Alpen Steel | Renewable Energy

~ BMKG: Suhu Udara Di Riau Meningkat Mencapai 35,5 Derajat Celcius

Suhu Wilayah Riau Meningkat Jadi 35,5 Derajat

AP PHOTO/BISWARANJAN ROUT
Ilustrasi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru menyatakan suhu udara sejumlah daerah di Riau meningkat mencapai angka 35,5 derajat Celcius. 

"Suhu udara beberapa daerah di Riau mulai berada di atas normal seperti Pekanbaru hari ini dilanda cuaca panas mencapai 35,5 derajat Celcius," ujar analis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari, Selasa (6/4/2010). 

Beberapa hari sebelumnya BMKG Pekanbaru mencatat suhu udara maksimal di Riau rata-rata hanya berkisar 33 derajat Celcius, namun pada Senin, telah mencapai angka 34,4. 

Kondisi cuaca panas itu, disebabkan pemanasan lokal akibat posisi matahari yang tepat di sekitar titik equator, yakni pada posisi 0 derajat Lintang Utara dan 0 derajat Lintang Selatan. 

Titik equator atau garis khatulistiwa di Riau terletak di Kelurahan Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar yang ditandai dengan berdirinya Tugu Equator di daerah itu. 


Menurut Warih, dengan posisi matahari yang berada di sekitar titik itu maka cuaca Riau yang berada di musim hujan menjadi tidak merata karena hujan yang turun bersifat lokal. 

"Kondisi itu terjadi karena pembentukan awan hujan dari peristiwa memuainya air laut menjadi terhalang, sehingga sengatan teriknya matahari langsung menuju ke permukaan bumi," katanya. 

Riau dengan kerusakan kawasan hutan yang cukup tinggi akibat pembukaan areal menjadi lahan perkebunan milik perusahaan besar dan pemukiman warga telah menyebabkan peningkatan suhu di provinsi itu cukup ekstrem. 

"Lapisan atmosfer Riau telah berkurang akibat kerusakan lingkungan, sehingga suhu udara mudah meningkat yang menyebabkan kita merasa kepanasan pada waktu siang dan gerah di malam hari," ujarnya. 

Suhu udara di Provinsi Riau telah mengalami peningkatan rata-rata sekitar dua derajat Celcius dalam setahun atau dua kali lipat dari peningkatan rata-rata di dunia. 

Tengku Ariful Amri, peneliti dari Badan Kajian Rona Lingkungan UNRI, menyatakan, peningkatan suhu udara yang cukup tinggi di luar batas kewajaran itu terjadi karena laju kerusakan hutan yang tidak terkendali. 

Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau menyatakan 51 persen dari total luas wilayah daratan Riau terutama kawasan gambut telah dibuka, dengan laju kerusakan 135 ribu hektare per tahun akibat aktivitas ekonomi.

Editor: bnj   |   Sumber : ANT

Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook