Kabupaten Lamongan Jawa Timur mengembangkan energi alternatif biogas dari kotoran ternak. Pada Jumat (24/10) Sekretaris Kabupaten Lamongan Fadeli menyerahkan dua alat pengolah limbah kotoran ternak menjadi energi alternatif di Kecamatan Brondong.
Alat itu merupakan program pengembangan biogas asal ternak bersama masyarakat (Batamas) tahap I yang diberikan kepada Pondok Pesantren Al Islam Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro dan Kelompok Ternak Lembu Desa Sendangharjo Kecamatan Brondong. "Batamas didanai APBN dan tahun depan diusulkan ada tambahan tiga unit alat pengolah biogas dari kotoran ternak," kata Fadeli.
Selain Batamas, Pemkab Lamongan juga menyerahkan bantuan 750 ekor kambing/domba kepada 15 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang tersebar di 10 kecamatan. Masing-masing LMDH menerima 40 kambing betina dan 10 kambing jantan. Bantuan kambing/domba didanai APBD Lamongan Rp 547,5 juta.
"Baik Batamas maupun kambing domba dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Fadeli. Fadeli menyatakan posisi Lamongan sangat luar biasa dengan garis pantai sepanjang 47 kilometer. "Masyarakat harus mengolah potensi yang ada jangan sia-siakan potensi. Jika masyarakat menjaga susana kondusif investor tidak takut tanamkan modalnya di Lamongan khususnya di wilayah pantura," paparnya.
ACI
- ~ Proses Produksi Energi Biogas
- ~ Pemakaian Energi Alternatif Sudah Saatnya
- ~ Biogas Digunakan Warga Baloweri Saat Krisis
- ~ Kotoran Sapi Bisa Menjadi Energi Biogas
- ~ Biogas Sebagai Sumber Energi Alternatif
- ~ Energi Biogas Dari Kotoran Sapi
- ~ Kebutuhan Bahan Bakar Alternatif Biogas
- ~ Biogas Mulai Dikembangkan
- ~ Biogas Sebagai Sumber Energi Alternatif
- ~ Kelapa Sawit Sebagai Bahan Baku Biodiesel



