Alpen Steel | Renewable Energy

~ Realisasi Proyek Pengembang Listrik Swasta Tidak Berjalan

Listrik Swasta Tak Terealisasi

 

General Manager PT PLN Wilayah Kalbar, Denny Pranoto, mengatakan realisasi proyek pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) di Kalbar tidak berjalan.

 

Ada beberapa IPP di Kalbar yang berencana membangun pembangkit listrik berbahan bakar batubara seperti di Parit Berkat dengan daya 2x25 MW dan di Ketapang dengan daya 2x75 MW di Ketapang. Satu IPP lainnya berbahan bakar gambut yang dibangun PT Sebukit Power, dengan daya 2x67 MW di Mempawah.

 

“Mereka kesulitan mendapat pendanaan untuk proyek ini. Bank tidak bersedia mengucurkan kredit karena harga yang ditawarkan terlalu murah,” katanya kepada Tribun, Rabu (29/4).

 

Akibatnya, pasokan daya listrik di Kalbar semakin jauh tertinggal dibanding kebutuhan. Untunglah, dua pembangunan pembangkit di Kalbar masuk ke proyek percepatan pembangkit 10.000 Megawatt dari pusat. Yakni PLTU Batubara di Tanjung Gundul dengan kapasitas 2x25 MW dan 2x50 MW di Parit Baru.

 

“Proyek ini masuk dalam tahap pertama proyek 10.000 MW,” ungkapnya. PLTU Batubara di Tanjung Gundul, Bengkayang adalah satu dari 13 proyek pembangunan PLTU yang akan dibiayai oleh 22 Bank Pembangunan Daerah (BPD) se Indonesia. Kasus listrik swasta yang macet bukan hanya terjadi di Kalbar, tapi di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah akan menegoisasi ulang harga pembelian listrik dari IPP oleh PLN.

 

Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE), J Purwono, meminta PLN mengevaluasi dan menegoisasikan ulang proyek-proyek pembangkit listrik swasta yang macet. “Kami minta PLN mendata ulang dan menegosiasi proyek-proyek yang terkendala tersebut, lalu disampaikan ke Menteri ESDM untuk mendapatkan persetujuan,” ujarnya, dalam seminar Harga Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Koperasi atau Badan Usaha Lain, di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/4).

 

“Dengan penanganan yang khusus ini diharapkan proyek IPP yang macet bisa semakin cepat terealisasi,” jelasnya. Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro menjelaskan dari 143 IPP yang mengajukan proposal untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 30 ribu MW, baru 19 proyek dengan kapasitas 4.300 MW (14 persen) yang telah beroperasi.

 

“Kita buka diskusi dengan pengembang hari ini, untuk melihat bagaimana reaksi mereka atas kebijakan ini. Kita ingin ada penyesuaian agar proyek IPP bisa jalan,” jelasnya. Purnomo menambahkan pertumbuhan permintaan listrik terus meningkat sebesar 9 persen per tahun. Untuk itu peranan IPP dalam pembangunan pembangkit tersebut sangat diperlukan.(nin/ant/dtc)

PONTIANAK, TRIBUN

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Karawang No 2
Bandung 40272 - Indonesia
 
Phone Line1:
022-7244-888 (08:00-17:00)
 
Fax:
022-723-0812 (24 Jam)
 
Handphone:
0852-111-111-77 (Umum) 
 
SMS:
0852-111-111-77 (24 Jam)
BB: 2a02ac52(24 Jam)
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook