Alpen Steel | Renewable Energy

~ 11 PLTMH Ditargetkan PT Indonesia Power

Indonesia Power Targetkan 11 PLTMH di Jateng

Dalam upaya menambah kapasitas produksi energi listrik di Jawa Tengah, PT Indonesia Power Unit Pembangkit Bisnis Mrica mengembangkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro atau PLTMH di 11 lokasi.

Setiap pembangkit nantinya dapat menghasilkan listrik hingga 1,2 mega wat atau dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk 1.250 rumah. Listrik yang dihasilkan juga dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di setiap jaringan distribusi listrik PT PLN setempat, atau tidak masuk ke dalam jaringan listrik Jawa-Bali.

Manajer Umum PT Indonesia Power UBP Mrica Harlen, Kamis (7/8), mengatakan, sekarang ini baru tiga lokasi yang mulai digarap untuk pembangunan PLTMH, yakni di Banjarnegara dan Banyumas. Selebihnya, ada delapan lokasi yang masih dalam uji kelayakan.

"PLTMH ini semuanya nantinya akan sangat menguntungkan bagi daerah. Produksi listriknya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, air yang digunakan untuk menggerakkan turbin juga tetap bisa digunakan untuk pertanian," katanya.

Menurut Harlen, masih ada 25 lokasi lainnya di Jawa Tengah yang berpotensi untuk dibangun PLTMH. Lokasi-lokasi itu umumnya merupakan irigasi teknis yang airnya tak pernah surut dan memiliki terjunan air yang cukup besar. "Dari hasil survei kami, 25 lokasi irigasi itu masing-masing dapat menghasilkan listrik hampir 2 mega wat," katanya.

Meskipun potensi yang ada cukup besar, menurut Harlen, semuanya tergantung kepedulian pemerintah daerah masing-masing untuk mengembangkan potensi yang sudah ada itu. Apalagi pengembangan tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan pemerintah daerah bekerjasama dengan PT Indonesia Power maupun dengan pihak swasta lainnya.

"Pembangunan setiap unit PLTMH itu, membutuhkan biaya berkisar Rp 30 miliar. Meskipun kelihatannya besar, modal ini kan bisa dibagi dengan kami maupun dengan pihak swasta lainnya. Apalagi pajak penerimaan daerah dari setiap 1 kilo wat hour, mencapai Rp 5," kata Harlen.

Keuntungan dari PLTMH itu sendiri, menurut Kepala Humas PT Indones ia Power UPB Mrica, Gunawan, tak terbatas pada produksi listrik yang dihasilkan. Melainkan juga, PLTMH dapat melestarikan alam dan mengatasi krisis energi yang saat ini sedang dihadapi Indonesia.

PLTMH Siteki dan Plumbungan di Banjarnegara, katanya, dapat menghemat bahan bakar minyak hingga 6,5 juta ton per tahun. Kedua pembangkit listrik itu juga dapat memberikan kontribusi program langit biru, karena dapat mengurangi pencemaran udara sebesar 22 kali 620 ton karbon dioksida setiap tahunnya.

"Pembangkit listrik seperti ini sangat ramah lingkungan, terutama untuk mengurangi emisi gas buang," katanya.

 

MDN

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook