Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pembangunan PLTU Nagan Dan PLTA Peusangan Dituntaskan PLN

PLN Didesak Tuntaskan Pembangunan PLTU Nagan dan PLTA Peusangan
Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, Marzuki Daud kembali mendesak PT PLN menuntaskan pembangunan PLTU Nagan Raya dan mempercepat proses negosiasi pembangunan PLTA Peusangan. Kedua pembangkit listrik itu akan mampu menyuplai kebutuhan listrik di Aceh. “Salah satu penyebab rendahnya investasi di Aceh karena daerah itu kekurangan daya listrik. Para calon investor yang sudah menandatangani MoU terpaksa mengalihkan usahanya ke daerah lain lantaran terkendala listrik,” ujar Marzuki Daud dalam rapat dengar pendapat dengan Dirut PT PLN Fachmi Mochtar, Senmenpera, Dirjen Cipta Karya, Dirjen Listrik dan Pengembangan Energi (LPE) Departemen ESDM dan Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Anggota Fraksi Partai Golkar ini menyatakan, Aceh termasuk salah satu daerah di Indonesia yang mengalami krisis listrik sejak lama. “Karena itu, 2010 ini PLTU Nagan Raya dan PLTA Peusangan sudah harus tuntas,” tukas Marzuki Daud. PLTU Nagan Raya yang dibangun di Kabupaten Nagan Raya dibiayai oleh Bank China dan konsorsium Bank Pembangunan Daerah (BPD) Indonesia. Sementara PLTA Peusangan yang semula dibangun Pemerintah Jepang sempat tersendat akibat konflik Aceh. “Sekarang keadaan Aceh sudah jauh lebih baik. Tidak ada alasan lagi terhambat soal keamanan. Inilah saatnya bagi PLN melanjutkan pembangunan PLTA Peusangan,” sebut Marzuki Daud. Sementara kepada Sesmenpera, Marzuki mengingatkan agar pemerintah menuntaskan pembangunan rumah kaum duafa. “2010 ini sudah selesai semua pembangunan perumahan itu,” katanya.

Sulfur Exxon
Dalam kesempatan itu, Marzuki Daud secara khusus meminta Dirjen LPE Departemen ESDM, Cuk Purnowo agar mengingatkan Menteri ESDM tentang percepatan proses hibah dua kargo sulfur milik Exxonmobil Oil kepada Pemda Aceh Utara. Marzuki mendesak agar proses penghibahan itu dilakukan sebelum pemilihan umum pemilihan presiden. “Kesepakatan penghibahan ini sduah dicapai dalam rapat antar Exxonmobil, Pemda Aceh Utara dan anggota Komisi V,” kata Marzuki Daud mengutip hasil rapat terbatas di Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Menteng, Jakarta, 11 Juni silam.

Seusai rapat, Marzuki Daud kepada Serambi menegaskan bahwa pihaknya akan bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla untuk mempercepat proses hiban sulfur tersebut. “lebih cepat tentu akan lebih baik, terutama dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat Aceh Utara kepada Pemerintah Pusat,” sebut Marzuki.

Pemkab Aceh Utara merencanakan, hasil hibah dua kargo sulfur milik Exxonmobil Oil tersebut digunakan untuk pembangunan pusat kesehatan terpadu dan gedung sekolah untuk masyarakat yang berada di lingkungan Exxonmobil Aceh Utara, serta pengembangan dunia usaha melalui Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha.(fik)

Nusantara Administrator

JAKARTA
  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Karawang No 2
Bandung 40272 - Indonesia
 
Phone Line1:
022-7244-888 (08:00-17:00)
 
Fax:
022-723-0812 (24 Jam)
 
Handphone:
0852-111-111-77 (Umum) 
 
SMS:
0852-111-111-77 (24 Jam)
BB: 2a02ac52(24 Jam)
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook