| Proyek Penghasil Energi Terbarukan Perlu Insentif | ||
| Monday, 19 October 2009-Pemanfaatan energi terbarukan dalam penyediaan energi di Indonesia masih rendah. Padahal itu bisa meningkatkan mutu lingkungan dan ikut mengurangi ketergantungan terhadap minyak mentah dan bahan bakar minyak yang ketersediaannya terus semakin turun. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi Pri Agung Rakhmanto. Sabtu (7/10) di Jakarta, menyatakan perlu ada insentif bagi para investor dalam bidang energi terbarukan yang menggunakan teknologi efisien dan ramah lingkungan. Demikian juga dengan panas bumi dari total potensi 27.710 megawatt (MW) yang tersebar di beberapa wilayah, lapangan yang telah berproduksi antara Iain, adalah di Sibayak. Kamojang, Lahendong, Dieng, Wayang Windu. Darajat, dan Salak dengan total kapasitas 1.052 MW. Sebagai perbandingan, biaya pokok produksi listrik dari bahan bakar minyak atau diesel Rp 1.600-Rp 1.800 per kilowatt hour (KWh), batu bara Rp 250-Rp 350 per kWh, gas Rp 350-Rp 450 per kWh. sedangkan panas bumi Rp 700-Rp 800 per kWh. Tugas PLN.
Dengan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, maka akan mengurangi konsumsi minyak mentah dan BBM.* ujar Pri Agung.
|

- ~ Listrik Tenaga Surya Dinikmati 5.212 Rumah
- ~ Pompa Air Tenaga Surya Masih Terbatas
- ~ Mikrohidro Dan Tenaga Surya Menjadi Alternatif Pilihan Di Bali
- ~ Belum Terjamah Listrik daerah Kedampal
- ~ Angin Masih Rusak Unit I PLTU Labuhan
- ~ Alternatif Pembangkit Listrik untk turbin angin
- ~ Pengembangan Energi Bayu Di Indonesia
- ~ Bangka Belitung (Babel), akan mengembangkan energi listrik Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkal Pinang,
- ~ Solusi bagi Masa Depan Energi Terbarukan
- ~ dikembangkan dan Energi Listrik Tenaga Angin




