Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemanfaatan Energi Alternatif Dengan Biodiesel

Menanam Bahan Bakar di Kebun Kita

Dua perusahaaa asal Australia siap beroperasi membuat biodiesd dan enam lainnya te-ngah mengantre memehon izin. Produk mereka hanya untuk keperluan ekspor. Ini gara-gara kita terlambat menggarap pemanfaatan energi alternatif.

 

Sesakti apa pun tak akan ada dukun yang mampu meramal harga minyak. Ada kalanya ia rendah. Tapi, ia juga bisa membu-bung tinggi tak keruan seperti bebe-rapa waktu lalu. Harga minyak mentah yang menyundul tinggi iiingga US$ 60 per barel, mengerek pula harga bahan bakar minyak ;BBM). Harga BBM jadi mahal, dan membuat kita kelabakan.

Begitulah kalau kita hanya terpaku pada BBM yang berasal daii mi-ayak bumi, dan baru tersadar beta-pa pentingnya kehadiran energi al-rernatif. Jenis BBM ini bukan bera­sal dari tenaga 4alam atau suprana-:ural. Tapi BBM yang berasal dari bahan-bahan yang bisa diperbarui renewable). Istilah lainnya bio-fuel. Untuk jenis pengganti solar aamanya biodiesel. Sementara negaara-negara tetangga kita, seperti Kilipina , Vietnam , atau Thailand , sudah menggunakan energi alter-;iatif seperti biodiesel. Maklum, negara-negara itu memang miskin sumber minyak bumi.

Sayangnya, orang Indonesia se-:ing telmi alias telat mikir. Masya-akat di sini, termasuk pejabatnya, >aru teriak-teriak tentang penting-lya energi alternatif seperti biodie->el, ketika harga minyak bumi me-angiL Tengoklah kata Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Ka-linian bahwa kitabarinenergi biodiesel ini sudah bisa kitalakukan sejak zaman Jepang dulukala.

Sampah plastik juga bisa jadi biodiesel

Mari kita tengok sejarah Indone-sia ketika dyajah Jepang. Ketikaitu, Jepang memaksa pendudukuntuk menjadi romusha di perke-.liiinan-perkebunanjarak (Jatrophauncoi L). Buah tanaman perdu ininemang terbukti bisa menghasil-kan minyak mesin atau biodiesel

Tak cuma Jarak Indonesia kaya sumber bahan baku biodiesel lain. Lihatlah betapa luasnya per­kebunan kelapa sawit kita. Sampai akhir 2004 silam, area perkebunan kelapa sawit di Indonesia menca­pai 4,1 juta hektare. Potensi per-tumbuhannya pun mencapai 200.000 hektare per tahun. Seka-rang ini konsentrasi perkebunan kelapa sawit di Indonesia terkon-sentrasi di enam provinsi, seperti Riau, Sumatra Utara, Aceh, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Melihat pertumbuhan itu, tak menutup kemungkinan pada 2010 nanti Indonesia menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia-De­ngan ketersediaan lahan dan tena­ga kerja yang lebih murah, Indone­sia bakal mengalahkan Malaysia. Volume ekspor minyak sawit men-tah (CPO) Indonesia pada tahun 1999 sekitai- 3,3 juta Ion. Pada 2003 angka ekspor CPO ini meiiingkal tajam meiyadi 6,38 juta ton pada 2003. Sedangkan pada 2004 volume ekspor CPO dan produk turunannya lebih dari 8 juta ton.

Jumlah negara tujuan ekspor CPO pun meningkat mencapai le­bih (lain 100 negara. Menurut per-hitungan Oil World, pada 2007-2010 volume ekspor CPO Indonesia akan tumbuh pesat dan secara po-tensial akan melampaui Malaysia meivjelang udiun 2010. Dewasa ini sekitar 60% produk CPO Indo­nesia memang masih diekspor ke luar negeri.

Masih ada lagi bahan baku bio­diesel selain CPO atau minyak jarak. Ada minyak dari bunga matahari, minyak jagung, minyak kede-lai, atau bahkanj'ekmtofe atau lim-bah minyak goreng rumah tangga. , Bahkan, "Bisa juga dari plastik be-kas atau leiuak binatang," tukas Muhaniad Nur Adib, Komisaris

Pengusaha asing mulai aiitre berinvestasi

Bahan baku yang melimpah se­perti itu, ternyata tak membuat pe-milik modal di Indonesia segera menyerbu investasi di biodiesel. Seperti biasa, justru kaum pemo-dal asing yang'terlebih dulu me-nangkap peluang. Saat ini sudah dua perusahaan asing yang resmi terdaftar di Badan Koordinasi Pe-nanaman Modal (BKPM) untuk menanam baltan bakar di Indone­sia. Keduanya berasal dari Austra­lia . Nilal investasi tahap pertama inasing-masing sebesar US$ 16 jula.

Berdasarkau manil'es investasi yang. mereka ajukan ke BKPM, produksi per tahun dua perusaha­an itu akan mencapai 150.000 ton. Namun, dua perusahaan baru bisa optimal berproduksi tiga tahun mendatang. "Mereka sedang ntem-persiapkan infrastruktur proyek-nya," .ujar seorang pejabat di BKPM.

Indo Bio Fuel adaJah salah satu perusalvaan yang menaricapkan kukunya di Dumai, Riau. Alasan perusahaan patungan dengan Aus­tralia ini memilih Dumai tak lain agar lebih dekat dengan tempat produksi CPO sebagai bahan baku biodiesel. Seluruh hasil produksi dua perusahaan itu akan diekspor. Sayang, perusahaan dalam negeri belum ada yang mengekor dua per­usahaan asing itu. "Kami ini akan jadi yang terbesar di Indonesia," klaim Nur Adib, sang Komisaris Indo Bio Fuel.

Indo Bio Fuel merupakan per­usahaan berproduksi sebanyak 250.000 ton per tahun, jauh lebih besar dari data yang ada di BKPM. Saat ini perusahaan itu masih dalam taraf desain. Total investasinya akan mencapai US$ 60 juta. Dengan ke-mampuan menyerap tenaga kerja sebanyak 60 orang. Jadi bisa dipas-tikan pabrik ini padat teknologi. "Kami optimistis modal akan kem-bali pada enam tahun mendatang," kata Adib.

Adib bilang, alasan seluruh pr-duksinya untuk kebutuhan ekspor lantaran pasar dalam negeri belum mampu menyerap produksi seba­nyak itu. Lagi pula, biodiesel yang berfungsi meniperbaiki kualitas BBM itu harganya masih mahal. Sudali begitu, "Masyarakat di sini masih belum aware" tambah Nur Adib.

Yang menarik, peluang besar negeri kita jadi surga biodiesel itu rupanya sudah terciuin oleh ba-nyak kaum pemodal asing. Tak he-ran jika kini investor berkantong tebal mulai berbondqng-bondong datang ke Indonesia ufcUik mendirikan pabrik biodiesel. "Sekarang ini sudah ada enam atau tiyuli per­usahaan yang mengajukan izin," ujar Muhammad Lutfi, Kepala BK­PM. Namun, Lutfi mengaku tidak hafal berapa jumlah investasinya

Terus, masak sih kita akan ketinggalan. Jangan-jangan, kita memang hanya akan jadi pengimpor biodisel kendati bahan bakunya berserak di pelataran kita. Mumpung belum terlambat, segeralali meraih peluang ini.


Sumber :

Sigit Rahardjo, Yokob Yahya, Yohan Rubionloro

   
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Karawang No 2
Bandung 40272 - Indonesia
 
Phone Line1:
022-7244-888 (08:00-17:00)
 
Fax:
022-723-0812 (24 Jam)
 
Handphone:
0852-111-111-77 (Umum) 
 
SMS:
0852-111-111-77 (24 Jam)
BB: 2a02ac52(24 Jam)
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook