Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Unit Bisnis Pembangkitan Priok PT Indonesia Power di Tanjung Priok, Jakarta

Penyedia Listrik Swasta Diminta Berpartisipasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden tentang Percepatan Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik 10.000 Megawatt Tahap II. Nantinya, sebagian proyek itu akan ditawarkan kepada penyedia listrik swasta atau independent power producer.

Menurut Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) J Purwono, Rabu (13/1/2010) di Jakarta, Perpres mengenai Percepatan Proyek 10.000 MW Tahap II diterbitkan pada 8 Januari.

Proyek 10.000 MW tahap II ditargetkan selesai tahun 2014. Perpres itu berisi penugasan pemerintah kepada PT Perusahaan Listrik Negara untuk membangun pembangkit tenaga listrik beserta jaringannya.

Pembangkit itu memakai batu bara, gas, panas bumi, dan tenaga air. Komposisinya, 60 persen memakai energi terbarukan dan 40 persen energi fosil, yaitu batu bara dan gas.

”Meski masih pakai batu bara dan gas, perpres mensyaratkan pembangkit memakai teknologi bersih ramah lingkungan,” ujarnya. Namun, sebagian pembangkit ditawarkan pada swasta sesuai kemampuan pendanaan PLN.

Hal ini berbeda dengan proyek 10.000 MW tahap I yang dibangun seluruhnya oleh PLN. ”Biaya pembangunan pembangkit dengan energi terbarukan 1,2-2 kali dari PLTU sehingga butuh dana lebih besar dari tahap I,” ujarnya.

Jadi, PLN membangun sendiri sebagian pembangkit listrik dan sisanya akan membeli listrik dari swasta. Nantinya swasta lebih berperan dalam pembangunan pembangkit yang memakai panas bumi. Sejauh ini sebagian pendanaan PLN sudah disiapkan, termasuk dari lembaga pendanaan internasional.

Pemerintah akan menjamin public service obligation (kewajiban untuk pelayanan publik) dari PLN. ”Kalau PLN sehat, bisa memenuhi kewajiban dalam jual beli listrik swasta. Ada jaminan, PLN mampu memenuhi kewajiban pada IPP (independent power producer),” ujarnya.

Saat ini peraturan Menteri ESDM mengenai rincian proyek beserta lokasi, kapasitas dan lokasi, serta jenis pembangkit dan jaringan listrik sedang disusun. Peraturan itu ditargetkan selesai pada pekan ini.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menyatakan, pihaknya memutuskan mengadakan 12 trafo cadangan melalui tender, tidak lewat penunjukan langsung. Hal ini untuk memperkuat sistem kelistrikan di Jawa agar tidak rawan pemadaman listrik bergilir. (EVY)

 

Sumber : Kompas

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Karawang No 2
Bandung 40272 - Indonesia
 
Phone Line1:
022-7244-888 (08:00-17:00)
 
Fax:
022-723-0812 (24 Jam)
 
Handphone:
0852-111-111-77 (Umum) 
 
SMS:
0852-111-111-77 (24 Jam)
BB: 2a02ac52(24 Jam)
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook