| Akhirnya Warga Latawaro Nikmati Listrik | |
| Senyum simpul merekah di wajah warga desa Latawaro, Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara, pasalnya mulai awal Maret 2009 resmi beroperasi Pembangkit Listrik Mikro Hidro (PLTMH). Dalam sambutan peresmiannya, Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud mengatakan keberadaan PLTMH di Desa Latawaro merupakan salah satu program PNPM Kolaka Utara. Hal ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena masyarakat dapat menikmati listrik selama 24 jam yang sebelumnya hanya menggunakan pelita selama bertahun-tahun. "Saya berharap PLTMH tersebut diperihara dengan baik, agar masyarakat dapat menikmati hingga akhir zaman," kata Rusda. Selain itu juga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dalam melakukan berbagai macam usaha. Desa Latawaro sebelumnya adalah termasuk desa yang terpencil. Bahkan sempat terisolasi sewaktu banjir yang melanda di awal tahun 2007 lalu. Sebelum adanya PLTMH, masyarakat Desa Latawaro mengandalkan pelita sebagai penerangan. Saidiman, penggagas PLMTH yang sekaligus sebagai Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) mengatakan, sebelum pembangunan PLTMH dilaksanakan berbagai upaya dilakukan masyarakat dengan melakukan rapat bersama . Warga Desa Latawaro melakukan musyawarah dengan proses MMDD (Menggagas Masa Depan Desa), dengan tahapan musyawarah Dusun, musyawarah Desa, musyawarah antar masyarakat Desa. Kemudian dari hasil rapat tersebut diprioritaskan menjadi usulan hingga pada musyawarah antar Desa penetapan usaha (Pendanaan). Sehingga usulan PLTMH Desa Latawaro mendapat rangking ke-4 dari 14 usulan di tingkat Kecamatan Lambai. “ Semua hasil rapat disepakati masyarakat Latawaro dan untuk merampungkan pembangunan PLTMH warga juga melakukan swadaya,”kata Saidiman. Dan jumlah total anggaran PNPM tahun 2008, untuk pembangunan PLTMH tersebut sebanyak Rp. 179.573.604,- anggaran ini digunakan untuk pembangunan PLTMH dengan kapasitas 5 KUA, operasional UPK 2 % dengan anggaran Rp. 3.589.474. Dan bahan Rp. 166.500.000,- serta upah para pekerja sebanyak Rp. 4 Juta. Untuk dapat mencukupi pembuatan PLTH ini, sekitar 473 KK khususnya warga Latawaro melakukan partisipasi swadaya yang terkumpul sebanyak Rp. 59.45.000,- Seraya berkelakar, Saidiman menuturkan kini program KB (Keluarga Berencana) dapat dilaksanakan, karena kondisi rumah pada malam hari tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. “Sudah banyak aktifitas yang dapat dilakukan warga, sehingga pogram KB dapat dilaksanakan,”tuturnya sambil tersenyum. Untuk instalasi listrik sebesar 300 Watt, warga ditarik biaya sebesar 500 ribu rupiah per KK. Iuran per bulan dibedakan antara pemilik TV warga yang tidak memiliki TV. Pemilik Televisi dibebani pembayaran lima ribu lebih mahal dari warga yang belum mempunyai TV yang hanya membayar Rp. 20 ribu. Ironisnya, kondisi Desa Latawaro ini lebih baik jika dibandingkan dengan ibu kota Kabupaten sendiri. Listrik di Ibu Kota Kabupaten hanya menyala selama 12 jam saja sedangkan di desa Latawaro non-stop 24 jam sehari. Mungkin perlu dipertimbangkan, ibu kota kabupaten Kolaka Utara memiliki pembangkit listrik mandiri sebagaimana warga desa Latawaro. Ditulis ulang dari: kendari ekspres, ujung pandang expres | |
Terakhir diperbaharui Diupload Oleh Awang Riyadiilustrasi: PLTMH Cinanggung Bogor
|

saya sangat sepakat jika persoalan penerangan dlm hal ini listrik itu mengikuti jejek desa latawaro....
sampai sekarang,listrik cuma menyala selama 12 jam,itupun terkadang mati-mati..terkhusus PLN yg berada di Kec.ranteangin dengan lambai...
kami sdh pernah menanyakan kpd pihak PLN tp alasanx hax mengatakn bahwa mesin tdk mampu untuk membebani semuax makax sering d lakukan pemadaman...
tp kami dari masyrakat sdh sering menanyakan hal itu ,tp toh sampai skrgmasih tetap mati2...
pada hal,kalau persoalan pembayaran kami selalu membayarx tapat waktu.....
Tolong di perhatikan ini bapak bupati Rusda mahmud yg terhormat.
Rakyat bersatu tak bisa di kalahkan..
Hidup RAKYAT
Hidup MAHASISWA
Dan MATI PEMERINTAHAN Kolaka Utara
seharusx,kita mencontohi desa latawaro tersebut....
skali lagi..
tolong pak,d perhatikan persoalan penerangan tersebut...
sangat menyedihkan, di depan kantor PLN kec.ranteangin terpampang spanduk yg bertuliskan "MUSUH TERBASAR PLN ADALAH PEMADAMAN SECARA BERGILIRAN" tp nyatax,knp maish ada pemadaman....
sdh bertahun2 alsan dari pihak PLN kec. rante angin cuman itu terus,katax tdk mmpu untuk membebani semuax...tp sampai kapan harus menjadi itu alasanx..
Apakh tdk ada upaya unuk bagai mana menormalkan semua itu...karena sdh bertahun2 masih sj tetap se3perti itu,....
sampai kpn Pihak PLN dan pemerintah Kab.Kolaka Utara melihat penderitaan itu....
Baru2 ini kita telah melewati bln suci ramahan,ironisx di bulan ramadhan itu,lampu juga sering mati2... kasihan rakyat kolaka utara bapak bupati yg terhormat...
Secara Administratif,masyrakat telah memenuhi kewajibannya yaitu membeyar unag listrik setiap bulannya..tp
kewajiban Pln mn,knp mesti lampu masih sering mati2....
Kami dari masyrakat kolaka utara menuntut hak kami....
Sekian dan terima kasih
Wassalam............
- ~ Sel Surya Dari Industri Dalam Negeri
- ~ Pemanas Air di Rumah Dengan Tenaga Surya
- ~ Energi Terbarukan Dari Angin dI India
- ~ Australia Promosikan Energi Surya Terbarukan
- ~ 2009 Tahun Harapan Pengembangan Energi Terbarukan
- ~ Denmark Sebagai Negara Pengguna Energi yang Efisien
- ~ PLTS 2 GW Dibangun Di China
- ~ Pemerintah Gelar Workshop PLTS Untuk Perkotaan
- ~ Dibalik Gemerlap Papan Reklame Sharp
- ~ Listrik Tenaga Matahari Dari Solar Panel 50 W





