Alpen Steel | Renewable Energy

~ Harga Litrik Dari Panas Bumi Meningkat

Harga Listrik Panas Bumi Naik

Pemerintah mengeluarkan aturan penetapan harga ual listrik yang dibangkitkan dengan tenaga panas bumi. Dengan aturan baru itu, harga listrik panas bumi saat ini sekitar 7-8 sen dollar AS per kWh, lebih tinggi dari harga ual sebelumnya yang kurang dari 5 sen dollar AS per kWh.

Harga baru tersebut diharaokan bisa menadikan bisnis pembangkit liastri tenaga panas bumi menjadi lebih menarik.

Ketetapan harga jual itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 14 Tahun 2008 yang dikeluarkan 9 Mei 2009.

Pemerintah menetapkan dua batas penentuan harga jual berdasarkan besaran pembangkit dan persentase terhadap biaya pokok industri (BPP).

 

Untuk pembangkit degan daya di bawah atau sama dengan 55 megawatt (MW), harga jual listrik maksimal adalah 85 persen dari BPP di teangan menengah maupun tegangan rendah wilayah setempat.

Adapun pembangkit dengan daya di atas 55 MW, harga jual listrik maksimal adalah 80 persen dari BPP.

Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatab Energi Departemen ESDM . Purnomo di Jakarta, Rabu (21/5), mengatakan , “Harga yang baru ini sudah sesuai dengan usulan harga keekonomian yang disampaikan para pengembang panas bumi”.

Investor Mengeluh

Selama investor, para investor mengeluhkan harga jual listrik panas bumi ke PT Perusahan Listrik Negara terlalu rendah, kurang dari 5 sen dollar AS per kWh.

Potensi tenaga listrik dari panas bmi di Indonesia mencapai 27 gigawat. Potensi ini tersebar lebih dari 250 lokasi di Sumatera, Jawa Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Akan tetapi pemanfaatannya hanya sekitar 1.000 MW atau kurang dari 3 persen. Pengembangan panas bumi telah diatur dalam Undang-Undang No 27/2003 tentang Panas Bumi.

Namun, peraturan pelaksana UU tersebut terkatung-katung hingga lima tahun. Akibatnya, pengembangan panas bumi pun menadi terkendala.

Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Suryadarma menilai bahwa aturan harga jual tersebut akan memberi kepastian kepada para investor. “Rencana pengembangan proyek yang tertunda bisa berjalan,” ujarnya menambahkan.

Menurut Suryadarma, pihak asosiasi dan pemerintah telah sepakat bahwa wilayah penetapan BPP terbagi menjadi Sumatera, Jawa dan Bali, dan Sulawesi.

Direktur Pengusahaan Panas Bumi ESDM Siharto Harsoprayitno mengatakan, setelah keluarnya aturan harga, pemerintah dan PT PLN masih harus membenahi kesiapan infrastruktur jaringan transmisi.

Pemerintah pusat telah menyerahkan kewenangan untuk melelang enam wilayah kerja panas bumi yang beralokasi di Nangroe Aceh Darussalam, dan awa Tengah kepada pemerintah setempat.

Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar mengatakan, pihaknya akan mendukung pengembangan oanas bumi, “Kita Tidak boleh tergantng dari sumber energi primer tertentu, apalagi sumber energi yang mudah di ekspor”, ujarnya.

Meskipun lebih mahal dari batu bara, panas bumi lebih ramah lingkungan. Selain itu, karena hanya bisa digunakan di tempat, panas bumi bebas dari dampak kenaikan harga energi dunia.

 

ditulis di Harian Kompas.

JAKARTA, KOMPAS –
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook