Indonesia Tuan Rumah Lokakarya Riset Lanjut Energi Terbarukan
Indonesia akan menjadi tuan rumah lokakarya tentang perkembangan riset materi lanjut dari energi terbarukan yang dihadiri para pakar energi terbarukan dari berbagai negara seperti Inggris, Belanda, Perancis, Jepang, India, Pakistan hingga Mesir.
"Lokakarya /workshop ini terkait kerja sama ASEAN pada Sub Committee on Material Science and Technology (SCMST) dengan Sub Committee on Non Conventional Energy Research (SCNCER)," kata Ketua Komite Advanced Material for New and Renewable Energy (AMNRE) Prof. Dr. Masbah Rotuanta Tagore Siregar di Jakarta, Senin.
Lokakarya internasional yang akan diselenggarakan Pusat Penelitian Fisika LIPI di Ancol Jakarta, pada 9-11 Juni itu juga disponsori oleh United Nation Education, Science on Cultural Organization (UNESCO) dan World Association Industry Technology and Research Organization (WAITRO).
Tujuan utama penyelenggaraan lokakarya internasional ini, menurut peneliti senior LIPI tersebut, untuk menghimpun dan memberikan sumbangan pemikiran dalam bidang material lanjut untuk energi baru dan terbarukan di antara negara ASEAN dan negara lainnya.
Menurut Masbach Rotuanta Tagore Siregar, pengembangan sistem energi baru dan terbarukan tidak saja terfokus dalam menghasilkan energi itu sendiri, tetapi juga menghasilkan energi tanpa polusi.
"Hal ini penting, karena tidak saja memberikan sumbangan dalam pemecahan masalah energi tetapi juga sumbangan pada isu internasional tentang perubahan iklim dan pemanasan global," tuturnya.
Lokakarya AMNRE ini, ujarnya, merupakan salah satu ajang yang tepat dalam rangka menghimpun penelitian di ASEAN dan memperoleh informasi dari negara maju serta meningkatkan jejaring internasional penelitian di bidang energi terbarukan.
Sekretaris Komite AMNRE Dr. Ir. Bambang Prihandoko menambahkan, Puslit Fisika LIPI sendiri juga telah mngembangkan berbagai riset material lanjut untuk energi baru dan terbarukan seperti energi fuel cell, baterai kering lithium, sel-surya, energi hidrogen, dan energi hybrid lainnya.
"Penelitian dan pengembangan dalam energi baru dan terbarukan ini membutuhkan material dengan keunggulan tertentu seperti misalnya energi surya yang komponen utamanya adalah sel-surya (Photovoltaic-Cell)," papar Bambang yang mendapat S3-nya di Universitas Indonesia dengan disertasi berjudul "Pemanfaatan Soda Lime Silica dalam Pembuatan Komposit Elektrolit Baterai Lithium ini.
WAH
Sumber : Antara

Salam Sejahtera.
Berbekal kemauan dan sedikit keberanian yang ada, saya mencoba mengungkapkan pendapat melalui fasilitas komentar ini.
Sungguh Kalimantan merupakan Lokasi yang cocok secara agraris untuk dilakukan sebagai objek tempat penelitian. Khususnya riset-riset kecil untuk pengadaan energi maupun rekayasa energi baru dan terbarukan. Pulau ini mempunyai lahan yang begitu luas dan struktur geologi yang aman serta mendukung menurut pandangan saya.
Untuk selanjutnya harapan saya, dilakukan ribuan riset di Kalimantan dengan melibatkan unsur sosio-kultur masyarakat setempat dan 'memboyong' para instruktur riset serta para mahasiswa yang siap membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia tercinta ini.
Untuk saat ini, kondisi kemapanan energi Kalimantan terutama di bagian Kalteng yang saya rasakan sangat memprihatinkan.
Demikian Komentar maupun impian yang saya ungkapkan, semoga dengan ini dapat segera terwujud segera dan pasti.
Terimakasih.
- ~ Arsitek Pencakar Langit Ramah Lingkungan
- ~ Energi Terbarukan Wajib Untuk Masa Depan
- ~ Sel Surya Dioptimalkan Dengan Fotosintesis Buatan
- ~ Isu Penerapan "Energias Alternativas"
- ~ Alternatif Pengganti BBM Terbarukan
- ~ Energi Alternatif Diperkenalkan di NTT
- ~ Potensi Energi Terbarukan di Parangtritis
- ~ Kesempatan Koperasi dalam Usaha Ketenagalistrikan
- ~ Langkah Untuk Mengatasi Energi Listrik
- ~ Penelitian Teknologi Energi Alternatif BPPT




