Alpen Steel | Renewable Energy

~ Hemat Listrik Melalui Energi Biogas

Hemat Listrik Lewat Biogas

“Masyarakat pengguna teknologi Biogas tidak akan bergantung pada BBM dan Listrik,” ungkap Sondi Kuswaryan, Dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Padjadjaran, di sela-sela peresmian pencanangan Desa Energi Mandiri pada Rabu (07/05/08) di Haurngombong, Tanjung Sari, Sumedang.

Kemandirian energi ini sangat membantu masyarakat menghemat uang sehingga bisa digunakan untuk keperluan lain. Di samping itu, masyarakat membantu negara dengan meringankan beban subsidi BBM. “Teknologi Biogas merupakan teknologi yang telah dikembangkan sejak lama, hanya sosialisasinya saja yang gaungnya baru terdengar lebih kencang sekarang ini,” tambah Prof. Ganjar Kurnia, Rektor Unpad.

Menurut Sondi, setiap dua ekor sapi menghasilkan energi listrik 600 watt. Sondi juga menegaskan, walaupun teknologi Biogas sudah dikenal sejak lama, namun tantangan selanjutnya adalah mengubah pola pikir masyarakat, merasa jijik dengan limbah hewan walaupun itu dapat menjadi Biogas dan sangat membantu mereka dalam pemanfaatan energi. Setiap 1 Genset bisa untuk 3 kepala keluarga (KK). Dibutuhkan Rp. 2,8 juta untuk setiap pemasangan 1 set instalasi Biogas.

Biogas adalah energi gas yang dihasilkan dari makhluk hidup, salah satunya kotoran sapi.
Limbah sapi yang sudah dicairkan, lalu disalurkan ke dalam reaktor. Dari reaksi yang terjadi, dihasilkan gas yang ditampung ke dalam sebuah wadah penampung gas yang kemudian dijadikan energi untuk menghidupkan genset. Energi yang dihasilkan oleh Genset tersebut untuk menghasilkan aliran listrik dan/atau langsung dijadikan bahan bakar pada kompor gas.

Pencanangan Kawasan Desa Energi Mandiri yang dilakukan di Haurngombong ini merupakan hasil kerjasama antara Unpad dan PT. PLN (persero). Pada hari itupun dilakukan penandatangan kerjasama antara Unpad dan PT. PLN (Persero) di Haurngombong.

Menurut Budiman Bahrul Hayat, GM PT. PLN (Persero), setiap KK yang menggunakan instalasi Biogas bisa menghemat sedikitnya Rp. 56.000,- sebulan. Di sisi pemerintah, negara menghemat Rp. 164,300,-. Jika hal ini dilakukan oleh masyarakat luas, maka bisa dibayangkan berapa uang negara yang bisa dihemat.

Desa Haurngombong adalah desa binaan Fakultas Peternakan Unpad. Di desa ini,  Dosen maupun mahasiswanya secara intens menerapkan teknologi Biogas. Di desa ini pengenalan, pelatihan dan pembimbingan mengenai teknologi ini sudah lama dilakukan.

Cecep Firmansyah, seorang warga yang menjadi pionir program ini mengaku, dirinya sudah menggunakan Biogas ini dari tahun 2004. Ia sendiri mengatakan dirinya sudah lupa bau minyak tanah. Energi Biogas ia gunakan untuk berbagai keperluan, seperti: penerangan, menyalakan alat elektronik dan bahan bakar kompor gas di rumahnya.

Selanjutnya, program ini akan dilakukan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Setidaknya hal ini untuk memberikan kesempatan menikmati penerangan bagi mereka yang belum mendapat fasilitas penerangan (listrik) di wilayahnya.

Selain Rektor dan GM PT. PLN (Persero), acara pencanangan ini dihadiri oleh (PR III), Trias Nugrahadi, dr., Sp.KN (PR IV), Prof. Dr. Ir. Dadi Suryadi, M.S. (Dekan FAPET), H. Osin (Wabup Sumedang), Mustaqi Syamsuddin (Direktur PT. PLN Jawa-Bali), Fahmi Mochtar (Dirut PT. PLN), Alhilal Handi (Komisaris Utama PT. PLN) dan undangan serta warga Haurngombong.

Sumber: unpad.ac.id

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Karawang No 2
Bandung 40272 - Indonesia
 
Phone Line1:
022-7244-888 (08:00-17:00)
 
Fax:
022-723-0812 (24 Jam)
 
Handphone:
0852-111-111-77 (Umum) 
 
SMS:
0852-111-111-77 (24 Jam)
BB: 2a02ac52(24 Jam)
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook