Jepang Sumbangkan Mesin Pemeras Biji Jarak ke NTB
Jepang memberikan bantuan masin pemeras biji jarak kepada Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai sekitar Rp800 juta. "Mesin bantuan Jepang teresebut ditempatkan di Puyung, Lombok Tengah yang merupakan salah satu lokasi perkebunan jarak di NTB," demikian data yang diperoleh Antara dari Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di Mataram, Sabtu (15/10).
Sebelum pemberian masin tersebut, diawali kunjungan Gubernur NTB, HL Serinata ke Jepang untuk menjajaki kerjasama dalam pengembangan pohon jarak di daerah ini. Mesin pemeras buah jarak tersebut berkapasitas 2005 km per jam dan dapat menghasilkan 35 liter minyak jarak per kwintal.
NTB dinilai sangat potensial sebagai tempat pengembangan tanaman jarak, karena luas lahan kiritis di Pulau Lombok dan Sumbawa mencapai 1,6 juta hektare. Dari areal tersebut di antaranya sekitar 401 ribu ha dapat dimanfaatkan untuk budi daya jarak dengan melibatkan ratusan petani yang tersebar pada tujuh kabupaten se NTB.
Jarak selain dapat dikembangkan di areal lahan kritis juga terdapat jarak pagar yang tidak kalah hasilnya. Ada empat jenis pohon jarak, yakni jarak kalili (Ricinus Communis), jarak pagar ( jatropha curas), jarak gurita ( Jortropha multifida) dan jarak landi (Jotropha gossypipifalia).
Minyak jarak tersebut sangat bermanfaatn sebagai alternatif pengganti BBM solar yang kemungkinan akan dimanfaatkan oleh PLN dimasa mendatang. (OL-02).
Sumber : Jepang Sumbangkan Mesin Pemeras Biji Jarak ke NTB
OL-02 (Media Indonesia)
MATARAM--MIOL:

- ~ Penggunaan Biofuel Untuk Menggantikan Avtur Pesawat Terbang
- ~ Menghasilkan Listrik Kotoran sapi Hehehe…
- ~ Handset buatan Fuel Cell Bikin Lebih Bandel
- ~ Program Riset Energi untuk Biodiesel dan Gasohol
- ~ Tanaman Jarak Bibitnya Masih Sangat Terbatas
- ~ Kelapa Sawit kurang Fleksibel dari pada jarak-pagar-
- ~ Pengolahan Bio-Diesel Di Bekukan Izin Malaysia
- ~ Kapasitas Pabrik Biofuel Diperkecil
- ~Tak Masuki Bisnis Hulu Biofuel kePertamina
- ~ Bisa Kurangi Kebutuhan Minyak 2,4 Juta Kiloliter dapat di Efisiensikan dengan Biofuel 5 Persen




