnya adalah sebuah lampu yang dilengkapi dengan panel surya fleksibel dan baterai yang disimpan dalam sebuah botol plastik PET. Energi dari sinar matahari ditangkap oleh panel surya fleksibel yang digulung mengikuti bentuk botol. Sedangkan baterai, yang diletakan di bagian tengah botol, digunakan sebagai tempat penyimpanan dan juga alat konversi energi. Bagian yang memancarkan sinar diletakan di bagian bawah, dilengkapi dengan perangkat logam yang berfungsi sebagai pelindung dan penyangga botol. Kawat logam pada bagian atas berfungsi sebagai pegangan, sehingga lampu ini bisa dibawa kemanapun ataupun digantung di langit-langit rumah.

Unit penerangan ini tidak memerlukan infrastruktur pendukung apapun dan sudah dikemas dalam sebuah paket yang langsung siap digunakan, tentunya memanfaatkan botol plastik PET bekas. Didesain agar awet dan tahan lama, produk ini menjadi pilihan desain penerangan yang mampu menerangi rumah dengan cara yang berkelanjutan dan murah.

Lebih dari sekedar lampu, Infinite Light diciptakan sebagai inovasi sosial yang berdampak bagi masyarakat luas, terutama pada penggunaan energi terbarukan dan pemanfaatan sampah plastik.

Sumber: inhabitat.com

http://www.greeners.co/ide-inovasi/infinite-light-lampu-tenaga-surya-dalam-botol-plastik-bekas/

 
Halaman 34 dari 1038
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook