Alpen Steel | Renewable Energy

~ Inovasi Baru, Penawaran Air Laut dan Energi Alternatif Dari Kulit Pisang

Air Laut Ditawarkan, Limbah Kulit Pisang Diubah Energi Alternatif

Ide kreatif pelajar Kota Lumajang ini, patut diacungi jempol. Bahkan, inovasi yang mereka tuangkan melalui proses penelitian, jauh melampaui apa yang sebenarnya bisa dibayangkan masyarakat kebanyakan sebelumnya. 

Betapa tidak, dengan ide yang muncul secara sederhana, mereka bisa mengubah bahan yang sebenarnya sepele menjadi sangat bermanfaat. Seperti sampah sekalipun, diubah menjadi bahan yang jauh lebih berguna dan bermanfaat. 

Itulah yang dituangkan dua kelompok siswa dari SMA Negeri 3 Lumajang ini. Kedua kelompok siswa yang terdiri darikelas 11 dan kelas 12 ini, membuat sebuah penelitian yang kemudian dikirimkan dalam bentuk karya tulis dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja, baik tingkat Jawa-Bali maupun tingkat Nasional. 

Hasilnya, mereka mendulang prestasi atas kemampuannya menuangkan ide yang terkesan simpel namun cerdas dan berdaya guna. Simak saja, dua materi yang diajukan Muhammad Irsyadi Firdaus dan Serius Miliyani Dwi Putri yang akhirnya memenangkan Lomba Karya Ilmiah Remaja Se-Jawa-Bali Tahun 2011 yang digelar di Universitas Kristen Petra Surabaya, awal November lalu. 

Ia menuangkan ide kreatifnya melalui tema pembuatan teknologi pengolahan air laut sebagai aternatif sumber air tawar menggunakan metode ion exchange yang ramah lingkungan. 

Menilik ide itu, tidak ada yang terkesan rumit. Air laut diubah menjadi air tawar melalui sebuah proses penyulingan. Namun, bagaimana proses mengubah air asin menjadi tawar itu bisa terjadi? 

“Kami mendapatkan bahan dan gagasan ini sesuai yang telah ditentukan panitia lomba melalui guru kimia kami, Pak Arief Pribadi,” kata Muhammad Irsyadi Firdaus yang mengaku tinggal di kawasan Labruk, Kecamatan Kota Lumajang ini ketika ditemui Sentral FM Lumajang, Selasa (29/11/2011). 

Dari bahan dan gagasan itu, lanjutnya, kemudian muncul ide untuk membut sebuah pelenitian dan eksperimen. ”Beruntungnya, ada dana untuk melakukan eksperimen yang ditanggung pihak panitia di Universitas Kristen Petra Surabaya. Jadi anak didik kami bisa fokus melakukan penelitian saja,” sambung Arief Pribadi yang ditemui saat mendampingi siswanya ini berbincang dengan Sentral FM Lumajang. 

Selanjutnya, dari proses penelitian dan eksperimen ini, dituturkan Muhammad Irsyadi Firdaus, dirinya mendapati fakta bahwa air laut yang berasa asin itu, terdiri dari 90 persen air murni. “Kemudian kami melakukan pemurnian atau menawarkanya dengan pertukaran ion sebagai metodenya. Caranya, dengan melakukan penyulingan mengggunakan batuan mineral ziolit dan virobelit,” paparnya.

Untuk batuan mineral yang bisa menawarkan air laut ini, Muhammad Irsyadi Firdaus, terpaksa harus jauh-jauh mengambilnya dari kawasan Turen, Kabupaten Malang. Sedangkan, air lautnya diambil dari Pantai Bambang di wilayah Kecamatan Pasirian. 

”Proses penyulingannya juga kami lakukan dengan penambahan zat NaOH hingga air laut itu benar-benar bisa menjadi tawar. Meski airnya maish belum bening dan belum layak minum, karena harus ada proses lanjutannya. Namun, paling tidak penelitian ini bisa menjadi solusi alternatif jika memang wilayah Lumajang mengalami krisis air bersih. Karena itu ide awal yang ada di otak kami, sebelum melakukan penelitian dan eksperimen. Terutama, sebagai solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah pesisir yang memang krisis,” beber Muhammad Irsyadi Firdaus. 

Hasil dari penelitian ini, akhirnya Muhammad Irsyadi Firdaus bersama Serius Miliyani Dwi Putri meraih juara kedua dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja Se Jawa-Bali di Universitas Kristen Petra Surabaya. Mereka meraih penghargaan itu, setelah melalui proses uji yang dilakukan dari akdemisi yang bertitel Doktor. 

”Saat hasil penelitian anak didik kami ini di pamerkan di Surabaya, malah ada yang meminta kami untuk mematenkan hasil penelitian ini agar tidak dijiplak,” papar Arief Pribadi, guru Kimia SMA Negeri 3 Lumajang. 

Ide kreatif lainnya yang juga menghasilkan prestasi sebagai juara ketiga dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional yang digelar dalam Pekan Pendidikan Iliah 2011 di Unesa Surabaya, bahkan lebih simpel lagi. Namun, penelitian dan eksperimen yang dilakukan berdaya guna dalam segi manfaat. 

Betapa tidak, limbah kulit pisang yang banyak ditemui di Lumajang yang berjuluk Kota Pisang ini, diubah menjadi energi alternatif dalam bentuk briket. Penelitian dan eksperimen ini yang dituangkan oleh Siti Khotimah, siswa kelas 11 asal Desa Barat, Kecamatan Padang bersama dua sisw lainnya, yakni Shila Avila dan Yeni Triyawan. 

Tema karya tulisnya adalah pembuatan briket dari limbah kulit pisang sebagai alternatif sumber energi baru terbarukan di Indonesia. ”Ide dan gagasan ini memang dari fakta yang ada di lingkungan rumah saya, yang banyak sekali produksi pisang dan juga sampah dan kulit pisang. Sampah kulit pisang inilah yang kemudian kami jadikan eksperimen dan penelitian untuk diubah menjadi briket melalui proses karbonasi,” kata Siti Khotimah. 

Caranya, kulit pisang dibersihkan dari kotoran dan dipotong dalam ukuran kecil. Sebelum akhirnya, potongan ini dalam drum yang tengahnya ditaruh balok kayu. ”Selanjutnya, drum berisi potongn kulit pisang ini dibakar menggunakan serbuk kayu degan suhu konstan antra 500 derajat celcius sampai 600 derajat celcius selama 5 sampai 7 jam. Kalau terlalu panas, maka akan jadi abu. Untuk itu harus ada pengukur suhu dan waktu pembakarannya juga harus tepat, hingga hasil akhirnya adalah arang,” beber siswi berjilbab ini. 

Proses berikutnya, arang kulit pisang ini dicambut lem kanji dari campuran tepung tapioka dan air. Setelah itu, dilakukan pencetakan sesuai keinginan dan jadilah briket yang menjadi energi alternatif dari bahan baku sampah kulit pisang ini. ”Seluruh proses dan bahannya menggunakan sampah dengan hasil energi alternatif. Ini bisa mejadi terobosan untuk memanfaatkannya. Dari pada kulit pisang yang melimpah sebagai sampah, bisa diubah menjadi energi alternatif untuk memasak dengan cara yang tidak sulit,” tukas Siti Khotimah. 

Terkait hasil penelitian anak didiknya hingga menyabet penghargaan, baik tingkat Jawa-Bali maupun tingkat nasional ini, Arief Pribadi selaku guru pembina di SMA Negeri 3 Lumajang, menyampaikan trima kasihnya atas ide gagasan dan dedikasi yang telah diberikan siswa dan siswinya. 

”Harapan kami, agar apa yang telah dibuktikan oleh mereka, jangan sampai berhenti sampai di sini saja. Tularkan pada siswa dan siswi lainnya. Selain itu, kalian tidak akan berhenti sampai di SMA ini saja, karena pasti ak melajutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Raih prestasi sebanyak-banyaknya dan setinggi-tingginya dan buktikan meski kalian dari kota kecil, namun kemampuan kalian tidak jauh berbeda dengan yang ada di kota besar,” demikian harapan Arief Pribadi. (suarasurabaya.net
)


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Karawang No 2
Bandung 40272 - Indonesia
 
Phone Line1:
022-7244-888 (08:00-17:00)
 
Fax:
022-723-0812 (24 Jam)
 
Handphone:
0852-111-111-77 (Umum) 
 
SMS:
0852-111-111-77 (24 Jam)
BB: 2a02ac52(24 Jam)
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook