Alpen Steel | Renewable Energy

Rubrik ini adalah kumpulan artikel tentang energi yang di-upload oleh para member kami. Semoga bermanfaat bagi pengunjung yang ingin: mencari kumpulan referensi tentang energi, mengetahui seluk beluk tentang energi terbarukan secara khusus, mengaplikasikan energi terbarukan dilingkungannya. 

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi -energi dan pemanfaatannya untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah untuk massa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi. Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi terbarukan dan energi tak terbarukan. Dalam pembangkitan energi beberapa sistem pembangkitan yang telah digunakan untk memenuhi kebutuhan energi didunia, seperti: pembangkit listrik tenaga air /PLTA, pembangkit listrik tenaga surya/PLTS, pembangkit listrik tenaga uap dan gas/PLTU,PLTG, pembangkit listrik panas bumi/PLTP, pembangkit listrik tenaga angin/bayu/PLTB, pembangkit listrik tenaga gelombang laut/PLTGL, dan pembangkit listrik tenaga nuklir/PLTN. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.



~ Mobil Hybrid sanggup turunkan Polusi

lexus,hybridLexus Ct 200 h (Lexus-Global)

Teknologi Hybrid Berperan Besar Turunkan Polusi Udara

Produsen otomotif mencoba mengatasi masalah polusi dengan menghasilkan produk ramah lingkungan dalam wujud teknologi hybrid.

 

Polusi udara bukan lagi bentuk pencemaran lingkungan. Tapi sudah berubah sosok menjadi pembunuh menakutkan bagi warga dunia. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari dua juta orang meninggal karena menghirup udara dengan partikel kecil, baik di dalam atau luar ruangan.

PM10 atau partikel berukuran 10 mikrometer atau kurang, bisa memasuki paru-paru manusia dan masuk ke aliran darah. Inilah yang jadi penyebab penyakit jantung, kanker paru-paru, asma, dan infeksi pernafasan akut.

Standar udara sehat rata-rata per tahun versi WHO adalah 20 mikrogram PM10 per meter kubik. Namun, data terakhir di tahun 2008 dari 1.100 kota di 91 negara memperlihatkan betapa standar ini sangat jauh dilewati.

Indonesia tercatat memiliki rata-rata 55 mikrogram per meter kubik PM10. Memang masih jauh di bawah India (109) dan Kuwait (123), namun kondisi ini sudah sangat membahayakan kesehatan penghuninya.

Khusus untuk Jakarta, rumah bagi sembilan juta penduduk, dianggap sebagai kota ketiga penyumbang polusi udara terbanyak setelah Meksiko dan Bangkok. Lebih dari setengah polusi disumbang sektor transportasi.

Produsen otomotif mencoba mengatasi masalah ini dengan menghasilkan produk ramah lingkungan dalam wujud teknologi hybrid. Salah satunya Lexus dengan varian CT 200 h. Sistem hybrid Lexus hadir dalam empat mode; EV, Eco, Normal, dan Sport.

Model EV memungkinkan pengendara menggunakan tenaga listrik sejauh 1,6 kilometer dengan kecepatan di bawah 40 kilometer per jam di permukaan rata. Ini menghemat konsumsi bahan bakar yang merupakan unsur utama polusi udara Jakarta.

"Gerakan lokal, kebijakan nasional, dan perjanjian internasional, adalah gabungan yang dibutuhkan untuk mengurangi polusi dan mengurangi dampak kesehatan yang menyebar," kata Kepala WHO European Centre for Environment and Health di Bonn, Jerman.

Varian CT 200 h merupakan bagian dari sembilan varian dari lima tipe yang dikeluarkan Lexus di Indonesia. Selain varian ini, dimunculkan LS 600 hL, LS 460 L, LX 570, RX 270, RX 350, GS 450 h, GS 350, GS 250, dan IS-F.

"Ke depanya Lexus Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi dan pengalaman kemewahan yang sangat personal bagi setiap pelanggan kami. Komitmen kami, pursuit of perfection is unlimited for creating amazing," kata Lexus Indonesia Principal Johnny Darmawan.
(Zika Zakiya. Sumber: WHO, Lexus-Global)

 

(http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/teknologi-hybrid-berperan-besar-turunkan-polusi-udara)

 

~ Energi Non Fosil Menarik Dikembangkan

Energi Non Fosil? Menarik Dikembangkan, Sumbernya Berlimpah Pula
Peluang masyarakat adat untuk bisa mendapatkan akes listrik semakin  terancam. Kerusakan lingkungan serta sumber daya alam (SDA) yang ada di dalamnya, dituding menjadi penyebab utama.

Sejumlah potensi pengembangan sumber energi terbarukan banyak mengalami kerusakan akibat penguasaan hutan adat. Terutama oleh kepentingan ekonomi yang kurang berpihak kepada masyarakat adat.

“Bagaimana kami bisa mengembangakan energi listrik berbasis mikrohidro, kalau kami terus terdesak,” ungkap Ruslan Haji Hamid, perwakilan masyarakat adat Khaltim, Maluku Utara dalam sarasehan ‘Kemandirian Energi Komunitas Adat Berbasis Energi Terbarukan Sesuai Potensi di Daerahnya’, di aula Gonsalo, Tobelo, Jumat (20/4).

Hal serupa juga disampaikan Makarmis, salah satu utusan masyarakat adat Krayan, Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya,  saat ini banyak komunitas dan masyarakat yang tergusur oleh kepentingan ekonomi modern.

Termasuk pemberian ijin pengelolaan hasil hutan yang sebenarnya merupakan hutan adat. Akibatnya masyarakat adat kian mengalami kesulitan, baik dalam hal memanfaatkan sumber daya alam maupun sumber ekonominya, termasuk kapasitas diri masyarakat adat.

Untuk merintis kemandirian energi masyarakat adat berbasis potensi yang ada di wilayah masing- masing memang sangat mulai. Namun ia berpendapat agar pengembangan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan ini lebnih mengacu kepada penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Misalnya dengan memperbanyak pelatihan-pelatihan dan peningkatan kapasitas lain tentang keahlian dalam memanfaatkan teknologi pemanfaatan sumber energi yang terbarukan,” jelasnya.   

Sebelumnya, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, Arief Fiyanto dalam diskusi ini menjelaskan pentingnya kemandirian energi komunitas adat berbasis energi terbarukan.

Ia menjelaskan, saat ini rasio  elektrisasi penduduk Indonesia –yang mencapai 230 juta jiwa—baru mencapai 65 persen. Sisanya sebanyak 35 persen penduduk negeri ini belum mendapatkan akses listrik dan umumnya mereka adalah penduduk yang tinggal di wilayah terdepan.

Ttermasuk di dalamnya masyarakat adat yang banyak tinggal di pedalaman daerah terluar. Yang memprihatinkan, 90 persen akses listrik ini bersumber dari sumber energi tak terbarukan seperti fosil, yang pemanfaatannya kian mengancam lingkungan.

“Hanya kurang dari 5 persen akses listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, mikrohidro dan panas bumi,” paparnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan sumber energi tak terbarukan kian mengancam masyarakat adat akibat dampak yang ditimbulkan, seperti terjadinya fenomena perubahan iklim yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara konsumsi energi listrik di negeri ini tiap tahun mengalami kenaikan berkisar 7 persen per tahun. Sementara upaya untuk mengurangi pemanfaatan sumber energi tak terbarukan belum dapat dilakukan.

Padahal sejumlah peluang pengembangan sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan cukup tersedia. “Misalnya potensi panas bumi yang diperkirakan mampu menghasilkan energi listrik hingga 29 ribu Mega Watt, mini dan mikro hidro, biomassa dan sebagainya,” jelas Arief.

Sementara Technical Advisor Jaringan Orang Asal se-Malaysia (JOAS), Adrian Lasimbang merekomendasikan, perlu pusat- pusat pelatihan pemanfaatan dan penguasaan teknologi listrik berbasis sumber energi terbarukan.

“Karena menciptakan SDM merupakan tantangan yang cukup berat dalam pengembangan energi listrik di kalangan masyarakat adat,” lanjutnya.

