KOMPAS/SIWI NURBIAJANTI Ilustrasi QUEENSLAND, KOMPAS.com - Ilmuwan dari Universitas Queensland menemukan varietas padi dengan gen yang potensial mempertahankan padi dari resiko perubahan iklim. Penemuan ini dipublikasikan di Proceeding of the National Academy of Sciences.
Berdasarkan penemuan tersebut, diketahui bahwa varietas padi yang tumbuh liar di wilayah Australia yang lebih panas dan kering-lah yang lebih beragam dan potensial survive menghadapi perubahan iklim.
Professor Robert Henry dari Univeritas Aliansi Pertanian dan Inovasi Pangan Queensland yang terlibat penelitian mengatakan bahwa hasil riset ini punya implikasi besar.
"Penemuan ini bisa berguna untuk menyeleksi varietas padi yang bisa menghadapi beragam variabel dan perubahan iklim," kata Henry seperti dikutip Physorg, Senin (19/12/2011).
Salah satu gen yang membuat padi bisa tahan adalah gen resisten terhadap serangan bakteri dan jamur patogen saat stress. Iklim yang berubah memicu stress yang membuat tanaman lebih lemah jika diserang.
n
Studi yang dilakukan Henry dilakukan di wilayah terpencil, melibatkan pula Soouthern Cross University. Studi dilakukan dengan membandingkan padi di Australia dengan di Fertile Crecent, wilayah di Mesir.
Penelitian ini merupakan upaya pertama untuk mempelajari variasi genetik padi liar dengan analisis DNA.

- ~ Pemanfaatan Energi Panas Bumi Belum Maksimal
- ~ Optimalkan EBT Untuk Ketahanan Energi
- ~ Earth Hour Maret 2012, Matikan Lampu Secara Serentak
- ~ Indonesia Bakal Miliki Bandar Antariksa di Enggano, LAPAN Mulai Lakukan Survei
- ~ Kenaikan Listrik & Pembatasan BBM Dorong Kenaikan Harga Barang
- ~ Ternyata Teknologi Modern Kita Sekarang Sudah Kuno
- ~ Pembangkit Listrik Tenaga Osmosis
- ~ Subsidi BBM Dicabut
- ~ Pakaian Terbuat Dari Televisi LED
- ~ Penghasil Sumber Energi, Tapi Tak Punya Listrik ?




