Lampung Butuh Pembangkit Listrik Besar
Wilayah Lampung yang berpenduduk 1,7 juta jiwa membutuhkan pembangkit listrik yang berkapasitas besar. Ini agar tidak terjadi defisit daya setiap ada kerusakan mesin pembangkit. Selama ini, Lampung hanya mengandalkan satu pembangkit, yakni pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tarahan berkapasitas 2x100 Megawatt (MW).
"Untuk mengatasi ke depan agar konsumen tidak mengeluh dengan pemadaman bergilir terus menerus, Lampung membutuhkan pembangkit yang lebih besar berkapasitas 2x200 MW," kata Manajer Sektor Pembangkitan Tarahan PT PLN Pembangkitan Sumbagsel, AB Wahyu Jatmiko, di sela-sela kunjungan wartawan di PLTU Tarahan, Lampung, Kamis (22/10).
Menurut dia, tiga pembangkit listrik yang ada di Lampung yang menghasilkan 295,12 MW hingga saat ini belum mampu memenuhi tingginya pertumbuhan pelanggan PLN. Apalagi, kata dia, sekarang ini hanya dua pembangkit yang berfungsi yakni PLTA (Way Besai dan Batutegi sebesar 117,2 MW dari 119.6 MW) dan PLTU Tarahan 178 MW dari 200 MW.
Sedangkan kebutuhan daya listrik yang didominasi pelanggan rumah tangga (94 persen atau 918 ribu sambungan) pada kondisi norma sebsar 295 MW, sedangkan pada waktu beban puncak (WBP) malam sebesar 435 MW, sedangkan siang sebesar 286 MW. Akibatnya, pasokan daya Lampung defisit mencapai sekitar 200 MW.
"Sekarang satu mesin PLTU dalam perbaikan, hilang 100 MW. Sedangkan dua PLTA yang ada tidak beroperasi maksimal karena tergantung alam. Akhirnya, pemadaman bergilir terjadi," kata Jatmiko. Ia mengatakan kondisi ini akan terus berlanjut bila tidak ada solusi untuk mengatasi tingginya pertumbuhan pelanggan listrik.
By Republika Newsroom.

- ~ Inventarisasi Tentang Pengamanan Pasokan Energi Listrik
- ~ Industri Terganggu Akibat Listrik Padam
- ~ Energi Listrik Tenaga Terbarukan Ditingkatkan Tiga Kali
- ~ Pasokan Listrik Global Sebagian Dari Sumber Energi Terbarukan
- ~ Indonesia Power Membangun Beberapa PLTU
- ~ PLTU Labuhan Menambah Posakan Listrik
- ~ Energi Terbarukan Dikembangkan di Belajasumba
- ~ Pasokan Energi Dalam Negeri Berkurang
- ~ Hemat Energi Terlambat Distandarisasi
- ~ Pertumbuhan Renewable Green Energy Mulai Pesat