Redaktur: Heri Ruslan

Reporter: Bowo Pribadi

Sumber :REPUBLIKA.CO.ID, 

 

~ Bandung menuju Kota Metropolitan SKYBRIDGE

Transportasi Kereta Gantung Kota Bandung

Selain mengurai masalah kemacetan, kereta gantung ini dapat menjadi bagian dari wisata.

 

 

 

Sarana transportasi massal kereta gantung dicanangkan Pemerintah Kota Bandung untuk menghubungkan akses daerah Pasteur hingga ke Sasana Budaya Ganesha (Sabuga).

Pada rute awal, kereta gantung Bandung Skybridge ini dimulai dari stasiun pertama yang berada dekat Pusat Penelitian Geologi dan Kelautan (PPGL) di Pasteur sampai Sabuga. Jarak tempuhnya 1,8 kilometer, kapasitas mengangkut 2.400 penumpang per jam sekali jalan.

Selain akan mengurai masalah kemacetan, kereta gantung pun dapat menjadi bagian dari wisata. Wali Kota Bandung Dada Rosada mengatakan dalam pidato saat pencanangan proyek, Selasa (12/6), bahwa kereta gantung bisa mengurangi beban volume kendaraan yang kian menumpuk. Lebih-lebih semenjak akses menuju Jakarta terbuka karena adanya ruas Jalan Tol Purbaleunyi.

Menurut Dinas Perhubungan Kota Bandung, kurang lebih sejumlah 1,2 juta unit kendaraan bermotor saat ini turut andil dalam kepadatan lalu lintas Bandung. Meliputi 365.714 unit kendaraan roda empat dan 859.411 kendaraan roda dua. Komuter ke dan dari Bandung adalah sekitar 15.572 unit kendaraan per harinya.

Proyek pembangunan Bandung Skybridge digarap oleh PT Aditya Dharmaputra Persada menggandeng perusahaan pembuat kereta gantung asal Austria, Doppelmayr.

Hans Jost, representatif dari Doppelmayr, mengatakan, "Kereta gantung merupakan transportasi massal yang paling irit, tak menimbulkan suara atau polusi, juga paling aman." Pihaknya berpengalaman pula memasang sistem kereta gantung di 82 negara pada standar keselamatan zero accident.

Beberapa kota yang sistem kereta gantungnya mirip adalah kereta gantung di London, Inggris serta di Caracas, India dan beberapa kota di negara Timur Tengah.
(Gloria Samantha. Sumber: Kompas)

 

(http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/transportasi-kereta-gantung-kota-bandung)

 

~ Keamanan Energi Indonesia Terancam

Keamanan Energi Indonesia Terancam 

 BANJARMASIN - Ketua tim Energi Efficiency in Industrial, Commercial dan Public Sector (EINCOPS) atau program efisiensi energi pada industri, sektor komersial dan publik, Melany Tedja mengatakan, keamanan ketersediaan energi Indonesia kian terancam.

Menurut dia, ancaman keamanan terhadap ketersediaan energi tersebut karena penyediaan energi Indonesia masih sangat tergantung dengan energi fosil. Energi fosil yang disubsidi, tambah dia, mencapai 95,21 persen sedangkan energi terbarukan hanya dipandang sebagai energi alternatif yang belum dimanfaatkan secara efisien.

"Karena ketergantungan yang tinggi terhadap bahan bakar fosil yang semakin menipis, keamanan energi nasional semakin terancam, untuk itu provinsi yang pertumbuhan ekonomi tinggi seperti Kalimantan perlu dilakukan efisiensi energi," katanya, Selasa (7/2). 

Berdasarkan penelitan International Energy Agency (IEA), efisiensi energi adalah sumber energi yang paling murah yang mampu memenuhi peningkatan kebutuhan energi hingga 20 tahun mendatang.

Apalagi, kata dia, saat ini konsumsi energi nasional mengalami kenaikan cukup pesat rata-rata adalah tujuh persen setiap tahunnya. Penggunaan energi terbesar di Indonesia adalah sektor industri dengan penggunaan 50 persen dari total energi nasional, setelah itu sektor trasnportasi 30,77 persen, dan rumah tangga 13,08 persen.

Laju pertumbuhan energi terutama sektor industri tersebut bila tidak segera diantisipasi melalui terobosan baru baik itu energi terbarukan yang kini pemanfaatannya kurang dari 5 persen maupun terobosan lainnya.

Salah satu menahan laju pertumbuhan kebutuhan energi tersebut adalah dengan melaksanakan pekan efisiensi energi yang diluncurkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan bantuan dari pemerintah Denmark sebesar 10 juta dolar AS selama empat tahun.

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Maryam Ayuni mengatakan saat ini lebih dari 30 persen masyarakat Indonesia belum menikmati listrik, hal tersebut mengindikasikan bahwa negara membutuhkan penyediaan energi yang lebih baik.

Redaktur: Ramdhan Muhaimin

Sumber: Antara

 

~ Potensi pariwisata Bendungan Gonggang tinggi

 Menteri nilai potensi pariwisata Bendungan Gonggang tinggi

 Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyatakan sektor pariwisata Bendungan Gonggang yang berada di Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sangat potensial atau tinggi, selain fungsi utamanya sebagai pengairan.

"Semua tergantung kreativitas pemda setempat. Selain untuk pengairan, juga bisa untuk rekreasi. Potensi pariwisata bisa dibidik menjadi salah satu progres untuk menjadikan Bendungan Gonggang lebih `hidup`," ujar Djoko Kirmanto saat meresmikan megaproyek Bendungan Gonggang, Jumat.

Meski berpotensi dari sektor pariwisata, namun pihaknya memberikan sejumlah batasan-batasan kepada Pemkab Magetan dan warga sekitar agar fungsi utama bendungan tidak terganggu.

Di antaranya adalah batasan agar bendungan tidak dikotori dan tidak ada pemasangan karamba jika memang dijadikan sarana wisata pemancingan. 

"Pemasangan karamba saya larang. Memancing boleh, tapi jangan dengan karamba. Semua memang tergantung kreatifitas masyarakat yang difasilitasi oleh Pemkab Magetan maupun Pemprov Jatim," kata dia.

Bersama dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan sejumlah pejabat di Jawa Timur lainnya, Djoko Kirmanto meresmikan Bendungan Gonggang yang telah dibangun sejak tahun 2006. Bendungan ini resmi difungsikan untuk mengurangi banjir serta meningkatkan intensitas air saat kemarau. Utamanya di wilayah Magetan selatan seperti Kecamatan Poncol, Ngariboyo, Parang hingga Lembeyan.

Menurut Djoko, air baku dari bendungan tersebut diharapkan mampu menyuplai kepentingan irigasi, termasuk air minum, industri, dan kebutuhan lainnya. Sehingga, lanjutnya, meski di musim kering intensitas air di wilayah krisis air di Magetan bisa teratasi. 

"Kami juga telah menyiapkan "masterplan" untuk meningkatkan fungsi anak-anak Sungai Bengawan Solo di sekitar bendungan. Semua itu sengaja kami progres karena Indonesia adalah negara yang kaya akan air di dunia. Namun, 75 persen air itu belum bisa dimanfaatkan maksimal," terang dia.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, terdapat beberapa proyek pengerjaan bendungan serupa di Jawa Timur yakni di Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Gresik dan Bojonegoro. 

"Seluruhnya diharapkan mampu menjadikan Jawa Timur bebas dari krisis air yang berdampak pada peningkatan surplus produksi beras karena sistem pengairan yang lancar," ujar Gubernur Soekarwo.

Sementara itu, Bupati Magetan Sumantri mengaku jika pembangunan bendungan ini merupakan solusi untuk meningkatkan air baku di Magetan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Bendungan Gonggang dibangun dengan menghabiskan anggaran APBN sebanyak Rp109 miliar. Bendungan ini memiliki tinggi 60 meter dengan panjang sekitar 234 meter. Adapun, kapasitas volume tampungan air mencapai 22 juta meter kubik dengan jaminan air domestik sebanyak 50 liter per jiwa per hari.
(ANT-072/S025)

Editor: Ruslan Burhani

 
Halaman 34 dari 990
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook