PLN Rencanakan Bangun PLTA Kusan Kalsel
PT. PLN (Persero) merencanakan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Kusan, Kalimantan Selatan (Kalsel) berkapasitas 67,7 Mega Watt (MW).
General Manager (GM) PT.PLN Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng), Wahidin Sitompul kepada ANTARA Banjarmasin, Senin, mengatakan, pembangunan PLTA Kusan salah satu solusi jangka panjang masalah kelistrikan di dua provinsi bertetangga tersebut.
Menurut dia, pembangunan PLTA Kusan merupakan keharusan guna "back up" sistem kelistrikan Kalselteng yang selama ini menggunakan Pusat Listrik Tenaga Deseil (PLTD) dan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU), serta Pusat Listrik Tenaga Gas (PLG) dengan daya terbatas.
"Dengan PLTA, biaya operasional relatif murah bila dibandingkan PLTU dan PLTG dengan bahan baku pembangkit terbatas. Apalagi kalau dibandingkan dengan PLTD yang memerlukan biaya tak sedikit karena menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM)," katanya.
Namun GM yang belum setahun memimpin PLN Kalselteng itu belum bisa menyebut jumlah desa atau permukiman penduduk yang bakal terendam untuk pembuatan waduk PLTA Kusan tersebut, kecuali memperkirakan tidak terlalu banyak karena rencana daya cuma 67,7 MW.
"Untuk besar tidaknya kapasitas PLTA Kusan (sekitar 400 Km timur Banjarmasin) itu tergantung pula dari pemerintah daerah (Pemda) karena terkait dengan pembebasan kawasan yang bukan tanah negara/pemerintah," lanjutnya.
Pembangunan PLTA Kusan tersebut dijadwalkan Tahun 2014. Untuk itu, pemerintah daerah sudah harus sejak dini mengantisipasi penguasaan lahan agar pada saat pembanguannya nanti bermunculan selaku pemegang hak milik, tuturnya.
Menurut data PT. PLN Kalselteng, daya listrik tersedia untuk kedua wilayah itu 260,5 MW berasal dari PLTU Asam Asam (125 Km timur Banjarmasin) di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel 128 MW, PLTA Ir.Pangeran Mohammad Noor - Waduk Riam Kanan (65 Km timur laut Banjarmasin), Kabupaten Banjar, Kalsel.
Selain itu, dari PLTD/PLTG Trisakti Banjarmasin 58,8 MW, PLTD Banua Lima Kalsel 8,7 MW, Palangka Raya, ibukota Kalteng 6 MW, Kuala Kapuas Kalteng 4 MW dan sewa/beli 16 MW.
Namun bila saat beban puncak sekitar pukul 18.00 - 24.00 Wita, kebutuhan menjadi 295,59 MW seperti terjadi sejak 21 Mei 2008, sehingga mengalami defisif (kekurangan) daya mencapai 35,5 MW.
Oleh karena itu, PT PLN Kalselteng terpaksa melalukan pemadaman bergiliran, terutama saat beban puncak pada kedua provinsi bertetangga tersebut. Sejak 15 Juni lalu, terjadi pemadaman bergilir selama satu setengah bulan dengan perbandingan 3 : 1 (tiga hari menyala : satu hari padam).
Jadual pemadaman bergiliran tersebut berubah lagi terhitung 1 Juli 2008 dengan perbandingan 2 : 1 (dua hari nyala : satu hari padam) saat beban puncak atau malam hari. Begitu pula waktu siang hari dengan perbandingan yang sama 2 : 1.
"Pemadaman bergiliran itu semestinya tak perlu terjadi, seandainya pelanggan bisa hemat energi, misalnya cukup mengurangi penerangan 100 Watt tiap pelanggan rumah tangga," demikian Wahidin Sitompul.
Menanggapi soal defisit listrik, Ketua Komisi III bidang pembangunan DPRD Kalsel Ir. Gusti Perdana Kesuma, memaklumi hal tersebut, karena persoalannya tidak terlepas dari perilaku seseorang atau keluarga.
Sebagai contoh sekarang banyak rumah tangga yang memiliki pesawat televisi sampai tiga buah, yang kesemua itu dalam keadaan "on" karena misalnya si anak mau nonton film anak, sang ibu ingin nonton sinetron, dan bapak perlu berita.
Untuk kenyamanan bersama, Ketua Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi itu, mengimbau, semua pihak agar hemat energi. "Terlebih dalam keadaan krisis enegeri seperti belakangan ini, maka penghematan energi itu perlu," demikian Gt. Perdana.
(ANT).

- ~ Pengembangan Industri Biodiesel Dimulai
- ~ PLTMH Mulai Diminati WIB
- ~ Pengembangan Sistem Energi Mikrohidro
- ~ Listrik Dengan Mikrohidro Diharapkan Warga
- ~ Krisis Listrik Di Pusat Dilaporkan Kadin Kalbar
- ~ Potensi PLTA Lebih Berpeluang
- ~ PLN Pertahankan Mesin Tua Timbul Krisis
- ~ Pembangkit Listrik Mikro Hidro Sistem Sentrifugal
- ~ The Best Choice For Microhydro Power
- ~ A Micro Hydro Power System




