Alpen Steel | Renewable Energy

~ Program Pengadaan Listrik Mandiri Rakyat

Listrik Tenaga Surya untuk 6.000 KK Kerja Sama Pemprov Kaltim-PLN-Dekopin

Pemprov Kaltim, Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menjalin kerja sama melalui program pengadaan Listrik Mandiri Rakyat (Limar) untuk 6.000 Kepala Keluarga (KK).

Program ini akan dibiayai melalui Corporate Social Responsibility (CSR) PLN dan dukungan dari anggaran Pemprov Kaltim. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Dirut PLN Fahmi Mochtar dan Ketua Dekopin Adi Sasono, di Jakarta, Senin (16/2).

Pola kerja sama Limar  adalah dengan memberikan bantuan penerangan listrik melalui tenaga surya kepada masyarakat. Terdiri dari anggaran CSR PT PLN dengan sasaran 1.000 rumah atau KK, kemudian nantinya akan dioptimalkan oleh Kaltim melalui anggaran daerah yang disiapkan dengan sasaran 5.000 rumah. Sekitar 6.000 unit KK yang akan mendapat pelayanan listrik tersebut.

Dalam penyampaiannya Dirut PLN mengatakan, program ini diharapkan dapat memberikan bantuan kepada sejumlah warga di Kaltim, khususnya yang berada di kawasan terpencil untuk menikmati penerangan listrik, meskipun terbatas untuk penerangan rumah saja.

"Selama ini selalu membangun pembangkit listrik berdasarkan permintaan, seharusnya dilakukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan ke depan sehingga tidak tertinggal dan menyebabkan krisis listrik di sejumlah daerah. Melalui program ini sangat besar harapan kita semua bisa mengatasi krisis-krisis listrik disejumlah daerah salah satunya di Kaltim," kata Fachmi.

Sementara itu soal tawaran Pemprov Kaltim untuk bekerjasama dalam pembangunan pembangkit listrik, Fachmi sangat menyambut baik, karena menurutnya merupakan salah satu jalan keluar untuk percepatan dalam mengatasi krisisi listrik selama ini.

"Kaltim merupakan daerah pertama yang menawarkan kerjasama dalam penanggulangan krisis listrik dan diharapkan disusul oleh daerah lain, dan kami tentu saja sangat menyambut baiknya," ujarnya.

Dia yakin dengan potensi sumber daya alam Kaltim yang cukup besar dan percepatan pembangunan pembangkit listrik, maka dipastikan akan menunjang pertumbuhan usaha dan ekonomi masyarakat juga.

Gubernur Awang Faroek mengungkapkan, hingga kini Kaltim sangat mengalami krisis listrik. Hal itu, menurutnya,  sangat ironis jika melihat sumber daya alam Kaltim berupa, batu bara dan migas (minyak dan gas bumi) cukup besar.

"Jika melihat sumber daya alam, khususnya batu bara dan migas, seharusnya kita tidak kekurangan listriki, karena dengan sumber daya alam itu mampu membangun pembangkit listrik sesuai dengan kebutuhan. Namun kenyataannya, Kaltim sering terjadi pemadaman secara bergilir akibat krisis listrik itu.

Melihat kondisi itulah, lanjut Awang, dirinya atas nama Pemprov Kaltim menawarkan kerja sama dengan PLN untuk memanfaatkan potensi berupa batu bara dan gas sebagai bahan bakar untuk membangun pembangkit listrik.

"Kita akan selalu bekerjasama dengan PLN yang sudah memiliki jaringan cukup baik, sehingga cukup menambah pembangkit sesuai dengan kebutuhan Kaltim saat ini hingga beberapa puluh tahun ke depan," katanya.

(aid) Samarinda

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook