Alpen Steel | Renewable Energy

~ Global Warming Dimasyarakatkan Oleh Media

Peran Media dalam Memasyarakatkan Pemanasan Global

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk media massa sebenarnya dapat menjadi sarana efektif untuk selalu mengembangkan kesadaran kritis terhadap gaya hidup. Namun, media massa di Indonesia belum membantu masyarakat luas melihat secara jernih permasalahan sistem energi. Tidak seperti media barat yang bebas dan kritis, media di Indonesia sangat jarang mengungkap kaitan antara gaya hidup (misalnya: makan) dengan krisis energi. Salah satu asumsi, media massa di Indonesia melihat bahwa vegetarian hanya berkaitan dengan agama tertentu atau aliran tertentu. Sebuah anggapan keliru. Agaknya, media massa Indonesia perlu belajar lebih banyak dari rekan-rekan mereka di negara maju. Menggunakan kata kunci ‘vegetarian’ di harian Kompas hanya akan menemukan sekitar 10 berita, sedangkan di The New York Times akan memperoleh 324.000 hasil. Apa yang hendak dikatakan di sini, media massa harus seimbang dalam menyampaikan informasi dan bebas dari purbasangka. Media massa Indonesia lebih sering mempromosikan (mendorong?) makanan berbasis daging daripada menu nabati yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Perlu dipertanyakan seberapa jauh tanggung jawab mereka dalam memberi masyarakat informasi yang seimbang dan benar dalam hal ini.

Artikel di surat kabar AS mengkaitkan kelangkaan pangan global dengan makan daging
Artikel jurnalis Bill Berry dalam “The Capital Times” di Wisconsin membahas implikasi moral dan lingkungan daripada makan daging. Ia menunjukkan naiknya harga pangan dan kelaparan global lebih banyak hubungannya dengan pemberian makan stok biji-bijian dunia dalam jumlah yang besar kepada hewan-hewan daripada mengubah pangan menjadi bahan bakar hayati. Bpk. Berry mengakhirinya dengan satu kutipan dari Departemen Pertanian AS: “Jenis dan jumlah makanan yang dipilih individu  untuk dimakan tidak hanya mempengaruhi lingkungan, tetapi juga memberi implikasi kepada masyarakat sebagai satu kesatuan.”

http://www.madison.com/tct/opinion/column/288247

 

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook