Alpen Steel | Renewable Energy

~ Pemanasan Global, Lubang Ozon Menjadi Lebar

Memulihkan Lapisan Ozon Memperparah Pemanasan Global


Memulihkan Lapisan Ozon Memperparah Pemanasan Global

Masih hangatnya isu pemanasan global seolah mengesampingkan isu yang beberapa waktu lalu melaporkan menipisnya lapisan ozon di stratosfir. Padahal menurut beberapa sumber, keduanya terkait. Pemanasan global akibat dari meningkatnya jumlah gas rumah kaca seperti karbon, methan, nitrogen dan sebagainya, akan menahan panas yang ditimbulkan aktivitas manusia. Ibarat sebuah batu berbentuk bola yang aktivitasnya menimbulkan panas, maka agar tetap menjaga suhu tetap rendah, panas tersebut harus dibuang.

Hanya saja banyaknya gas di lapisan troposfir mencegah panas itu berpindah ke lapisan stratosfir. Bola batu semakin panas, sementara stratosfir semakin dingin. Lapisan ozon, di lain sisi merupakan lapisan yang terbentuk dari Ozon (O3) dan berada di lapisan stratosfir. Menurut beberapa referensi tersebut di atas, menurunya suhu di lapisan stratosfir juga mempercepat menipisnya lapisan ozon. Jika suhu stratosfir tetap dan tidak mengalami penurunan, maka menipisnya lapisan tersebut bisa diperlambat.

Jika demikian, maka hal yang harus dilakukan agar lapisan ozon tidak semakin menipis adalah dengan mengurangi laju pemanasan global. Hanya saja, menurut beberapa peneliti dari University of Leeds tidak demikian halnya. Memperbaiki lubang di lapisan ozon akan semakin mempercepat pemanasan global. Laporan tersebut berdasarkan data penelitian di kawasan Antartika.


Menurut tim dari University of Leeds, angin kencang yang bertiup di kawasan Antartika menerbangkan butiran air laut yang mengandung partikel-partikel garam, yang kemudian membentuk awan. Butiran-butiran air tersebut membentuk awan-awan di atas Antartika menjadi lebih cerah dan lebih reflektif. Dengan kondisi awan yang demikian, banyak sinar matahari yang dipantulkan kembali sebelum mencapai permukaan bumi.

Professor Ken Carslaw yang juga menjadi bagian dari tim tersebut menjelaskan bahwa awan yang terbentuk di atas Antartika merupakan cermin yang memantulkan sinar matahari. Jika angin di kawasan tersebut menurun sesuai dengan hasil penelitian yang telah banyak dilakukan, maka kenaikan suhu di kawasan tersebut menjadi lebih cepat dengan banyaknya sinar matahari yang jatuh di kawasan tersebut. 

Menurutnya, jika lapisan ozon akan dipulihkan, maka tidak ada angin kencang yang mengangkat butiran-butiran partikel garam yang membentuk awan dan efek yang terjadi adalah mempercepat naiknya suhu di kawasan tersebut. Professor Ken Carslaw menawarkan solusi dengan menggunakan aerosol sebagai pengganti awan agar cermin besar tetap terpasang di kawasan tersebut.

Sumber : Berbagai Sumber


Artikel yang berhubungan:
Baca Juga:
Artikel sebelumnya:

  Anda belum mendaftar atau login.
Anda dapat turut serta menuliskan artikel disini, caranya klik disini
Ada pertanyaan? Ingin berdiskusi? silahkan tulis di Alpensteel Forum

Fast Contact

Show Room & Factory:
 
Jalan Laksanama
Nurtanio Nomor 51
Bandung 40183 - Indonesia
 
Phone Line1:
022- 603-8050 (08:00-17:00)
 
Handphone:
0852-111-111-77 
0852-111-111-100
 
 
 
PageRank  Hit Counters
free counters
Alpen Steel Facebook