Alpen Steel | Renewable Energy

~ Waduk Ir H Djuanda, Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat

KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN
Bendungan utama Waduk Ir H Djuanda, Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hari Senin (22/3). Tinggi muka air waduk pada Minggu malam mencapai 108,41 meter di atas permukaan laut. Ketinggian itu merupakan yang tertinggi sejak waduk dioperasikan tahun 1964.
 
Titik Tertinggi Air Jatiluhur
Isu Bendungan Jebol Sempat Meresahkan Warga

 

Purwakarta, Kompas - Tinggi permukaan air Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu malam mencapai 108,41 meter di atas permukaan laut. Elevasi itu tertinggi dalam 46 tahun sejak masa operasi waduk tahun 1964.

Terus naiknya ketinggian air di waduk memicu banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Direktur Teknik Perum Jasa Tirta (PJT) II Achmad Godjali di Purwakarta, Jawa Barat, Senin (22/3), menyebutkan, naiknya muka air menambah jumlah debit air yang keluar dari waduk, hingga 673,06 meter kubik per detik, sehingga memicu banjir di sekitar aliran Sungai Citarum.

Dinas Sosial Kabupaten Karawang mencatat, banjir akibat luapan Sungai Citarum telah menggenangi 5.935 rumah yang tersebar di 21 desa dan kelurahan di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Ciampel, Karawang Timur, Teluk Jambe Timur, Teluk Jambe Barat, Karawang Barat, Batujaya, dan Pakisjaya. Sementara di Kabupaten Purwakarta, banjir menggenangi sedikitnya 300 rumah di Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur.

Godjali menambahkan, suplai air dari hulu Citarum dan sejumlah anak sungai ke Jatiluhur terus meningkat akibat tingginya curah hujan sebulan ini. Pada Senin pagi, debit air yang masuk ke Waduk Ir H Djuanda 879,73 meter kubik per detik.

Supangat, tenaga senior PJT II, menambahkan, tingginya curah hujan menjadi pemicu utama naiknya debit Citarum. Namun, faktor rusaknya daerah tangkapan air, akibat alih fungsi lahan dan penebangan pohon, di sepanjang daerah aliran sungai tidak bisa diabaikan.

Isu jebol

Terkait naiknya permukaan air waduk, beredar isu Bendungan Jatiluhur retak dan akan jebol di kalangan korban banjir di Karawang dan Purwakarta pada Minggu malam. Mereka panik dan meninggalkan rumah menuju tempat pengungsian karena khawatir bendungan jebol.

Warga Kampung Sawah, Talibaju, dan Cikao II di Desa Cikaobandung, misalnya, panik dan berhamburan ke tempat yang lebih tinggi setelah mendengar kabar ada suara ledakan dari bendungan. Warga Karawang Barat dan Teluk Jambe Timur pun cemas seiring terus naiknya tinggi genangan air menjadi setengah meter hingga 3 meter.

Panglima Daerah Militer Siliwangi Mayor Jenderal Pramono Edhie Wibowo dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Timur Pradopo mengecek isu tersebut dengan meninjau kondisi Bendungan Jatiluhur pada Senin siang.

”Masyarakat tidak perlu panik. Berdasarkan penjelasan dan pengamatan tadi, kondisi bendungan masih aman meski tetap harus waspada,” ujar Pramono Edhie Wibowo.

Pemutusan listrik

Meluapnya Sungai Citarum menyebabkan terancamnya 63 gardu distribusi listrik di Karawang yang memasok sekitar 17.943 pelanggan PLN di wilayah banjir luapan Sungai Citarum. Pihak PLN Distribusi Jawa Barat-Banten lalu memadamkan aliran listrik sampai menunggu air surut.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Lebih dari 800 rumah warga dan ratusan hektar lahan kakao, padi, dan palawija di sembilan desa di Kecamatan Petasia terendam akibat luapan Sungai Laa.

Camat Petasia Andi Parenrengi mengatakan, air mulai naik empat hari lalu dan saat ini mencapai 2 meter.

(mkn/gre/rjon/ren)

 

Sumber : kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Karawang No 2
Bandung 40272 - Indonesia
 
Phone Line1:
022-7244-888 (08:00-17:00)
 
Fax:
022-723-0812 (24 Jam)
 
Handphone:
0852-111-111-77 (Umum) 
 
SMS:
0852-111-111-77 (24 Jam)
BB: 2a02ac52(24 Jam)
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook