Alpen Steel | Renewable Energy

~ Penerapan dan Penggunaan Teknologi Hijau Kurangi 15% Emisi Karbon Dunia

Penggunaan Teknologi Hijau Kurangi 15% Emisi Karbon Dunia


JAKARTA, (PRLM).- Siapa bilang urusan kepedulian lingkungan hanya terkait dengan penanaman pohon atau gerak jalan santai. Industri teknologi informasi dan telekomunikasi (ICT) ternyata menyumbang 2%-3% dari pembuangan karbon. Karena itu sudah saatnya pendekatan green strategic business dijadikan inisiatif utama dan dijalankan secara berkelanjutan di perusahaan-perusahaan ICT Indonesia.

Demikian kesimpulan para ahli lingkungan dan praktisi industri telekomunikasi dalam konferensi internasional bertema "Green ICT for Asia" yang diadakan belum lama ini di Jakarta. Penerapan dan penggunaan teknologi hijau (Green ICT) diyakini bisa mengurangi lebih dari 15% dari total emisi karbon dunia.

Selain pengurangan emisi karbon, perusahaan juga bisa mendapatkan keuntungan bisnis yang signifikan. Tengok upaya Bakrie Telecom misalnya yang bisa menghemat dan melakukan efisiensi usaha senilai Rp 20 miliar sejak Oktober 2010 hingga Oktober 2011.

Efisiensi ini, menurut Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie Telecom Tbk tercapai berkat penerapan yang konsisten dan berkelanjutan sehingga perusahaan secara efisien bisa mengurangi biaya operasi, mempekuat brand value serta menciptakan daya saling perusahaan di tengah iklim persaingan yang demikian ketat di industri telekomunikasi Indonesia.

Pada konferensi internasional yang dihadiri tidak kurang dari 250 orang pelaku industri telekomunikasi termasuk 30 orang perwakilan perusahaan-perusahaan telekomunikasi internasional terungkap pula kenyataan bahwa peranan industri ICT di Asia, termasuk Indonesia akan semakin penting karena pertumbuhan ICT di kawasan ini sangatlah pesat dan berkontribusi dalam pertumbuhan konsumerisme dunia. Hampir setiap hari muncul produk maupun layanan baru di dunia ICT seperti ponsel, komputer, dan gadget-gadget elektronik lainnya.

Sayangnya perhatian pada upaya kesadaran lingkungan pada indutri telekomunikasi masihlah terbatas jika tidak ingin dikatakan terabaikan di Indonesia. Setyanto P Santoso, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menyatakan gerakan kesadaran lingkungan diartikan sebagai bentuk kepedulian perusahaan pada situasi sosial kemasyarakatan dan karenanya merupakan aktivitas CSR (Corporate Social Responsibility) atau program-program philantropic lainnya.

Upaya kesadaran lingkungan atau biasa dikenal sebagai “Go Green” memang telah menyebar dalam berbagai gerakan dan aktivitas masyarakat. Namun gerakan kesadaran lingkungan lebih diwujudkan pada upaya perbaikan kondisi lingkungan dan aktivitas pengurangan polusi seperti penanaman pohon, gerak jalan masal dan yang lagi ngtren sekarang adalah sepeda santai.

Tidaklah mengherankan jika program green ini hanya menjadi bagian dari program CSR, bukan terintegrasi dalam suatu kerangka kerja bisnis yang berkelanjutan (sustainable). Padahal ada nilai bisnis yang memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Pikiran-Rakyat.com


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook