Alpen Steel | Renewable Energy

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SEMOGA AMAL IBADAHNYA DITERIMA OLEH ALLAH SWT. SILAHKAN KIRIMKAN KARYA ANDA KE E-MAIL; muhammad.syahlan@gmail.com 2013, PLN Bangun Pembangkit Tenaga Batu Bara


Untuk mengantisipasi krisis listrik di kawasan Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultan Batara), PT PLN akan membangun pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTB) di Desa Takkalasi Kecamatan Balusu Barru pada 2013.

General Manager (GM) PT PLN Cabang Pinrang A Bachtiar Machmud mengatakan, pembangunan tersebut akan menelan dana hingga 10 juta dollar Amerika, karena biaya PLTB untuk 1 megawatt saja, membutuhkan dana sekitar 1 juta dollar Amerika. Jika PLTB itu beroperasi, maka akan menghasilkan listrik sebanyak 2x50 megawatt.



Suplai dari PLTB itu diharapkan akan dapat menutupi kekurangan listrik di Sultanbatara yang mencapai 540 megawatt. Untuk mewujudkan rencana tersebut kata Bachtiar, PLN gencar melakukan promosi agar ada investor yang mau terlibat. Dikatakan juga, pembangunan PLTB itu akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan dapat beroperasi pada 2013.

Sementara untuk bahan baku batu bara, lanjut Bachtiar, akan diambil dari Kaltim. Disebutkan juga, sejumlah daerah di Sulsel seperti Barru dan Maros, juga mempunyai kandungan batu bara. Hanya saja, pihaknya belum dapat memastikan apakah batu bara itu cocok untuk PLTB. "Semua sudah sepakat untuk membangun PLTB itu, dan mudah-mudahan bisa beroperasi secara optimal pada 2013 sehingga krisis listrik yang kita alami sekarang, bisa terselesaikan.

Terkait pemadaman listrik saat ini, GM PT PLN Cabang Pinrang mengatakan hal itu diakibatkan adanya gangguan dan derating akibat kondisi hydrologi pada pembangkit listrik, yang menyebabkan defisit suplai pada sistem Sulselbar sebesar 129.2 megawatt. Khusus untuk Pinrang dan Enrekang, disebutkan pengurangan sebesar 41% atau sekitar 5,2 megawatt.

Selain karena musim kemarau, berkurangnya air di Saluran Mamasa menuju ke PLTA Bakaru, juga disebabkan rusaknya hutan akibat pembalakan liar di daerah hulu. Kerusakan itu disebutkan membuat cadangan air makin berkurang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN telah mengeluarkan dana sekitar Rp2 miliar untuk melakukan penghijauan. Hanya saja, praktek pembalakan liar di daerah hulu, terus berlanjut.

Bukan hanya hilangnya cadangan air, praktek pembalakan liar juga disebutkan berakibat pada pendangkalan di DAM Bakaru. Hal itu mengakibatkan terjadinya sedimentasi atau endapan material berupa tanah yang mencapai tujuh juta meter kubik. "Kami telah melakukan pengerukan di DAM itu, dan itu sedikit membantu. Tapi karena cadangan air terus berkurang akibat pembalakan liar, maka air tetap berkurang," lanjut Bachtiar.

Upaya lain yang dilakukan oleh PLN adalah, membuat hujan buatan yang dijadwalkan akan berlangsung pada pekan kedua bulan ini. Untuk menjalankan rencana itu, PLN bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Untuk tahap awal, GM PT PLN Cabang Pinrang akan melakukan sosialisasi kepada Bupati Pinrang A Aslam Patonangi pada 9 Oktober mendatang.

"Hujan buatan ini akan dilakukan selama 20 hari, dengan menggunakan anggaran dari PT PLN. Hanya saja, saya tidak tahu berapa besar dana yang disiapkan. Jika program ini berhasil, maka akan ada suplai air sebanyak 45 meter kubik per detik, yang mampu menghasilkan listrik sebanyak 120 megawatt," kata Bachtiar.

Menanggapi keterlambatan rencana hujan buatan itu, Bachtiar mengatakan hal itu dipengaruhi musim kemarau yang tidak menentu. Jika merujuk pada tahun-tahun sebelumnya, maka musim hujan sudah dipastikan dimulai pada September, namun saat ini jadwal tersebut ternyata bergeser. Melihat kondisi itu, GM PT PLN Cabang Pinrang tidak berani menjanjikan batas akhir krisis listrik yang melanda Sulselbar ini.

Sulawesi Selatan

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook